NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:341k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Surat Keramat

​​"Apa ini? Surat cinta?"

​Dominic melirik amplop putih polos yang baru saja mendarat mulus di atas meja kerjanya. Dia bahkan tidak repot-repot mengangkat kepala dari layar tablet yang sedang menampilkan grafik saham merah menyala.

​"Buka saja, Pak. Isinya lebih romantis daripada puisi," jawab Harper datar. Dia berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan dada, persis seperti patung penjaga gerbang neraka. Tidak ada senyum, tidak ada kerutan di dahi. Wajahnya kosong.

​Dominic mendengus. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang meremehkan. Dia akhirnya meletakkan tabletnya dan memutar kursi menghadap Harper.

​"Biar kutebak," kata Dominic, jari-jarinya mengetuk-ngetuk permukaan amplop itu tanpa membukanya. "Kau minta naik gaji? Atau kau minta cuti seminggu untuk... apa? Mengunjungi nenekmu yang sakit? Alasan klasik."

​"Nenek saya sudah meninggal sepuluh tahun lalu, Pak. Dan kalaupun beliau masih hidup, beliau pasti menyuruh saya lari dari gedung ini secepatnya," sahut Harper cepat.

​"Oh, jadi minta bonus?" Dominic tertawa kecil, suara yang terdengar menyebalkan di telinga Harper. "Kau pikir menyiram bonsaiku dengan kopi panas tadi pagi pantas diganjar bonus? Seharusnya aku memotong gajimu lima puluh persen untuk biaya rehabilitasi mental pohon itu."

​Harper tidak bergeming. "Bukan bonus."

​"Lalu apa? Kau hamil?" Dominic menatap perut rata Harper dengan tatapan menilai. "Kalau kau hamil, jangan harap cuti melahirkan enam bulan. Tiga hari cukup. Bayi tidak butuh ibunya dua puluh empat jam."

​Napas Harper tercekat. Rasa ingin melempar staples ke jidat bosnya ini semakin besar. "Pak, tolong berhenti menebak hal-hal bodoh dan baca saja kertas di dalamnya."

​Dominic memutar bola matanya. Dengan gerakan lambat yang disengaja untuk menguji kesabaran Harper, dia merobek ujung amplop itu. Suara kertas robek terdengar sangat nyaring di ruangan yang hening itu.

​"Kau tahu, Harper," ucap Dominic sambil menarik keluar selembar kertas HVS yang terlipat rapi. "Banyak wanita di luar sana yang rela membunuh demi bisa meletakkan surat di mejaku. Biasanya isinya nomor telepon atau kunci kamar hotel. Tapi kau... kau pasti minta tanda tangan persetujuan anggaran alat tulis kantor, kan? Membosankan."

​Dominic membuka lipatan kertas itu dengan satu tangan, sementara tangan lainnya meraih gelas air mineral. Dia mendekatkan gelas ke bibir, siap menelan cairan dingin untuk membasuh tenggorokannya yang kering setelah seharian memaki direksi.

​Matanya menyapu baris pertama tulisan di kertas itu.

​SURAT PENGUNDURAN DIRI

​Puh!

​Dominic menyemburkan air yang belum sempat dia telan. Bukan ke lantai, tapi ke kertas di tangannya.

​"Uhuk! Uhuk!" Dia terbatuk hebat, wajahnya memerah. Air menetes dari dagunya, membasahi kemeja mahal buatan Italia.

​Harper dengan sigap menyodorkan tisu dari kotak di meja, tapi dia tidak bergerak untuk menepuk punggung bosnya. Dia membiarkan Dominic tersedak karma.

​"Apa-apaan ini?!" seru Dominic setelah batuknya reda. Dia mengibaskan kertas yang kini basah dan keriting itu. Tinta hitam di sana sedikit luntur, tapi tulisan besar di tengahnya masih terbaca jelas.

​"Seperti yang tertulis di situ, Pak. Saya resign. Berhenti. Keluar. Angkat kaki. Ciao," jelas Harper tenang.

​"Kau... kau bercanda, kan?" Dominic menatap Harper horor. Tawa sinisnya lenyap tak berbekas. "Ini prank untuk ulang tahun perusahaan? Di mana kameranya? Halo?" Dia menoleh ke sudut-sudut ruangan, mencari kamera tersembunyi.

​"Tidak ada kamera, Pak. Ini realita. Saya capek. Saya lelah mengurus jadwal Bapak, mengurus makan Bapak, mengurus dasi Bapak, bahkan mengurus tanaman Bapak yang manja itu. Saya mau hidup tenang."

​Dominic berdiri mendadak, kursinya terdorong ke belakang hingga menabrak dinding kaca. Wajahnya menggelap. Aura membunuh mulai menguar dari tubuhnya.

​"Kau tidak bisa berhenti," desisnya.

​"Saya bisa. Undang-undang ketenagakerjaan Pasal..."

​"Persetan dengan undang-undang!" potong Dominic kasar. Dia meremas kertas basah itu menjadi bola kecil dan melemparnya ke arah tong sampah—namun meleset. "Kau pikir bekerja di sini itu seperti main petak umpet? Bisa masuk dan keluar semaumu? Kau milik Vance Corp, Harper! Kau aset!"

​"Saya manusia, Pak. Bukan saham."

​Dominic berjalan memutari meja, mendekati Harper seperti predator mengincar mangsa. Langkahnya berat dan mengintimidasi. Harper menahan diri untuk tidak mundur. Dia harus kuat. Dia sudah latihan mental semalaman.

​Dominic berhenti tepat di depan wajah Harper. Aroma parfum maskulin bercampur mint dari napasnya menerpa wajah Harper. Matanya menatap tajam, mencari keraguan di mata cokelat sekretarisnya itu.

​"Kau lelah? Semua orang lelah! Aku juga lelah mengurus orang-orang bodoh di gedung ini!" bentak Dominic. "Tapi kau... kau berbeda. Kau tidak boleh lelah. Kau dibayar untuk tidak lelah."

​"Uang bukan segalanya," balas Harper pelan.

​Dominic tertawa lagi. Kali ini tawanya kering dan dingin, membuat bulu kuduk meremang.

​"Uang bukan segalanya? Kalimat klise macam apa itu? Itu kalimat orang miskin yang putus asa."

​Dominic mencengkeram lengan Harper. Tidak sakit, tapi cukup kuat untuk menahan wanita itu pergi. Dia menunduk, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan.

​"Dengar baik-baik, Nona Sloane," bisik Dominic, suaranya rendah dan penuh ancaman. "Gajimu di sini tiga kali lipat dari standar pasar. Bonusmu bisa untuk membeli mobil baru tiap semester. Kau tinggal di apartemen mewah di pusat kota, kau pakai baju desainer, kau makan makanan organik mahal."

​Dominic melepaskan cengkeramannya dan mundur selangkah, menatap Harper dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan.

​"Kau pikir kau bisa hidup tanpaku? Kau pikir siapa yang akan membayar cicilan apartemenmu itu kalau bukan gaji dariku?"

​Harper mengepalkan tangannya di samping tubuh. Kukunya menancap ke telapak tangan. Dia tahu Dominic akan memainkan kartu ini. Kartu uang.

​"Di luar sana, kau cuma sekretaris biasa. Di sini, kau ratu. Keluar dari pintu itu, dan kau akan sadar betapa mahalnya harga oksigen yang kau hirup," lanjut Dominic kejam. Matanya menyipit tajam, menunggu Harper menangis atau memohon.

​Namun Harper mengangkat dagunya.

1
David Daniel
edaaannnn...boss gendeng...🤣🤣🤣🤣
mety
udah kasih aja racun 🤣🤣🤣
Meliana Siregar
Oke banget, semangat buat authornya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah Happy Ending...👍👍👍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah End meskipun bikin adrenalin karna bikin sedikit menguras emosi tapi seru.👍👍👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Do Harper kalian sudah resmi jadi Suami Istri.👏👏👏

Lho Ryland sudah bebas Kah, kok ada hadir di pernikahan Do Harper... perasaan masih baru di penjarakan dan di kirain cuma keluarga CaldWell doang yang hadirnya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Ya ampuuuunnn Dom, mulai lagi alasan konyolMu, padahal sudah lama ga denger tuh Dasi miring... untung Pawangnya datang kalau ngga bisa ngompol di tempat tuh perias, Bagas dan Alvin.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sekarang tanpa ragu dan malu lagi lansung ngaki BUCIN juga ya Dom... Terbaik pokoknya mah.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh Dom jangan sampai musuh Mu merusak hari bahagia Mu tar..
apa lagi Ryland CaldWell sudah kamu penjarakan dan bisnisnya kamu bantai jangan sampai mereka masih dendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lagi mode akur.🤭

Thor kalau ada percakapan tertawa itu coba cantumkan juga gimana bunyi tertawanya biar lebih dapet adegannya.
karna setiap ekspresi, bunyi adegan, benda atau apapun yang terlihat sepele tapi justru itu membuat cerita juga lebih hidup.🙏🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semenit tanpa ada keributan kayaknya ada yang kurang di antara hubungan Dom Harper karna sama² keras kepala dan punya ego tinggi jadi kalau ga ada yang sadar salah satu bakal cepat ambyar tuh hubungan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ampuuunn deh si Dom ini.🤭🤭🤭

O ya kok nama Desainernya mirip dengan nama dokter hewan teman kencannya Harper.🤣🤣✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kalau gini Dom sudah benar Harper biar baagaimana pun Dia seorang pengusaha besar dan mempunyai banyak kolega bisnis yang ga kaleng² jadi selagi di batas wajar Kamu harus bisa menerimanya Harper.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
MANTAP Harper, ga perlu hambur²kan Banyak uang ratusan miliyar hanya buat untuk dapat pujian dari para penjilat dan menguntungkan orang² licik.👍👍👍

Dom ga semua kekayaanMu mampu membungkam para klienMu tapi cukup percayakan pada Harper karna Dia cukup tau jadi turunkan Ego mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makin Makin si Dom ini, bisa kacau itu Perusahaan Dom kalau urusan Kantor keganggu terus akibat CEOnya gangguin mulu kerja COOnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Kacau Kacau semua akibat ulah Dom yang Bicinnya ga ketulungan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hahahaaa... Dom, Kamu Lucu sekali kayak Bocil kehilangan Ibunya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harper T O P pokoknya.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Romantisnyaaaa... Manis banget sih Dom.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Dom lamaranMu di terima Harper.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cara melamar Dom lain dari yang lain... tapi yang penting bukan di lihat dari niat gantl.👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!