" Aku percaya suatu saat nanti kita akan saling mencintai dan menyayangi, walaupun sekarang kita disatukan dalam ikatan pernikahan karena perjodohan, Tetapi hati seseorang siapa yang akan bisa menebaknya " Fadly ".
" Aku tidak tau apakah aku pantas bersanding dengan dirimu yang hampir sempurna di mata diriku, berbeda dengan aku yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi wanita idaman " Azura".
Namun aku percaya kalau kita memang sudah di takdirkan bersama, maka semua kesulitan dan cobaan akan bisa kita hadapi bersama hingga pada saatnya yang kita rasakan adalah kebahagian setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part Enam
Aku yang saat ini masih di landa rasa terkejut benar-benar bingung harus berbuat apa, aku belum ingin menikah dan keinginan ku untuk menikah masih sangat jauh, banyak hal yang masih ingin aku lakukan tapi aku tidak ingin membuat Ayah kecewa dan berakhir dengan penyakit Ayah bertambah parah dengan penolakan ku.
Aku mulai mengalihkan pandangan ke seluruh ruangan, di sofa kak Rinjani sudah mulai berhenti menangis dan kini sedang melihat ke arah ku dengan tatapan memohon dengan mata yang masih basah dengan air mata begitu juga dengan kak Bilqis.
Dari arah samping kak Bilqis, Azura melihat Bundanya yang sedang menatapnya dengan mimik muka yang sedih membuat aku tidak tega berlama-lama melihatnya.
Ayah dan Bunda selama ini selalu memanjakan aku, selalu menuruti keinginan aku, sekarang melihat Bunda dan Ayah sedih seperti itu, apakah aku tega untuk menyakiti hati mereka, mungkin ini memang keputusan yang harus aku ambil untuk membuat orang tua aku bahagia sebagai anak meskipun ini bukan keinginan aku sendiri.
" Baik lah Ayah, aku akan menerima perjodohan itu " ucap Azura dengan senyum tulus.
Walaupun saat ini Azura tengah tersenyum pada semua orang di ruangan itu tanpa siapapun yang tau bahwa saat ini hati Azura sedang kacau balau.
Saat ini fikiran Azura mulai berkelana kemana-kemana, ia mulai berfikir apakah dia nanti akan bahagia dengan suami nya atau malah sebalik nya.
Azura sendiri pernah pertemu dengan anaknya Om Fajri sewaktu kecil namun itu hanya sekali dan ketika mereka masih kanak-kanak dan bisa di pastikan Azura sendiri sudah melupakan bagaimana bentuk wajah lelaki itu, apakah sekarang lelaki itu sudah berubah menjadi lelaki tampan atau malah jelek seperti om-om.
Sedangkan sang Ayah yang mendegarkan jawaban anak sulungnya merasa sangat bahagia, akhirnya keinginan dirinya dan sahabatnya terwujud juga, walaupun niat awal mereka menjodohkan dengan Rinjani namun takdir berkata lain hingga perjodohan itu malah beralih ke anak bungsu nya Azura.
Sang Ayah pun langsung memeluk Putri bungsunya dengan erat sambil menangis bahagia dan tidak lupa mengecup kepala Putri nya dengan sayang hingga membuat ruangan itu yang mula nya memancarkan aura kesedihan kini telah berubah menjadi kebahagiaan.
" Makasih anaknya Ayah makasih sudah mau udah nerima perjodohan itu dan membuat Ayah senang, membuat Ayah dan Bunda tidak malu dengan keluarga Om Fajri.
Sedangkan sang Bunda yang menyaksikan adegan itu sedari tadi mulai berjalan dan ikut memeluk Putrinya hingga terjadi lah adegan berpelukan ala Teletabis.
Selesai dengan adegan berpelukan itu, Bilqis sebagai kakak tertua mulai pamit pulang ke rumah karena ia tidak mungkin tidur di rumah sakit dengan sang anak yang ada di gendongannya.
Sang Bunda yang tidak ingin sampai membuat semua anggota keluarganya juga sakit ,akhirnya menyuruh Balqis dan kak Rinjani untuk pulang dan beristrirahat di rumah.
Setelah kepulangan kedua kakak Azura, kini ruangan ini hanya dihuni oleh Azura dan Bunda yang masih terjaga sedangkan Ayah sudah tertidur beberapa menit yang lalu karena efek obat yang membuat sang Ayah menjadi mengantuk.
Saat ini Aku dan bunda tidur di sofa yang di sediakan di ruangan itu, kami berdua tidur dalam diam namun tidak seorang pun di antara kita yang benar-benar tertidur dengan nyenyak, seperti ada beban yang terdapat di pundak kami masing-masing hingga suara bunda membuat aku membuka mata kembali.
" Kamu sudah tidur nak ? " tanya Bunda.
" Belum Bun, Bunda kenapa belum tidur " jawab Azura.
" Bunda belum mengantuk, sayang makasih ya karena kamu sudah menerima perjodohan itu dan membuat kondisi kesehatan Ayah menjadi baik, meskipun kamu menikah karena perjodohan dari Bunda dan Ayah tapi Bunda yakin dia bisa membuat kamu bahagia.