NovelToon NovelToon
THE SECRETARY SCANDAL

THE SECRETARY SCANDAL

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Obsesi / Kehidupan di Kantor / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: NonaLebah

My bad story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaLebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

"Sial! Hal begini juga harus gue yang ngerjain?!" bentak Renzi lagi, matanya menyala-nyala. Dia biasanya selalu bisa menjaga sikap dingin dan terkendali, terutama di depan wanita. Tapi hari ini, batas kesabarannya sudah terlampaui. "Terus fungsinya lo apa?!"

"Dan lo, Fano!" Renzi berputar, menujukan kemarahannya pada asistennya yang sedang berlutut. "Mana hasil pencarian lo?! Ini udah 3 minggu Karmel hilang! Hilang tanpa jejak, seperti hantu!"

Fano langsung berdiri, wajahnya pucat. "Maaf, Pak. Saya sudah menyebar banyak intel, memakai semua jalur yang kita punya. Tapi... Mbak Karmel benar-benar hilang tanpa jejak. Seperti... seperti dia punya rencana untuk menghilang sejak lama."

Penjelasan itu justru seperti minyak yang disiram ke bara. "Sial! Kalian berdua nggak guna!" raung Renzi, rasa frustasinya memuncak. "Pergi! Keluar dari sini!"

Tanpa perlu diperintah dua kali, Fano segera menarik lengan Pita yang masih terpaku dan membawanya keluar dari ruangan yang penuh tekanan itu. Begitu pintu tertutup, di koridor yang sepi, Pita akhirnya tak bisa menahan diri lagi. Dia terisak pelan, air matanya menetes membasahi pipinya yang masih muda.

"Sabar, Pit," bisik Fano, mencoba menenangkan.

"Dulu... dulu kata Mbak Karmel, Pak Renzi orangnya lembut sama perempuan," ucap Pita di sela isakannya, suaranya lirih dan penuh kekecewaan. "Hiks... Tapi nyatanya..." Kalimatnya terputus oleh tangis.

Fano menghela napas, mengangguk pelan. "Bener kok kata Mbak Karmel. Biasanya, Pak Renzi emang selalu lembut sama perempuan. Sangat." Ia menekankan kata terakhir. "Cuma... semenjak Mbak Karmel ilang, si bos jadi uring-uringan. Bukan cuma ke kita, tapi ke semua orang."

"Karmel..." ucapnya, suaranya rendah penuh emosi yang tertahan.

Karmel refleks menoleh. Begitu melihat Renzi, tubuhnya seketika kaku. Matanya yang cantik membelalak sesaat sebelum akhirnya menyempit, penuh dengan kejutan dan rasa waspada yang dalam.

"Sayang... Aku cari kamu kemana-mana," ujar Renzi mendekat, mencoba meraih tangannya.

"Jangan mendekat, Pak Renzi!" sergah Karmel, langkahnya mundur sedikit. Suaranya tegas, memotong harapan Renzi.

"Kamu nggak bisa ninggalin aku gitu aja, Mel. Kalau aku ada salah, kasih tau aku, oke..." Wajah Renzi berusaha terlihat memelas, sebuah ekspresi yang jarang ia tunjukkan.

"Kesalahan kamu?" tanya Karmel dengan nada sinis. "Bukan kesalahan kamu. Tapi ini kesalahan aku!" Dia berbalik dan berjalan cepat meninggalkannya.

Renzi buru-buru mengejar, mengikutinya ke sudut ruangan yang lebih sepi, jauh dari keramaian.

"Kamu salah apa, sayang? Kamu nggak bikin salah apapun kok ke aku," bujuk Renzi, suaranya masih berusaha lembut.

"Kamu cuma salah paham, sayang," Renzi berusaha membelokkan fakta, senyum tipisnya mencoba menenangkan.

"Iya, aku memang salah paham!" sambut Karmel dengan sinisme yang sama. "Aku udah salah paham dengan semua sikap kamu. Kamu perlakuin aku sama kayak seluruh simpanan kamu?! Udah berapa banyak cewek yang kamu tidurin?!"

"Mel..." Renzi mencoba menyela, tangannya terulur.

"Jangan sentuh aku!" seru Karmel, suaranya lantang hingga beberapa orang di kejauhan menoleh. "Jangan pakai tangan kamu yang biasa kamu pakai buat sentuh ratusan cewek lain buat sentuh aku lagi!"

Mendengar penolakan yang begitu keras dan terang-terangan, topeng Renzi akhirnya terlepas. Senyum sinis merekah di bibirnya. Suaranya yang tadi memelas, berubah menjadi dingin dan menusuk.

"Karmel... Karmel..." ujarnya, menggeleng-geleng. "Kamu berharap apa, sayang? Jadi permaisuri di keluarga Jayawardhana?" Tatapannya mengejek. "Aku udah kasih segala kemewahan buat kamu. Harusnya itu sebanding dengan servis yang kamu kasih."

Setiap kata seperti sabetan cambuk. Karmel menatapnya, rasa kecewa dan sakit hatinya tercampur dengan kemarahan yang membara. Tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk diinjak-injak lagi.

"Kalau begitu, anda tidak perlu mencari saya lagi, Pak Renzi," balasnya, suaranya tiba-tiba sangat formal dan dingin. "Karena saya sudah tidak menjual servis apapun lagi pada anda!"

"Nggak semudah itu lepas dari aku, Mel!" sergahnya, suaranya berbisik namun penuh ancaman.

"Lepas!" sentak Karmel, berusaha melepaskan diri.

1
leahlaurance
nah kan,air yang tenang jangan sangka tiada buaya.
leahlaurance
ya bab berulang
leahlaurance
cerita menarik
leahlaurance
jangan berharap dulu.
wina
lebih seru ..si cewek bunuh diri demi mempertahankan harga dirinya
its anna
pret
its anna
hadeh mel
leahlaurance: hum........,.......
total 1 replies
its anna
oon mak nya Karmel
its anna
penulisan dan gaya bahasanya rapih betul
Lia Amelia
hadeh .. mosok wes end,🤦
putrie_07
ah ngk mau aq kok tamatttttt g mauuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭😭
lanjut Thor plissssss🙏🙏🙏
Anonim
Halah renzot sama Karmel cerdas dari Hongkong, pretlah, mereka berdua ini menurutku couple terPRET. Dah bener tamatin aja Kak, create tokoh baru aja, baru kali ini sebel sama tokoh fiksi 🤣
dian
kok end????
sukensri hardiati
ibu anak sama aja
sukensri hardiati
ibunya karmel gampang disogok...
Rina Zulkifli
gantung?
Anonim: Nih aku kasih konsep, Mora versi dewasa aja gimana? jodohin sama anaknya bita Rama 🤣
total 8 replies
IndahMulya
lanjut thor..
IndahMulya
wahh kerenn.. emg aku udah curiga si bima itu jahat
Rina Zulkifli
makin seru
astr.id_est 🌻
so sad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!