Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
"Cerita sama Om, kenapa Adek tiba-tiba mau pulang? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Roland sangat terkejut dengan keputusan Alundra yang tiba-tiba saja ingin kembali ke luar negeri. Padahal sebelumnya Alundra terlihat sangat bahagia. Entah apa yang membuat Alundra berubah.
Roland yakin, pasti ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuannya. Namun, saat ia bertanya pada Alundra, wanita cantik itu tetap bungkam, enggan mengatakan apa pun pada Roland.
"Nggak apa-apa, Om. Adek cuma rindu Mommy, Daddy dan Abang."
Tentu saja Alundra tidak akan pernah mengatakan apa pun pada Roland. Entah apa yang akan terjadi seandainya Roland tahu. Alundra takut Roland akan memarahi Alora dan nantinya akan menciptakan perselisihan diantara mereka.
Roland menatap Alundra yang saat ini berdiri tepat di hadapannya. Sejak tadi Alundra tidak berani menatapnya. Ia semakin yakin ada yang Alundra sembunyikan darinya.
Apa yang sebenarnya Alundra sembunyikan? Bagaimana kalau Gefanda tahu cucunya ingin kembali ke luar negeri? Gumam Roland dalam hati.
Alundra adalah cucu dari kakak kandungnya sendiri, Gefanda Aldero. Seharusnya Alundra memanggil Roland dengan sebutan opa juga, hanya saja Roland yang menolak tua tidak mengijinkan cucu kesayangan Gefanda itu untuk memanggilnya opa. Alhasil Alundra memanggil Roland dengan sebutan om opa.
"Apa opa tahu, Adek mau kembali ke luar negeri?" Tanya Roland.
Setahunya, Gefanda lah orang yang paling tidak mengijinkan cucunya itu ikut orang tuanya tinggal di luar negeri. Andai saja jarak rumah Gefanda dengan kampus Alundra dekat, Gefanda juga tidak akan mengijinkan Alundra tinggal bersama Roland.
Gefanda terpaksa mengijinkan Alundra tinggal bersama Roland hanya karena kasihan pada Alundra, supaya cucunya itu tidak terlalu capek bolak balik saat pergi ke kampus.
Alundra menganggukkan kepala. Ya, Gefanda tahu. Dan benar dugaan Roland, pria paruh baya itu sangat terkejut bahkan awalnya Gefanda juga tidak mengijinkan cucunya itu untuk pergi.
Namun, setelah Alundra mengatakan alasannya pada Gefanda, sang opa pun dengan terpaksa akhirnya merelakan Alundra pergi.
Sebenarnya, Alundra enggan mengatakan yang sebenarnya pada Gefanda. Hanya saja, opanya itu mengancam tidak akan pernah mengijinkan Alundra pergi, jika tidak mengatakan alasan yang masuk akal padanya. Sampai akhirnya Alundra pun terpaksa menceritakan semuanya pada Gefanda.
Roland hanya bisa menghembuskan napasnya, berat, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mencegah kepergian Alundra. Apalagi, Gefanda pun sudah memberi Alundra izin, Roland tidak memiliki kuasa untuk tetap menahan Alundra.
"Baiklah, kalau begitu, biar om yang akan antar Adek ke Bandara."
Alundra menggelengkan kepalanya. Jika Roland yang mengantarkannya, Alundra akan semakin berat meninggalkan Indonesia.
Alundra sangat menyayangi Roland, Roland selalu memanjakannya sama seperti Daddynya. Roland juga tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya. Dia menyayangi Alundra sama seperti menyayangi Alora dan Allano.
"Adek pergi sama Allan aja, Om," ucap Alundra penuh permohonan.
Roland tampak kecewa, padahal ia ingin sekali mengantarkan Alundra. Tapi sepertinya Alundra tidak nyaman jika ia tetap memaksa. Karena itu Roland memilih untuk mengalah dan membiarkan putranya yang mengantar Alundra.
Alora tampak menangis saat Alundra berpamitan. Begitu juga Alya, istri Roland itu ikut menitikkan air matanya. Walau bagaimanapun juga Alundra sudah lama tinggal bersama mereka, kepergiannya sudah pasti menyisakan duka.
Alundra bukan hanya melarang Roland mengantarnya, tapi juga tidak membiarkan Alora dan Alya mengantarnya ke Bandara. Alasannya sama, Alundra tidak ingin kepergiannya terasa berat yang akhirnya menggoyahkan tekadnya.
"Lun, kamu yakin mau pergi?" Untuk ke sekian kalinya, Allano kembali memastikan, ia berharap Alundra membatalkan keputusannya.
"Kamu yang paling tahu seberapa yakin keputusanku, Lan. Jadi, jangan pernah bertanya lagi. Atau kamu ingin selamanya aku menjadi badut?"
Allano menggelengkan kepalanya, lalu menghembuskan napasnya berat. Kali ini Allano benar-benar pasrah dengan keputusan Alundra.
Keduanya mulai masuk ke dalam mobil, lalu melesat meninggalkan kediaman Roland Aldero.
Tanpa Alundra dan Allano sadari, seseorang mendengar percakapan mereka sebelum pergi.
"Sepertinya Allano tahu alasan di balik kepergian Alundra sebenarnya."
...----------------...
Sementara itu, Qireia baru saja menceritakan pada kekasihnya, tentang perjodohannya dengan Sabiru. Kekasih Qireia yang bernama Leon itu, tampak terkejut, apalagi saat mengetahui pria yang dijodohkan dengan Qireia adalah Sabiru Arzen Ardeo.
Siapa yang tidak tahu Sabiru Arzen Ardeo, pemimpin tertinggi klan mafia Pegasus, sekaligus pewaris tahta keluarga Bramasta. Namun, bukan itu yang membuat Leon terkejut. Tapi, karena ia harus kembali berurusan dengan Sabiru.
"Kenapa harus Sabiru?"
Leon menggeram kesal sambil mengepalkan tangannya. Rahangnya tiba-tiba mengeras hanya karena mendengar nama Sabiru.
"Kamu kenal Sabiru?" Tanya Qireia.
Wanita itu tampak terkejut, dilihat dari reaksi Leon, sepertinya pria itu mengenal Sabiru. Bukan hanya sekedar tahu, tapi benar-benar hafal siapa Sabiru.
Bagaimana aku bisa lupa dengan pria yang sudah membunuh Jennie, gumam Leon dalam hati.
Darah Leon kembali mendidih tatkala kembali teringat dengan peristiwa mengenaskan yang terjadi beberapa tahun silam.
Sabiru sudah menghancurkan hatinya sekali, ia tidak akan membiarkan pria itu kembali merampas kebahagiaannya.
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kali ini aku tidak akan mengalah, Qireia milikku, batin Leon.
"Leon, kenapa kamu bengong? Kamu kenal Sabiru?"
"Ng-nggak," jawab Leon gelagapan. Bukan Leon ingin menyembunyikannya dari Qireia, hanya saja belum saatnya Qireia mengetahui masa lalunya. Jika sudah siap, Leon sendiri yang akan menceritakan semuanya pada kekasihnya itu.
"Kamu yakin?"
Qireia tampak memicingkan matanya, mendengar jawaban dari Leon itu, membuat Qireia semakin curiga pada kekasihnya itu.
"Yakin, Sayang."
Leon membawa Qireia ke dalam dekapannya. Ia berusaha mengalihkan perhatian Qireia supaya tidak mencurigainya.
"Aku punya cara untuk menggagalkan perjodohan kamu dan Sabiru," ucap Leon. Pria itu tampak menyeringai, membayangkan bagaimana hancurnya Sabiru.
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄