BANTU SUPPORT CERITA INI DENGAN LIKE, VOTE, DAN COMMENT.
Kisah romansa antara Nyko Alexander Saputra dan Tiffany Anatasya Agnes, remaja SMA yang masih dalam tahap dewasa.
Saat seseorang mengubah benci menjadi cinta.
Percintaan anak SMA yang masih terbilang labil memunculkan beragam konflik yang berujung saling menyalahkan satu sama lain.
. . .
"Perlu gue buktiin sama lo, kalau semua yang ada di pikiran lo itu salah?" Menatap Tiffany dengan sorot mata tajam.
Menatap ke arah luar jendela mobil, "Gue gak mau bahas itu" Katanya dengan nada pelan.
"Terus apa? Dari tadi suasananya canggung kita udah kayak orang asing" Mengatakan dengan nada suara seolah ia tak terima dengan keadaan yang ada pada dirinya.
"Kita memang orang asing" Menatap pada Nyko, "Sejak lo ada di dalam club' malam itu"
"Tiffa--"
"Sekali lagi Nyko, gue gak pernah larang lo untuk ngelakuin aktivitas kayak biasa. Tapi omongan lo yang berhasil membuat gue percaya kalau gue yang jadi satu-satunya di hati lo dan dengan mudahnya lo hempas pikiran gue tentang itu, saat lo sama wanita itu berarti udah gak butuh gue lagi" Air matanya mulai mengalir.
"Pemikiran macam apa itu?" Mencengkram kuat setir mobil. Jujur ia hendak menghapus air mata sang gadis namun ego menguasai dirinya.
Nyko menatap tajam pada Tiffany yang juga menatapnya dengan mata yang terus memproduksi mutiara cair, "Lo ngambil keputusan sebelah pihak tanpa ada campur tangan gue. Gak adil. Saat lo gak mau dengarin penjelasan gue, sampai detik ini belum ada satu pun keputusan yang gue kasih ke lo"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieksel259, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 5
“Hp gue ketinggalan” Ucap perempuan itu yang tak lain adalah Tiffany. Ia masuk dan mengacuhkan tatapan Nyko yang was-was pada dirinya.
Ia mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja lalu melangkah pergi tanpa menoleh pada Nyko.
Nyko menghembuskan nafasnya gusar saat pintu ruangan kembali di tutup oleh Tiffany
dengan kasar, “Hhh, extra sabar ngadepin cewek itu” Gumamnya.
“Gue udah susah payah dapetin informasi tuh cewek selama berbulan-bulan. Jangan sampe dia lolos dari tangan gue” Sambungnya bermonolog.
Memang sejak kelas sepuluh semester dua, Nyko mulai penasaran akan siswi seangkatannya tersebut. Ia berbeda akan yang lain. Di saat ketenarannya mulai berada di puncak dan ia dikejar oleh para gadis.
Tiffany hanya berjalan mengacuhkannya saat mereka berpapasan. Senyum pun tidak, apalagi menyapa.
Tiffany adalah perempuan pertama yang membuat seorang Nyko Alexander Saputra penasaran akan dirinya.
Selama berbulan-bulan, Nyko terus mengumpulkan semua informasi tentang Tiffany. Ia bahkan tega mengancam orang lain agar memberikan sebuah informasi tentang gadisbyang ia incar.
Entah mengapa ia begitu berambisi untuk mendapatkan hati seorang Tiffany Anatasya
Agnes. Dan, antara gila atau apa. Ia juga menerima beberapa pernyataan cinta dari lima gadis.
Sekarang menjadi empat karena Tina sudah ia putusi.
Tiffany adalah perempuan pertama yang menjadi pacarnya dan tidak menyatakan cintanya duluan. Tapi Nyko yang menyatakannya duluan, hanya saja cara laki-laki itu terkesan memaksa bagi seorang Tiffany.
Pulang sekolah…..
Tiffany berdiri di depan gerbang sekolah, ia menunggu sang ayah menjemput. Tak berselang lama sebuah mobil sedan hitam berhenti di depannya. Tiffany tahu itu bukanlah mobil sang ayah.
Kaca mobil itu terbuka, dan menampakkan wajah Rio, “Lho Tiffany? Belum pulang?” Tanya Rio dengan nada ramah.
“Nungguin bokap nih”
“Bareng gue aja” Ajaknya.
“Nggak ngerepotin nih?” Tanya Tiffany memastikan.
“Nggak kok”
Tiffany mengangguk. Ketika ia hendak beranjak untuk masuk ke dalam mobil Rio, tangannya dicekal oleh seseorang.
Tiffany menoleh.
“Dia pulang bareng gue” Ucap orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nyko.
Rio keluar dari mobilnya dan ikut memegang tangan Tiffany yang menganggur. “Gak bisa, gue yang duluan ngajak dia. Artinya dia sama gue ” Ucap Rio.
“Dia cewek gue, artinya gue lebih berhak nganterin dia pulang. Lo siapa Tiffany?” Nyko tampak tak mau kalah berdebat dengan laki-laki di depannya.
“Gue temannya”
“Cuma temannya? Gue lebih dari seorang teman”
Tiffany menjadi tempat perebutan antar dua laki-laki tampan itu. Sungguh menjenuhkan menjadi perebutan dua laki-laki itu.
“LEPASIN TANGAN GUE!” Tiffany berseru seraya menghempaskan kedua tangan yang memegang lengannya.
Matanya menatap tajam pada dua laki-laki yang juga memandangnya.
Rio dengan tatapan bersalah.
Dan Nyko dengan tatapan bodo amatnya. Tatapan datar tanpa merasa sedikit pun rasa bersalah yang ia tunjukkan.
“Pulang sana, gue nungguin jemputan aja” Ucapnya dengan nada judes nan ketus.
“Gue anter aja Fan, ntar kelamaan lo nunggunya” Rio berkata dengan nada lembutnya pada Tiffany.
“GAK” Tolak Tiffany.
“Tahu, pulang sana” Nyko memprovokasi.
Tiffany menatap sinis pada Nyko, “Lo juga, pulang sana. Eneq gue ngeliat muka lo itu”
Nyko mendekatkan wajahnya pada wajah Tiffany, “Lama-lama lo bakal ketagihan juga sama gue”
Tiffany memalingkan wajah Nyko secara paksa, “Narsis” Ucapnya, “Sana pulang” Usirnya kembali pada Nyko dan juga Rio.
Bukannya menuruti perkataan dari pacar barunya itu, Nyko malah menatap kepada Rio yang sedari tadi memandang Tiffany. “Ngapain lo masih di sini? Nggak denger apa yang pacar gue bilang? Pulang sana!” Usir laki-laki itu pada Rio.
Tatapan Rio menajam pada Nyko, ia bukanlah laki-laki nerd yang akan diam saja saat emosinya dipancing.
Saat mendapatkan tatapan itu, Nyko lantas membalasnya dengan sorot yang tak kalah
tajam dan mengerikan. Ia menarik tubuh gadisnya ke belakang tubuhnya yang jangkung dan atletis.
“Lo apa-apaan sih Nyk?” Tiffany Nampak tak suka dengan perilaku Nyko terhadap dirinya.
“Apa? Mau adu pukul sama gue?” Tantang nyko sambil menunjukkan senyum meremehkannya pada Rio. Ia tahu kalau Rio sudah terpancing emosi.
“Gue pikir lo itu cowok kutu buku yang gak tahu sama sekali tentang kekerasan” Laki-laki itu terus memancing emosi Rio.
Masih belum bergerak. Rio menahan amarahnya dan tak ingin melakukan kekerasan di hadapan gadis yang ia sukai. Tiffany. Namun tangannya terkepal kuat.
“Nyk, udah ah” Tiffany yang sadar akan perubahan sikap Rio mulai menegur lelaki asing yang memunggunginya. Ia memegang lengan Nyko.
Nyko melirik lengannya yang dipegang oleh tangan mungil Tiffany. Sentuhannya terasa halus.
“Lo diam aja di situ” Ucapnya seraya menepis tangan Tiffany dari lengannya.
Gadis itu menatap tak percaya pada Nyko. Ia baru saja menepis tangannya. Saat ia tengah berusaha untuk tidak memaki lelaki itu, saat ia berusaha menjadi orang baik bagi dirinya yang sangat asing.
“Nyk--”
“Jadi adu pukul gak? Gue siap kok ngehancurin muka lo yang udah buruk rupa di mata gue” Sentak Nyko pada Rio yang masih saja diam tak bergerak. Ia mulai jengkel dengan reaksi orang yang ia tantang hanya diam menahan emosi.
Tiffany tahu kalau berbicara dengan Nyko takkan ada gunanya, “Rio, lo pulang sekarang!” Titahnya dengan tegas pada Rio yang masih menatap tajam pada Nyko.
“Diam!” Bentak Nyko tak suka jika Tiffany berbicara dengan Rio.
“Pulang atau gue nggak pernah berteman lagi sama lo!” Tanpa menghiraukan ucapan dari
Nyko, ia terus berkata pada Rio yang kini menatap padanya.
“Diam Tiffany!”
“Oke, gue pulang” Rio tahu, semakin ia bertahan di tempat. Maka semakin keras gadis bernetra cokelat itu dibentak.
“Hati-hati lo di jalan” Pesannya dengan perasaan kesal pada Tiffany yang memilih bertahan dengan Nyko, lelaki yang baru saja membentaknya.
Rio melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan melesat pergi dengan hati yang masih
memanas.
Kini tersisalah Tiffany bersama dengan Nyko. Merekaa diam tanpa ada yang memulai pembicaraan. “Sekalian aja ke neraka” Kata Nyko santai menanggapi kepergian Rio.
Lalu ia menatap pada Tiffany, “Lo mau nunggu atau gue anter pulang?”
“Nunggu” Jawabnya dengan nada datar.
“Gue anter aja, tadi gue udah nelpon bokap lo kalau gue yang bakal nanter lo pulang” Perkataan itu membuat Tiffany menatapnya dengan tajam.
“Dapat darimana lo nomor bokap gue?” Ucapnya dengan jengkel.
“Bukan cuma itu, gue tahu nomor hp lo, nomor telpon rumah, alamat rumah, hobi lo, dan makanan kesukaan, tanggal lahr, zodiak, dan banyak lagi” Kata Nyko mengucapkan daftar informasi yang ia tahu tentang Tiffany.
“Lo psikopat?” Tanya Tiffany blak-blakan.
____&&
Instagram : fionakesl259
kdrt ma nyko
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support ya thorr ❤️
thanks
mampir komen di MDL (Mata Dimensi Lain) juga ea😉 mksh....
aku udah Rate 5 dan like kak. mampir juga di novelku. Judulnya "Hannah",di tunggu yah kak😁😁😁
suksesk kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏