NovelToon NovelToon
Cinta Seputih Kapas

Cinta Seputih Kapas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Asmabila

Di hari yang sama dua orang yang tidak saling mengenal sama-sama mendapatkan penghianatan.

Zao Lee seorang presdir tampan yang dihianati oleh kekasihnya tiba-tiba langsung jatuh hati ketika tak sengaja menolong Riri mantan karyawannya yang kabur dari pernikahannya.


Luka mendalam yang ditorehkan oleh sang mantan di hari H pernikahan mereka membuat Riri trauma dan menutup hatinya rapat termasuk untuk Zao Lee orang yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Lalu sekeras apa perjuangannya untuk bisa mendapatkan balasan cinta Riri. Dan seperti apa lika-liku keduanya dalam menciptakan sejarah ditengah badai dan topan yang selalu datang menerpa ?

Yuk ikuti terus kisahnya jangan lupa like komen dan Vote ya 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asmabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 6

Setelah kejadian kemarin disinilah aku, duduk melamun menunggu sang Fajar terbit.Empat hari sejak kejadian itu aku langsung dipingit tidak boleh pergi kemanapun termasuk bertemu atau didatangi kak Ar. Begitupun sebaliknya.

Aku menatap langit malam dari atas balkon kamar.

Hanya ada beberapa bintang yang muncul dan mau bersinar. Entah kemana teman-teman mereka.

Besok adalah hari yang selama ini aku tunggu- tunggu.Hari dimana aku memakai gaun kebaya putih dan duduk bersanding dengan kak Ar.

Hari yang seharusnya akan membuatku bahagia karna bisa bersamanya sampai pelaminan.Tapi sayangnya itu kemarin, sebelum ia bertemu dengan mantan terindahnya dan berubah dingin seperti sekarang.

Bahkan saat aku terbangun dari pingsanku kemarin,dia sudah pergi lebih dulu sebelum aku sadar.Orang tuanya bilang ia sedang ada urusan mendadak.Betapa sakitnya aku setelah mengetahui ada hal yang jauh lebih penting dibanding calon istri yang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.

Bahkan aku sampai rela matia-matian menjaga dan mempertahankan mahkotaku dengan tidak mempedulikan amukan dari para preman kemarin.Demi apa coba? kalau bukan demi dia, agar tidak kecewa saat malam pertama itu tiba.

Ambyar begitulah perasaanku saat ini.Bagaimana tidak? gedung sudah disulap seperti tema yang kuinginkan yaitu garden party.

Meskipun acaranya berada di dalam gedung tetapi kecanggihan dalam menghiasnya sudah tak dapat diragukan lagi dan juga tidak kalah dengan garden party yang dilakukan diruangan terbuka.

Lampu kerlap kerlip menghiasi setiap sudut ruangan yang bernuansa bunga. Dibagian tengah terdapat ayunan kayu hias yang talinya ditutupi oleh bunga dan dedaunan, lalu di pinggirnya terdapat dua kursi sebelah kanan dan juga dua kursi sebelah kiri untuk digunakan orang-orang yang mau ikut berfoto baik dari keluarga, saudara, teman maupun tetangga.

Semuanya berkerlap kerlip indah dengan hiasan yang sudah tertata rapi pada tempatnya masing-masing.Yang paling membuatku menangis adalah saat melihat tulisan besar yang mengukir indah namaku dengannya

ARIL ARMAN MAULANA & RIRI AYUWANITA

Lalu terdapat foto prewedding kami berdua, yang terlihat begitu manis dan romantis.

''Ya Alloh, harus bagaimana Riri meyakinkan hati Riri sendiri sementara kenyataan juga punya perasaan...

Aku takut,,, jika pada akhirnya ikatan yang akan terjadi besok bukan menjadi ladang pahala bagi kami. Tapi malah sebaliknya malah hanya akan membuat satu sama lain merasa tersakiti dan berakhir saling menyakiti.

Dan hal yang paling kutakutkan adalah jika suatu hari ia meninggalkanku, sementara aku sudah terlalu dalam mencintainya terlepas dari statusku jika sampai ditengah-tengah nanti kita berpisah,,. Akan sangat menyakitkan jika sampai berujung perceraian.

Kak,, meskipun kau brengsek karna sudah membohongiku sejauh ini, tetep saja aku tak bisa membencimu. Dan bodohnya disaat logika menyuruhku sadar atas kenyataan tetapi hatiku malah memilih tetap egois untuk bertahan.

Kak Ar,,lalu apa artinya untuk tiga tahun selama ini.Apa artinya aku? dimana salahnya kenapa tidak kau katakan letaknya agar aku bisa memperbaikinya.Kau bahkan terus menerus membuatku merasa nyaman.

Aku menangis terisak didalam kamar.Yang tadinya berdiri menatap langit malam, kini sudah terduduk lemas dengan bersembunyi dibalik lutut yang sengaja kutekuk sebagai penyangga kepala.

Egoiskah jika aku tetap menikah denganya.?

Tapi jika tidak bagaimana dengan wajah kedua keluarga yang sudah saling mengikat diri satu sama lain sebagai calon besan.Apa kata orang-orang nanti jika sampai acara pernikahannya batal dan gagal.

Tapi meskipun begitu susah senangnya nanti bukankah aku adalah pemilik segala keputusan terhadap diriku sendiri? karna akulah pemeran utama didalam kehidupan yang akan aku jalani kedepannya nanti.

Persetan dengan cinta membuatku pusing, setelah banyak menghabiskan waktu serta tenaga untuk menangis akhirnya aku memilih keluar kamar untuk bertemu mama, barangkali aku bisa lebih merasa tenang disana.

Saat aku keluar kamar, suara bariton laki-laki yang begitu kukenal memanggilku.Aku berusaha tersenyum meskipun mataku sembab habis menangis.

Tap, tap tap. Suara langkah kakinya menghampiri.

''Ayah'' Kataku tersenyum simpul.

Ayah terdiam sebentar, mungkin karna melihat mataku yang sembab habis menangis.Dari sorot matanya menggambarkan kalau pria paruh baya tersebut meminta penjelasan.

''Aku tidak ada apa-apa Ayah, kenapa menatapku seperti itu.?

''Ayah pikir ayah sudah mengenalmu bahkan sejak kamu masih berada didalam kandungan ibumu, dan kau masih menganggapku seperti orang lain,,? ''

''Bukan begitu Ayah, ayah sudah berfikir terlalu jauh. Aku menangis seperti ini karna aku sangat bahagia dan sudah tidak sabar lagi menunggu hari esok. ''Kataku meyakinkan Ayah, agar pria paruh baya tersebut tidak kepikiran.

''Benar tidak ada apa-apa? Yah sudah turun dan bergabunglah dengan keluarga ayah dan bunda, mereka semua sudah berkumpul sejak tadi sore.'' Ayah memberitahu berita penting yang sudah kulewatkan.

''Benarkah? sejak tadi sore,, sekarang bahkan sudah pukul sembilan malam kenapa ayah baru memberitahuku sekarang? tanyaku keheranan.

''Kata siapa baru diberitahu, tadi bunda sama Dinda sudah bergantian mengetuk pintu kamar kamu berulang-ulang, tapi tidak ada jawaban.-''Kata Ayah sebelum berlalu dari hadapanku.

Aku yang sudah menuruni anak tangga, seketika berhenti saat teringat wajah kusutku yang belum dibilas air. Ahirnya aku kembali ke kamar untuk mencuci muka serta memoles sedikit wajahku agar tidak kelihatan pucat.

Benar saja saat aku turun semuanya sudah pada berkumpul disana, mereka sedang temu kangen dan bercanda ria karna sudah lama tak bertemu satu sama lain. Selain karna jarak tentu juga karna kesibukan masing-masing yang membuat kita ketemu hanya pada hari-hari penting.Seperti lebaran acara pernikahan, serta acara penting lainnya.

''Hay semuanya, '' Sapaku kepada mereka semua setelah menuruni anak tangga terakhir.Tak lupa aku menyalami mereka satu persatu.

''Dulu kayaknya masih kecil kamu Ri, sekarang udah mau kawin aja. ''Celoteh om Irfan salah satu adik ayah.

''Nikah om,kaya binatang aja kawin.'' Itu suara Dion sepupu aku yang usianya hanya berbeda dua tahun lebih tua dariku langsung ikut menimpali.

''Pletak.''

Kaya udah pernah nikah, pacar aja gak punya menahu-nahu.'' Tante susi ibu dari kak Dion sendiri langsung menjitak kepala putra sulungnya dengan komentar yang pedasnya gak kalah sama cabe satu kg.Dan sontak saja hal tersebut langsung membuat kami semua tertawa.

'''Mama ini yang dibelain om Reno terus.Hati-hati pah jangan kasih kendor.''Kata Dion mengkompori ayahnya.

Langsung saja cubitan bertubi-tubi mendarat sukses mengenai badan Dion.Sementara ayahnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istri dan anaknya yang sudah seperti kucing dengan tikus jika sudah bertemu.

''Dion kalo kagum sama om bilang, secara om kan paling ganteng sekeluarga iya kan kakak ipar.'' Kata om Irfan dengan mengerlingkan matanya kearah tante Linda mamanya kak Deon.

''Muka pas-pasan gitu kok bangga. ''Kali ini om Erwin ayah dari kak Dion langsung bersuara sambil berjalan ikut gabung bersama yang lain setelah dari tadi terlihat sedang mengobrol serius dengan Ayah.

''Muka jelek begitu juga om, dibilang pas-pasan.''

Kata Dinda tanpa merasa berdosa ,yang langsung diiringi gelak tawa dari semuanya.

Sementara aku hanya fokus menyimak obrolan, dan sesekali hanya menanggapinya dengan senyum dan berbicara sekedarnya.

1
erinatan
lumayan
Ka'Unna
semangat kak..saling dukung y kak🥰
Olivia Kapita
bakal perang dunia ke 2 😊😊
Aqila Burhan
lama sekali thor
Elwi Chloe
lanjut
Amami
sering2 up thor
Jejak SND
bom like mendarat Kaka dari Jodoh Cinta Pertama, tetap semangat dan saling dukung
Amami
lanjut thor
Sahrina
semangat mba... ceritanya seru👍👍👍
Asma Salsabila: makasih mbak 🥰
total 1 replies
Mom FA
salam dari in memories🙏
Nurmayanti
smngat lnjtkan....
Elwi Chloe
3 like mendarat
Elwi Chloe
semangat up tor ❤️
nonaAurora
Semangat up nyaa kak
nonaAurora
Seruu kak 😊
kekey euis
aku hadir kak, semngat trus. jngan lupa like dan fav yang aku yah kak
Elwi Chloe
lanjutt
Muhammad Zahidul
semangat Thor,saya doa kansehat selalu biar tambah semangat untuk menulis karya2 nya..
Asma Salsabila: Amin, makasih do'anya 🙏🙏 semoga doa terbaik juga buat kalian 🥰
total 1 replies
Yuna Arissa
yeay akhirnya up juga
Asma Salsabila: Jangan lupa tinggalkan like dan komen yah biar semangat up nya 🥰🙏
total 1 replies
nonaAurora
Semangat yaa kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!