Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.
Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.
Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.
Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?
(Remake)
Zhong Li -> Shi Yexian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 35 - Tidak akan tergapai
“Apa sudah pagi, sepertinya memang sudah pagi!” You Fan bangun dari tidurnya, ia beberapa kali mengusap matanya karena pandangannya masih tidak jelas.
Matanya menelusuri sekitar, melihat jika kamarnya sedikit berantakan, dirinya mengingat jika ada peristiwa besar kemarin, tapi untungnya dirinya dan keluarganya berhasil selamat. “Apakah Zhong Li masih hidup? kemarin kami tidak berhasil menemukannya.”
Dirinya melihat ranjang sebelah tempat biasanya Zhong Li tidur, tapi saat itu dirinya langsung di kejutkan karena ada seorang anak yang sedang menempatinya tidur membelakangi dirinya, dirinya melihat jika anak itu sangat mirip dengan Zhong Li.
You Fan meneguk air ludahnya kembali, dirinya langsung ingin memeluknya tapi setelah melihat jika bajunya sangat rusuh dia tidak jadi melakukannya, dirinya berpikir jika Zhong Li mungkin saja sedang terluka.
Dengan hati-hati You Fan berjalan ke sisi lain, dirinya ingin melihat wajah dari anak itu, dalam hatinya dirinya terus berdoa jika tebakan tidak seharusnya salah, dilihat dari pakaian dan rambut hitamnya yang sedikit berkilau jelas itu adalah Zhong Li.
Setelah melihat dari sisi lain, dirinya bisa melihat jika wajah bersih Zhong Li ada di sana, jelas dirinya sangat senang dengan itu. Karena tidak bisa menahan rasa senangnya yang sangat berlebih itu, dirinya dengan cepat langsung memeluknya, lupa dengan pemikirannya tadi.
“Zhong Li! Kau ternyata masih hidup!” You Fen memeluknya dengan sangat keras, jelas Zhong Li langsung terbangun dari tidurnya.
Dia membuka kedua matanya lebar-lebar, dengan pelukan yang sangat erat dari You Fan itu, saat ini Zhong Li tampak sangat kesulitan untuk mengambil napas. “Tunggu lepaskan sebentar, aku tidak bisa mengambil napas, apa kau ingin membunuh ku?”
Mendengar itu, You Fan menghentikan pelukannya. Dirinya berniat untuk mempertahankan pelukan itu lebih lama lagi, tapi sepertinya Zhong Li sudah tidak tahan dengan itu. “Ah, maaf…”
You Fan tertawa pelan setelah itu. Dirinya saat ini sungguh senang karena masih bisa di pertemukan kembali degan Zhong Li.
***
“Ada, apa? Kenapa kau membangunkan ku sepagi ini, aku masih ingin tidur.” Mata Zhong Li sepertinya masih mengantuk, dirinya menidurkan kembali badannya, ia ingin melanjutkan tidurnya.
“Tidak, kau tidak boleh tidur, kita harus mandi terlebih dahulu… ini sudah pagi kau tahu.” Mereka berdua tampak tidak mempedulikan peristiwa kemarin, seperti peristiwa itu sudah terlewati sangat jauh hari.
You Fan tampak ingin membangunkan Zhong Li yang masih ingin melanjutkan tidurnya. Hari-hari mereka berdua tampak biasa-biasa saja tidak ada yang menggangu pikiran anak kecil itu untuk berbahagia.
“Sial, bisakah kau mandi sendiri seperti biasanya! Aku masih mengantuk.”
“Kau selalu saja seperti ini, cepatlah bangun dan bergeraklah ke kamar mandi! Ini sudah pagi.”
“Jangan bertingkah seperti ibuku! Tidak, aku tidak memiliki ibu saat ini… Ah aku melupakannya.”
“Cepat lah bodoh! Dasar kadal pemalas.”
“Anak iblis, panggilannya terbalik.”
“Aku tidak peduli dengan itu, sekarang cepatlah bergerak!” You Fan menarik Zhong Li dengan sekuat tenaga membuat anak itu harus keluar dari zona nyamannya dan terjatuh kelantai.
“Nak ada apa? Kenapa sangat berisik, kita akan berangkat sebentar lagi.” suara pria paruh baya memenuhi ruangan itu, di susul dengan suara pintu yang akan terbuka.
Dengan tampangnya yang masih sangat muda, dia adalah ayah dari You Fan, You Qing seorang mantan Pendekar Ahli, dia berkarir di dunia pendekar sampai di Tingkat Pemimpin. Menatap pria paruh baya itu dengan linglung, Zhong Li tidak ingat ingin berkata apa.
“Zhong Li?”
***
Selesai mandi Zhong Li langsung berangkat menuju ke rumah kakek Yin, dirinya berniat untuk melihat keadaan Xinyue. Sebelum berangkat tadi dirinya menerima sebuah tawaran dari paman Qing, mereka sekeluarga ingin Zhong Li bergabung dengan sekte yang sudah di tentukan.
Jelas Zhong Li tidak setuju dengan itu, ia sudah sangat ingin untuk bertemu dengan guru pertamanya, menerima segunung ilmu yang sudah menunggunya. Tapi tadi Zhong Li tidak langsung menolaknya, melainkan meminta beberapa waktu untuk memikirkannya.
Zhong Li berjalan dengan santainya di tengah kehancuran desa, kedua tangannya ia letakkan di bagian belakang kepalanya, saat ini dirinya tidak membawa pedang karena itu sudah ia tinggalkan di rumah kakek Yin.
Hembusan angin membawa abu berterbangan, Zhong Li merasa jika kehidupan damai ini sudah berakhir sepenuhnya. Tidak lagi ada orang yang menyapanya dengan ramah, jika mengacu kepada pendapat kakek Yin, sebagain orang yang masih hidup telah pergi dari desa ini mencari tempat tinggal baru.
Zhong Li mengingat kemarin malam jika percobaannya menciptakan sebuah gudang untuk menyimpan barang, telah gagal total. Jadi dirinya setelah ini ingin membuat tas, atau setidaknya di buatkan tas, ini untuk wadah bagi kelima bukunya.
“Jika di ingat-ingat masalah buku, sepertinya paman Qing dan juga You Fan sama-sama tidak bisa melihatnya… tidak, mungkin semua orang selain aku, tidak akan bisa melihat buku itu.” Zhong Li menarik kesimpulan dengan ringannya.
Ia memang menerima tanda-tanda seperti itu sejauh ini, ‘Yah lupakan saja soal itu.’ Zhong Li masih bisa merasakan kagum saat melihat rumah dari kakek Yin berdiri dengan kokohnya, padahal itu berasal dari bantuan mantra dan jimat. “Persetan.”
Zhong Li mulai memasuki dengan kata ‘Permisi’ di awal ia membuka pintu, setelah menutup pintunya dengan rapat ia langsung menuju ke kamar yang saat ini sedang menjadi tempat istirahat.
Setelah membuka pintu dari ruangan itu, Zhong Li langsung di sambut dengan pemandangan Xinyue yang sudah terbangun, gadis itu saat ini tampak sedang duduk dengan kepala tertunduk, tatapannya kosong.
Entah kenapa perasaan Zhong Li menjadi campur aduk saat melihatnya seperti itu. “Bagaimana perasaan mu? Apakah sudah lebih baik?” dalam hati, Zhong Li merasa pertanyaan itu sama sekali tidak cocok dengan keadaan ini.
Xinyue tertegun karena mendengar suara yang sangat tidak asing, “Zhong Li!” dia berteriak saat melihat Zhong Li ada di depan pintu masuk ruangan itu. Dengan segera Xinyue langsung menghampirinya dan memeluknya.
Zhong Li hanya bisa pasrah, dirinya sangat ingin berkata, “Sudah tidak apa-apa. Aku disini adalah keluarga mu.” Seperti itu, tapi dia tidak mengatakannya karena itu hanya akan menambah sumpahnya untuk selalu ada di dekat gadis ini, menemaninya sepanjang waktu.
Suara pintu kembali terdengar, dengan kakek Yin ada di sana. Dari raut wajahnya dia tampak terkejut karena melihat dua orang anak saling berpelukan. “Sangat romantis sekali ya, anak zaman sekarang! Jika di bandingkan dengan ku jelas aku hanya seperti sampah saja.”
Kakek Yin sampai saat ini masihlah belum menikah, dirinya tersenyum pahit. Zhong Li menoleh ke arahnya, memperlihatkan wajahnya yang bisa di bilang sangat tampan. “Kakek habis kemana?”
Jing Yin melebarkan matanya sebelum akhirnya menyipit lagi, dirinya tidak menjawab pertanyaan Zhong Li melainkan membuat pertanyaan lain untuk Zhong Li. “Luka di mata kanan mu, sekarang kemana?”