NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Alya

Sebenarnya Cinta Alya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:455.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: shalsyalala

Follow Ige author : Shalsyala


Zahrani Alya Putri.
Bukan siapa siapa yang bersalah dalam kisah ini
Daun yang jatuh pun tak pernah menyalahkan laju angin
Seperti aku,
Seperti kisahku,
Bukan aku, kamu ataupun dia
Tak ada siapapun yang harus tersudut dengan kata "Salah"
Hanya takdir yang membawa kita sampai pada titik ini.



Reno Akbar Pratama. "Selamanya tak akan ada wanita lain selain Alya dihatiku."



Romansa penuh cinta antara dua anak manusia yang harus diuji oleh berbedaan kasta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shalsyalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Mencintaimu

Akbar menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi, menatap lekat wajahnya sendiri. Menelisik jauh kedalam hatinya. Ia merasakan gejolak dalam hatinya yang membuat jantungnya berdebar debar.

Rasa cintanya yang begitu besar, menyebabkan rasa kepemilikan atas gadis itu juga teramat besar. Kenapa Alya sama sekali tidak mengerti akan hal itu? Ia hanya tak ingin kehilangan. Apakah alasan itu tidak cukup membuat Alya mengerti?.

Setiap berselisih paham dengan Alya, hatinya selalu gelisah, otaknya tidak bisa berkonsentrasi terhadap apapun, dan hanya terisi oleh sekelebat wajah Alya yang menari nari dikepalanya. Dengan frustasi, Akbar membasuh wajahnya dengan air wastafel. Ia

memejamkan mata, menarik dalam dalam udara untuk masuk kedalam rongga dadanya yang terasa sesak, kemudian menghembuskannya pelan.

Dinginnya air yang membasuh wajahnya seolah mampu menjernihkan pikirannya kembali. Ia membuka matanya ketika teringat kembali ekspresi Alya yang benar benar putus asa dan hampir ketakutan saat ia membahas Rehan.

Dan rasa bersalah pun seketika menyelimuti hatinya. Tak seharusnya ia bersikap dingin hanya karena hal itu. Ia mengusap wajahnya kasar, dan merutuki dirinya sendiri. Dengan hati gusar ia melangkah keluar dari kamar hotel.

***

Berlantai atap paling atas dari bangunan hotel, dan beratapkan langit hitam dengan taburan bintang, disinilah Akbar membawa Alya.

Suguhan pemandangan kota dimalam hari yang benar benar indah, terlihat dari ketinggian paling tinggi bangunan ini, cahaya rembulan menambah kesyahduan malam ini.

Alya bergerak melepaskan genggaman tangan Akbar saat dirinya terperangah dengan pemandangan itu, ia melangkah maju mendekati pagar pembatas atap gedung, binar matanya menunjukkan takjub, dan ekspresi wajahnya berubah penuh keceriaan.

Akbar yang berada dibelakangnya bersedekap melihatnya, gadis bertubuh mungil dengan rambut hitam, lurus, dan panjang tergerai indah, setiap helainya bergerak tak tentu arah tertiup angin. Gadis yang entah sejak kapan telah memiliki posisi yang sama seperti Ibunya, Nana dan Shofi didalam hatinya. Sama sama wanita yang ia cintai dan ingin ia lindungi.

"Mas Akbar, disini indah banget?, " seru Alya tersenyum dengan melambaikan tangannya, mengisyaratkan Akbar untuk mendekat.

Akbar bergerak beberapa langkah hendak menghampiri Alya, namun tertahan ketika melihat Alya sedang memeluk dirinya sendiri, dan kedua tangan menggosok lengan. Ia memperhatikan dari ujung rambut hingga kaki Alya, gadis itu hanya memakai setelan piyama bercelana panjang dan atasan berlengan pendek, kakinya hanya memakai sandal ruangan yang tipis. Tubuhnya seperti sedang menahan dinginnya udara malam, ditambah angin yang berhembus cukup kencang diketinggian ini.

Kembali ia menyadari kebodohannya ketika menarik tangan Alya tiba tiba tanpa melihat kondisi gadis itu. Akbar segera mempercepat langkahnya dan segera ia memeluk Alya dari belakang, menangkupkan kedua sisi jaket yang ia pakai ke tubuh Alya.

Tubuh Alya reflek menegang ketika merasakan dekapan tubuh kokoh Akbar, Ia menundukkan pandangannya, melihat tangan Akbar melingkar mendekap dirinya. Tubuhnya sekaan membeku, jantungnya berdegub dengan kencang ketika Akbar menopangkan dagu dipundaknya. Hembusan nafas panas Akbar terasa di ceruk lehernya.

Alya beberapa kali mengerjapkan matanya, berusaha menetralkan debaran jantung yang semakin tak karuan. Ia hendak melepaskan pelukan Akbar dan menoleh kearahnya, namun tertahan dengan menguatnya pelukan Akbar.

"Sebentar saja Al!, Aku ingin memeluk kamu sebentar saja, " pintanya lemah sembari mengeratkan pelukannya kembali.

Akbar memejamkan mata, kali ini suasana hatinya kembali tenang. Aroma wangi dari rambut Alya menyenangkan indra penciumannya.

"Maafin aku ya Al?, " ucap Akbar dengan mata masih terpejam.

"Kenapa tiba tiba?, " sahut Alya cepat.

"Aku selama ini terlalu egois dengan perasaanku sendiri, aku sendiri kadang juga tidak paham dengan hati ku, hatiku sakit saat kamu tersenyum dengan laki laki lain, saat kamu menatap laki laki lain, dan membuat rasa kepemilikan ku atas kamu menjadi lebih besar dan berakhir dengan selalu curiga, " tutur Akbar yang kembali mengeratkan pelukannya.

Mendengar pengakuan Akbar, Alya yang sudah mulai menetralkan debaran jantungnya mulai melemaskan tubuhnya, membiarkan tubuhnya direngkuh oleh tubuh kokoh yang kini terasa hangat. Alya tersenyum. Ia mulai menyadari betapa lelaki ini begitu mencintainya.

"Aku juga kadang lelah Mas, kamu curigai terus, bukankah suatu hubungan harus dilandasi rasa saling percaya?, " kata Alya lambat.

Beberapa saat memberi jeda, ia melanjutkan kalimatnya kembali.

"Aku merasa kamu sama sekali enggak percaya sama aku, padahal aku selalu menjaga hatiku cuma buat kamu", pipinya sedikir bersemu ketika mengucapkan kalimatnya yang terakhir.

Hening sesaat, yang terdengar hanya semilir angin yang semakin kencang berembus. Tak ada tanggapan apapun dari Akbar. Alya sedikit menoleh ke wajah Akbar. Ia melihat Akbar sedang terpejam.

"Mas, kok diem sih, kamu tidur?."

Akbar merapatkan kembali pelukannya sebelum menjawab,

"Maaf, maafin aku Al, setelah ini aku akan berusaha mengontrol diri ku sendiri untuk tidak curiga, aku akan percaya denganmu", jawabnya kemudian membuka mata, mengangkat kepalanya dari pundak Alya.

Kini tangannya bergerak memutar tubuh Alya untuk menghadap kearahnya. Alya pun hanya mengikuti pergerakan Akbar. Keduanya saling menatap, Alya tersenyum ketika melihat wajah kekasihnya yang sudah tak menunjukkan gurat ketegangan.

Akbar mengusap lembut pipi Alya, menyisihkan anak anak rambut yang berserakan di wajahnya yang tertiup angin,

"Jangan membuat hatiku gusar!" ucapnya lembut.

Alya tersenyum mengangguk. Ia menatap bola mata Akbar yang masih terselimuti keragu raguan. Ia tahu jika hati kekasih dihadapannya ini masih ragu. Mungkin kalimat Alya sebelumnya belum mampu memberi ketenangan, hingga ia memilih mengatakan kalimat yang tak pernah dia ucapkan sebelumnya.

"Aku mencintaimu Mas,

Kalimat Alya membuatnya terperangah. Kalimat itu yang selama ini ia tunggu, ia menunggu Alya benar benar mengutarakan isi hatinya.

"Aku juga sangat mencintaimu, sayang!, " balasnya dan disertai senyuman, kemudian mendaratkan ciuman dibibir Alya yang masih terlihat kaget dengan tindakan Akbar yang tiba tiba. Tak lama, Alya pun memejamkan mata, menikmati pertautan bibir keduanya. Akbar mulai menggigit pelan bibir Alya, dan Alya mulai bisa membalas pagutan Akbar meski masih terasa kaku.

Ciuman lembut yang lama lama menjadi menuntut, dengan kemampuan berciuman yang cukup handal, ia segera menyelipkan lidahnya kedalam mulut Alya yang sedikit terbuka. Menelusuri setiap sudut rongga mulut gadis itu. Menyesap rasa manis yang teramat sangat memabukkan. Tak cukup dengan itu, Akbar menarik pinggang Alya lembut, merapatkan tubuh keduanya saat terasa tubuh Alya mulai lemas.

Alya benar benar terbuai dengan ciuman Akbar kali ini yang begitu menggoda dan menuntut. Kembali Akbar menuntun tangan Alya untuk melingkar di lehernya.

Setelah cukup lama ciuman itu berlangsung, Akbar melepaskan pertautan bibirnya, menempelkan hidungnya di hidung Alya.

Nafas keduanya berpacu, Alya terengah dan menghirup udara sebanyak mungkin untuk memenuhi paru parunya, yang seolah kehabisan udara. Sedang Akbar hanya tersenyum. Segera ia memeluk Alya kembali ke dada bidangnya. Membiarkan gadis itu mendengar debaran jantung yang masih memukul mukul rongga dadanya.

"Kamu suka lihat kembang api? ", tanyanya lembut.

Alya sedikit mendorong dada Akbar untuk memberi jarak wajahnya supaya bisa mendongak menatap wajah Akbar.

"Sekarang bukan tahun baru, juga enggak ada perayaan apapun? mana ada kembang api?,"

Akbar hanya tersenyum kemudian memutar posisi Alya yang semula, kembali memeluk dari belakang. Kemudian mengambil ponsel disaku jaketnya, menempelkan di telinganya.

"Nyalakan!. "

Satu kata perintah yang keluar dari bibir Akbar, selang beberapa detik suara letupan kembang api membahana diudara. Disusul dengan percikan yang melebar membentuk sebuah lingkaran raksasa dengan warna warni menghiasi langit.

Alya terperangah menikmati keindahan letupan kembang api yang terus bergantian muncul di langit. Tatapan matanya ke langit tak terusik ketika Akbar mulai mengeratkan pelukannya kembali, hanya Alya yang menikmati pemandangan indah diatas sana. Dan Akbar memilih kembali menopangkan dagunya di pundak Alya. Kembali menghirup aroma harum rambut Alya.

Miliki aku semampumu

Sebanyak waktu yang kau punya

Aku kan biarkan diri jatuh,

dipelukmu....

Kebahagiaan dua anak manusia diatas sana juga dirasakan oleh beberapa orang di lantai bawah gedung ini. Seluruh tim yang sedang duduk santai di taman selepas makan malam, juga turut takjub dengan indahnya kembang api yang tiba tiba saja meletup diatas langit hitam.

"Indah banget kembang apinya" ucap Shinta yang tengah menengadahkan wajahnya menatap langit.

"Iya Shin, sayang banget ya Alya gak ikut kesini", balas Winda yang juga sibuk memandang langit.

******

Kasih Like dan coment yaaaaaa....

1
Ima Yusnia
bagus ceritanya ka
Shalsyalala: makasih kakak
total 1 replies
Regita Regita
Authornya kerennnn,bisa memainkan emosi pembaca.tetap semangat Kak...meluncur bunga...
Shalsyalala: Makasih kak udah mau bacaa. salam kenal yaaa
total 1 replies
fadhila
nyesek thor😭😭😭
fadhila
deg degan bacanya🥺
Rusiani Ijaq
masa adek kandang nya bisa d kalah kan dg anak dr wanita licik sih, emang ada y secara adek kandung nya tak pernah menyakiti kakaknya bisa .......dan serumit apapun permasalahan dan kebenaran tetap hrs d ungkapkan dan hal yg menyangkutt nasab tak boleh d tutupi atau d sembunyikan Krn itu dosa besar
Shalsyalala: saking sayangnya kakak
total 1 replies
Rusiani Ijaq
tama sungguh super duper BODOH bertahun-tahun di bohongi ngak peka hanya nafsu dan ambisi yg dia tau. kenapa ngak d bikin tama sakit dan menyesali penghianat nya SM Bu tari thor
Rusiani Ijaq
tunggu AQ siapkan baju dl, mana tau d undang 😀😀😀
Rusiani Ijaq
kalau Monik ngak hancur berarti cerita ngak enak dan semoga tama tua sendirian sakit" dan tak ada yg merawatnya. biar tau rasanya apakah harta yg dia agung"kan bisa menolong nya ketika renta kelak jg Monik jd gembel
Rusiani Ijaq
heran jg katanya Tama ngak cinta sm Monic to Mala bertahun-tahun tinggal seatap Mala jarang tinggal SM Bu tari kan impossible ding. rela berpisah dengan Bu tari dan hanya datang kalau ada perlu
Baby_Miracles
sedih😬
Shalsyalala: cup cup cup kak, lanjut yaa
total 1 replies
Rusiani Ijaq
biar bagaimanapun Akbar jg TDK tegas JD laki" meski livi mengganggu hrsnya dia prioritas dg Alya Krn HR ini HR yg sangat istimewa. toh livi jg bukan siapa" Mala manjanya melebihi Nana
Rusiani Ijaq
masa lalu buang pd tempat nya Krn kita sekarang hidup untuk masa depan, apapun itu dia emang TDK layak tuk d pilih
Rusiani Ijaq
wah romantis x mas Akbar
Rusiani Ijaq
mungkin AQ ngak rajin komen tp dr awal sdh q ksh 👍
Shalsyalala: Makasih ya, Kak. Jangan lupa lanjut ke cerita Angga dan Livia ya kak
total 1 replies
Rusiani Ijaq
nggak tau mau komen apa yg pasti good 👍💪
Shalsyalala: Makasih kakak, jangan lupa tekan. jempolnya ya
total 1 replies
Rusiani Ijaq
belum tau aja kalau itu kembang api tuk Alya
Rusiani Ijaq
wah Akbar langsung nyosor aja nih
Rusiani Ijaq
mampir moga ceritanya bagus
Shalsyalala: Makasih kakak, jangan lupa tekan like nya yaa
total 1 replies
Safitri E Sitompul
ceritanya bagus kata2nya ga bertele2...semangat berkarya ya thor
Safitri E Sitompul
kerennnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!