"Jangan menodai mata, Anda!"
Gak usah banyak bicara, pijit aja, untung Kakak suruh pijit bagian atas, emangnya mau pijit bagian bawah juga?" tanya Fallen.
"Kalau boleh sih, Aku lebih milih pijit bagian bawah, soalnya di atas tanganku pegel karena bahu Kakak kan lebar dan tinggi," jawab Fio.
"Di bawah juga lebar dan tinggi," balas Fallen nakal.
Cover from pinterest. disimpan dari m.photoviewer.naver.com
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhammadtaufiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6
Menikah dengan Kak Fallen? Dengan umurku yang masih 17 tahun? Aku nggak mau, tapi Kak Fallen selalu maksa demi kepentingan pribadinya sehingga ia lupa akan hati yang tersakiti di lain sisi.
"Kakak kan bisa nolak permintaan Kak Rene, apa susahnya sih? Kan tinggal bilang doang," ucap ku ketus.
Kak Fallen menatapku dengan tajam kemudian menghampiriku dengan langkahnya yang pelan, "Apa susahnya juga nikah dengan Kakak? Tinggal laksanain doang," balas Kak Fallen dengan seringainya.
Aku mendecak sebal dan berbalik, "Sshh... Jangan mengabaikanku, Fio!" geramnya dan itu membuatku merinding.
"Berbalik!"
Aku pun berbalik dan menatapnya terkejut ketika Kak Fallen mengecup bibirku.
Ciuman pertamaku :v
"Besok kita menikah, dan tidurlah dengan nyenyak karena besok adalah hari terpenting dalam hidupku," ucap Kak Fallen bersama dengan langkahnya yang mulai menjauhiku.
Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, seakan tersadar bahwa Kak Fallen telah menghilang dari pandanganku.
~~
Hari ini aku tidak ke sekolah, begitupun Kak Fallen yang tidak pergi ke kampus karena hari ini adalah acara pernikahan kita, akad telah dilaksanakan tadi.
Teman-teman Kak Fallen datang dan mengucapkan selamat kepada kami, sedangkan temanku? Pasti hanyalah Nana yang aku undang, jika teman lain yang aku undang bisa-bisa berita ini akan tersebar luas dalam sekejap.
"Duh sahabatku, Fio. selamat yah atas pernikahan kalian, semoga cepat dapat momongan, aamiin," ucap Nana dan aku mencubit lengannya pelan.
"Auch, ganas deh. Belum juga malam pertamanya dimulai," goda Nana dan semakin membuatku kesal sekaligus malu.
"Nana, udah deh. Tuh orang-orang pada kesel ngantrinya," ucap ku dan benar saja, di belakang Nana para tamu berdecak sebal menatap Nana yang tak mau berhenti menggodaku.
"Oke, nikmati malam kalian nanti yah," ucap Nana.
Respon Kak Fallen? Dia hanya diam dengan ekspresi datarnya.
Acara telah selesai dan waktu semakin berlalu sehingga larut malam telah tiba tanpa kusadari.
Aku selesai membersihkan diriku, begitupun dengan Kak Fallen yang lebih dahulu membersihkan dirinya.
Aku menatap Kak Fallen yang sibuk dengan ponselnya, aku semakin gugup, apakah aku akan tidur seranjang dengan Kak Fallen?
"Tentu saja kita akan tidur seranjang," ucap Kak Fallen tiba-tiba membuatku terkejut, mengapa ia bisa tahu?
"Jelas Aku tahu, ekspresi wajahmu mudah ditebak sayang," kata Kak Fallen lagi.
Aku hanya mendengus sebal dan pasrah menuju ranjang.
Kak Fallen meletakkan ponselnya asal kemudian memelukku erat, "Kak, lepasin. Sesak," ucap ku dan Kak Fallen melepaskan pelukannya secara tidak rela.
Ia mendengus sebal kemudian menghirup aroma rambutku yang membuatnya lebih tenang. Tak terasa bunyi nafas yang teratur membuatku bernafas lega, sekiranya aku tidak ingin merasakan apa yang dinamakan dengan malam pertama, karena, aku belum siap.
Aku terbangun dipagi hari segera bangkit dari ranjang, sayangnya sebuah pelukan erat menghalangiku untuk bangkit karena pelukan tersebut semakin mengerat.
"Kak, lepasin. Aku mau mandi."
Kak Fallen mengabaikanku, dia tetap mengeratkan pelukannya. Aku mendengus sebal kemudian mencubit lengannya keras.
"Sshhh, Kau menggodaku?" tanyanya dengan suara serak yang menggoda.
Menggoda? Hei ada apa denganku? Apa aku telah jatuh ke dalam pesona Kak Fallen? Tapi jujur, itu terdengar sexy.
"Menggoda Kak Fallen? Aku masih waras Kak untuk menggoda singa yang tengah malas untuk bangkit dari tempat tidur," jawabku dan ia mendengus sebal kemudian melepaskan pelukannya.
Baru saja aku beranjak dari ranjang, Kak Fallen menarikku pelan kemudian mengecup bibirku singkat.
Morning kiss, baby.
Oh, aku malu. Dan wajahku 100% merona.
~~
Terimakasih telah membaca cerita ini, silahkan klik like dan beri tanggapan kalian/komentar.
kalau pribadi yimak .membawa like