Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 35
" Gimana gak mematung di hadapan nya malah gak bisa ngomong. Buyar semua omongan yang mau aku omongin sama Rianna bahkan mau nyapa pun kaga bisa saking tegang nya. " Ucap Dody yang tanpak lemas..
" Hahaha kamu mungkin kena sindrom jatuh cinta. Makanya di hadapan Rianna jadi bodoh terus keringat dingin. " Rendi yang terus menerus mengompori Dody.
Dody hanya mendelik kan matanya, dan menjotos Rendi, sambil menarik Rendi ke kelas.
APA MEMANG SEPERTI ITU ORANG YANG JATUH CINTA, DIA AKAN SALAH TINGKAH.
Rianna yang kembali ke kelas. Dia tanpak lesu.
Hari ini indah tidak masuk kampus karena kelas nya siang.
" Huhh... Sepi juga ternyata kalau tidak ada indah. " Gumam Rianna sambil menopang dagunya.
Kelas pun di mulai..
Semua belajar dengan tenang. Memperhatikan dosen menjelaskan. Sampai pelajaran pertama selesai.. Rianna yang hari ini hanya ada 1 kelas.
" Hahh.. " menghela napas.
Lebih baik aku ke perpustakaan aja deh mumpung masih siang. Jadi bisa santai ngerjain tugasnya. Pikirnya.
Rianna pun segera bangkit dari tempat duduk nya merapikan buku-bukunya dan keluar dari kelas.
" Untung aku bawa beberapa tugasku, jadi gak perlu balik ke kosan dulu. "
Rianna yang bergegas pergi ke perpustakaan.
Perpustakaan nya cukup dekat dengan kampus jadi dia cukup dengan berjalan kaki. Untuk sampai ke perpustakaan nya jadi hemat tidak perlu naik ojek lagi.
Sesampainya di perpustakaan Rianna duduk di pojokan. Lalu mengeluarkan laptop nya. Dan mengeluarkan tugas-tugas yang setumpukkan.
" Hahh... Semangat.. " Rianna yang menyemangati dirinya sendiri.
Ternyata di sisi lain di perpustakaan, ada Dody yang memang sedari tadi sebelum Rianna datang dia sudah terlebih dahulu ada di perpustakaan.
" Ehh.. itu bukannya Rianna. " Gumam Dody yang Melihat Rianna dengan sedikit ragu.
" Apa dia bolos atau sudah selesai.. " pikir kembali Dody..
Akhirnya Dody memberanikan diri untuk menghapiri Rianna yang tengah pokus dengan tugasnya..
" Loh.. beneran Rianna. Kamu ko di perpustakaan, gak mengikuti pelajaran. ? " Tanya Dody yang sontak membuat Rianna kaget.
" Hahh... Aku cuma ada 1 kelas. Kamu sendiri Dod.. kenapa ada di perpustakaan.? " Tanya balik Rianna.
" Aku... Sama juga cuma satu.. "
Lanjut Dody bertanya kembali. " Kamu lagi ngerjain tugas. Yang kemarin ya ? "
" Iya.. "
" Mau aku bantu. ? "
" Ehh gak usah.. "
" Tapi aku duduk di sini boleh ya. "
Dody yang terus menerus membujuk Rianna agar dia bisa menemani Rianna mengerjakan tugasnya.
Rianna hanya mengangguk kecil.matanya terpokus ke layar leptop nya. Dody yang melihat-lihat tugas Rianna yang sudah di kerjakan oleh Rianna.
" Kaya nya kamu salah deh dalam penulisannya, sama penjumlahan nya. " Ucap Dody sambil menunjuk kan letak kesalahannya.
" Hahh... "
" Apanya yang hahh.. jelas jelas ini kamu salah malah hahh lagi.. " cengir Dody yang melihat wajah datar Rianna.
Rianna yang memeriksa kembali tugasnya. Dia tanpak kebingungan.
" Apa nya yang salah menurut ku sudah bener ko. " Jawab Rianna sambil memiringkan kepalanya.
" Haduhh.. ini kamu salah di penjabarannya. Bukan seperti itu, sini aku pinjam buku sama pulpen, tak kasih tau yang bener kaya gimana. " Ucap Dody dengan semangat.
Rianna pun memberikan pulpen dan buku. Rianna memperhatikan Dody yang sedang pokus menulis..
" Nih kayak gini baru bener.. " ucap Dody sambil menyodorkan buku ke Rianna.
Rianna yang melihat dengan seksama. Memang betul penjabaran Dody lebih jelas dari pada punyanya..
Mereka berdua pun asik dengan tukar menukar pemikiran mereka. Rianna sangat antusias dengan keritikkan Dody. Pembahasan yang di ajarkan oleh Dody..
Waktupun terus berlalu mereka berdua pun semakin. Asik dalam tugas nya..
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat