NovelToon NovelToon
Keyakinan Hati

Keyakinan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:258.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva Yulian

*
Sharma Amandita, gadis muslimah berusia 22 tahun yang baru bekerja disalah satu perusahaan fashion terbesar di Jakarta. Ia merupakan keturunan Arab-Indo yang tumbuh menjadi gadis cantik dan taat kepada ajaran agamanya


-

Galih Reyhan Artaffa, pria berumur 30 tahun yang dua tahun lalu ditinggal mati oleh tunangannya

Ia tidak pernah berfikir untuk mendapatkan pengganti sang tunangan. Tapi, siapa sangka, jika CEO perusahaan fashion itu justru jatuh hati pada salah satu staf karyawan-nya.

Bahkan, kecantikan akhlak gadis itu mampu membuatnya luluh dan sadar, betapa selama ini, ia jauh dari Tuhan

Sedangkan disisi lain, ada seorang Dokter yang sudah lebih dulu tertarik pada Sharma

Disaat ketiga hati itu bertemu. Maka, hanya keyakinan hati lah yang akan menemukan jalan dalam mendapatkan cinta

-

Ditengah kekacauan, justru seorang pria yang ternyata sudah lama menyusup diantara ketiganya, datang sebagai penyelamat hidup bagi Sharma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jemputan

Sharma menggeliat ditempatnya, kemudian membaca hamdalah saat pekerjaannya selesai, Syifa dikubikelnya tepat berhadapan dengan kubikel Shaarma hanya nyengir saja setelah tadi ia pergi dulu ke luar

"Pulang naik apa Shar?" Tanya Syifa dengan alis naik turun

"Bus kayaknya. Kamu sendiri?"

"Aku pulang bareng Mbak Indah"

Sharma mengangguk

"Kayaknya kamu enggak naik bus deh"

"Hah?"

"Calon imam udah jemput tuh!" Godanya

Sharma hanya mengernyit sambil menggeleng

"Aku duluan, ya. Asalamualaikum Syifa" Pamit Sharma sambil mengelus puncak kepala Sifa, setengah tertawa, Syifa menjawab salam Sharma sambil melambaikan tangan dengan ceria

Sharma berjalan perlahan keluar dari perusahaan, langkah kakinya semakin memelan saat ia melihat seseorang melalui pintu kaca transparan. Sharma tersenyum begitu ia sudah berhadapan dengan seseorang yang sudah Sharma pastikan, sengaja datang menjemputnya

"Sharma"

"Dok"

"Saya menjemput kamu pulang, mari"

Sharma mengangguk, karena bukan hanya sekali ia dijemput oleh Dokter tampan itu

Sharma masuk kedalam mobil saat sang Dokter sudah membukakan pintu untuknya

"Kita mampir di restaurant dulu ya" Sahutnya saat sudah menyalakan mesin mobil

"Saya lapar"

"Terserah Dokter saja"

Laki laki yang dipanggil Dokter itu tersenyum sembari fokus dengan gagang stir yang sedang dikendalikannya

Dia adalah Dokter Roger, Dokter spesialis anak berusia 29 tahun. Dokter tampan itu akrab dengan Sharma berawal dari kegiatan sosialisasi rumah sakit tempatnya bekerja, di panti asuhan yang sering Sharma kunjungi

Karena Dokter Roger sangatlah extrovert, dia menjadi mudah akrab dengan Sharma yang saat itu baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas. Terlebih, Dokter tampan itu tertarik dengan sikap kalem dan lembut yang dimiliki Sharma

"Kemarin kamu ke panti?" Roger membuka percakapan

"Iya Dok"

Roger tersenyum, ia tau hal itu yang sudah menjadi rutinitas bagi Sharma setiap hari minggu

"Kamu sudah lama akrab dengan saya, tapi masih saja memanggil saya Dokter" Sahutnya setengah tertawa kecil

"Karena Dokter Roger itu Dokter, kecuali kalau Guru, nanti Sharma akan panggil Pak Guru" Candanya, membuat Roger tertawa sedikit lebih keras

"Saya lupa. Kalau ternyata kamu pandai bercanda"

"Katanya sudah kenal lama, hal yang ringan aja masa lupa" Sahut Sharma dengan cuek, membuat Roger menghentikan tawanya, sekilas menoleh pada Sharma, dan kemudian hanya tersenyum

"Sharma Sharma" Lirihnya sambil menggeleng, senyum.dibibirnya masih terukir utuh

"Kenapa Dok?"

"Tidak papa, saya hanya senang manggil nama kamu"

Sharma hanya menggeleng, keduaanya terdiam sampai kemudian mobil sampai disalah satu restaurant langganan Roger dengan Sharma jika kebetulan makan bersama

"Ayo"

Keduanya berjalan bersisian dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Masuk ke restaurant dan memilih tempat duduk dekat dengan pintu masuk

"Kamu ingin makan apa, Sharma?" Tanya Roger saat keduanya sedang melihat lihat buku menu

"Sharma minum saja Dok,"

"Kenapa tidak makan?"

"Sharma tidak lapar. Biar Sharma nemenin Dokter makan saja"

Roger hanya mengangguk, sampai kemudian ia memesan makanan dan minuman pada pelayan yang berdiri disamping mejanya

"Besok saya akan datang ke panti" Sahut Roger disela sela makannya. Sharma yang sedang mengaduk aduk minumannya lantas mengangkat wajahnya, menatap Roger sekilas

"Saya tidak ada jadwal untuk besok, saya hanya ingin mengunjungi anak anak" Sambungnya kemudian

"Jam berapa?"

"Belum saya rencanakan"

"Kamu mau ikut?" Tanyanya kemudian. Sharma diam untuk beberapa saat, memikirkan apakah ia sibuk atau tidak besok

"Bagaimana Sharma?"

"Kemungkinan Sharma pulang pukul 2 siang, bagaimana?"

Roger nampak berfikir, kemudian mengangguk

"Biar saya jemput kamu, dan kita langsung ke panti nanti"

"Oke, jika Dokter tidak keberatan"

"Saya yang menawarkan diri, Sharma. Saya tidak keberatan"

Sharma hanya tersenyum, sementara Roger meneruskan makannya

Sementara itu, direstaurant yang sama. Reyhan baru saja keluar dari ruang reservasi setelah menyelesaikan meteeng penting dengan beberapa kliennya

"Saya tunggu di mobil" Sahut Reyhan saat Akbar menyelesaikan urusannya dengan pemilik restaurant

Akbar mengangguk, sementara Reyhan berjalan duluan keluar dari restaurant tersebut

"Maaf Pak, apa lama?" Tanya Akbar setelah ia menyusul Reyhan ke parkiran dan bosnya itu sedang menunggunya didalam mobil

"Tidak. Ayo cepat jalan!"

Akbar mengangguk dan dengan cepat duduk dibagian kemudi, sampai kemudian saat Akbar sudah menyalakan mesin mobil, dua orang yang keluar dari dalam restaurant membuat Reyhan menatap kearahnya.

"Tunggu dulu" Tahan Reyhan, Akbar menoleh

"Ada apa Pak?"

Reyhan menggeleng. Membuat Akbar justru mengikuti arah pandangan bosnya

"Itu Sharma Pak" Sahut Akbar saat sang bos terus menatap ke arah Sharma yang sesekali tersenyum pada laki laki disampingnya

"Jalan!"

Mobil melaju, setelah beberapa saat, Reyhan mengarahkan pandangannya ke depan

"Dia siapa?" Tanya Reyhan setelah beberapa saat mobil menyusuri jalanan yang cukup ramai

"Dia siapa Pak?"

"Laki laki yang bersama dengan Sharma"

"Ohh, dia Dokter Roger Pak. Salah satu Dokter yang bekerja di rumah sakit keluarga Bapak" Terangnya

"Dia sering datang ke perusahaan menjemput Sharma"

"Dia kakaknya Sharma?" Tanya Reyhan dengan dahi berkerut, Akbar yang melihat raut wajah Reyhan melalui spion kecil diatasnya hanya tersenyum

"Bukan Pak"

Kali ini Reyhan tidak bertanya lagi, Akbar masih memperhatikannya melalui spion

"Bapak suka Sharma?"

Reyhan tersadar dari lamunannya, kemudian menggeleng

"Sharma anaknya baik Pak, sederna dan tidak banyak tingkah"

"Jadi kamu fikir saya suka, pada yang seperti itu?"

*

*

"Terimakasih Dok, maaf merepotkan" Sahut Sharma setelah ia sudah sampai didepan pagar rumahnya

"Jangan bicara seperti itu Sharma, saya senang menjemput kamu!"

Sharma melipat bibirnya, kemudian tersenyum canggung

"Dokter mau mampir?" Sharma lebih menilih untuk mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin berada dalam situasi canggung dengan Roger

"Kapan kapan saja. Saya langsung pulang, tolong sampaikan salam saya pada Ayah dan Bunda kamu" Tuturnya dengan manis

"Iya Dok. Sharma duluan, asalamualaikum" Sharma membuka pintu mobil dan turun dari mobil Roger

"Waalaikumsalam"

Sharma sempat berbalik, menoleh pada mobil Roger, tersenyum dan kemudian masuk kehalaman rumahnya setelah membuka pintu pagar

Roger tersenyum, lalu kemudian melajukan mobilnya meninggalkan jalanan rumah Sharma

TBC

1
dina
karya yg bagus,alur ceritanya jelas,tata bahasanya santun dan indah
dina
karya yg bagus,alur ceritanya jelas,tata bahasanya santun dan indah
Kim Reyaa
luar biasa....novel singkat dengan penuh banyak pelajaran Thor....sukses terus ya Thor ..bakal q rekomendasi kan ini novel ke temen2....ini baru novel berkualitas.
Kim Reyaa
semoga bahagia ya Sharma di an Azam...... Alhamdulillah... pelajaran banget cerita ini kk Eva. makasih banyak banyak kk eva
Kim Reyaa
q kog kesel sendiri sama pak bos. .. untung Sharma g jd sama pak bos . Alhamdulillah semoga Azam menjadi pilihan terbaik sharma
Kim Reyaa
pak bos pak bos...kurang apa coba Sharma....udah bilang sumpah , demi Alloh pula , tetep g percaya. dari sini q paham , jika menjadi imam harus lebih ilmu agamanya dr pd makmum . maka imam dpt menilai makmum yg tulus dan jujur . hheh pak bos payah .
Kim Reyaa
fiks...Sharma jodohnya Azam .maaf pak bos ternyata hanya sebatas itu cinta mu pada Sharma , q g bisa dukung pak bos lagi .
Kim Reyaa
astaghfirullah...siapa yang akan nolong Sharma Thor kali ini . q jedag jedug
Kim Reyaa
yaaah....kog q curiga ya , jangan2 ada udang di balik tepung
Kim Reyaa
jangan goncang cinta pak bos dan Sharma Thor please..udah mau bahagia mereka
Kim Reyaa
aaaaaah....saya mau pak , saya mau di ta'aruf sama pak bos
Kim Reyaa
uuhuuuukkk....lampu ijo kedua pak bos
Kim Reyaa
ehemmm....gercep dan blak blakan niih si pak bos
Kim Reyaa
selalu olways suka sama tulisan dan cerita kk Eva ....
Kim Reyaa
xixixixi....di lamar dengan mahar sebuah Al-Qur'an... Alhamdulillah 😆😆
Kim Reyaa
emmm....entahlah , q bingung mau dukung siapa , antara Azam dan Reyhan , tapi hati Q condong ke reyhan siih , meski Reyhan bukan tipe orang yg religius seperti yg d harapkan keluarga Sharma . tp entah keknya Sharma cocok aj sama Reyhan
Kim Reyaa
waduuuh...siapa itu Azam ?
ini sebenarnya jodohnya Sharm pak Azam , pak Reyhan apa dokter Roger ...haduuuuuft
Kim Reyaa
aseeek...sekali ketemu langsung lampu ijo niih pak bos....aku suka aku suka aku suka hehe
Kim Reyaa
ini jodoh , , ,di sini jodoh di tangan author hhhh....kk Eva emang keren
Kim Reyaa
eheemmmm...pak bos udah cinlok niih , udah terbuka niih , udah ngakuin kalo jatoh hati niih hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!