Seorang gadis terpaksa menikah dengan sahabat masa kecilnya karena calon suaminya pergi begitu saja tanpa kabar dihari pernikahannya.
Hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya bukan ditinggalkan calon suaminya saja, ternyata sahabatnya yang sudah sah menjadi suaminya menikah lagi dengan kekasih suaminya dimalam pertama mereka.
Istri kedua suaminya selalu menekankan pada gadis itu bahwa statusnya sebatas di atas kertas.
Apakah gadis itu bisa bertahan dalam menjalankan pernikahannya atau malah memilih untuk berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Sarah
"Itu sama saja kau menyesal menikahi ku, Lex!" teriak Mayra.
"Apa kau pikir aku menerima hanya sebagai istri kedua? Kau salah besar, Lex! Aku tidak suka hanya sebagai istri ke dua! Kau telah mengkhianati cinta ku Lex..." ucap Mayra.
Alex langsung bangkit berdiri dan menarik Mayra kedalam pelukannya. Dia berharap kalau rasa kesalnya Mayra redah.
"Maaf kan aku, May..." ucap Alex.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah jam tujuh malam, Sarah tidak juga keluar dari dalam kamarnya. Padahal Alex berharap kalau Sarah dapat makan malam bersama mereka berdua. Alex tentunya sangat cemas karena Sarah tidak turun, sedangkan Mayra lebih memilih cuek.
"Bi, tolong panggilkan Sarah. Ini sudah jam tujuh malam, sudah waktunya dia untuk makan malam" ucap Alex.
"Maaf pak, nona Sarah jam empat sore tadi sudah keluar." ucap bi Mumun
"Keluar?" Alex mulai tampak sangat cemas mendengar kalau Sarah pergi keluar dalam keadaan emosi.
"Ia, pak. Tapi pak saya perhatikan nona Sarah tadi tampak sangat pucat." mendengar itu membuat Alex semakin cemas.
"Sudah, deh! Dia sudah gedek! Pasti dia bisa jaga diri sendiri!" ucap Mayra sambil menikmati makanannya.
"Ya, sudah bibi bisa kembali bekerja." ucap Alex dengan lembut.
"Baik, pak!"
Alex langsung menghubungi Giant untuk mencari keberadaan Sarah saat ini. Mayra yang melihat hal itu tampak sangat membenci Sarah, dia merasa kalau saat ini Alex telah berubah dan telah mengambil perhatian Alex darinya.
"Kau mau kemana?" tanya Mayra saat Alex ingin pergi meninggalkannya sendirian.
"Aku keruangan kerja dulu, kalau kau sudah selesai makan kembalilah ke kamar!" ucap Alex.
"Alex.... Alex...." Mayra berteriak memanggil Alex karena Alex langsung pergi begitu saja tanpa mendengar panggilannya.
"Ah.... Semua karena Sarah... Lihat saja aku tidak akan pernah membiarkan Alex menjadi milik mu! Alex itu hanya milik ku!" ucap Mayra dengan kesal.
Bi Mumun dan dua pembantu yang lainnya tampak sangat kesal mendengar ucapan Mayra. Mereka tidak suka melihat kehadiran Mayra dirumah Alex. Mereka sangat tahu bagaimana sifatnya Mayra. Setiap Mayra datang, Mayra selalu memperlakukan mereka dengan kasar dan kata-katanya Mayra selalu pedas pada mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sa, apa tidak sebaiknya kau ceritakan pada mertuamu?" tanya Sisil dengan cemas.
Ternyata Sarah keluar untuk menemui Sisi dan Reno, sahabatnya dan Alex. Sisil dan Reno tanpa sengaja melihat Alex dan Mayra makan malam bersama disalah satu restoran favorit mereka berempat. Sisil dan Reno memang sudah mengetahui kalau pernikahan Sarah dan Alex hanya karena terpaksa untuk membuat papanya Sarah kembali sehat.
Saat mereka ingin menghampiri Alex, mereka sangat terkejut mendengar kalau Mayra meminta Alex membelikan cincin pernikahan mereka yang sangat bagus dan mahal. Apalagi saat Mayra meminta ijin untuk menunda kehamilannya. Meskipun kini Mayra sudah menjadi istrinya, tapi Mayra masih terikat kontrak dengan salah satu perusahaan yang tidak memperbolehkan modelnya menikah dan hamil. Akhirnya mereka mengetahui bahwa Alex telah menikah lagi, tapi mereka tidak tahu kapan itu terjadi. Mereka sangat marah pada Alex, tidak seharusnya Alex melakukan hal itu meskipun pernikahan Alex dan Sarah karena terpaksa. Apalagi Alex sangat tahu kalau Sarah sangat membenci yang namanya poligami. Tapi sekarang Alex telah berpoligami.
"Untuk apa, Sil?"
"Supaya Alex menceraikan wanita itu, Sa!"
"Aku tidak akan melakukannya, Sil. Lagian aku yang mengatakan kalau dia mau menikahi ku, aku tidak akan melarangnya untuk berhubungan dengan pacarnya"
"Tapi kau tidak mengatakan kalau dia dapat menikahi wanita itu selama kalian masih status suami istri!" Sarah diam saja mendengar ucapan Reno padanya.
"Sudahlah, ini sudah nasib ku. Sekarang yang penting aku harus tetap kuat menjalani semuanya. Aku tidak ingin papa ku tahu apa yang terjadi pada mu saat ini." ucap Sarah dengan sendu.
"Apa kau akan kembali bekerja besok?" tanya Sisil dengan menatap Sarah dengan iba.
"Sebenarnya aku berencana untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ku. Aku tidak ingin kembali bekerja di perusahaan Alex lagi." ucap Sarah.
"Kenapa? Apa itu tidak akan membuat mertua mu dan papa mu curiga?"
"Tidak akan. Aku berencana akan membuka usaha ku sendiri dengan uang simpanan ku selama ini" ucap Sarah sambil menikmati minuman yang entah sudah berapa gelas dia minum.
"Apa kau akan membuka toko kue seperti impian mu selama ini?" Sarah mengangguk kepalanya.
"Baiklah, apa aku boleh bergabung? Aku sangat bosan bekerja terus didepan komputer. Aku juga akan menambah modal untuk mu" ucap Sisil dengan semangat.
"Tentu saja boleh, aku akan dengan senang hati menerima mu...." ucap Sarah dengan tersenyum.
Setelah berbincang dengan kedua sahabatnya, Sarah mengambil hp nya dan mengajak kedua sahabatnya berfoto bersama. Foto yang diambilnya, Sarah langsung menggugah ke dunia sosmed nya.
"Sekarang katakan apa kau ingin pulang?" tanya Sisil pada Sarah yang sibuk memasukkan hpnya kedalam tas.
"Tidak! Aku ingin ke karaoke, menghilangkan rasa penat ku. Apa kalian mau ikut?" tanya Sarah sambil bangkit berdiri.
"Aku ikut, kau?" tanya Sisil pada Reno.
"Tentu saja, mana mungkin aku membiarkan kalian berdua saja!"
"Good. Ayo kita pergi...." Semua para pengunjung yang ada dalam restoran langsung menatap mereka dengan tatapan aneh karena teriakan Sisil. Sarah dan Reno langsung menarik Sisil untuk pergi karena mereka sangat malu atas tingkah sahabat mereka yang satu itu.
Mereka langsung berlari menuju mobil Reno, karena saat janjian bertemu Reno lah yang menjemput mereka langsung.
"Nona Sarah..." Semuanya langsung menoleh kebelakang karena mendengar seseorang memanggil Sarah.
Melihat kehadiran Giant membuat Sarah kesal. Dengan cueknya Sarah kembali melanjutkan langkahnya masuk kedalam mobil Reno.
"Tidak perlu mengikuti ku, pak Giant. Aku bukan anak kecil, dan ingatkan padanya bahwa kami sudah sepakat untuk mengurus kehidupan pribadi masing-masing" ucap Sarah tanpa memandang Giant. Setelah mengatakan hal itu Sarah masuk kedalam mobil dan langsung menguncinya.
"Maaf pak Giant, tolong untuk saat ini jangan membuat suasana hati Sarah kembali memburuk. Kami memang sahabat Alex juga, tapi kami sangat marah dengan apa yang dilakukannya pada Sarah. Padahal dia sudah tahu kalau Sarah sangat membenci yang namanya poligami. Katakan padanya bahwa kami sahabatnya sangat marah padanya" ucap Reno pada Giant.
Setelah mengatakan itu Reno dan Sisil menyusul Sarah masuk kedalam mobil. Sisil dan Reno melihat Sarah kembali seperti mereka ketemu tadi, Tatapan penuh dengan kesedihan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Giant yang hanya bisa diam memperhatikan kepergian mobil Reno. Setelah itu, Giant mengirimkan sesuatu pada Alex. Rekaman suara Sarah dan kedua sahabat Alex. Giant sangat yakin saat Alex mendengar ini membuat Alex langsung menyusul kemana Sarah berada.
******