Rangga terbangun disebuah ruangan serba putih dihadapan tiga orang dewa, setelah berbincang bincang, Rangga menyadari bahwa ia telah tewas karena suatu alasan.
Oleh para dewa ia mendapatkan kesempatan hidup kedua di dunia sihir dimana manusia dan berbagai mahluk sihir hidup saling berdampingan, dunia dimana keajaiban dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.
Akankah Rangga menemukan jalan untuk menikmati kehidupannya dengan tenang atau masalah yang akan menghampirinya? ikuti petualangan Rangga ya!
Follow Ig Author (@catur_iu)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catur Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 5 Kecurigaan Rangga Pada Kusir
Pagi harinya kereta kuda yang ditempati oleh Rangga melanjutkan perjalanan menuju ke arah kota Ardian, selama dalam perjalanan Rangga menaruh rasa curiga pada sang kusir.
Ketika Rangga mengobati sang Kusir, samar samar ia mencium aroma obat bius di tangan kanan pria itu, selain itu pria itu tidak dibunuh oleh ketiga sosok yang menculik ibunya bukankah itu sedikit janggal.
Di Komik atau Novel yang dibaca Rangga, biasanya orang jahat akan berusaha menghilangkan semua bukti yang ada ditempat kejadian tetapi kenapa kusir masih bisa hidup setelah insiden itu?
"Berpikiran positif astaga, aku tidak bisa menuduh orang sembarangan tanpa bukti, sepertinya dia benar benar terluka karena berusaha membantu ibuku, buktinya dia masih bersedia mengantarkanku menuju ke kota Ardian"
Rangga mencoba menghilangkan pikiran negatif yang ada di dalam pikirannya mengenai kusir yang telah bersekongkol dengan para penculik.
Ketika hari sudah semakin siang, dari dalam kereta kuda Rangga sudah bisa melihat sebuah dinding besar yang mengelilingi bangunan bangunan yang sangat megah.
Dengan melihat dinding itu Rangga yakin bahwa saat ini mereka telah tiba di kota Ardian, kota yang dikenal karena akademi sihir yang termasuk kedalam tiga akademi sihir terbaik diantara aliansi Pentagon.
Aliansi Pentagon sendiri didirikan atas dasar persahabatan antar kerajaan, meskipun aliansi ini baru dibentuk sekitar lima puluh tahun, tetapi anggota yang tergabung dalam aliansi cukup banyak.
Kerajaan yang tergabung dalam aliansi ini antara lain Kerajaan Manusia, Kerajaan Elf hutan, Kerajaan Elf Gunung, Kerajaan Dwarf, Kerajaan Manusia Binatang dan yang terakhir adalah Kerajaan Manusia Naga dan beberapa kerajaan lainnya.
Kembali ke cerita. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan panjang, akhirnya Rangga telah tiba di kediaman Andre Wisdom, kediaman itu begitu besar dengan halaman depan yang begitu indah.
Hal ini cukup wajar jika mengingat bahwa keluarga Andre merupakan salah satu dari sekian banyak bangsawan yang berada di kerajaan Manusia.
Kuda yang dikendarai Rangga berjalan melewati ubin batu yang tersusun dengan rapi menuju ke arah bangunan megah, di depan bangunan itu sudah ada enam orang yang siap menyambut kedatangan Rangga dan lainnya.
Ketika Rangga turun dari kereta kuda, mereka dibuat keheranan karena Ryan dan Rosa tidak nampak di dalam kereta kuda, mereka menatap ke arah Rangga tetapi anak itu nampak enggan mengatakan semuanya kepada keluarga di depannya.
"Sebelumnya kami mohon maaf tuan Andre, karena saya tidak memiliki kekuatan yang cukup membuat Nyonya Rosa diculik oleh kawanan penjahat di dalam hutan" Ujar kusir dengan wajah tertunduk, sambil memegang pundak kanan Rangga.
Ketika tangan kusir itu memegang pundak kirinya, seketika Rangga melebarkan matanya tak percaya, dia menyadari apa yang baru saja dilakukan oleh kusir itu tidak bisa dimaafkan olehnya.
Sementara itu enam orang yang menyambut Rangga sebelumnya sangat terkejut begitu mereka mendengar pernyataan dari kusir itu.
Apa yang dikatakan olehnya memang sulit dipercaya karena mereka tahu kekuatan dari Ryan dan juga Rosa tidaklah kecil.
Hanya melawan kawanan penjahat biasa mana mungkin mereka bisa dikalahkan, bahkan membuat keduanya terluka terkesan sedikit mustahil untuk dilakukan.
"Tidak, kau pasti berbohong padaku! Rangga, katakan sebenarnya pada kami nak" Ujar Andre sambil menggoyang goyangkan pundak Rangga tetapi percuma, pandangan Rangga saat ini hanya fokus pada sang kusir seolah olah dia sedang mengunci target serangannya.
"Sialan, kenapa anak ini menatapku seperti itu? Apakah mungkin dia tahu bahwa aku adalah salah satu anggota dari organisasi itu" Batin kusir sambil menatap ke arah Rangga dengan ekspresi kebingungan.
Sementara itu tangan kanan Rangga telah berada tepat di gagang pedang yang tersimpan rapi di pinggangnya. seketika lonjakan niat membunuh keluar dari tubuh Rangga membuat semua orang yang berada disana mundur kebelakang.
Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Rangga tetapi tidak dengan sang kusir, ia yakin seratus persen bahwa anak itu telah menyadari apa yang telah ia lakukan.
Terbukti setelah mengeluarkan niat membunuh yang begitu pekat Rangga berjalan ke arahnya sambil menarik keluar pedangnya dari sarung yang tersemat di pinggangnya.
Bersamaan dengan itu pedang Rangga diselimuti sebuah cahaya berwarna putih yang menyala nyala bagaikan kobaran api.
"Tuan muda, apa yang kau lakukan?" Tanya Kusir dengan tubuh bergetar sambil berjalan ke belakang.
Ia sudah beberapa kali mendengar bahwa anak itu tidak kalah hebatnya dengan seorang pasukan khusus tetapi dia tidak pernah menyadari bahwa kekuatannya sampai setinggi ini.
"Rangga hentikan, apa yang kau lakukan nak?" Teriak Andre berusaha menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Rangga.
Tanpa berpikir lama dia sudah tahu bahwa niat Rangga adalah menghabisi orang yang berdiri di depannya tetapi karena masalah apa?
"Menarik, menarik, di usianya yang begitu muda dia sudah mempu mengeluarkan Rayjin, pasti Ryan mendidiknya dengan sangat baik selama ini" Ujar seorang pria dengan tubuh kekar menatap ke arah Rangga, pria kekar itu tak lain dan tak bukan adalah Dana Wisdom dia adalah kakak Rosa.
"Memangnya apa yang kau lakukan, cepat hentikan Rangga atau ponakanmu itu akan mengakhiri nyawa kusir itu ditempat ini" Ujar seorang wanita dengan gaun indah berdiri disamping Dana, wanita itu adalah Alvina Charlotte, istri Dana.
"Baiklah baiklah, aku akan mencoba menghentikannya" Ujar Ryan kemudian ia menarik pedangnya keluar dan ketika Rangga menebaskan pedangnya ke arah kusir, dengan cepat Dana muncul dihadapan Rangga sambil menahan pedang milik anak itu.
Hembusan angin yang begitu kencang tercipta akibat benturan serangan keduanya sementara itu sang kusir hanya menarik nafas yang terasa berat setelah melihat apa yang berusaha terjadi.
Tak berhenti disana, meskipun serangan yang dilakukan olehnya berhasil ditahan oleh Dana, Rangga tetap berusaha untuk mengorek informasi dari kusir itu.
'Langkah Bayangan' Teriak Rangga sebelum tubuh Rangga yang sedang ditahan oleh Dana berubah menjadi kabut, belum sempat Dana bereaksi, Rangga telah tiba tepat di hadapan kusir dan dengan satu pukulan keras yang terarah ke perut kusir, seketika kusir itu bertekuk lutut dihadapan Rangga.
"Rangga, hentikan nak, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Andre dengan panik sambil berlari ke arah Rangga.
Sementara itu Rangga tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Andre, ia mendekatkan pedangnya ke arah leher kusir itu untuk mengorek semua informasi yang dimiliki olehnya.
"Cepat katakan, dimana kalian membawa ibuku!" Bentak Rangga dengan lantang.
Sontak saja semua orang terdiam begitu mereka mendengar bentakan dari Rangga, apa maksudnya Rosa benar benar diculik dan kusir itu terlibat dalam kasus penculikan itu.
"Hahahaha, bisa mengetahui bahwa aku juga terlibat dalam penculikan ini menandakan kau benar benar anak yang jenius" Ujar kusir itu dengan tawa terbahak bahak.
Note:
Rayjin: Sebuah kekuatan yang mencerminkan kekuatan seorang ahli pedang sekaligus mampu meningkatkan daya hancur dari setiap serangan.
Rayjin dibedakan menjadi tujuh tingkatan, diantaranya adalah:
~ Rayjin Tingkat Satu \= Putih
~ Rayjin Tingkat Dua \= Kuning
~ Rayjin Tingkat Tiga \= Hijau Muda
~ Rayjin Tingkat Empat \= Hijau Tua
~ Rayjin Tingkat Lima \= Biru Muda
~ Rayjin Tingkat Enam \= Biru Tua
~ Rayjin Tingkat Tujuh \= Ungu