NovelToon NovelToon
Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintapertama / Obsesi / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Along Pee

Follow Ig Author, @Alongpee_08


Yaren Motan, 25 tahun. Telah dengan berani mengajak seorang pria untuk menikah dengannya, gara-gara perjodohan sialan yang akan dilakukan orang tuanya, dirinya rela merendahkan diri di hadapan seorang pria asing malam itu.

"Apa kau pikir aku lebih baik darinya?" tanya Ayaz. Pria yang diselamatkan oleh Yaren saat dikejar oleh banyaknya manusia dengan senjata tajam.

"Setidaknya, saat kita menikah nanti kita bisa bercerai kapan saja!" ucap Yaren.

"Deal!"

"Aku tidak janji, jika aku tidak datang besok kau menikahlah dengannya..." ucap Ayas kemudian membuka pintu mobil untuk segera turun.

"Ayaz sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Ayaz tega!

"Bugghh."

"Aaww!"

"Aasshh."

Yaren terduduk kala menabrak dada bidang Ayaz, dirinya hendak menuju ruang tamu saat sudah selesai mencuci piring bekas makan malamnya dengan Ayaz, namun ternyata Ayaz yang juga hendak ke dapur malah membuat mereka bertabrakan di lorong sempit antara dapur dan ruang tamu.

Rumah itu memang kecil kalau menurut ukurannya, ruang tamu bersebelahan dengan dapur, namun ada jalan seperti lorong yang hanya muat untuk dua orang memisahkan ruangan.

Kamar mandi ada di dekat dapur, dan itu adalah kamar mandi satu-satunya.

Sementara kamar tidur hanya satu, dan saat ini sedang Ayaz pikirkan nantinya Yaren akan tidur di mana, hendak menyuruh Yaren tidur di ruang tamu beralaskan sofa kayu namun dirinya tidak tega, namun mau bagaimana lagi, apa iya dirinya harus tidur satu kamar dengan Yaren.

"Sakit tau... Bukannya bantuin!" dengus Yaren kesal, karena Ayaz sama sekali tidak bergeming.

"Lo kan bisa bangkit sendiri!" ucap Ayaz tidak perduli.

Dengan sedikit tenaga ekstra Yaren mencoba bangkit, ia dongkol setengah mati dengan Ayaz, pria itu kira bokongnya tidak sakit setelah mendarat hebat di lantai, syukur-syukur tidak lecet.

"Kamu mau ngapain?" tanya Yaren kala Ayaz menunduk, wajah pria itu semakin mendekat ke arahnya.

Bisikan aneh mulai memasuki gendang telinganya, takut saja kalau Ayaz berbuat macam-macam.

"Eh!" Yaren mematahkan tuduhan aneh, kala tangan kekar itu memegang lengannya.

"Lo pikir gue mau ngapain emangnya?" tanya Ayaz penuh selidik.

"Enggak, enggak ngapa-ngapain, tadi kan kamu nyuruh aku bangkit sendiri, mana aku tau kamu bakalan nolongin." yah, Ayaz memang hanya mau membantu Yaren untuk berdiri, Yaren saja yang terlalu parno.

Ayaz kemudian berlalu pergi ke dapur, dirinya ingin mengisi air minum untuk di bawa ke kamar, nanti kalau kebiasaan tidak bisa tidurnya mulai menyerang, dirinya tidak perlu repot untuk bangkit mengambil air untuk minum obat tidur atau semacamnya.

"Kau mau ke mana?" tanya Yaren lagi, wanita itu sepertinya takut sekali Ayaz meninggalkannya sendirian, yah siapapun juga akan bertingkah sama mengingat ini adalah hutan, meski tinggal di rumah dengan aman, namun tetap saja ini di hutan.

Ayaz tidak menyahut, namun tindakannya membuat Yaren tau apa yang Ayaz mau.

"Ayaz jam berapa sekarang?" tanya Yaren, ponselnya mati, dan di rumah itu tidak ada jam dinding, jadi dirinya terpaksa menanyakan waktu pada Ayaz.

"Kenapa?" tanya Ayaz.

"Kenapa? Memangnya ada yang salah aku tanya waktu?" tanya balik Yaren.

"Memangnya kalau sekarang masih belum larut lo mau ke mana? Kalau lo mau pergi ini masih jam sembilan, gue bisa nganterin lo sampai ke persimpangan." ucap Ayaz.

Yaren tidak percaya, sekali lagi pria itu mengusirnya, apa orang ganteng memang seperti itu, suka semaunya, mentang-mentang saja aku tidak cantik, pikir Yaren.

"Kau ini..." kesal Yaren.

Ayaz sudah selesai dengan kegiatannya, dirinya membawa nampan berisikan teko kecil berisi air minum dan juga gelas untuk kemudian ia bawa ke kamar.

Sampai di kamar, Ayaz tampak berpikir, apa harus dirinya tidur dengan Yaren malam ini?

Ayaz keluar kamar, dirinya memanggil Yaren untuk masuk ke kamarnya.

"Ada apa?" Yaren tampak gugup. Ini kali pertama dirinya hanya berdua dengan seorang pria di kamar, meski Ayaz tidak mengunci pintu namun tetap saja canggung.

"Gue kasih lo dua pilihan, lo mau tidur di kamar bareng gue, apa tidur misah tapi di ruang tamu, di kursi kayu itu?" tanya Ayaz langsung tanpa basa-basi.

"Hah!" kaget Yaren, jelas saja dirinya akan memilih pilihan yang ke dua, memangnya Ayaz kira dirinya cewek apaan.

"Biar aku tidur sendiri aja di ruang tamu!" jawab Yaren.

"Oke, nggak masalah, tapi perlu lo tau, bantal cuma dua, jadi oke gue kasih satu buat lo, dan selimut cuma satu, sayangnya gue nggak bisa ngasih ke lo." ungkap Ayaz.

"Apa?" pekik Yaren, namun dua detik kemudian dia menetralkan pemikirannya, tidak masalah yang penting dirinya punya tempat untuk berteduh.

"Oke, aku nggak papa!" yakin Yaren.

"Ini bantalnya, silakan..." ucap Ayaz dengan nada pengusiran lagi.

Cih, menyebalkan...

"Jangan mengumpat, kamarnya nggak dikunci kalo lo berubah pikiran!" sindir Ayaz.

"Hah gimana dia tau kalau aku ngatain dia?" gumam Yaren pelan.

Ayaz geleng-geleng kepala dengan kelakuan Yaren, dasar wanita pikirnya.

Kedua anak manusia itu memulai ritual tidurnya masing-masing, Yaren nampak sulit tidur karena pakaian yang dirinya kenakan, wanita itu masih memakai kebaya putih tulang dan rok batik Kartini yang tadi dirinya kenakan untuk acara akad dan itu sangat membuatnya tidak nyaman, hendak membangunkan Ayaz untuk meminjam baju namun Yaren tidak berani, mendatangi pria ke kamar bukanlah sifatnya.

Biarlah, besok pagi baru aku pinjem bajunya, tahan Yaren, tahan...

Suara jangkrik menemani malam Yaren, dan ada berbagai suara burung yang terdengar berbeda-beda, Yaren tidak pernah mendengar itu sebelumnya, dirinya dari lahir sampai setua ini hidup dalam keramaian, waktu sekolah pun dirinya enggan mengikuti acara Pramuka, dirinya bukan juga anak gunung, jadi suara seperti itu masih asing di telinganya.

Suasana semakin mencekam, malam beranjak naik membuat bulu kuduk Yaren merinding, Yaren tidak busa menampik kalau dirinya sangat ketakutan.

Diliriknya pintu kamar Ayaz yang terbuka, Ayaz bahkan tidak mengunci pintunya kali saja Yaren berubah pikiran.

Apa aku tidur sama dia aja yah?

Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama Yaren, wanita itu bangkit dan mencoba menetralkan perasaannya, teringat akan film horor yang sempat dirinya tonton, sebenarnya Yaren bukan tipe orang yang penakut, namun dihadapkan dengan kondisi demikian, sungguh lain saja rasanya.

Bagi Yaren, Ayaz benar-benar tega, seharunya kan Ayaz menahannya tadi, meminta mereka untuk tidur bersama dan Yaren akan mengatakan untuk jangan macam-macam.

Namun Ayaz tidak melakukan, pria itu adalah pria yang sangat tidak pengertian.

Aku harus gimana, harus apa?

Yaren merebahkan tubuhnya lagi di kursi, pegal sekali karena itu adalah kursi kayu yang tidak ada empuk-empuknya sama sekali. Sekali lagi, Ayaz benar-benar tega.

Balik kiri, balik kanan, terlentang, entah sudah berapa kali Yaren mengubah posisinya untuk menemukan posisi tidur yang nyaman, namun nihil kenyamanan hanya milik kasur empuknya di kamarnya sana.

Yaren mulai frustasi, dirinya bahkan tidak tau sudah pukul berapa malam ini? rasa takut juga membuatnya tidak bisa berbuat apa dan ke mana-mana, satu tujuannya jika ia ingin meninggalkan tempat ini ya hanya kamar Ayaz. Selain itu dirinya juga tidak yakin kakinya berani melangkah.

"Dasar Ayaz tega!" gumamnya sembari mengepalkan tangan.

Bersambung...

1
Cica Kosmetik
Luar biasa
Dewi Soraya
aduh ayas yg slh tu marco krn marco yg membuka aib ibumu didpn sian n mukulin sian hingga sian tw ibumu udh hamil ank marco mkny sian blsny ke u
Dewi Soraya
hrse ayas tw n dy yg mulai dluan
Erni Cahaya Nst
br ngikut lanjut thor smangat
Farizagam
bagus
Nurma sari Sari
aku suka banget ceritanya sampai akhir, tapi masih gantung gk tau anak Ayaz sama yaren laki2 atau perempuan
Nurma sari Sari
aduh penasaran....bayinya laki2 atau perempuan ????
Nurma sari Sari
Rymi yg tinggal dikota aja begitu paniknya saat melahirkan, gimana dgn Yaren yg tinggal ditengah hutan saat akan melahirkan, apalagi yg jauh dari sinyal untuk menghubungi Marco 🤦
Nurma sari Sari
😭😭😭😭
Nurma sari Sari
kasihan yaren 😢😢😢
Nurma sari Sari
ada2 aja baru kali ini seorang kriminal di dukung untuk keselamatannya agar terlepas dari jerat hukum oleh para readers 🤭😀
Nurma sari Sari
tamat sdh riwayat amla
Nurma sari Sari
kasihan juga sebenarnya Donulai
Nurma sari Sari
Rymi memang kriminal yg cerdas dan pembunuh berdarah dingin
Nurma sari Sari
tadi yaren bilang waktu Ayaz cemburu sama dokter Amri yaren menjelaskan kalau dokter Amri itu saudara dari mendiang ibunya dan kak Jovan tau juga dgn dokter Amri, kenapa sekarang malah yaren bilang lagi ke Ayaz kalau kak Jovan GK tau sama dokter Amri. gimana sih yg benarnya, bingung aku 🤦🤔🙄
Nurma sari Sari
ibu hamil memang begitu, mudah ngambek, perasaan sering berubah2, minta selalu diperhatikan, GK mau jauh dari suami, kalau bisa suami GK usah kemana2 maunya dekatan terus, tapi ada juga, kalau suami ada diajak berantem Mulu, tapi kalau suami keluar dari rmh, malah di cari disuruh pulang, tar sdh sampai rumah diributin lagi, ya begitulah bumil angin2n susah dimengerti maunya, sabar ya Sam...
Nurma sari Sari
aaaaaah......maunya dokter Amri sama Camir, kenapa sama kuda nil
Nurma sari Sari
Rymi gengsinya tinggi banget, malu tapi butuh 🤭
Nurma sari Sari
apakah Ayaz nantinya akan mati....???? meninggalkan yaren dlm keadaan hamil untuk memberikan kenang2n seorang anak buah cinta kasih mereka suatu saat nanti. Aaaaaah..... GK seruuuuu !!!!! 😢😢
Nurma sari Sari
aku padamu Ilham 👍🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!