Salsa widianto, 27tahun, seorang dokter spesialis kandungan yang usianya terbilang sangat muda, dia adalah anak salah pengusaha kaya di kota Jakarta..
Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran diusianya yang msh sangat muda, lalu melanjutan ke dokter spesialis kandungan.. Salsa anaknya begitu cerdas, sedari sekolah dasar ia selalu mendapatkan prestasi yg memuasakan, ia juga berkesmpatan duduk di bangku SMA dengan program akselirasi yg hanya 2 tahun...
Ia memiliki paras yang begitu cantik.. Badanya yang proposional, wajah yang cantik, hidung mancung, lesung pipi yang begitu manis, serta gigi ginsul di sebelah kiri, ia memiliki rambut hitam panjang nan berkilau...
Salsa... Meskipun ia anak seorang pengusaha yang kaya raya, ia memiliki sifat yang begitu mulia, tidak sombong, dan selalu terlihat ceria.. Begitu banyak lelaki yang mengaguminya bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah dasar...
Devano Wijaya.. 30 tahun
Seorang pria yang tampan, namun begitu cuek dan bersikap suka semaunya
Ia seorang pengusaha muda, anak seorang pengusaha terkaya juga di kota Jakarta bahkan bisnisnya sudah merambah ke ASIA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 06
setibanya vano di rumah...
iya merebahkan badannya di kasur, dan segera mengambil ponselnya...
📞📞📞📞📞
"san...gue butuh bantuan lo secepat kilat.."
ucap Vano penuh arti...
"hah, bantuan apa? kenapa lo?" tanya Sandi penuh cemas...
"gue butuh informasi tentang dokter salsa itu.. gue mau tau tntang dia. secepatnya!!
"cie udah mulai jaa-------"
tut
tut
tut
sambungan telepone terputus.. vano mematikannya sepihak.. .
--------------------
Dua jam kemudian saat vano baru akan memjamkan matanya...
ponsel nya berdering....
📞📞📞📞📞📞
"kenapa?"
"gue udah dapet info dokter cantik, mau besok apa sekarang?"
"Sekarang, send ke email gue."
Tut tut vano mematikan telefonnya..
*Sia*an si vano, main tuutup aja telfon gue*
Gundam sandi...
Vano bergeas membuka Ipadnya..
Vano membaca serius..
Sampai ia ketiduran....
**************
Hari - hari berlalu...
salsa menikmati hari harinya menjadi pengangguran sementara....
sementara vano mejalankan pekerjaanya yang seakan tak ada habisnya..
sesekali vano masih memikirkan salsa...
************
Perusahaan Wijaya
"heh! apa-apaan kamu menatapku begitu?"
vano kesal dan berusaha menyibukkan diri..
"sok sibuk deh si bapak, lagi mikirin siapa si pak? bu dokter ya? dokter cinta yaa?" ledek sandi... sambil tertawa..
"ingat ya ini kantor, aku bisa saja memecatmu saat ini juga!" vano semakin kesal mengancam Sandi
"yaa Tuhan.. apa hanya itu ancamanmu pak? Pecat, Potong gaji, Pecat Potong gaji..." sandi tertawa...
"sudah ayo sip siap.. kita meting di restoran jepang di PI, client maunya di sana"
sambung Sandi..
"haahh sungguh menyebalkan bagiku ketika meeting di dalam mall.. apa kau tidak berusaha mencari tempat lain?
protes Vano..
"sudah, tapi beliau baru sampai jakarta siang ini dan juga akan bertemu client disana makanya beliau mau ketemu disana aja, sudahlah ikuti saja dulu, sebelum dia mengikuti kita...." ucap sandi..
vano pun terdiam, tak lama mereka bergegas pergi ....
setiba nya di Mall,
Vano menarik tangan sandi saat menatap dari kejauhan...
"kenapa dia?" vano menarik tangan sandi dan menujuk ke arah sebuah toko baju di samping kiri, terlihat orang yang mereka kenal.
"dokter salsa, ayo van samperin" pinta sandi..
"bagaimana dengan Mr.nex ?"
tanya vano..
"baik, kamu samperin salsa, aku samperin mr.alex." sandi sambil sedikit mendoring tubuh vano, dan berjalan meninggalkannya.
vano memasuki toko tersebut dan mendekatkan ke kasir...
"ehemmmn..... ada apa ini.."
vano memecah suasan yang sepertinya ada sebuah perdebatan kecil..
salsa menoleh ke sampingnya, dan betapa kagetnya salsa...
"de..vano? hmm maksudku pa------"
"ada apa ini tolong jelaskan!" salsa belum selesai bicara sudah di sambar oleh vano.. mata vano terarah kepada para SPG sebuah toko baju berbrand...
"begini tuan, nona ini mencoba menipu kami, dia tidak mampu bayar, dia katanya mau gadai tasnya sebagai jaminn..." seorang perempuan menjelaskan...
"yampun mbaa jangan bicaralah yang jelas,lengkap dan benar, tadi saya bilang kan, mungkin dompet saya terjatuh, entah di rumah atau di mobil.. dan saya akan bayar semua, pake mbanking tapi saya baru sadar ponsel saya tertinggal di mobil saat saya chas... dan saya berniat menaruh tas saya disini sebagai jaminan"
salsa menjelaskan lebih tegas....
"yaa mbak, tas palsu kaya gitu mau di jadikan gadaian disini, tidak laku mba..." sangkal satu pegawai lagi...
"berapa semua?" vano mengeluarkan dompetnya...
"sebelas juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah" jawab spg itu..
tanpa bersuara vano memberikan kartu card miliknya...
salsa kaget..
berusaha salsa berbicara sesuati ke vano tapi lagi-lagi ucapan salsa harus tertahan...
"bapak yakin mau bayarin ini semua?" tanya kasir tersebut
"kenapa enggak, dia pacar saya... dan perlu kamu tau. tas yang dia pakai itu harganya 2 kali lipat dari total belanjaan dia hari ini. boleh kamu bawa ke sebrang sana, disana counter asli brand tas yang dia pakai. kalau palsu kamu saya beri uang seharga belanjaan pacar saya" ucap vano ketus..
mendengar kata pacar itu cukup membuat salsa melebarkan matanya dan merasa dekdekan....dan ternyata membuat salsa malu,,,
semuapun hening, transaksi pembayaran pun di lakukan vano kala itu..
setelah selesai..
vano keluar dan di ikuti oleh Salsa...
"tunggu....." pinta salsa pada vano...
vano pun menghentikan langkahnya...
"terimakasih... aku akan menggantinya.. berapa nomer rekening kamu?" pinta salsa
vano membalikan bandanya mengahadap salsa...
"aku tidak tau.." jawab vano, kemudian berjalan lagi..
"lalu bagaimana aku menggantinya... oh bagaimana aku kasih cash, aku antar ke RS.."
"tidak perlu"
mereka berbicara sambil berjalan...
"loh kenapa? aku gak mau berhutang budi sama bapak"
"memang aku bapakmu" jawab vano ketus
"haduh aku jadi bingung deh..." salsa berbicara dan menghentikan langkahnya dan berdiam di tempat...
vano ikut terhenti dan menoleh kebelakang, salsa sudah lumayan jauh dari jaraknya...
vano mengikik membelakangi salsa...
vano pun balik arah, menuju salsa..
"ikutlah aku dulu..." pinta vano
"kemana?" tanya salsa kesal
"ikut saja. tak perlu banyak bertanya, nanti akan aku beri tau bagaimana cara kau menggantinya" ucap vano menarik tangan salsa..
tiba di restoran jepang itu...
"kamu duduk di sini, saya meeting sebentar, pesanlah makanan dan minuman sesuai seleraku, nanti aku yang bayar....... dan akan menjadi hutang" di kalimat terakhr vano mengatakannya dengan berbisik...
salsa pun risih,
"dasar aneh, ini aku yang bodoh atau gimana sih...kok bisa yaa dompet itu tidak ada di tasku...belum lagi nanti harus bayar parkir, ya Allah bisa di tahan aku nanti" ucap salsa sendiri penuh lirihhh....
salsaoun merasa haus, ia terpaksa memesan minum tanpa cemilan.. ataupun makanan..
salsa memsan lemontea...
setelah menunggu 40 menit vano pun menghampiri dan duduk di depan dalsa secara tiba-tiba...
"astagfirullah... bapak ini bagai hantu, dari tadi datang secara tiba-tiba" ucap salsa sambil mengusap dadanya...
"hanya itu pesananmu?" tanya vano
"yaaa" jawab salsa
"apa takut aku suruh bayar?"
"tidak juga hanya sedang tidak mood saja... hmm apa kamu punya pulsa? boleh aku memintanya?" ucap salsa ke vano..
"maksudmu?" vano bingung
"aku mau pinjam ponselmu, kalo ada pulsanya kan bisa untuk menelfon kalo gak ada pulsanya buat apa aku menelfon tak akan bisa..."
"aku tak pernah punya pulsa, tapi ia selalu bisa untuk menelfon" ucap vano sambil memberikan ponselnya ke salsa
"oh pascabayar, bilang dong" salsa mengambil hape vano dan memencet nomer rumahnya....
📞📞📞📞📞📞
"hallooo assalammualaikum.."
"waalaikumsalam..."
"bi inah.. ini salsa bii.. bii maaf salsa mau tanya tadi apa bibi nemuin dompet salsa terjatuh di rumah?" tanya salsa penuh harap...
"ada non, ada di tangga non sudah bibi letakkan lagi di kamar non, apa non membutuhkanny? biar bibi antar..."
"allhamdulillah... terimaksih bii tapi tidak perlu, makasih ya bii.. assalammualaikum..."
salsapun mengembalikan ponselnya ke vano..
"makasih pak.." ucap salsa..
"hmm"
"jadi dompetku benar-benar terjatuh di rumah... tapi ponselku ada di mobil, aku bisa transfernya saat kau memberikanku nomer rekening kamu... oh iya nanti aku tambah juga pincaman cash 50rb ya buat bayar parkir... salsa melepas senyum manisnya...
"tidak perlu.."
"duh pak saya harus bagaimana, saya sungguh tak enak hati.. maafkan saya jd merepotkan" salsa menunduk
"ikut saya, maka kamu bisa mengembalikan uang itu..." kata vano
"baik oke"
"mana konci mobilmu?" pinta vano..
salsa memberikannya
"tunggu, apa akan di tukar tadi dengan mobil saya?" salsa memicingkan matanya
vano tertawa...
jangan bercanda kamu...
vano merebut kuncinya, dan melemparkannya ke arah belakang salsa dimana disitu ada Sandi...
kita bertemu di perumahan saya van, waktu saya akan kabari kamu...
"maaf pak, mobil ini di parkir dimana?" tanya sandi..
"di g1.... tunggulah di depan pintu keluar aku harus membawa ponselku, aku takut orang tuaku cemas" pinta salsa...
"tidak perlu, kamu bisa telfon rumahmu pakai ponselku lagi sesuka hatimu"
vano pun berjalan ke arah lobby mall dimana sudah terparkir mobil vano di depan lobby...
salsa pun mengikuti vano sampai dalam mobil...