NovelToon NovelToon
Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Siapa yang mengira? Kapan dan pada siapa cinta kita akan tumbuh?

Sama seperti halnya, gadis cantik bernama Jasmine harus mengalami pahitnya sebuah kehidupan. Di tinggal mati oleh kekasih yang paling dia cintai dalam keadan hamil. Membuat Jasmine memilih untuk menutup rapat pintu hatinya dan tidak akan membukannya lagi untuk siapapun.

Tetapi siapa sangka, seorang Psychopat gila yang membuat Jasmine merasa jijik itu, malah mampu meluluh lantahkan hatinya dan mengambil kembali perasaan cinta yang sudah dia kubur dalam – dalam.

Dan di saat Jasmine mulai ingin melabuhkan hatinya, ternyata sebuah kenyataanpun terungkap, dan kembali membuat Jasmine ragu, apakah dia mau menerima cinta yang baru? Atau dia akan tetap dengan keadaanya yang seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceo Bermulut Lemes

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

9 Tahun Kemudian

Jasmine kini yang sudah bangkit dari keterpurukannya, akhirnya bisa kembali menjalani hidup normal bersama putranya yang diberi nama Canva Junior Fernandez.

Dia ingin, melekatkan nama Canva pada hidupnya seumur hidup, baginya hanya ada satu nama pria yang wajib mengisi relung hatinya yaitu Canva, dan kini sosok Canva benar – benar tergantikan dengan adanya kehadiran Canva Junior, yang mempunyai wajah yang begitu mirip dengan ayah kandungnya.

“Mamah,” teriak Canva yang baru saja datang ke toko bunga milik Mamahnya.

Jasmine yang sedari tadi sedanf fokus menghitung jumlah bunga – bunga segarnya itu, langsung menoleh melihat anaknya yang sudah berantakan dengan seragam sekolahnya.

Entah apa yang dilakukan oleh putranya itu di sekolah, hingga di saat dia pulang sekolah pasti dengan keadaan yang sangat – sangat berantakan.

“Canva, kebiasaan sekali ya, kalau pulang pasti seragam sekolahnya kotor seperti itu,” sahut Jasmine, yang membuat Canva hanya bisa membalasnya dengan cengiran.

“Biasalah Mah, anak laki – lakinya papah emang harus gitu, kan mau jadi pahlawan seperti papah,” balas Canva dengan begitu santainya, hingga membuat Jasmine langsung memeluk tubuh putranya itu.

“Mamah,” protesnya, karena Jasmine memeluknya dengan erat hingga membuatnya begitu sesak.

“Jangan pernah bermimpi menjadi seperti Papahmu!!!! Apa kamu mengerti?!!!” suara Jasmine terdengar begitu lirih, hingga membuat Canva sadar dengan kalimatnya tadi itu pasti akan membuat mamahnya ini sedih.

Dan tanpa ingin menjawab apapun, Canva menggagukan kepalanya pelan, karena dia tidak ingin membuat wanita yang begitu dia cintai itu bersedih.

“Baguslah, kalau begitu sekarang pulanglah ke rumah, lalu mandi dan setelah itu makan, Mamah sudah siapkan tadi sebelum mamah ke sini, oke sayang,” seru Jasmine lagi.

“Tapi Mah, inikan masih jam empat, bolehkah setelah makan nanti, Canva pergi menjenguk Papah?” tanyanya kepada Jasmine.

“Tentu saja sayang, semakin sering kita menjenguk papah, maka beliau akan semakin tahu bahwa kita begitu mencintainya,” ungkap Jasmine lagi, lalu kini tatapannya beralih dengan sebucket bunga tulip berwarna putih.

“Bawalah ini untuk Papah,” sambungya lagi, dan Canva langsung mengambil bunga itu dari tangan Mamahnya.

“Canva pulang dulu ya Mah, ingat!! Mamah jangan capek – capek dan jam enam nanti Mamah udah harua pulang,” teriak Canva sambil berlari menjauh dari toko bunga mamahnya.

Jarak rumah dan toko bunga mereka memang tidak terlalu jauh, biasanya Canva menempuhnya dengan berjalan kaki saja, atau naik angkutan umum.

Meskipun toko bunga mamahnya sangat sukses sekarang dan bahkan sampai mempunyai dua cabang lagi, namun Canva sama sekali tidak malu jika harus naik angkutan umum, karena mamahnya selalu mengatakan, untuk menjadi sukses seperti saat ini, ada hasil jerpih payah Papahnya yang bahkan rela bekerja sebagai seorang badut di lampu merah demi sesuap nasi dan tabungan masa depan mereka.

Canva tidak ingin hasil jerih payah Papahnya harus di foya – foyakan begitu saja, karena ada hati papahnya yang harus di jaga.

Visual Canva Junior Fernadez

***

Setelah melihat Canva yang menaiki Angkutan umum, Jasmine kembali menyusun bunga – bunga yang ada di hadapannya, hari ini sungguhlah dua minggu ini adalah saat - saat yang begitu luar biasa, banyak pesanan yang masuk hingga membuat semua anak buahnya kewalahan, dan hari ini Jasmine menolak orderan yang masuk dan akan menerimanya lagi besok lusa, agar para karyawannya bisa beristirahat terlebih dahulu dan tidak berpikir bahwa mereka sedang bekerja rodi.

“Saya ingin bunga mawar segar ini, tapi hanya mau kelopaknya saja,” suara bariton terdengar mengejutkan Jasmine.

Dengan menghela nafasnya berat, Jasmine melangkahkan kakinya naik ke depan pintu toko, dan menunjuk tulisan CLOSED di sana.

“Kenapa bisa Closed?” tanya pria itu lagi, padahal jelas – jelas ada Jasmine sang pemilik toko di sana.

“Closed karena berarti Gak Open,” jawab Jasmine dengan begitu santainya.

Pria itu langsung menggaruk kepalanya bingung, entah kenapa jika berada di hadapan Jasmine, dia terasa seperti orang bodoh.

“Sudahlah Chiko, lebih baik kamu pulang saja, karena setelah ini aku juga akan pulang,” ucap Jasmine lagi.

Ya, pria itu adalah Chiko Watimena, pria yang sepuluh tahun lalu membantunya melahirkan Canva ke dunia ini.

Namun, entah apa maunya pria ini, karena terus saja datang dan menganggu kehidupan Jasmine dan putranya.

“Oh jadi sekarang kamu sudah berani mengusirku?” tanya Chiko, dengan sedikit mencelengkan matanya.

Kali ini Jasminelah yang harus menggaruk keningnya sedikit, karena merasa bahwa pria di hadapannya ini benar – benar sangat Lebay sekali.

“Bukannya ngusir Chiko, tapi aku mau pulang, PULANG, go back home, gak stay di sini,” jawab Jasmine dengan begitu berhati – hati.

“Ya aku sih tidak apa – apa kalau diusir, tapi Maaf – maaf nih ya, bukannya mengungkit tapikan kamu tahu sendiri kalau bukan karena aku ya Gak tau nasib kamu dan Canva bagaimana sekarang, yakan.”

Setengah mati Jasmine menahan rasa kesal di dalam hatinya, jika bisa dia ambilkan Cabai ingin sekali dia menjejelkan 100 cabai rawit di dalam mulut pria ini.

Bagaimana bisa pria yang katanya keren tapi mulutnya lemes dan bahkan tukang mengungkit – ungkit kaya dia, hingga saat ini Jasmine terus saja memanjatkan doa agar di dunia ini cukup Chiko saja pria yang bermulut lemes berkedok CEO sepertinya.

Visual Chiko Watimena

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

1
Nigina
Ditunggu² updatenya ehh tamat??? Kenapa kak? Cerita lagi seru ehh tamat??
🇮🇩Imelda🇰🇷
baru mampir Thor, awal ceritanya sudah bagus
neny
oh my lord....siapa yang tidak sadarkan diri kak...sama sama mau juga...haduh
neny
heran deh... dipanggil orangnya tapi mau diusir juga
Chania
klo lihat alm.canva & chiko gk beda jauh jahat_y...
canva d awal selalu nyakiti jasmine...
klo chiko cara_y za yg d luar nalar
renita gunawan
dasar,chiko.tidak mau ada penolakan dari jasmine.pinter banget memanfaatkan canva agar jasmine menyukainya
renita gunawan
chiko emang raja drama.pintar banget bersandiwara pura-pura tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap jasmine
Murniyati
cobaan Jasmin belom lulus Skull udh hamil....yg sabarr
Murniyati
mampir Nyambi yg lain
renita gunawan
astaga.chiko benar-benar udah gila.sepertinya chiko menyuruh merusak toko bunga dan membakar rumah jasmine,agar jasmine tidak lagi mempunyai tempat tinggal dan penghasilan.sehingga akhirnya jasmine terpaksa memilih tinggal bersamanya
Sofi Navita
ini maksudnya si chiko apa coba..
Uni Wahyuni
lanjut thor
jagalah hatimu hanya untukku
Kok lama up nya thorrrrrrr
renita gunawan
waah.. chiko pinter banget. mengambil kesempatan dalam kesempitan 😁😁
Jumy RajaRatu
Tolong Thor jgn salah ketik kalimatnya... Asto firullah☹️🥺
salah ketik, salah ucapan dan artinya jg salah... dosa jadinya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Zurisma Juniawati
👍
Chania
kk emank bs tahan y tanpa bius...itu SC kn klo d perut d robek ? trus emank gk pendarahn gtu ? trus emank gk d jahit gtu ? koq jd ngilu Q mmbayangkn_y
renita gunawan
semangat, thor.ditunggu updatenya
renita gunawan
jasmine tau banget kalo mulut chiko itu lemes
renita gunawan
ayo, jasmine.kapan kamu akan menikah dengan chiko 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!