Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Hayy semuanya 🤗
Author pengen coba buat novel yang baru nih, kalau nggak ada yang suka entar author hapus.
Author cuma mau nyoba doang siapa tahu ada yang suka lagi pun entah kenapa author pengen buat kek gitu astaga 😂
Oke, sinopsisnya kek gini..
"Tidakkkkkkkk aku mohon hentikan". Teriak seorang wanita cantik dari dalam kamar.
Suara tangisan yang menyayat hati dari wanita cantik itu tak menghentikan seorang pria tampan yang bersusah payah melepas pakaian si wanita. Suara tangisan yang memilukan hati sama sekali tak menggoyahkan hati nurani pria 25 tahun yang tampan itu.
Obat yang diberikan oleh rekan kerjanya membuat ia tak bisa mengendalikan dirinya. Membuat ia seakan-akan menjadi buta dan tuli.
Srekk
Karena kalang kabut dan ia tak bisa menahan rasa panas yang mengerilya yang semakin menjadi-jadi pada tubuhnya membuat pria 25 tahun ini merobek pakaian wanita cantik itu.
Dalam sekejap mata pria itu memaksa dirinya untuk masuk kedalam wanita cantik itu. Sedangkan wanita itu sudah sangat lelah memberontak. Dia sudah kehabisan banyak tenaga untuk melawan tenaga pria tampan itu. Tetapi sayang apalah daya tenaga seorang wanita dibandingkan pria.
"Hilang sudah hal yang selalu aku banggakan selama ini, aku sudah tak suci lagi aku kotor, aku kotor. Apa yang harus kukatakan pada suamiku kelak. Mama papa hiks hiks maafkan aku". Batin wanita cantik dengan air mata yang terus mengalir.
Entar lagi yahh, author coba buat lanjutin...
Semoga kalian suka, kalau nggak suka bilang aja dikomen entar author hapus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliyn1508, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi
.
.
.
"So sebenarnya kakak..".
"Agatha aku akan benar-benar mengulang menghukummu seperti kemarin jika kau berbicara yang tidak-tidak".
"Hahaha baiklah kakak, aku tidak akan berbicara biarkan itu menjadi rahasia diantara kita".
"Hey rahasia apa ini ?"
"Rahasia antar saudara dad".
"Sayang lihat anak-anak".
"Biarkan saja Jhon, mereka kan saudara biarkan mereka saling berbagi satu sama lain".
"Tetapi sayang mereka menyembunyikannya dari kita".
"Tidak mengapa, itu lah gunanya saudara".
"Kakak ayo kita pulang".
"Tidak tunggu setelah kalian pulih baru kita akan pulang".
"Hey dasar pria tua yang jelek".
"Berani sekali kau !!!".
Sean segera bangun dari duduknya, ia ingin sekali me*re*mas mulut adiknya. Agatha yang tahu pergerakan Sean, ia segera bersembunyi dibalik punggung Esmeranda.
"Boy duduk !!!".
"Kalian benar-benar tidak adil".
"Hey sejak kapan mommy and daddy tidak adil padamu boy".
"Mommy apakah mommy tidak sadar dengan perubahan kakak ?".
"Perubahan ?".
"Yes mommy, dia sekarang lebih banyak bicara dari yang dulu".
"Oh benarkah, mommy tidak menyadari itu".
Sean langsung terdiam mendengar perkataan sang ibu. Bukan hanya Agatha yang mengatakan hal tersebut, Andrew pun ia sering sekali mendapati wajah Andrew yang bingung melihatnya. Sean pun bingung dengan dirinya apa yang terjadi padanya belakangan ini.
"Hanya perasaan kalian saja".
"Tidak, itu memang benar kakak".
"Agatha jangan aneh-aneh".
"Astaga kakak ini".
"Oh iya kakak ayolah kita pulang".
"Mengapa kau sangat teringin untuk pulang ?".
"Apakah kau akan menemui kekasihmu ?"
"Tidak aku mana punya kekasih, yang ada saat aku mempunyai kekasih kau akan menghabisinya".
"Tentu, jika dia berani berbuat yang tidak-tidak kepadamu".
"Jadi apakah kita akan pulang ?".
"Kau tanyakan keadaan mommy and daddy dulu ?".
"Bagiamana keadaan kalian ?".
"Sangat baik, jika kau sudah tak tahan disini baiklah kita akan pulang".
"Daddy apakah kau tidak apa-apa ?".
"Tidak sayang, daddy sangat baik".
"Kakak dengar jadi kita akan pulang".
"Oke".
Sean segera meraih handphonenya dari dalam saku celananya. Ia segera menelpon Andrew untuk memerintahkan pilot dan co-pilot untuk segera menyiapkan diri mereka. Karena dua jam lagi mereka akan berangkat.
"Kakak mengapa kau menyuruh Andrew untuk menyiapkan mereka dua jam lagi, disini aku bosan".
"Jika kau tak mau maka pergilah naik pesawatmu sendiri".
"Jika aku punya pesawat aku akan membawanya sendiri".
"Sayang apakah kau menginginkan pesawat terbang ?".
"Tentu, daddy lihatkan betapa kejamnya kakak padaku".
"Kalau begitu sebutkan pesawat terbang tipe apa yang kau inginkan".
"Untuk apa ? Apakah daddy akan membelikannya untukku ?".
"Tentu, itu hanya sebuah pesawat sayang sekalipun kau menginginkan pulau pribadi daddy akan membelikannya untukmu".
"Tidak tidak kau terlalu berlebihan daddy".
"Tidak mengapa sayang jika kau menginginkannya maka daddy akan memberikannya".
"Tidak mau, aku hanya bercanda".
"Aku keluar dulu".
.
.
.
"Andrew ayo pulang".
Sean lupa akan berkas-berkas yang para bawahannya berikan tadi. Mereka tak langsung melaksanakan rapat karena tiba-tiba dokter Aaron mengiriminya pesan.
"Mr apakah Mr akan melakukan rapat ?".
"Tentu".
"Baiklah saya akan memberitahukan kepada mereka untuk segera bersiap".
"Pastikan semua berkas-berkas sudah ada di meja tanpa tertinggal sepotong pun".
"Baik Mr".
Mereka berdua memasuki mobil dan langsung meluncur menuju ke mansion yang baru beberapa hari ini Sean beli. Mansion besar yang harganya tak tanggung-tanggung. Mansion besar tempat ia mengadakan rapat dan pertemuan beberapa kali terakhir ini.
Beberapa menit kemudian mobil mewah Sean memasuki perkarangan mansionnya. Peraturan Sean tetap mengikuti seorang Sean dimana pun ia berada. Para bodyguard sudah berbaris menunggu kedatangannya.
"Mari Mr"
"Hmm".
"Semuanya bersiap dan masuklah ke ruang rapat".
"Baik tuan Andrew".
Saat Sean masuk kedalam salah satu ruangan yang sangat besar yang berada di lantai bawah. Para bawahannya sudah menunggunya dengan tertib. Sekitar lebih dari tiga ratus orang didalam sana. Meja-meja panjang dan juga kursi sudah disediakan.
Andrew segera bergegas membantu Sean untuk menarik kursi kebesarannya. Lalu memberikan beberapa berkas-berkas. Dan juga komputer dan laptop yang sedang menyala ditambah lagi sebuah microphone.
"Aku membutuhkan rekaman CCTV dijalan xxxx".
Cahaya proyektor memantul pada benda putih yang berdiri dengan kokoh di depan dinding. Sean menatap dengan seksama mobil putih yang membawa keluarganya. Setelah menontonnya satu kali ia segera melihat berkas-berkas yang berisikan laporan anak buahnya.
"Berikan penjelasan".
"Saya Mr saya yang akan menjelaskannya, kami telah menyelediki semuanya kami telah menyelidiki sopir, orang-orang yang membawa tuan, nyonya dan juga nona muda, lalu mobilnya, dan kami sudah membawa mobil tersebut untuk diperiksa".
"Berikan hasil pemeriksaan pada mobil itu".
"Baik Mr".
Satu buah map merah yang berisikan laporan dan juga tagihan mobil. Penjelasan mendetail tentang kerusakan pada mobil sudah tercatat dengan jelas disana. Sean membacanya dengan teliti, ia membacanya sangat teliti bahkan tanda bacanya saja ia sangat memperhatikannya.
"Cukup untuk penjelasannya, rapat sampai disini".
"Baik Mr".
"Andrew bawa berkas-berkas ini masukkan kedalam koperku kita akan berangkat pulang satu jam lagi".
"Baik Mr".
Sean segera bergegas keluar dari ruangan itu meninggalkan Andrew yang masih membereskan berkas-berkas penting yang diperlukan oleh sang tuan. Semua para bodyguard menatap satu sama lain.
"Tuan Andrew".
"Iya".
"Apakah Mr akan kembali ?".
"Tentu, adiknya tak mau berlama-lama disini dia akan kembali jika ia sudah kembali pulih".
"Secepat ini tuan Andrew ?".
"Tentu, memangnya kenapa ?".
"Kami masih sangat ingin melihat Mr disini untuk membimbing kami".
"Tidak mengapa, jika ada hal yang penting kalian pasti akan disuruh kembali".
"Ingat kalian masih memiliki tugas yang sangat penting disini".
"Tentu tuan Andrew kami tidak melupakannya".
"Maka dari itu bekerja keraslah selagi kalian bisa, ingat Mr sangat berjasa pada kalian semua".
"Tentu tuan Andrew, bukan Mr saja tetapi Anda juga berjasa kepada kami".
"Lupakan saja sobat".
Andrew menepuk salah satu bodyguard yang ia tolong dahulu. Lalu ia keluar dengan menenteng beberapa dokumen penting ditangannya. Semua orang yang berada didalam ruangan itu menatap punggung pria itu dengan tatapan penuh ucapan terima kasih.
.
.
.
"Kakak kemana saja ya Tuhan aku sangat lelah menunggunya".
"Tenanglah sayang, lagi pula kita tidak akan menumpangi pesawat umum".
"Tetapi dad artinya bukannya dia tidak menepati janjinya padaku".
"Bersabarlah sayang mungkin kakakmu mempunyai urusan penting diluaran sana".
"Bagaimana mungkin dia mempunyai urusan ini Inggris bukan Amerika atau pun Australia mommy".
"Kau belum mengenal kakakmu sayang".
"Siapapun dia terserah, dasar pria tua jelek".
"Jangan sebutkan kata itu lagi Agatha".
"Hey kau kemana saja, aku lelah menunggumu dasar kakak jelek".
"Agatha turunkan nada suaramu dan sebutkan kata kakak saat berbicara kepadaku".
"Dasar pria tua sombong".
"Agatha !!!".
"Sudah sudah jangan bertengkar".
Sean baru saja tiba di rumah sakit, setelah mengadakan rapat. Ia segera menuju rumah sakit untuk menjemput kedua orang tuanya dan juga adik kesayangannya.
"Apakah semuanya sudah siap ?".
"Tentu dad".
"Jika begitu ayo kita segera pulang aku begitu lelah mendengar adikmu yang memarahimu habis-habisan disini".
"Mr saya sudah mengurus semuanya disini, tuan, nyonya, nona muda dan sopir sudah diperbolehkan untuk kembali".
"Terima kasih Andrew".
"Sudah menjadi tugas saya tuan besar".
"Ayo Andrew kita keluar kau bantu aku mendorong kursi roda ini, sebenarnya aku sangat sehat tetapi pria tua yang jelek ini tidak membiarkan aku berjalan".
"Patuhilah saja kakakmu sayang".
"Baiklah daddy".
Dengan tangan bergetar Andrew berusaha meraih stang kursi roda. Sejenak Sean melihatnya lalu memalingkan kembali wajahnya. Dia cukup mengerti apa yang terjadi pada diri Andrew.
"Ayo".
💮 Bersambung 💮
Alooo up lagi ini kakak-kakak readers, ayo jangan lupa like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya.
Jangan lupa klik profil author kemudian follow akun mangatoon author.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
sehat selalu Thor moga up nya makin banyak