NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Mommy

Istri Pilihan Mommy

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Ibu Pengganti / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Menikah Karena Anak / Gadis nakal / Duda / Tamat
Popularitas:12.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

#TURUN RANJANG

Tiga tahun pasca sang istri meregang nyawa saat melahirkan putranya, Zeshan tetap betah menduda dan membulatkan tekad untuk merawat Nadeo sendirian tanpa berpikir sedikitpun untuk menikah lagi.

Namun, hal itu seketika berubah setelah Mommy-nya datang dan berusaha meluluhkan hati Zeshan yang telah berubah sebegitu dinginnya. Berdalih demi Nadeo, Amara menjanjikan akan mencarikan wanita yang pantas untuk menjadi istri sekaligus ibu sambung Nadeo.

Zeshan yang memang terlalu sibuk dan tidak punya kandidat calon istri pasrah dan iya-iya saja dengan siapapun pilihan Mommy-nya. Tanpa terduga, Mommy Amara ternyata merekrut Devanka, adik ipar Zeshan yang mengaku sudah bosan sekolah itu sebagai calon menantunya.

*****

"Ingat, kita menikah hanya demi Nadeo ... jangan berharap lebih karena aku alergi bocah bau ingus." -Zeshan Abraham

"Sama, aku juga alergi om-om bau tanah sebenarnya." - Devanka Ailenatsia

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

PLAGIAT/MALING = MASUK NERAKA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 05 - Imam Vs Makmum

"Eeeumm nyamannya ... pasti yang ini harganya mahal, 'kan, Mami?"

Racauannya sejelas itu, tapi matanya terpejam dan memang benar-benar tidur. Bisa Zeshan simpulkan istrinya tidak sedang bersandiwara, karena sudah beberapa kali Zeshan memastikan, dan pada faktanya Devanka sedang mengigau.

Tentang hal ini, Zeshan sebenarnya sudah tahu, Talita sendiri yang kerap bercerita adiknya memiliki kebiasaan aneh dikala sedang tertidur. Awalnya, Zeshan selalu tertawa tatkala sang istri bercerita dan mengeluhkan kebiasaan Devanka, tapi malam ini dia merasakan sendiri dan ternyata benar, tersiksa.

Sepanjang malam Zeshan tak bisa tidur lagi pasca terjaga akibat Devanka memeluknya. Bukan hanya karena terganggu kicauan Devanka, tapi demi Tuhan sebagai pria normal Devanka yang memperlakukannya bak guling begini sangatlah menyiksa.

Tak terhitung berapa kali, mulut Zeshan komat-kamit demi berdoa agar gejolak dalam dirinya itu padam. Godaan istri kecilnya luar biasa, Zeshan sampai enggan menatap ke arah Devanka karena khawatir pulang dari sini anak manja itu mengadu pada kedua orang tuanya.

"Hah? Mana?!" Tak hanya sekadar bibirnya, tapi Devanka tiba-tiba duduk dengan mata yang terpejam itu.

Zeshan bahkan sampai takut, belum 24 jam bersama pria itu merasa perlu memeriksakan kesehatan jantungnya ke dokter segera. Ingin dia bangunkan, tapi kasihan hingga dia biarkan saja.

"Hem lucu sih, tapi bagusan yang ini," ucapnya kemudian lanjut berbaring di sisi Zeshan, tentu saja dengan memeluk seperti semula. "Empuk kayak roti kukus, heeeeum," lanjutnya lagi.

"Roti kukus kepalamu, Devanka."

Zeshan benar-benar memijat pelipisnya, entah bagaimana dia menghadapi kehidupan bersama anak ini. Beberapa tahun lalu, dia sempat menolak seorang wanita pilihan Mommy Amara dengan alasan terlalu berisik, Jihan namanya.

Entah karma atau apa, tapi saat ini takdir justru mempertemukan Zeshan dengan seorang wanita yang ternyata lebih berisik, bahkan tidur juga berisik. Sembari menghela napas panjang, Zeshan memerhatikan tangan mungil Devanka yang masih berkuasa di perutnya.

Perlahan berpindah, semakin turun dan berakhir tepat di bagian yang menonjol di depan sana hingga Zeshan sontak menahan tangan Devanka. "Huft, hampir saja," gumam Zeshan memejamkan mata sembari terus mengenggam pergelangan tangan sang istri.

Di sisi lain, genggaman tangan Zeshan yang cukup keras karena terkejut ternyata berhasil membuat Devanka meringis. Perlahan, dia membuka mata dan baru sadar jika jarak mereka begitu dekat dan sontak berteriak dan menjauh dari Zeshan.

"Ka-kakak ngapain?" tanya Devanka dengan wajah panik sembari melayangkan tatapan penuh curiga ke arah Zeshan.

"Seharusnya aku yang bertanya, kamu sedang apa?"

"Hah? Aku kenapa memangnya?" tanya Devanka menatap dirinya, sementara Zeshan yang agaknya tidak ingin memperpanjang masalah beranjak ke kamar mandi segera.

Di sisi lain, Devanka masih benar-benar bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi. Kenap Zeshan menatapnya seperti tadi? Apa yang telah terjadi? Sesaat, Devanka berpikir keras hingga kemudian menatap ke arah pintu kamar mandi.

"Apa mungkin? Haaa mengigauku tidak melampaui batas?" Devanka bermonolog dan menerka-nerka sebab dia bisa berada di sisi Zeshan dan kenapa sang suami melayangkan tatapan tak terbaca padanya.

"Aku nggak pegang macem-macem, 'kan ya?" tanya Devanka menatap telapak tangan yang biasanya kerap menjadi malapetaka jika tidur bersama orang lain.

Selang beberapa lama, Zeshan muncul dari kamar mandi dengan rambut basah dan butiran air yang terlihat jelas di dadanya. Sebuah pemandangan yang cukup membius Devanka hinga susah payah meneguk ludah.

"Kakak mandi?"

"Menurutmu?"

Ditanya balik nanya, padahal Devanka juga bertanya baik-baik. "Aku cuma tanya, Kak."

"Iya mandi, Deva ... kamu tidak mau mandi juga?" Sadar jika ucapannya mungkin menyakiti Devanka, pria itu melemahkan nada bicaranya.

"Enggak ah, dingin," jawabnya sembari menguap lebar. "Lagian ngapain mandi sepagi ini?"

"Mau shalat, sudah mau subuh."

"Hem? Bukannya nggak wajib mandi? Wudhu saja cukup, 'kan?" tanya Devanka lagi, dia agak sedikit bingung di bagian ini.

"Tapi bukan berarti dilarang, 'kan." Zeshan mana mau tidak ingin terlihat memalukan, untuk itu dia mengakhiri pembicaraan.

Devanka yang juga tak terlalu penasaran hanya mengangguk mengerti kemudian berencana untuk tidur lagi. Baru saja hendak tarik selimut, suara Zeshan menghentikan pergerakannya.

"Kenapa, Kak?"

"Kenapa katamu? Ini sudah waktunya shalat, cuci muka, ambil wudhu sana."

Mendengar ajakan Zeshan, Devanka tak segera bergerak. Dia masih menggeliat karena kantuknya luar biasa menyiksa, sementara Zeshan yang kini sudah siap dan menggelar sajada di depannya masih terus melayangkan tatapan tajam ke arah Devanka.

"Devanka ...."

"Kakak duluan saja, nanti aku nyusul."

"Baiklah, kalau Mami tanya_"

"Iyaya!! Ini aku wudhu."

Baru mendengar Zeshan menyebut mami, Devanka sontak lompat dari tempat tidur dan segera menuju ke kamar mandi. Sungguh kebalikan dari mantan istrinya, tapi untuk hal ini Zeshan tidak mengganggap Devanka buruk. Karena dia juga tidak sempurna dan hingga saat ini Zeshan masih berusaha mengamalkan amanah sang istri yang memintanya untuk tidak lupa akan kewajiban lima waktu sebagai seorang muslim dalam keadaan apapun.

Cukup lama Zeshan menunggu, dan selama Devanka bersiap dia berzikir semampunya. Hingga, suara Devanka terdengar dari belakang dan Zeshan sempat terpaku tatkala menatap penampilan sang istri yang sudah siap dia imami.

"Ya Tuhan."

Hati Zeshan terisis, matanya membasah hingga tak lagi kuasa menatap Devanka. Dengan penampilan tertutup seperti itu, Zeshan seolah merasa mendiang istrinya kembali. Rindunya seolah terobati, sudah begitu lama dia shalat tanpa makmum begini.

Semuanya berjalan dengan lancar, sewaktu berdoa juga Devanka menyahut Aamiin beberapa kali di awal. Namun, di menit-menit terakhir tidak ada lagi, tergantikan dengan dengkuran halus yang berasal dari belakangnya. Hingga ketika Zeshan berbalik dia kembali dibuat tak bisa berkata-kata tatkala melihat istrinya sudah tertidur dengan posisi meringkuk di atas sajadah.

"Astaghfirullah, Devanka ... mami ngidam apa sewaktu hamil kamu sebenarnya?"

.

.

- To Be Continued -

1
Mimi Sanah
di episode ini aku nangis sesenggukan Thor 😭
Mimi Sanah
rahang ku sakit ya Allah Thor 😄😄😄
Mimi Sanah
hahahaha
Mimi Sanah
hahahaha astaghfirullah sakit perut ku ketawa 😄😄😄😄
Mimi Sanah
hahahaha
zoeyy
🤣🤣🤣
Herlina Anggana
abangku nikah lagi sebelum genap 1 tahun istrinya meninggal dan semua story, wallpaper,akun appun msih almarhumah fto2 kluarga di dinding masih almarhumah... awalnya aku kesel pas tau2 Abangku nikah lagi tapi lama2 Mlah jadi kasihan sama istrinya sekarang
Herlina Anggana
sakit banget jadi devanka hidup seolah hanya bayangan kkaknya.... wanita Sholehah cerdas cantik nyaris sempurna mmang tempatnya di surga sedang devanka masih banyak yg perlu di benahi di dunia namun ya karena usianya juga bocil banget pasti dia justru merasa ingin meniru kakaknya
Herlina Anggana
aduh anak kecil itu baru juga 18tahun baru lulus SMA kan katanya.... 5tahun lalu aja baru 13 tahun pertama ketemu....
Herlina Anggana
manis sih iya kecilnya engga zeshan kan gede
Herlina Anggana
devanka tipe cewek yg bikin orang susah move on lho unik orangnya
Herlina Anggana
mmong bocah nih .. enak banget Zain sama zeshan dapet daun muda semua... apa lagi ini terlalu bocah untuk di jadikan istri, Untung mata duitan 🤣 jadi kesampingkan rasa ini itu
Herlina Anggana
aku dulu nikah udah lama aja,bojoku Ampe tanya kok aku gak pernah buang angin🤭🤭🤭 sangking malu sering ku tahan
Herlina Anggana
mereka lucu tapi aku memposisikan mereka sama2 nyesek
Herlina Anggana
Zain sama Nadin aja umurnya udah jauh ini berapa jauh lagi 😄... padahal waktu Zain nikah aja zhesan msh jomblo
Rahmawati Hulukiba
🤭🤭🤭
Diyah Saja
wadoh 🤣🤣🤣🤣
Diyah Saja
wkwkwk baru aja di omongin 😄😄
Diyah Saja
begitulah diaa nanti pas ketemu jodohnya mbak shanumm🤭🤭
Diyah Saja
astogeh 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!