NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter Genius / Kehidupan di Kantor / Karir / Teman lama bertemu kembali / Dokter / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Ketika laki-laki itu menabraknya di lobby rumah sakit, Melisa marah-marah. Pria blasteran itu dipanggilnya 'Bambang' karena menumpahkan kopi di baju kerjanya, padahal tak ada sebaris pun kumis melintang diatas bibirnya.

Pun ketika pria itu memberinya sapu tangan untuk membersihkan tumpahan kopinya dia menambah julukannya menjadi manusia kuno prasejarah.

Dan ternyata sejam kemudian Melisa tahu, Bambang yang kuno itu adalah Boss-nya.

●●●●
Cerita Vincent yang ditolak ama Liana dan Gendhis dimari. Yukkk masuk 🤣🤣🤣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEASON 1 Part 35. Aku Siap

“Besok harinya, deg-degan?” Bambang dan aku akhirnya bisa bicara  diantara persiapan kami yang sudah selesai sore ini. Setelah lamaran sederhana, kami mulai mempersiapkan segala sesuatunya berdua dengan perencana pernikahan. Pernikahan kecil yang hanya mengundang teman-teman dekat dan keluarga sudah cukup buat kami.

Dan besok adalah hari pernikahan kami, karena kami menyiapkan hanya sedikit undangan dan WO yang sudah profesional membantu kami, bahkan kami tak membuat foto prewedding heboh, hanya foto dalam studio yang memakan waktu tak lebih dari setengah hari. Beberapa hal lainnya diatur sesimple mungkin, walaupun tetap memakan waktu tapi tidak begitu rumit dan bisa dilalui tanpa merasa terbeban. Rasanya bahkan menyenangkan melalui prosesnya bersama. Sangat berbeda dengan pernikahan pertama dimana upacaranya lebih besar dan rumit.

“Hmm... sebenernya engga sih, tapi rasanya tetap menyenangkan persiapannya. Aneh ya gak deg-degan, seneng aja tapi kalo deg-degan enggak terlalu kayanya sih.”

“Mungkin karena kita pernah di sini sebelumnya, atau pikiran kita berbeda dari sepuluh tahun yang lalu. Tapi besok kamu akan jadi istriku, mempunyai kau saat pulang kerumah itu rasanya membahagiakan. Aku tak merasa kehilangan setiap kau pergi, itu menyiksa sebenarnya. Jika tiga bulan bisa dipersingkat tiga minggu akan lebih baik. Tapi mulai besok kita akan selalu bersama...”

“Sebenernya aku takut. Takut kita berubah suatu saat, takut masalah bikin kita benci satu sama lain. Berjanjilah satu hal...” Aku mengenggam tangannya.

“Apa?”

“Jangan pernah bilang aku akan lebih  bahagia jika tidak bersamamu.” Dia merangkulku.

“Aku tahu itu kata-kata itu salah... Tidak, kondisi sekarang beda, aku tahu tanggung jawabku. Dulu aku merasa terganggu dengan kewajiban sebagai keluarga, aku melakukannya untuk membuat Mama bahagia, bukan karena aku siap sepenuhnya,  aku sama sekali tak tahu apa yang aku hadapi, saat itu kami masih sama-sama muda dan punya harapan berbeda satu sama lain. Atau mungkin memang pribadi kita tidak cocok satu sama lain, kupikir cinta bisa mengatasinya diawal tapi ternyata  tidak. Tapi sekarang hidupku tak berarti tanpa kau dan anak-anak dimasa depan kita. Entahlah jika dipikir-pikir semuanya sangat salah saat  itu...”

“Mantan istrimu datang nanti?” Apa dia sudah berdamai dengan istrinya.

“Hmm dia bersedia datang. Dia mengundangku saat dia menikah enam tahun yang lalu, kami pernah bicara panjang lebar saat semuanya sudah mereda, saat dia akhirnya berbahagia, aku ikut senang dia menemukan seseorang. Dan aku yakin saat dia bersedia mengundangku, dia pun mengerti akhirnya kenapa aku tak pernah menyesali keputusan perceraian kami. Mungkin bisa dikatakan kami telah berdamai. Tapi sudahlah kita tidak usah membicarakan hal-hal masa lalu. Semuanya sudah berakhir. Sekarang  hanya kita berdua.”

“Hanya kita berdua...” Aku memegang tangannya sekarang.

“Kita berdua mulai besok. Dan seterusnya sampai akhir, semoga Tuhan mengizinkan itu terjadi dan kita akan berusaha tetap bertahan di masa-masa terberat  kita. Dalam suka maupun duka, ...”

“Gak ada kata -kamu akan lebih bahagia tanpa aku-. Jika kau berani mengucapkan kata itu, aku akan membuatmu sengsara aku janji. Jika kamu berani punya selir satu, kaya mantan  aku, mungkin aku bakal nyari PIL dua juga...”

“Apa itu PIL?”

“Pria Idaman Lain....” Langsung dia ngakak.

“Tukang  ngancem nomor wahid.” Dia menoel hidungku, aku tersenyum.

“Apa ketakutan terbesarmu?” Sekarang giliran dia bertanya. Aku berpikir  sesaat sebelum mengakuinya.

“Gagal karena hal yang sama, tapi sekarang aku paham satu hal, seseorang hanya bisa mengendalikan diri sendiri bukan mengendalikan orang lain. Jika masing-masing dari kita berusaha saling menghormati dan menjaga, berbicara dengan tenang  demi keluarga, semua pasti bisa kita lalui.  Jika seseorang dari kita berkhianat dan menyembunyikannya, yang menanggungnya adalah orang itu sendiri, tanggung jawabnya bukan ke pasangannya lagi, tapi langsung ke Sang Pencipta. Aku tidak suka mengawasi orang dekat, aku percaya padamu. Dulu aku masih muda, aku masih sanggup keluar dan mulai dari awal. Mungkin entah bagaimana  nanti saat aku di posisi sudah punya anak, aku tidak muda lagi, mungkin kau main serong dengan wanita lain, aku akan memilih diam dan bertahan , demi kebahagiaan anak, perilakumu mungkin akan membuat hubungan kita berubah selamanya. Tapi aku akan  tetap disana,  aku bukan hakimmu lagi, aku menyerah menghakimi, mungkin  aku akan bermain sandiwara, entah apa kita akan pernah sama lagi, entah apa aku bisa memaafkan atau entah apa aku sendiri  bisa bersikap benar, aku tak tahu, mungkin aku hanya hidup menjalankan kewajipanku sebagai Ibu, tapi kuharap kita tak pernah jatuh ke  dalam masalah itu...”

Dia diam melihatku.

“Aku tahu apa yang kau bicarakan. Aku juga punya ketakutan bahwa aku terlalu biasa, kadang  terlalu egois, mengejar apa targetku sendiri seperti dulu, mungkin entah bagaimana jatuh seperti katamu, terlalu tak mengerti kebutuhan wanita sehingga pasanganku tak bahagia dan seterusnya. Kata Papa cinta itu sementara, tapi kasih itu kekal. Jika kau ingin memberikan kasih kepada keluargamu, kau akan selalu bertindak benar, aku hanya ingin kehidupan tenang, jauh dari pertengkaran. Punya anak yang kusayangi seperti orang tua yang lain, lagipula aku benar-benar tidak suka fluktuasi perasaan, kau tahu merindukan seseorang itu bisa membuatmu sulit bekerja. Tidak tenang saja, aku tak punya cita-cita bikin harem seperti mantanmu...” Giliran aku yang tersenyum sekarang.

“Kupikir kita berdua punya pemahaman yang sama soal keluarga tenang tempat anak-anak kita bukan. Kita akan baik-baik saja, walaupun kadang aku membuatmu kesal sedikit... ya tapi kita akan baik-baik saja.” Aku menggengam tangannya mendengar tambahan perkataannya.

“Kita berdua akan berusaha membuat semuanya baik-baik saja.” Aku menyetujuinya, entah kenapa ketakutanku  berkurang mendengarnya. Tidak ada yang mudah, selama kita hidup pasti ada masalah, tapi mendengar bahwa masing-masing dari kami punya keinginan yang baik untuk selalu hidup damai jauh dari pertengkaran itu sudah cukup.

“Sekarang kau siap buat besok...” Dia bertanya sambil menggengam tanganku.

“Aku siap.”

 

 

1
Maria Ulfah
buku nya mak othor selalu bagus dan keren-keren 👍👍👍👍
Mei Saroha
meleleh nihh baca kisah Bambang Melisa...
aku padamu kk othor
Lulu
luar biasa keren
💜Ilalang Senja💜
Author...Jempolan...teruslah berkarya..
Sarange ... Author
💜Ilalang Senja💜
Kamsahamida... Author....Sarange..
Novee Lim
Andreas & sandra tidak adakah kak margaret?
Ria Nilasari
Luar biasa
Ria Nilasari
Lumayan
Jessica
Luar biasa
Sunaryo Sunaryo
Biasa
Sunaryo Sunaryo
Kecewa
Gita mujiati
Luar biasa
V-hans🌺
mukanya terlalu tua untuk umur 30 apa lagi blasteran kyak umur 40 malah 🙏
Bakul Lingerie: blesteran kan ang gitu kak, muka mereka boros. nanti menginjak 50 mukanya bakal begitu2 aja, mereka keliatan muda
total 1 replies
Anita Candra Dewi
menurutku wajah dr andreas kek org india, apa krn brewokan ya
ms. yati74
Luar biasa
Puspa Ayundari
Nt lama lama gultik kalo aturan nya nggk bikin nyaman penulis...😔
Nurul Kistianti
Luar biasa
Serevina Simanjuntak
luar biasa...bale lg baca novel ini
GegeSter
hihihi.. maap leo.. bukan minggir.. tapi lebih cakep erwin diliat dari kamera 360 nya juga..
u itu terlalu perpect, ga ada unsur badass nya 🤣
legira
aku suka semua novel mu kak .yg paling favorit itu l hate my bos..😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!