NovelToon NovelToon
Ruby Yang Berduri

Ruby Yang Berduri

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Karena Taruhan / Putri asli/palsu / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Hidup dalam keluarga yang tidak bahagia. Ayahnya, ibunya, serta kakak laki-lakinya lebih perhatian dan melimpahkan kasih sayang pada putri tiri mereka, Rachel Carnida.

Ruby merasa tidak dicintai dan tidak dihargai oleh keluarganya sendiri. Dia berusaha untuk membuktikan dirinya dan mendapatkan perhatian keluarga, tetapi setiap upaya yang ia lakukan selalu gagal.

Ruby tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari, Ruby dibawa paksa oleh Cakra ke sebuah club dan diserahkan pada teman-temannya sebagai bentuk kakalahan Cakra dari taruhan. Ruby terkejut, perbuatan Cakra semakin menambah deretan luka yang selama ini sudah ia dapatkan.

Ruby pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi berusaha untuk mendapatkan cinta dari keluarganya. Tujuannya kini hanya satu; membalas dendam terhadap mereka yang selama ini telah menyakiti hatinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYB. 5 Ruby Harus Pulang.

Pagi hari, kala matahari belum sepenuhnya mampu menerangi bumi, Ruby tersadar. Ia membuka mata dan mendapati dirinya sudah dirawat di rumah sakit. Pandangannya juga jatuh pada Airis yang terlelap di sebuah kursi.

Ruby terharu—masih ada Airis, sahabatnya yang sangat peduli padanya.

"Airis..." panggil Ruby pelan.

Mendengar suara, Airis mengerjap, ia membuka mata saat melihat sahabatnya sudah siuman, membenarkan posisi duduk dan langsung meraih tangan Ruby.

"Ruby! Kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?" tanya Airis penuh kekhwatiran. Ia bahkan berdiri untuk lebih mendekat pada Ruby.

Ruby tersenyum. "Aku baik-baik saja, Airis. Terima kasih sudah membantuku."

Airis mengangguk. Ia terlihat lega melihat kondisi Ruby pagi ini, wajah Ruby sudah tak lagi sepucat saat datang ke kostnya.

"Siapa yang melakukannya, Ruby? Apa yang keluarga Sanders lakukan kali ini padamu?" Airis bertanya dengan nada geram. Ia sungguh ingin sekali memberi pelajaran pada keluarga racun itu.

Ruby menceritakan semuanya pada Airis. Ia tak menutupi apapun. Bagaimana Cakra-kakaknya begitu tega menyerahkan dirinya sebagai pembayar kekalahan di sebuah club. Dan Ruby yang sengaja mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar bisa terlepas dari niat buruk Emer.

Hingga rencana Roger Sanders yang akan menjodohkan putrinya-Ruby dengan Tuan Herison-pria tua yang kaya raya.

"Gila! Keluargamu semuanya sudah tidak waras! Mereka tidak memiliki otak!!" Airis tidak tahan untuk tidak mencaci maki keluarga Sanders. Mereka begitu kejam dengan Ruby.

"Aku...aku pergi dari rumah..."

Airis mengangguk, ia langsung memeluk Ruby yang menangis. "Keputusanmu sudah benar. Tidak ada gunanya hidup dengan orang-orang beracun seperti keluargamu itu! Tidak bisa menghargai dan tak memiliki hati! Kau pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik."

Dalam tangisnya, Ruby tersenyum teduh. Ia merasa lebih baik saat mendapatkan dukungan dari Airis.

"Aku akan selalu mendukungmu, Ruby. Kau tidak sendirian." Airis kian erat memeluk tubuh Ruby.

Dua sahabat itu berpelukan. Saling menguatkan.

Sedari dulu, Airis sudah sering meminta Ruby untuk keluar dari rumah yang tempatnya saja bak istana, tapi tak pernah memberikan rasa bahagia pada sahabatnya.

Hanya ada perbuatan semena-mena untuk Ruby, perintah yang sesuka hati, dan akan mencaci di saat Ruby tak berdaya dengan sakitnya.

"Aku pasti menyulitkanmu dengan biaya rumah sakit." Ruby menatap Airis yang sudah duduk di sisi ranjangnya. "Aku akan mencari pekerjaan secepatnya, Airis. Aku akan menggantinya."

"Kau tidak menganggapku sahabat?" tanya Airis tajam. Ia tidak suka mendengar perkataan Ruby. "Aku tidak pernah menghitung semuanya. Selagi aku ada, aku pasti akan membantumu."

Ruby tersentuh. Airis sungguh baik padanya. Sahabatnya itu merupakan gadis rantau, Airis kuliah di kota ini sembari bekerja. Ia wanita yang begitu mandiri.

"Bisakah kau membantuku mencari pekerjaan?" tanya Ruby pada Airis. "Aku akan berusaha dengan baik," ucap Ruby lagi dengan penuh tekad. Ia ingin merubah hidupnya. Ruby akan berusaha menjaga dirinya, menjaga kesehatannya agar imun tubuhnya yang lemah tidak menghambat dirinya saat bekerja.

Airis tersenyum, ia menggenggam tangan Ruby. "Aku pasti akan membantumu mencari pekerjaan yang sesuai denganmu. Kau tenang saja." Airis suka melihat tekad dan semangat yang Ruby perlihatkan. Ia adalah orang yang akan selalu memberikan dukungan pada Ruby.

Dan untuk sementara waktu, sebelum Ruby memulai kehidupan barunya, Airis meminta sahabatnya itu untuk tinggal bersamanya. Jangan pernah kembali lagi ke keluarga Sanders.

Namun, tekad besar Ruby itu sepertinya akan menghadapi tantangan juga kesulitan. Karena saat ini, di kediaman keluarga Sanders. Ketika semuanya berkumpul untuk melakukan sarapan, Roger Sanders sudah mencari keberadaan putrinya yang penyakitan itu.

"Di mana Ruby? Dia belum pulang juga?" Roger membuka suara.

"Dia tidak terlihat dari pagi, Dad. Dia juga tidak membersihkan kamarku," jawab Rachel santai. Biasanya setiap pagi ia akan melihat Ruby sudah sibuk dengan rutinitasnya—membersihkan rumah, termasuk isi dalam kamarnya.

Roger menatap istrinya, membuat Shinta lekas meminta salah satu pelayan untuk memeriksa kamar Ruby.

"Nona Ruby tidak ada di kamarnya, Nyonya," lapor pelayan itu pada Shinta dan mereka semua yang berada di meja makan bisa mendengarnya.

"Mungkin dia ketagihan menjual dirinya di club," ucap Rachel dengan tertawa. "Atau jangan-jangan dia mati karena kelelahan melayani teman Kakak." Meski kesal mengingat Cakra yang menyerahkan Ruby pada Emer, tapi Rachel tetap terkekeh geli saat membayangkan Ruby yang penyakitan dan tidak bisa apa-apa itu digauli.

Cakra juga ikut tertawa mendengar ucapan Rachel. Adiknya-Ruby itu hanya menang paras karena memiliki wajah yang sangat cantik, selebihnya Ruby tidaklah berguna. Makanya ia menyerahkannya pada Emer.

"Daddy tidak mau tahu. Ruby harus ada di rumah. Tuan Herison menginginkan adanya lamaran sebelum ia menikah dengan Ruby."

"Kenapa seperti itu, Dad?" Shinta menatap suaminya. Ia tidak ingin repot jika harus mempersiapkan acara untuk Ruby. "Langsung menikah saja. Dan terima semua yang diberikan Tuan Herison."

Roger terlihat mendesah frustasi. Itu juga yang ia inginkan-Ruby langsung menikah dengan Tuan Herison tanpa adanya lamaran. Karena Roger juga harus mempersiapkan acara untuk menyambut kedatangan keluarga Rykhad. Sangat tidak mungkin jika acara lamaran kedua putrinya diadakan bersamaan, kan?

"Tuan Herison yang menginginkannya. Dan aku terpaksa mengatur lamaran itu secepat mungkin. Pekan depan kita sudah akan menyambut kedatangan keluarga Rykhad. Sekertaris keluarga mereka sudah menghubungiku dan memberikan jadwal kedatangan."

"Lamaranku tidak bersamaan dengan Ruby, kan Dad?! Aku tidak mau itu!" ucap Rachel penuh penekanan. Ia tidak ingin itu terjadi. Kehadiran Ruby hanya akan merusak acaranya.

"Daddy akan menyambut cepat Tuan Herison besok. Ia memiliki jadwal kunjungan bisnis beberapa hari kedepan. Akan sulit mengatur jadwal bersamanya," beri tahu Roger peda istri dan anak-anaknya. "Jadi pastikan Ruby pulang hari ini!" Roger menatap Cakra dan bisa melihat putranya itu yang mengangguk.

"Ruby pasti akan pulang, Dad. Dia tidak akan bisa berbuat apapun di luar sana jika sedang sakit. Tidak akan ada yang mau menolong gadis lemah dan penyakitan sepertinya."

Roger mengangguk atas ucapan istrinya. Ia bisa lebih tenang. Rencananya yang sudah tersusun rapi untuk menyambut Tuan Herison serta kedatangan keluarga Rykhad sepertinya akan berjalan sesuai keinginannya. Pertunangan kedua putrinya bersama orang-orang hebat akan segera terealisasi.

1
Mommy Dza
Hahaha😁🤣 Emer dan hadis bervirus itu akhirnya bertunangan
Mommy Dza
Yup 💪
Meriam Tehupelasury
🥰
Dyta Kusnani
tak bisa hidup tanpamu gmna?? selama ini hidup bhgia ma Shinta ,,, diih laki-laki benalu buat mkn aja susah gmna mau hidupin Safira ma ank2? gila
mooociii
sama adik sendiri aja tega karena tau dia penyakitan, yakin dengan safira gila dia mau mengakui ibunya andai safira g hilang?
mooociii
ngapain juga nyari ibunya toh dia aja tega sama adiknya nya sendiri, jadi jangan tiba² jadi nyesel ya
mooociii
ngapain cakra marah meskipun dia bukan ibu kandung tapi di sayang sama cakra, yang berhak marah tu ruby
Helen Nirawan
ini ruby jgn2 bkn anak kandung x ya , keluarga kok gila semua seh ,
Debby Feybe Mekutika
bagus
meowww
emang bener ya marahnya orang sabar tuh, ngeri banget🤣🤭
meowww
seketika emer langsung takut sama istrinya🤣🤣🤣🤣🤣 pak emer sayang istri nih🤭
Vivi Octavianty
👍👍😍😍😍🌷🌷
Tutik Sekawan
Luar biasa
Shee_👚
karya cakra ko gak da ya kak??🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: ada kok kak, judulnya 'setahun untuk mencintaimu'
klik aja profil Author, di bawah letaknya
total 1 replies
Katherina Ajawaila
keren Outhour, simpel dan bhs nya bagus 😘
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: terima kasih kakak 😍😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
kasihan amat, akhir bahagia semoga itu pelacur Sinta jgn dtng unjuk in muka nanti stres lg momy safira 😘
Katherina Ajawaila
kasihan, momy ya mmg hrs lat maknya yh sdh besar karna Ruby sesdh lahir momy nya di stres karna pelacur nya Roger, sedih amat liat nya coba pakai visual rhour, halunya makin ngena deh 😭
Katherina Ajawaila
Cakra bego modal mokondo doank, makanya jgn suka main jablai jd utk hal yg baik pasti takut dulu 😡
Katherina Ajawaila
shinta pelacur kejebak lo Roger, mantap tabur tuai lo pelacur di pelihara istri nya di buat hancur. mati aja lo Roger 😖
Katherina Ajawaila
gembel li Sm jalang dan gendo nya, tidur aja ber 3 di emperan😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!