NovelToon NovelToon
Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:466.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jiwati

Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan, cukup sewajarnya saja agar saat orang itu menghianatimu duniamu tidak ikut hancur

Ataukah? jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain, agar saat orang itu pergi kebahagiaanmu tidak ikut pergi juga

Hanum Anggraini dan Adnan Wijaya, pernikahan mereka berjalan harmonis selama 3 tahun ini walalupun pernikahan mereka terjadi karena perjodohan

Hingga rasa cinta pun akhirnya tumbuh dihati keduanya

Hingga suatu ketika Adnan datang membawa mantan pacarnya masuk dikehidupan rumah tangga mereka atas dasar rasa kemanusiaan

Apakah yang harus Hanum lakukan? Apakah ia memilih pergi mencari kebahagiannya yang lain, ataukah bertahan demi rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Didalam perjalanan Hanum yang biasanya tampak ceria kini hanya diam saja, menyenderkan kepalanya dijendela sembari melihat pemandangan gedung gedung yang menjulang tinggi dari balik jendela. Namun, entahlah pandangannya hanya kosong, seakan akan hanya ada kehampaan didepannya seperti hatinya saat ini

"Kamu kenapa sayang?" tanya Adnan kemudian dengan menggenggam tangan kanan Hanum menggunakan tangan kirinya

"Eh, emangnya aku kenapa?" Hanum pun terkejut tiba tiba sembari langsung menoleh kearah Adnan

"Kok kamu dari tadi diem aja sih? nggak kayak biasanya" ucap Adnan sembari sedikit sedikit melirik Hanum yang duduk disampingnya, pasalnya fokus utamanya saat ini hanyalah menyetir

"Nggak papa kok" jawab Hanum kemudian dengan nada dan wajahnya yang telah berubah menjadi datar

Fiks....jika wanita mengucapkan kata kata tidak ada apa apa berarti didalamnya hanyalah jebakan semata, 3 tahun hidup bersama dengan Hanum membuat Adnan sudah sangat hafal dengan wanita itu dan ini pasti ada apa apanya

"Kamu jujur deh sama aku, aku kenal kamu itu udah lama num"

"Tiga tahun kita hidup bareng dan tinggal serumah, aku tau kalau kamu lagi boong" lanjut Adnan kemudian, berbicara dengan wanita harus dengan kelembutan tidak boleh menggunakan nada tinggi jika tidak ingin wanitanya malah semakin menjadi jadi

Hanum hanya melengos, mengalihkan kembali pandangannya kearah sebelah kirinya seperti semula, moodnya semakin buruk kala Adnan memintanya untuk menceritakan apa yang telah membuat hatinya sakit tersebut

"Hummm Mas mohon, kalau ada yang bikin kamu nggak nyaman bilang sama Mas"

"Mas nggak mau nyakitin kamu untuk yang kedua kalinya" ucap Adnan dengan tulus, ia kemudian langsung menepikan mobilnya supaya ia hanya bisa fokus pada wanitanya yang kini tengah merajuk

"Kok berhenti?" tanya Hanum kemudian saat Adnan malah menepikan mobilnya ke kiri

"Sekarang bilang sama Mas" perintah Adnan kemudian setelah mematikan mesin mobilnya, tubuhnya saat ini tengah menghadap ke Hanum dengan melepaskan sabuk pengaman yang tadi melekat di tubuhnya

"Aku nggak papa kok Mas" kekeh Hanum yang sama sekali tidak ingin membicarakan apupun dengan suaminya saat ini

Adnan menarik nafas panjang, jujur ia bukanlah orang yang sangat sabar. Ingin rasanya ia mengeluarkan segala uneg unegnya saat Hanum bersikap seperti ini, berkata sedang tidak ada apa apa tapi wajah dan tingkahnya bertolak belakang dengan apa yang dikatakannya

"Num, Mas mohon bilang sama Mas"

"Mana yang kamu nggak suka dari Mas, Mas nggak mau nyakitin kamu lagi untuk yang kedua kalinya" ucap Adnan kemudian sembari tangannya menggenggam tangan Hanum yang semula berada diatas paha

"Maafin aku mas" ucap Hanum kemudian, kepalanya menunduk kebawah terlalu malu untuk mengatakannya kepada Suaminya tersebut

"Hei,,,, kenapa minta maaf? kamu salah apa sama Mas?" tanya Adnan kemudian sembari tangan kanannya mengangkat dagu Hanum supaya tegak

"Kamu nangis?" tanya Adnan dengan paniknya saat tiba tiba melihat air mata Hanum telah membasahi pipinya

"Kamu kenapa? cerita sama Mas?" paksa Adnan kemudian sembari mengusap air mata dipipi Hanum

"A...aku nggak suka" lirih Hanum membuang muka kearah lain, yang terpenting tidak menatap suaminya tersebut

"Nggak suka kenapa?" tanya Adnan kemudian, ia bersyukur karena Hanum sudah mau membuka suara walaupun masih terpotong potong

"Aku nggak suka kalau ada wanita lain yang mencium tangan Mas" lanjut Hanum kemudian, air matanya kini malah turun semakin banyak

Kini Adnan baru menyadari apa yang dimaksudkan oleh Hanum, pasti karena tadi Vanessa mencium tangannya karena hendak berpamitan. Sebenarnya pun tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Vanessa padanya, karena Vanessa juga istri sah dari Adnan untuk saat ini. Tapi cara Adnan menghadirkan Vanessa dalam rumah tangganya lah yang salah, tak seharusnya Adnan melakukan itu pada awalnya tanpa meminta persetujuan Hanum terlebih dahulu

"Maafin Mas" kata Adnan yang kemudian langsung memeluk tubuh Hanum, tubuh kecil tersebut terasa terguncang dalam pelukan Adnan

"Maafin Mas yang udah nyakitin kamu" ucap Adnan lagi, bahkan matanya pun saat ini juga sudah berkaca kaca, hatinya ikut perih saat melihat wanitanya kini tengah menangis akibat perbuatannya

Kini keduanya melanjutkan perjalanan kembali, hingga beberapa menit kemudian telah sampailah keduanya dirumah milik mereka. Adnan pun membantu membawa beberapa barang yang dibawanya dari kamar Adnan

"Kamu istirahat dulu, biar Mas bikinin minum" kata Adnan setelah sampai dikamarnya

"Nggak ah, aku kan mau bersih bersih" kata Hanum sembari membuka isi tas yang dibawanya, mengeluarkan foto Adnan saat masih kecil. Hanum menerima foto itu dari Bu Dian, foto itu tidak ada dikamar Adnan karena Bu Dian lah yang menyimpannya secara pribadi

"Itu kan foto aku waktu kecil? kamu dapat dari mana?" tanya Adnan kemudian sembari mendekat ke Hanum, ia menjadi ikut penasaran dari mana istrinya mendapatkan foto tersebut

"Dari Mama" jawab Hanum sembari tangannya menjauhkan foto tersebut supaya tidak dijangkau oleh Adnan

"Kok Mama ngasi foto itu sih" kesal Adnan, tangannya berusaha meraih foto itu dari tangan Hanum

Adnan tampak kesal karena foto tersebut diambil saat dirinya didandani Mamanya dengan baju perempuan, maklum lah kata Mamanya dulu saat di USG diprediksi jika Bu Dian akan melahirkan anak perempuan makanya Bu Dian banyak menyiapkan perlengkapan untuk anak perempuan. Namun rupanya yang keluar bukanlah anak perempuan melainkan anak laki laki ada itu adalah Adnan

"Wle....whleee.....wwwhhhleee" Hanum malah mengejek Adnan, ia semakin menjadi dalam mengerjai Adnan setelah melihat kekesalan Adnan

"Awas kamu ya" kesal Adnan saat Hanum malah megejeknya. Adnan yang melihat disamping Hanum adalah ranjangnya, maka timbulah ide dalam otak Adnan

Brakkk.....Adnan pun langsung mendorong tubuh kecil Hanum hingga tersengkur diatas ranjang dan Adnan langsung menindih tubuh kecil Hanum dengan cepat

"Massss" kesal Hanum saat suaminya kini tengah berada diatas tubuhnya, dan menghimpit tubuh kecilnya

"Apa?" tanya Adnan dengan santainya sebari meraih foto yang tergeletak disamping Hanum karena terlepas dari genggaman Hanum tadi, tangan kirinya menyangga tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Hanum

"Sakit tau, masa aku didorong sih" kata Hanum sembari mencoba menyingkirkan tubuh besar Adnan dari atas tubuhnya

"Kan didorongnya diatas kasur, aku juga lihat lihat sih mau dorong kamu kemana" jawab Adnan dengan tenangnya

"Masss" kesal Hanum, alhasil Adnan pun perlahan menyingkir dari atas tubuh Hanum dan berbaring disamping Hanum

"Kamu kok cantik banget sih mas waktu kecil" goda Hanum sembari memiringkan tubuhnya kesamping menghadap Adnan, tangan satunya kini menyangga kepalanya sendiri

"Dulu kata Mama, Mama kira bakalan ngelahirin anak perempuan" ucap Adnan sembari meletakkan foto tersebut disampingnya

"Apa?" kaget Hanum mendengar ucapan suaminya barusan

"Jadi, Mama kira kamu anak laki laki?" tanyanya kemudian yang dijawabi anggukan kepala oleh Adnan

Alhasil rencana untuk beberes rumah kini harus tertunda akibat cerita masa kecil Adnan yang didengarkan dengan antusias oleh Hanum, tak jarang Hanum pun akan terus menggoda jika cerita Adnan sangat lucu untuknya

1
Shantieka
Hanum masih aja dibegoin. pinter banyak Napa num
Reta Anggraeni
kokk ak bingung Ama cerita nya rumit banget hidup hanum
Sri Wahyuni
knp s adnan hrs tdur sm s vanesa kan blm boleh krn s vanesa hmil ank cwi lain haram hukum y walau sdh jd istri
Sri Wahyuni
awal az bgus crta ..tmbah ksini crta y bkin mumet dah ga mood lgi 00
Sri Wahyuni
ni crta jd nyertain s tyo skrng
FitriMuji
Seru
Sri Wahyuni
ggal nikah sm s anton deh
Sri Wahyuni
ko s adnan pnggil syang skrng
Sri Wahyuni
bagus vanes apapun alasan km jg istri y punya hak yg sm s hanum terllu serakah jg lbay
Sri Wahyuni
seorang lelaki d haram kan menggauli wanita yg hamil d luar nikah apalg ank yg d kndung itu ank dri cwo lain ..walau itu suami y sndri knp ga tunggu lahiran dlu pun hrs d isbat lg
Sri Wahyuni
yg nma y salaman walau sm orang lain ga salah dan ga ada yg larang apalg sm suami sndri d sini s hanun trllu dramatisir lebaay
Ammar Boy
sama vanesssa...jgan2 it anaknya anton...heheh
Ammar Boy
dasar laki2 mw enaknya aj...udah berkhianat g mw cerai sm yg pertama..dak do'ain kesamber petir km..gedek aku
Ammar Boy
bagus
Arin
pngin mampir tpi liat komenn sprtny peran cwenya lemah...klo lemah bacnya jdi ngga smngt🤭
DewiDewi
bego bgt kamu hanum
DewiDewi
good job hanum👍👍👍
DewiDewi
good job hanum👍👍
DewiDewi
panggilannya entar mama entar tante
Jumi Atun
RT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!