Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.
Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alur yang berubah
Sudah lebih dari satu bulan sejak Shen Yuxin berubah menjadi "manusia normal."
Setidaknya, begitulah menurut para pelayan di kediaman keluarga Lu.
Namun, menurut Han Mo...
"Tidak."
"Nyonya pasti sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan."
Sayangnya...
Sampai hari ini, ia tidak menemukan satu pun bukti kejahatan Shen Yuxin.
Yang justru ia lihat adalah Shen Yuxin yang semakin perhatian kepada Lu Zhichen.
*
*
Pagi itu, Han Mo memasuki ruang kerja Lu Zhichen dengan langkah tergesa-gesa.
"Master."
Lu Zhichen yang sedang membaca dokumen mengangkat kepalanya.
"Ada apa?"
"Nona Lin datang."
Tangan Lu Zhichen yang sedang membalik halaman berhenti sejenak.
Tak lama kemudian, seorang wanita cantik berambut panjang memasuki ruangan dengan senyum hangat di wajahnya.
Lin Xiaoran.
Tokoh utama wanita dalam novel.
Sahabat masa kecil Lu Zhichen.
Sekaligus wanita yang seharusnya menjadi pasangan Lu Zhichen di akhir cerita.
*
*
Di sisi lain...
Shen Yuxin yang sedang menikmati sepotong kue di taman hampir tersedak ketika mendengar kabar dari seorang pelayan.
"APA?!"
"Lin Xiaoran datang?!"
Sendok di tangannya jatuh.
Matanya membelalak lebar.
"Waduh..."
"Gawat."
"Benar-benar gawat ."
"Tokoh utama wanita akhirnya muncul."
"Itu artinya..."
"Ajal Shen Yuxin sudah semakin dekat."
Ia langsung mondar-mandir seperti semut kehilangan gula.
"Tidak."
"Aku harus bergerak."
"Aku harus membantu mereka."
"Kalau mereka cepat jatuh cinta..."
"Dan aku berteman baik dengan Xiaoran..."
"Aku bisa cepat bercerai."
"Hidupku pun akan selamat dari maut."
"Lalu menikmati harta gono-gini."
"Hidup tenang."
"Menjadi janda kaya raya."
"Sungguh masa depan yang indah."
Semakin dipikirkan...
Semakin bersemangat pula Shen Yuxin.
Senyumnya pun semakin lebar.
Tanpa membuang waktu, ia segera berlari menuju ruang tamu.
*
*
Begitu memasuki ruangan...
Ia melihat Lu Zhichen dan Lin Xiaoran sedang duduk berhadapan sambil mengobrol.
"Hahaha..."
"Kesempatan emas!"
Shen Yuxin tersenyum lebar.
Melihat senyum itu, bulu kuduk Han Mo langsung berdiri.
"Selesai sudah."
"Master pasti akan celaka."
"Xiaoran!"
Lin Xiaoran menoleh.
Melihat Shen Yuxin datang dengan senyum cerah, ia sedikit gugup.
Lin Xiaoran takut kehadirannya akan membuat Shen Yuxin salah paham.
Apalagi selama ini ia hanya mendengar berbagai rumor buruk tentang istri Lu Zhichen.
Namun...
Sahabatnya mengatakan bahwa Shen Yuxin telah berubah.
Shen Yuxin langsung menggenggam kedua tangan Lin Xiaoran.
"Selamat datang!"
"Salam kenal. Aku Shen Yuxin. Kamu pasti Lin Xiaoran, sahabat masa kecil Zhichen."
katanya dengan nada sok akrab.
Lin Xiaoran berkedip.
"Eh?"
"Kamu cantik sekali. Kamu melakukan perawatan di mana?"
"Ya ampun, kulitmu halus sekali."
"Eh?"
Lin Xiaoran semakin dibuat bingung oleh sikap aneh Shen Yuxin.
"Kita pasti cocok."
Lin Xiaoran tersenyum bingung.
"Cocok... sebagai apa?"
Shen Yuxin tersenyum lembut.
"Sebagai teman."
"Lalu..."
Lu Zhichen menggeleng pelan.
Baru kali ini Shen Yuxin bersikap selembut ini kepada tamu nya.
Biasanya, Shen Yuxin hanya bersikap lembut kepada keluarga dan sepupunya saja.
Lin Xiaoran justru tertawa pelan.
Dalam hati, ia merasa semua rumor tentang Shen Yuxin benar-benar berlebihan.
Wanita yang tersenyum selembut ini...
Mana mungkin tega menyiksa suaminya sendiri dan pembuat onar?
Sementara itu, Shen Yuxin terus memandangi Lu Zhichen dan Lin Xiaoran secara bergantian sambil tersenyum puas.
Di matanya, keduanya tampak sangat serasi.
Sebaliknya, Lu Zhichen langsung menyipitkan mata.
Instingnya sebagai Raja Mafia segera menangkap bahwa istri kecilnya sedang menyusun sesuatu.
Zhichen hanya menggeleng pelan,dalam hati ia berkata.
"Yuxin..."
"Apa yang sedang kau rencanakan kali ini?"
Shen Yuxin sama sekali tidak menyadari perubahan ekspresi suaminya.
Di kepalanya hanya ada satu misi.
Menyatukan tokoh utama.
Kebetulan, saat itu Lin Xiaoran hendak berdiri.
Mata Shen Yuxin langsung berbinar.
"Kesempatan!"
Kalau ia mendorong sedikit saja...
Lin Xiaoran pasti akan jatuh tepat ke pangkuan Lu Zhichen.
Bukankah semua kisah romantis dimulai dari kejadian seperti itu?
Namun...
Belum sempat rencananya dijalankan...
Lu Zhichen sudah lebih dulu membaca gerak-geriknya.
"Yuxin."
"Iya?"
"Kemarilah."
Tanpa curiga, Shen Yuxin berjalan mendekat.
Begitu berada di samping Lu Zhichen...
Bruk!
Pria itu langsung menarik pinggangnya.
"Hah?!"
Pluk!
Dalam sekejap, Shen Yuxin sudah terduduk manis di pangkuan Lu Zhichen.
Belum sempat ia bereaksi...
Cup.
Lu Zhichen mengecup pipinya sekilas.
Mata Shen Yuxin langsung membulat.
Wajahnya memerah hingga ke telinga.
"Zh-Zhichen!"
"Apa yang kau lakukan?! Jangan begitu di depan Nona Lin! Nanti beliau salah paham!"
Namun, Lu Zhichen justru semakin mengeratkan pelukannya.
Tatapan matanya penuh kelembutan.
"Salah paham tentang apa?"
"Kau memang istriku."
"Memeluk istriku sendiri adalah hal yang wajar."
Shen Yuxin langsung ingin menangis.
Dalam hati, ia berkata,
"Yang tidak wajar itu kamu!"
"Harusnya kamu menjaga sikapmu di depan pasangan hidupmu yang sesungguhnya!"
*
*
Di sisi lain...
Lin Xiaoran justru menatap mereka dengan mata berbinar.
"Lucu sekali..."
"Jadi Zhichen bisa tersenyum seperti ini?"
"Bahkan dia hanya diam saat dibentak-bentak oleh istrinya."
"Kalau orang lain yang melakukannya, aku yakin orang itu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini dalam keadaan hidup."
Sejak kecil, ia mengenal Lu Zhichen sebagai pria yang dingin.
Pendiam.
Sulit didekati.
Kejam.
Bahkan senyum tipis pun sangat jarang terlihat.
Namun kini...
Tatapan Lu Zhichen kepada Shen Yuxin dipenuhi kasih sayang yang begitu dalam.
Tatapan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Zhichen saat ini benar-benar tampak seperti manusia pada umumnya.
Dalam hati, Lin Xiaoran benar-benar kagum.
"Bagaimana caranya Shen Yuxin bisa meluluhkan singa liar seperti Zhichen?"
*
*
Sementara itu...
Isi kepala Shen Yuxin justru sedang kacau.
"Xiaoran sudah datang."
"Sebelum Zhichen menyadari perasaannya..."
"Aku harus menjadi mak comblang terbaik."
"Kalau mereka bersatu..."
"Mereka pasti akan berterima kasih kepadaku."
"Lalu menceraikanku dengan baik-baik."
"Memberikan ku harta yang cukup."
"Aku pun bisa hidup tenang dan damai dengan harta-hartaku."
Membayangkan masa depan itu, senyum Shen Yuxin semakin lebar.
Melihat istrinya tersenyum sendiri, Lu Zhichen justru semakin terpana.
Baginya...
Senyum Shen Yuxin adalah hal terindah di dunia.
Namun...
Di balik wajah tenangnya, muncul pikiran lain yang jauh lebih gelap.
"Mungkinkah..."
"Yuxin sedang memikirkan cara meninggalkanku?"
"Apakah dia masih ingin kembali kepada Gu Yichen?"
Tatapan Lu Zhichen perlahan berubah.
Jika suatu hari Shen Yuxin benar-benar kembali memilih Gu Yichen...
Atau nekat melarikan diri ke pelukan pria itu...
Lu Zhichen tidak yakin dirinya masih mampu menahan sisi tergelap dalam dirinya.
Baginya...
Gu Yichen hanyalah orang mati yang masih diberi kesempatan bernapas.
Dan jika dokter munafik itu berani menyentuh istrinya lagi...
Lu Zhichen tidak akan ragu menghapus nama Gu Yichen dari dunia ini.
*
*
Di sisi lain...
Shen Yuxin justru salah paham lagi.
Melihat Lin Xiaoran terus memandangi Lu Zhichen, ia langsung berpikir,
"Wah!"
"Sepertinya Xiaoran mulai terpesona."
"Bagus."
"Tinggal sedikit lagi."
Namun sesaat kemudian wajahnya berubah pucat.
"Tunggu..."
"Jangan-jangan Xiaoran menganggapku sebagai saingan cintanya?"
"Nanti dia menghasut Zhichen supaya membunuhku bagaimana?"
"Tidak."
"Aku harus lebih baik lagi."
"Aku harus membantu mereka lebih keras lagi."
"Dengan begitu, Xiaoran pasti akan memaafkanku."
Shen Yuxin sama sekali tidak menyadari...
Bahwa sejak dirinya datang ke dunia ini...
Alur cerita telah berubah total.
Lu Zhichen tidak lagi memiliki tempat untuk wanita lain di hatinya.
Di matanya...
Hanya ada Shen Yuxin seorang.
Sementara di luar ruangan...
Han Mo yang menyaksikan semua itu hanya menghela napas panjang.
"Lalu..."
"Kapan sebenarnya Nyonya mulai menjalankan rencana jahatnya?"
Sampai hari ini...
Satu-satunya orang yang masih percaya bahwa Shen Yuxin sedang menyusun konspirasi besar...
Hanyalah Han Mo seorang.
di novel aja ya, kalau di RL hus... hus... jauh" serem
berarti emng dia ga ada perasaan apa" sama zhichen ya...
😁😁😁😁😁