NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberitahukan Ibu Suri Kebenaran nya

Kegelapan yang pekat menyelimuti Paviliun Feng Ling, kediaman agung bagi kaisar dan Ibu Suri. Di saat seluruh penghuni istana terlelap dalam tidur. Keheningan lorong istana itu mendadak pecah dengan suara langkah kaki yang terburu-buru. Dayang Bai Zhi, dengan wajah pucat dan napas yang memburu, merenggut tangan Ling Xie.

"Cepat, Nona! Kita harus menghadap Ibu Suri, sekarang juga!" bisik Bai Zhi dengan nada mendesak.

  Ling Xie tersentak, pergelangan tangan nya terasa akibat tarikan kuat dari dayang Bai Zhi.

 Namun, ia tidak mau memprotes, karena ia tahu bahwa, setiap detik yang mereka buang, sangat berarti bagi penguasa tertinggi Paviliun ini. Mereka bergerak, laksana sebuah bayangan. Yang menyusuri di setiap lorong-lorong panjang Istana. Setiap lorong Istana itu, hanya di terangi oleh temaram lentera dinding yang mulai redup.

 Langkah mereka pun terhenti, tepat di depan pintu besar berukiran emas. Itulah pintu masuk menuju kamar peristirahatan Ibu Suri Zhao He, ketika sedang sakit. Tetapi sebelum ibu Suri Zhao He menyentuh daun pintu, dua sosok tinggi besar yang bergerak maju.

Brakkk!

  Dua pangkal tombak, menghantam lantai dengan suara yang menggema keras di lorong sepi itu. Dua pengawal itu menyilangkan tongkat panjang mereka, tepat di depan dada Ling Xie dan Dayang Bai Zhi. Menciptakan sebuah palang kayu, kokoh yang mengunci mereka.

"Berhenti! Kalian dilarang melintas!" tegur salah satu pengawal dengan suara berat dan dingin mengejutkan.

"Tolong..izinkan kami masuk. Ada hal yang sangat mendesak. yang perlu kami sampaikan kepada Beliau," mohon Dayang Bai Zhi dengan suara bergetar dan takut bercampur marah.

"Perintah tetaplah perintah," sahut pengawal satunya, dengan ekspresi datar.

"Ibu Suri, tidak boleh di ganggu oleh siapapun. Kami di perintahkan oleh permaisuri untuk menjaga Ibu Suri. Kecuali ada perintah langsung dari Permaisuri."

  Bai Zhi mengeratkan genggamannya pada tangan Ling Xie.

"Saya membawa Nona Ling Xie! Beliau adalah tabib Cadar Putih yang telah menolong Ibu Suri. Nyawa Ibu Suri sedang dalam bahaya, dan hanya nona Ling Xie yang tahu penyebab sebenarnya!"

Mendengar nama "Tabib Cadar Putih" kedua pengawal itu saling pandang. Ada keraguan yang melintas di mata mereka. Meraka mulai berbisik, mempertimbangkan resiko diantara perintah perintah Permaisuri atau membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Ibu Suri, dibawah penjagaan mereka.

"bagaimana jika ini penting?" bisik pengawal pertama.

"Jika Ibu Suri dalam bahaya, dan kita menghalangi tabibnya, kepala kita jadi taruhan nya."

Pengawal kedua menatap Ling Xie dengan perasaan curiga, namun pada akhirnya ia perlahan menarik kembali tongkatnya.

"Masuklah. Tapi ingat, jika ini hanya tipu muslihat, kalian tidak akan bisa keluar dari pintu ini, dalam keadaan hidup!"

Langkah kaki Ling Xie dan Dayang Bai Zhi terhenti, terlihat dayang Si Yi dan Kasim Liu Ying keluar dari pintu kamar peristirahatan Ibu Suri. Disana terlihat dayang Si Yi sedang terdiam sejenak sambil menatap mereka berdua. Seorang pria berbaju sutra abu-abu dengan topi Kasim yang tinggi, sedang berdiri menatap tajam mereka berdua. Dengan wajah dinginnya pria itu berkata dengan sangat tegas.

"Ibu Suri sedang tidak ingin di ganggu. pulanglah..besok kalian kembali lagi." ucap Kasim Liu dengan suara cempreng, namun menusuk.

 Kasim Liu berdiri tegak memainkan jemarinya yang lentik dengan lengan bajunya.

"tapi Kasim Liu..Kondisi Ibu Suri nanti kembali lemah!Saya membawa Tabib Cadar Putih putih, untuk mengontrol kembali kesehatan Beliau." ujar Dayang Bai Zhi dengan memohon.

"Tabib?" Kasim Liu memotong pembicaraan Dayang Bai Zhi, pandangan matanya tertuju pada Ling Xie dan Dayang Bai Zhi yang baru datang.

  Tatapan tajamnya meneliti Cadar Putih Ling Xie dengan perasaan curiga. "Dayang Bai Zhi! Istana memiliki puluhan Tabib sakti, mengapa kau bawa wanita asing ini?"

"Kasim Liu...Ini adalah Nona Ling Xie. Si tabib Cadar Putih, yang kemarin baru saja menyelamatkan nyawa Ibu Suri. Anda, tidak berada di samping Ibu Suri, maka nya Anda tidak mengetahuinya." ucap Dayang Si Yi menjelaskan pada Kasim Liu.

Dayang Si Yi menyuruh mereka tunggu sebentar, di teras Paviliun.

"Baiklah, Nona Ling Xie. kalian tunggu sebentar, saya akan masuk, memberitahukan Ibu Suri." perintah Dayang Senior Si Yi.

Dayang Senior Si Yi masuk ke dalam.

"Yang Yang Mulia, Ibu Suri. Hamba mohon ampun, jika ini mengganggu istirahat, Yang Mulia." ucap Dayang senior Si Yi.

"Ya, ada apa Si Yi. Kau membangunkan ku, yang sedang beristirahat." sahut Ibu Suri Zhao He sambil duduk setengah rebahan.

"Ampun, Yang Mulia. Hamba ingin, menyampaikan bahwa di depan pintu kamar, ada Dayang Bai Zhi yang datang bersama Tabib Cadar Putih, Nona Ling Xie. Seperti nya ada hal penting, yang ingin di sampaikan oleh mereka." ucap Dayang senior Si Yi dengan jujur, sambil menunduk.

"Baiklah, bawa mereka masuk." perintah Ibu Suri.

"Baiklah. Hamba Izin, memanggil mereka." sahut Dayang senior Si Yi kembali.

Dayang Si Yi berjalan ke depan pintu, dan mulai membuka pintu itu.

"Yang Terhormat Nona Ling Xie Tabib Cadar Putih, Ibu Suri mempersilakan kalian masuk." ujar Dayang senior Si Yi.

Mereka pun masuk ke dalam. Lalu mereka berdua membungkukkan badannya, menaruh tangan ke dada, lalu mengucapkan salam hormat pada Ibu suri.

"Hormat kami, pada Yang Mulia Ibu Suri Zhao He." ucap keduanya.

"Ada apa, Nona Ling Xie? Ada hal apa, yang membuatmu, terdesak ingin bertemu ku? Tidak bisakah besok saja?" kata Ibu Suri Zhao He sambil merapikan baju hanfu nya.

"Ampun Yang Mulia, ini sangat penting sekali. Tidak bisa menunggu besok hari." sahut Ling Xie sambil menunduk.

"Ada hal apa? Sepenting apa, urusanmu ini?" tanya Ibu Suri Zhao He sambil menatap mereka.

"Maaf, Yang Mulia. Tadi..saya sedang berjalan-jalan di sekitar Istana, tidak sengaja mendengar percakapan Putri Li Mei Feng, Dayang Cui Er, Permaisuri Yan Shi dan Dayang Su Yan. Mereka membicarakan kemampuan hamba, yang dapat menyembuhkan penyakit, Yang Mulia. Hamba dengar, kalau Putri Li Mei Feng Yang telah mencampurkan racun itu, kedalam sup hangat yang di suguhkan, untuk Yang Mulia." jelas Ling Xie dengan jujur.

"Apa? Beraninya mereka bersekongkol ingin membunuhku! Mereka tega, meracuni ku! Sejak awal, aku tidak yakin bahwa Li Mei Feng adalah putri asli Jin Feng." ucap Ibu Suri Zhao He yang terkejut mendengar perkataan Ling Xie.

"Rencana nya, besok pagi mereka akan menemui pelayan dapur, untuk menaruh botol racun itu, yang di selipkan di baju pelayan dapur. Agar terlihat seperti pelayan dapur pelakunya." jelas Ling Xie kembali.

"Apa! Apa alasan mereka berbuat seperti itu?" tanya Ibu Suri Zhao He, namun rasa sesak di dadanya. Membuat Ibu Suri Zhao He lemas, dan hampir terjatuh, untung saja Ling Xie segera meraih nya, hingga Ling Xie menopang tubuh Ibu Suri Zhao He.

"Yang mulia! Yang Mulia tidak apa-apa?" tanya keduanya dengan panik.

Ling Xie membantu Ibu Suri untuk kembali beristirahat di tempat tidur. Ling Xie kembali memeriksa denyut nadi Ibu Suri. Meningkatnya denyut nadi, itulah membuat jantung Ibu Suri terasa nyeri. Selain itu, faktor usia yang sudah mulai menua, yang membuat respon dari jantung kembali bereaksi. Ling Xie menyuruh Dayang Bai Zhi untuk mengambilkan secangkir air.

"Bai Zhi, tolong ambilkan secangkir air."

"Baiklah, Nona Ling Xie."

Bai Zhi menyerahkan secangkir air pada Ling Xie, dan Ling Xie membantu Ibu Suri untuk meminum air itu.

"Yang Mulia minumlah, air ini dahulu."

Setelah itu, Ling Xie membantu Ibu Suri untuk mengatur napas perlahan-lahan, dengan niat menghilangkan kepanikan dan keterkejutan nya.

"Terimakasih atas kebaikanmu, Nona Ling Xie. Lagi-lagi, kau sudah menyelamatkan ku!" ucap Ibu Suri Zhao He.

Tiba-tiba saja, sistem Perangkat kembali muncul.

[STATUS SISTEM]

Misi Hampir Sempurna.

Selamat kepada Nona Ling Xie, Ibu Suri Zhao He sudah mengetahui kebenaran nya, dan mulai percaya pada anda. Silahkan Anda Lanjutkan Misi Nya kembali.

Sistem Perangkat pun kembali menghilang.

"Segitu saja informasi mu! Huh! Dasar Sistem Aneh!" ketus Ling Xie pada Sistem Perangkat itu.

Setiap kedatangan Sistem, semua waktu di dunia itu terhenti sejenak.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!