Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FITNAH PAGI
Ketika wanita memilih diam, tidak mengejar, dan... hilang tanpa penjelasan, taat itulah wanita berada dalam level tertinggi.
Setiap senyuman Asyifa yang di perlihatkan hanya penutup luka hatinya.
Pun dengan malam dia berada di rumah Arka... Tisak ada harapan, tidak ada impian, semua telah dia kubur sejak telinga mendengar.... " aku tidak akan alan jatuh cinta pada perempuan ular."
" Sayur kangkung 2 ikat, dan tempe dua ya pak..." pesan Asyifa pada penjual sayur.
" eh Syifa, semalam kamu nginap di mana? , pagi pagi pulang di antar mobil mewah. Kamu jadi simpanan?" tanya seorang ibu ibu gemuk yang tinggal di sekitar kediaman Asyifa.
" Jangan mengotori kampung ini Fa, kampung ini memiliki adat dan norma yang harus di jaga." sambung ibu ibu yang lain.
" Maaf bu... Saya tidak mengerti maksud ibu ibu semua apa?" jawan Asyifa denga sopan.
" tidak usah sok polos Asyifa, kami tidak peduli asal usul kalian, tapi kami tidak mau ya desa kami ini di huni manusia tidak bermoral." jawab ibu gemuk itu.
Asyifa benar benar tidak paham, niat awalnya dia ingin pulang, masak dan tidur, semua hilang dengan kata kata yang menyakitkan.
"Kami akan mendatangi Bu Wati, kami tidak mau ada manusia tidak bermoral tinggal di sini, kami tidak takut meskipun suami bu wati seorang polisi" sambung ibu ibu.
Asyifa tersentak dengan kemarahan ibu ibu...
" Maaf bu... Jangan melibatkan bu Wati, apa keinginan ibu ibu sebenarnya." jawab Asyifa.
" Kamu dan adik adikmu harus keluar dari kampung ini." jawab mereka.
" Astagfirullah... Kami harus kemana" jawab Asyifa mulai menangis.
Asyifa tidak menjawab, dia berjalan mundur dan pergi dari tempat itu.
Tok tok tok....
" Assalamualaikum bu Wati."Asyifa memutuskan untuk menemui bu wati.
"Waalaikumsalam, eh Asyifa... Tumben pagi pagi kesini, ada apa?" jawab Bu Wati.
" Saya ada perlu sama ibu." kata Asyifa.
Belum berkata kata Asyifa sudah hampir menangis. Matanya berkaca kaca.
" loh... Kamu kenapa Nak... Tiba tiba menangis" Bu wati bertanya dengan nada panik.
Belum sempat Asyifa menjawab, gerombolan ibu ibu datang beramai ramai memenuhi rumah Bu Wati.
Bu Wati yang kaget langsung keluar rumah, begitu juga Radit dan Bayu yang berada di dalam kamar ikut keluar, karena warung yang mereka tempati memang berada di sebelah rumah bu wati.
" Tunggu, ada apa ini?" tanya Bu Wati.
Pak Imam yang baru keluar dari kamar mandi di buat heran ada ramai ramai di depan rumahnya.
" Ada apa bu?" tanya pak Imam.
" Kami tidak mau tahu, pokoknya kami tidak mau kampung ini kotor karena perilaku bejat dari wanita yang bahkan tidak tahu dari mana asal usulnya." ibu ibu bertubuh gemuk itu memprovokasi.
" Tidak ada yang berbuat hal yang tidak senonoh di sini, anak anak ini hanya bekerja dan sekolah tanpa melakukan hal yang memalukan." tegas pak Imam.
" Jangan main hakim sendiri, anda harus memiliki bukti sebelum menuduh, kalau tidak... Anda yang akan terkena sanksi hukum perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik." lanjut apak Imam.
" Silahkan anda cari bukti dan saksi terlebih dahulu, jika kalian mampu... Saya sendiri yang akan menahan mereka." lanjut pak Imam.
Massa membubarkan diri, Radit memeluk kakaknya yang baru pukang kerja...
" Ada yang ingin menjatuhkan mbak Syifa." batin Radit.
Radit memeluk kakaknya yang pasti masih shock.
" Semua pasti baik baik saja mbak... Percayalah..." ucap Radit menguatkan snag kakak.
" Pak Imam... Saya ingin bicara" ucap Radit setelah melihat warga membubarkan diri.
Pak dan Bu Wati menganggukkan kepala. Lalu Radit meminta Bayu membawa pulang kakaknya yang masih lemah.
" Maaf pak Imam... Tetapi saya merasa ada yang mencoba memfitnah kakak saya." kata Radit setelah duduk di kursi yang ada di teras.
" Kita akan segera tahu dit, bapak akan menanyai kakakmu setelah kondisinya stabil." jawab pak Imam.
" Terimakasih pak Imam, saya sangat beruntung mengenal bapak..., maaf atas kekacauan ini..." Kata Radit.
" Setelah lulus, kamu bisa mendaftar akpol.. Bapak bisa membantumu, paling tidak agar kamu bisa melindungi keluargamu" kata pak Imam yang tidak lelah menyemangati Radit agar mau masuk Akpol.
Radit hanya tersenyum... Sejatinya... Dia sama sekali tidak berminat bekerja di pemerintahan... Tapi... Pak Imam selalu menyarankan hal itu.
" Saya permisi pak... saya khawatir sama kakak saya" bukannya menjawab, Radit malah pamit untuk bertemu kakaknya.
Sampai di dalam rumah, kakaknya masih menangis sesegukan.
" Mbak... Mbak baik baik saja??, jangan takut, kami percaya sama kamu. Dan akan kita hadapi bersama sama..." kata Radit.
Asyifa bergeming...
" Belum selesai hukuman buat kakak dit... " Jawab Asyifa.
" Jika memang hukum tabur tuai masih berlaku. Kita datangi orang yang mbak sakiti. Tetapi... Tidak... Ini bukan soal hukuman mbak... Ini soal fitnah yang mbak terima.." jawab Radit dengan menggenggam tangan kakaknya.
" Yang aku lakukan dulu juga memfitnahnya Dit, bahkan lebih parah" kata Asyifa dengan lelehan air mata.
" Jika memang yang kami alami karma, aku akan mencari orang itu untuk memohon maaf. Tetapi... Aku juga akan mencari bukti fitnah yang di tujukan pada mbak Syifa." gumam Radit dalam hati.
Bayu memberikan teh hangat untuk kedua kakaknya, dia tidak ikut bicara... Adik bungsu Asyifa itu takut salah berkaya.
" Hari ini hari minggu mbak... Aku mau ke Bengkel. Mbak Syifa di rumah saja... Pulang dari bengkel kita bisa makan di luar... Hari ini aku gajian..." ucap Radit.
" Dek... Kamu juga di rumah jagain mbak Syifa" Radit menunjuk adik bungsunya.
" Iya mas... Bayu di rumah saja..." jawab Bayu.
"Aku berangkat dulu ya mba... " pamit Radit setelah mencium tangan kakaknya...
Bagi Radit dan Bayu... Asyifa adalah pengganti ibu mereka. Tidak ada yang boleh menyakiti kakak perempuan mereka itu.
Radit dan Bayu sangat patuh pada Asyifa. Mereka sangat sayang pada Kakaknya itu...
Radit... Bertekat akan mencari tahu sendiri, siapa dalang yang memfitnah kakaknya. Dia tidak akan membiarkan satu orang pun menghancurkan mental kakaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai hai manteman... Terimakasih suport kalian ya... MasyaAllah...
Saya hanya bisa membalas kebaikan kalian dengan berdoa... Semoga kalian semua sehat dan selalu lancar rizkinya. Aamiin...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya manteman....
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔