sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06.PERTEMPURAN DIMULAI
Sore itu disebuah rumah besar nampak seorang pria berusia 60 an tahun, bertubuh kekar namun sudah termakan oleh usia, meskipun termakan usia tetapi masih terlihat berhumur 40 an tahun dia memakai jubah merah bermotif api hitam yang menambah karisma sosok pria tersebut,
Pria tersebut berdiri memandang langit sore yang nampak indah,
tetapi terlihat jelas diwajahnya yang mengatakan bahwa hanya keindahan sesaat sebelum badai, raut wajahnya yang penuh kekhawatiran menambah kerutan diwajahnya,
Pria tersebut merupakan patriak klan Lang yang tidak lain adalah Lang Du yang berusaha menikmati keindahan langit sore di sisa hidupnya,
Sebelum seseorang datang dari atas atap rumahnya turun dihadapannya,
"Hormat ketua,," ucap orang tersebut
Patriak Du hanya menggganguk
"Apa sudah ada pergerakan,,,?" Jawab patriak Du tanpa menoleh keorang tersebut,
"Jalur pengungsian sudah diketahui musuh dan para pengungsi tidak ada yang selamat ketua, semua orang dibantai habis, termasuk anak-anak dan para wanita,"
Laporan yang sampaikan orang tersebut membuat patriak Du mengerutkan keningnya
"Para pengawal tidak cukup kuat untuk melindungi mereka ketua," lanjut orang tersebut
"Terima kasih laporannya, segera perintahkan pasukan untuk bersiaga menghadapi musuh," perintah patriak Du berusaha terlihat tenang
Dia sudah tahu situasi seperti ini akan terjadi, dia juga tahu akan Lang Su yang menyewa sekte iblis bayangan untuk menghabisi keluarga Lang xiao dan berujung penghianatan Lang Su dan berakhir penyerangan ini,
Patriak Du menyuruh anggota khususnya untuk menyelidiki kasus ini sebelumnya, dan mendapatkan berita ini dari salah satu mata-mata yang dia susupkan kesekte iblis bayangan,
Dia belum menindak Lang Su karena belum cukup bukti untuk melakukannya, namun naas sebelum bukti terkumpul, sekte iblis bayangan sudah menyerang dulu untuk membalas penghianat Lang Su,
Dia tentu tahu meskipun konflik ini hanya antara sekte iblis bayangan dan Lang Su, namun dia sadar akan reputasi sekte iblis bayangan yang selalu menumpas habis setiap musuhnya meskipun hanya masalah kecil, sebab itulah tidak ada yang berani berurusan dengan sekte iblis bayangan yang merupakan sekte besar,
yang mampu menuntas sekte iblis bayangan hanya sekte-sekte besar lainnya, tetapi itu sangat sulit karena sekte besar aliran putih netral masih menutup matanya, diantara sekte besar baik aliran putih atau hitam sama-sama berusaha menghindari konflik, mereka sadar akan resiko melemahnya sekte mereka jika konflik benar terjadi,
Sementara kaisar dikekaisaran Han juga tidak berani bertindak tanpa ada dukungan sekte besar aliran putih netral,
Satu hal yang tidak diketahui patriak Du bahwa konflik terjadi bukan cuma karena penghianatan Lang Su melainkan terbunuhnya salah satu 10 tetua tertinggi mereka yaitu tetua Ba, dan juga demi mendapatkan pusaka turun temurun klan Lang,
Mereka menjadikan kematian tetua Ba terkait dengan Lang Su sebagai salah satu alasan penyerangan, dan memang kenyataannya klan Lang terkait dengan kematian tetua mereka melalui Lang Fei yang kini mengganti namanya menjadi Yang Kai,
namun tidak ada yang tahu kejadian itu termasuk kelompok rahasia sekte iblis bayangan yang berada cukup jauh dari lokasi kematian tetua Ba dan 3 muridnya,
Mereka melaporkan hanya menemukan mayat tetua Ba dan muridnya yang mati dengan kondisi mengenaskan, setelah pencarian selama satu minggu karena kelompok rahasia waktu itu tidak tahu lokasi pasti tetua Ba setelah tetua Ba memerintahkan salah satu anggota kelompok rahasia untuk segera melapor kemarkas, itupun tetua Ba yang mencari mereka saat bertugas mengalihkan pasukan klan Lang jika sampai mengejar,
Sekte iblis bayangan memang tidak punya bukti atas terkaitnya kematian tetua mereka dengan klan Lang, namun mereka tetap menyerang klan Lang karena tidak terima dengan penghianatan Lang Su yang mengakibatkan kehilangan salah satu 10 tetua tertinggi mereka,
Beberapa saat setelah matahari menyingsing terdengar suara debaman yang cukup keras, dan diikuti suara lonceng yang berbunyi cukup panjang yang menandakan telah terjadi serangan,
Dan benar saja sekte iblis bayangan sudah memulai melancarkan serangan mereka,
Didepan gerbang klan yang cukup kokoh yang mampu menahan serangan dari pendekar bumi sekaligus nampak ribuan orang berpakaian hitam legam dengan area sekitar mata yang dihiasi pewarna hitam yang menambah kesan mengerikan terhadap pasukan tersebut dan menjadi ciri khas sekte iblis bayangan saat mereka berperang,
DUAAAR,,
suara debaman beberapa kali terdengar, mereka mencoba menghancurkan gerbang namun gagal,
"Dasar lemah,, minggirlah biar aku yang hancurukan gerbang itu" ucap seseorang yang berada ditingkat langit
"Tapak bumi, penghancur gunung," seketika keluar energi kecil berwarna abu-abu muncul dari telapak tangan orang tersebut perlahan terus membesar dan membentuk kepalan tangan dan melesat cepat kearah pintu gerbang,
SWUUUSSSH,,
BUMMM,,
DUAARRR,,
suara keras yang menghantam pintu gerbang diikuti suara ledakan yang menandakan gerbang yang cukup kokoh itu hancur berkeping-keping
Setelah hancurnya pintu gerbang terdengar seruan dari barisan kelompok iblis bayangan,
"Seraaang,,,,!" Seru pemimpin pasukan,
Ribuan pasukan itu pun beranjak dari tempatnya dan menggangkat senjata masing-masing dan melesat menuju pintu gerbang yang hancur,
Pertempuran pun dimulai,
Diruangan yang cukup besar nampak patriak Du yang duduk dikursi kepemimpinannya sambil merenungkan nasib klannya, tiba-tiba terdengar debaman keras berkali-kali dan disusul suara lonceng, dia pun reflex menoleh kearah suara tersebut dan berguman "sepertinya sudah dimulai" dia menghela nafas berat
Tak lama berselang mendadak pintu ruangan terbuka
"Hormat ketua,, maaf atas kelancangan saya, pasukan musuh telah tiba" ucap salah seorang tetua yang baru masuk sambil berlutut
"Berdirilah,, katakan informasimu,,,"
Ucap patriak Du
"Pasukan musuh berjumlah kurang lebih 3000 orang dengan dua orang tingkat langit awal, sepuluh orang tingkat bumi awal sampai akhir, 200 orang tingkat kaisar dan sisanya pasukan yang berada ditingkat jendral dan raja ketua"
Jawab tetua tersebut agak gemetar melihat kekuatan musuh
"Huuft,, sepertinya memang tak ada jalan keluar," patriak Du bergumam dan menghela nafas berat memikirkan situasi sulit itu,
Dengan kekuatan tempur yang sebanding dengan sekte menengah itu sulit untuk klan Lang lepas dari situasi itu,
klan Lang hanya mempunyai kurang dari 1500 pasukan, hanya ada 1 pendekar langit yang baru beberapa tahun naik tingkat yaitu patriak Du sendiri, sedangkan pendekar bumi hanya ada 5 orang, ditingkat kaisar hanya ada 80 orang, dan sisanya pendekar raja dan jendral, sungguh kekuatan tempur yang terlampau sangat jauh,
"Kita juga harus turun kemedan pertempuran, sebisa mungkin bawa beberapa pasukan iblis bayangan mati bersama kita,," kata Lang Du terlihat pasrah menerima kenyataan "kita berangkat,,"
"Baik ketua," jawab tetua tersebut tegas yang jelas sudah membulatkan tekad nya berjuang sampai akhir,
merekapun beranjak pergi,
saat sampai didepan pintu ruangannya mereka berdua disambut kedatangan ketiga putra patriak dan beberapa tetua yang berencana menemui ayah sekaligus pemimpin mereka utuk menerima perintah,
"Hormat ketua,," ucap mereka serentak
"Kami siap menerima perintah" lanjut anak pertama Lang Du
"Kita bergerak sekarang" jawab Lang Du
"Baik,, laksanakan" jawab mereka tegas serentak
Mereka pun berlari cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya masing-masing,
Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan kelompok Lang Su yang juga menuju arah pertempuran,
"Hormat patriak," kata kelompok Lang Su agak malu menghadap ketua mereka,
Patriak Du tidak menjawab hanya sedikit meliriknya
"Maafkan kami ketua, akibat tindakan egois kami seluruh klan harus mengalami kejadian ini" ucap Lang Su ragu dan sedikit rasa takut namun juga tulus
Meskipun dia mementingkan dirinya sendiri namun dia tetaplah anggota yang setia pada klan Lang meskipun cara yang dipakai salah, apalagi ditambah berita kematian anak dan istrinya dalam kelompok pengungsi, dia semakin merasa bersalah dan sangat menyesal sekaligus marah, perasaan itu bercampur aduk menjadi satu dalam benaknya,
"Kau,,,seharusnya kau mati saja b*jingan" ucap salah satu tetua yang marah akan tindakan Lang Su
"Sudahlah,, semua sudah terjadi" patriak Du menghentikan tetua tersebut yang berniat menyerang Lang Su, dia menoleh memandang Lang Su dan berkata "nasi sudah menjadi bubur, setidaknya kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya" patriak Du berucap tegas namun masih terlihat marah dan belum bisa memaafkan tindakan Lang Su
"Terima kasih ketua" jawab Lang Su dan kelompoknya serentak sambil berlutut, "kami berjanji akan berjuang sampai akhir demi klan kita ketua" lanjut Lang Su
"Bangunlah,, kita tidak bisa menunda lebih lama lagi, kita harus cepat sebelum barisan pertahanan hancur" tegas patriak Du, "balaskan kematian anak dan istri kita sampai titik darah penghabisan" lanjut Lang Du memberi dorongan,
"bila harus mati, setidaknya kita membawa sebanyak mungkin musuh untuk ikut mati bersama, agar semua orang tahu klan Lang bukan lah klan lemah,"
"Baik ketua,, hidup klan Lang,,,!" jawab mereka serentak
Mereka pun kembali melesat menuju medan tempur bersama-sama
***
"Hahaha,, Lang Du keluarlah jangan sembunyi seperti keong, serahkan kepala Lang Su mungkin klanmu akan bebas dari kematian," teriak salah satu pendekar langit diikuti tertawa lantang yang menakutkan
"Apa pemimpin klan Lang sepengecut ini sampai mengorbankan pasukan seperti ini," lanjut pendekar langit tersebut "kalau kau masih tidak keluar jangan salahkan aku menghabisi pasukanmu," dia terus berteriak sambil melesat menghabisi pasukan klan Lang
"Sudah puas mengocehnya,,"
Tiba-tiba terdengar suara di depan pendekar langit iblis bayangan yang tidak lain adalah Lang Du
"Hmmm, aku kira kau tidak berani muncul dan bersembunyi didalam cangkangmu, ternyata aku salah," ucap pendekar langit tersebut tersenyum sinis
"Aku pun tak menyangka yang menyerang klanku adalah si kepiting sawah yang lari terbirit-birit masuk ke lubangnya saat bertemu manusia 'Feng Hung'," sindir Lang Du tenang tanpa sedikit pun rasa takut dan mencoba memprofokasi Feng Hung
"Kau,,!" Feng Hung geram, dia sedikit tersulut emosi, namun bisa dengan cepat meraih ketenangannya, "keong tua aku tak tahu darimana keberanianmu berasal, namun semua sia sia saja didepan malaikat maut, siapkan saja peti mati mu daripada susah payah bertarung," Feng Hung menyerigai,
"aku akan senantiasa menunggu mu sampai selesai membuat peti,"
untuk Yin Mei...