Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 BUK SENO PINGSAN
Hari ini Buk Seno ingin bicara dengan Burhan karena ada temannya yang memiliki anak gadis yang menyukai Burhan. Photonya sudah dikirim ke Buk Seno.Saat sarapan pagi Buk Seno ingin bicara dengan Burhan.
"Burhan Mama ingin bicara dengan kamu"
"Ada apa Ma"
"Ibu ingin kamu segera menikah, ada anak teman Mama ingin mengenal kamu"
"Ah Mama ngak ah Burhan belum kepikiran menikah"
"Bagaimana belum usiamu sudah cukup untuk menikah, kamu lihat dululah photo ini, ibu rasa anak Buk Tanti cocok dengan kamu dia lulusan guru, kamu lihatlah photonya dulu"
Buk Seno memberikan Photo itu kepada Burhan yang sekedar dilihatnya namun tidak dipeganginya photo itu.
"Dia bukan Type ku Ma"
"Burhan sudah jangan kamu ingat Desi lagi,dia sudah jauh sekarang dan hubungan kalian tak bisa dilanjutkan dia sudah menikah dengan sesama dokter disana"
" Burhan saatnya kini kamu menentukan masa Depanmu sekarang "
"Sudahlah Ma aku lebih happy hidup seperti ini tidak ada ikatan"
"Tapi sampai kapan kamu akan begini terus Mama ingin gedong cucu dari keturunan kamu Burhan"
"Ah ada ada saja Mama aku blom niat nikah"
"Tapi Burhan "
"Titik Ma aku belum mau menikah jangan paksa aku Ma"
"Buk Seno tidak bisa memaksa anaknya itu yang keras kepala"
"Sudah Mama mau bareng aku atau Tidak "
"iya Mama bareng kamu ke Restoran"
Dengan hati sedih Buk Seno berangkat menuju restorannya hatinya merasa tak kuat melihat pergaulan anaknya yang banyak wanita untuk menghabiskan uangnya tanpa kepastian hubungan.
Dulu Burhan memiliki Pacar bernama Desi dia pacaran dari SMA sampai kuliah dan Desi menjadi dokter bahkan merekapun sudah bertunangan, Namun Desi yang suka bekerja diluar Negeri akhirnya berangkat ke Australia menjadi dokter disana sambil melanjutkan pendidikan nya meninggalkan Burhan.
Awal semua baik saja mereka LDR tapi lama kelamaan komunikasi yang kurang membuat mereka jarang bicara dan akhirnya sering bertengkar. Akhirnya Burhan menyusul Desi di Australia, bukan kegembiraan yang didapat disana ternyata Desi sudah memiliki pacar baru seorang Dosen kedokteran di Australia, Burhan patah hati dan hancur saat Desi menikah dengan dokter itu.
Sejak Saat itu Burhan tak pernah percaya pada wanita yang memiliki pendidikan tinggi yang sibuk akan dirinya dan karirnya sampai tak punya waktu. Walau Burhan sendiri memiliki pendidikan tinggi tapi dia tak ingin menikah dengan wanita yang sama dengannya yang banyak arogan.
Burhan hanya mengenal perempuan dicafe atau yang sama memiliki bisnis dengannya tapi juga kesepian dengan dirinya. Sejak saat itu kehidupan Burhan jauh dari namanya dunia malam.
Buk Seno sedih melihat anaknya itu yang terkadang pulang dengan keadaan mabuk atau dia sering menyendiri tanpa sebab emosi kadang muncul.
Buk Seno berharap Burhan bisa segera menikah dan memiliki hidup normal kembali dan memiliki rumah untuk pulang dalam ketenangan hatinya. Karena usianya sudah tua dan ingin melihat kebahagiaan anaknya berumah tangga.
tapi setiap gadis yang dipilihnya tidak ada cocok apalagi jika dia memilih gadis yang bekerja dan memiliki pendidikan tinggi Burhan tak akan pernah mau.
pikiran Buk Seno memikirkan anaknya sangat menganggu kesehatannya dan ini terbawa sampai ke restoran.
Karena banyak berpikir akhirnya dia sangat lelah sekali. Namun diusahakannya kuat untuk bekerja karena banyaknya pelanggan yang datang. Hari ini Santi tidak datang karena hari liburnya.
Kepalanya mulai pusing dan jantung kurang nyaman. Namun akhirnya pekerjaanpun dituntaskanya, Restoran yang banyak pengunjung akhirnya semua menu Restoran cepat habis dan merekapun tutup sedikit cepat.
Saat para pelayan sudah bubar Buk Seno bermaksud istirahat dulu diruangan kerjanya, Sementara Tania belum pulang karena ingin sholat dulu sebelum pulang.
Sehabis sholat Tania ingin pamit kepada Bosnya itu, berkali-kali diketuknya pintu kantor Buk Seno tapi tak ada Jawaban. Tania membuka pintu itu yang ternyata tidak dikunci. Dan disana dilihatnya Buk Seno Pingsan, Tania kaget luar biasa.
"Buk.....Buk Seno Kenapa "
Tania menguncang badan Buk Seno, Namun tak ada respon. Tania mendekatkan telinganya ke dada buk Seno masih ada detakan jantung. Tania memberanikan diri melihat Tas Buk Seno siapa tahu ada obat disana dan benar saja Tania menemukan obat jantung Buk Seno. Tania berlari mengambil minum dan mengambil obat tersebut dan meminumkan kepada Buk Seno.
Namun Tania tidak bisa membuka mulut Buk Seno, kemudian dia mencoba mengambil Handphone Buk Seno bermaksud untuk menelpon tapi dia tidak tahu bagaimana memakai Handphone dan siapa yang akan di telponnya pun tidak tahu mencarinya.
Akhirnya Tania membopong buk Seno ke punggungnya untuk dilarikan kerumah sakit, sampai ke tepi jalan utama untuk mencari Taksi. Tas Buk Seno di dipeganginya dan Sebelum berangkat Tania sempat mengunci restoran. Tania dengan tertatih membawa Buk Seno dengan badan yang sedikit berisi nampak Tania keberatan.Namin kekuatan menyelamatkan Bosnya itu sangat besar sehingga tubuh itupun berasa ringan.
"ibuk sadar buk ...Sadar buk" Tania berusaha memanggil-manggil Bos nya itu.
Sesampai dijalan utama Tania menstop mobil yang tak tahu siapa. karena Taksi penuh.
"Ada apa Neng?"
"Tolongin saya Pak ibuk saya pingsan tolong antarkan saya kerumah sakit terdekat"
"Baik ..Baik
Sopir yang ternyata mobil online itupun bergegas turun menolong Tania yang sedang membopong Buk Seno, Bapak itu mengantar Tania kerumah sakit, dan dia berlari ke suster Jaga setelah sampai.
"Suster tolongin ada ibuk pingsan dimobil saya "
"Suster berlari mengambil hospital bed dan menuju mobil"
Buk Seno diturunkan dari mobil dan ditidurkan di hospital bed menuju ruang IGD. Bapak itupun ikut mengantar Tania menuju IGD dimana Buk Seno ditangani segera oleh dokter. Tania membayar bapak tersebut tapi dia menolaknya.
" Tidak usah Nak Bapak cuma ingin menolong kamu saja"
"Pak bisa tolong Tania lagi"
"Bisa Bapak Telpon kan anak Buk Seno "
"Ini Handphone nya, soalnya Tania ngak bisa pakai Handphone "
"Baik"
Sementara Burhan sudah tiba direstoran Mamanya tapi terkunci.
"Hmm, Mama pulang dengan Siapa?"
Burhan menelpon Mamanya tapi telponnya sibuk. sekali lagi diulang nya masih sibuk.
"Mama kayaknya sibuk nelpon"
Burhan mematikan panggilannya dan tiba-tiba suara telepon masuk dengan wallpaper bernama Mamaku.
"Hallo"
"Hallo"
Burhan menjawab telpon tersebut tapi yang didengarnya adalah suara Laki-laki. Burhan sedikit kaget.
"Hallo Pak....Hallo"
"Iya ini siapa memakai telpon Mama saya!"
"Pak Burhan ini Tania Pak, Maaf Tania ngak bisa pakai Handphone jadi minta tolong kepada Bapak ini telponkan Bapak"
"Kamu Tania kenapa telpon Mama saya ada sama Kamu?"
"Ceritanya Panjang Pak, Ibu Pingsan tadi diruangan kerjanya, Jadi Tania bawa kerumah sakit"
"Apa Mama saya dirumah sakit"
"Iya Pak pihak rumah sakit butuh Data Ibuk Pak, Tania ngak tahu, Bapak kesini segera"
"Baik Rumah sakit Mana"
"Rumah Sakit Naili Pak'
"Baik-Baik saya kesana"
Burhan segera melajukan mobilnya, jantungnya berdebar kencang ada penyesalan didirinya karena bertengkar dengan Mamanya tadi Pagi. Dia tak ingin kehilangan orang yang disayanginya itu.
Sesampainya dirumah sakit Burhan menuju ruang IGD dan bertanya kepada suster dimana Mamanya. Burhan berlari menuju tempat perawatan Mamanya disana nampak Tania sedang berdiri diluar kamar dan seorang separuh Baya.
Setelah melihat Burhan, Tania berlari kearah Burhan tanpa sadar dia memeluk Burhan, tangannya masih gemetar karena peristiwa todi. Burhan pun kaget dipeluk Tania dan membalas pelukan itu.
" Tania Mamaku baik-baik saja kan"
Tania segera sadar bahwa dirinya berada didada Burhan.
"Maaf Pak....Mas"
"Ibu sedang diperiksa dokter"
"ini Anak ibuk yang didalam itu"
"iya Pak ini Putra Buk Seno"
"Anda beruntung ibu cepat dibawa oleh Tania karena tadi saya ketemu dijalan dia membopong ibu Anda sendiri sedang pingsan "
"Untung saya lewat dan melihatnya, kasihan dia tak ada yang membantu"
Dari penjelasan bapak sopir itu Burhan tahu bagaimana keberanian Tania menyelamatkan Mamanya.
Dokter pun keluar dari ruangan rawat setelah berhasil membuat Buk Seno sadar.
Burhan menemui Dokter yang keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Mama saya dokter?"
"Syukurlah Mama anda segera dibawa kesini Pak Burhan terlambat sedikit saja beliau sudah tidak ada"
"Jadi Buk Seno kita rawat dulu disini Pak Burhan selama lima hari untuk pengecekan jantungnya.Lebih lanjut lagi karena beliau pingsan mendadak"
'Baik Dokter"
Dokter yang sudah mengenal Burhan karena selalu menemani Mamanya kerumah sakit. Burhan pun mengurus surat-surat untuk Mamanya. Pak sopir yang mengantar Tania pun sudah pulang dan Burhan memberi dia uang walau sempat ditolak Namun Burhan bersyukur Mamanya selamat karena ditolong orang tersebut.
Burhan menelpon Santi melalui telpon Mamanya untuk memberitahu kepada ibu Tania, bahwa Tania bersamanya dirumah sakit setelah mengantar Mamanya yang pingsan direstoran karena Jantung, Jadi dia tidak ingin Ibuk Tania juga kwatir karena anaknya belum pulang.