Bagaimana bisa cinta itu datang setelah perceraian? Kekeh melepas yang sudah jelas di depan mata.
Agra, pria itu harus rela ketika harus menyaksikan pernikahan antara sahabat dan mantan istri nya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya??
penasaran?? yukk baca😊
Jangan lupa Like, Rate, Vote dan Coment😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Hamil
"Apakah kamu ingin tahu siapa aku?"tanya Bella yang berada di belakang Laras.
"Hah.."lirih Laras sedikit kaget.
Bella menjelaskan dengan nada sombong ke Laras bahwa Agra pernah menyukai nya bahkan sampai saat ini Agra belum bisa melupakan dirinya.ucap Bella yang berbohong kepada Laras , Laras dengan nada kesal langsung berkata jika Agra benar menyukai nya sampai saat ini mana mungkin Agra bersikap dingin setiap kali bertemu dengan nya.Wanita itu pun pergi dengan tersenyum kepada Bella. Bella yang mendengar itu langsung menghembuskan nafas kasar sambil menggerakkan bibir atas nya.
"Sialan wanita itu berani sekali dia berbicara seperti itu padaku."tukas Bella kesal lalu pergi.
Laras yang sedang berjalan tiba-tiba tak sengaja bertabrakan dengan Adit.Wanita itu melihat Adit seperti orang kebingungan dan baru menyadari bahwa Adit tak kalah jauh tampan dari Agra.
"Maaf,aku tidak sengaja."lirih Adit.
"Emm..eer iya tidak apa-apa."ucap Laras seperti orang gugup.
"Laras?Kemana Agra,kenapa tidak bersama mu?"tanya Adit.
"Oh Agra tadi pergi terlebih dahulu."Jawab Laras.
"Yasudah aku mau pergi dulu."ujar Adit sambil berjalan melangkah pergi.
Laras hanya tersenyum sambil menatap Adit yang pergi.
"Kalau di lihat-lihat secara dekat Adit tampan juga."Lirih Laras dalam hati sambil tersenyum sendiri dan langsung pergi.
Sore hari nya,Adit baru saja pulang ke rumah.Pria itu melihat ke semua sudut ruangan namun tak menemui istri nya.
"Dimana Mona?,kenapa tampak sepi sekali.Biasanya dia duduk di ruang keluarga kalau tidak menyiapkan ku makanan di dapur.ucap Adit keheranan.
Adit langsung menaiki anak tangga dan melangkah menuju kamar untuk mengetahui apakah ada Mona di dalam kamar.Setelah membuka pintu kamar ,ia mendapati Mona yang sedang terbaring di tempat tidur.
"Sayang,tumben sekali jam segini kamu tidur?kamu tidak apa-apa kan?"tanya Adit cemas.
"Aku tidak apa-apa mas,aku hanya sedikit pusing dan mual dari tadi."jawab Mona sambil bangun duduk.
"Kenapa kamu tidak menghubungi ku?bukan kah aku sudah bilang jika terjadi apa-apa kamu harus segera menghubungi ku."tukas Adit sambil duduk di samping Mona.
"Sudahlah mas ,lagian ini bukan masalah besar."ujar Mona tersenyum ke Adit.
"Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa.Bersiaplah aku akan membawa mu periksa ke Dokter,tapi aku akan mandi terlebih dahulu."ucap Adit khawatir.
Selesai mandi dan bersiap-siap Adit langsung mengendarai mobil bersama Mona menuju sebuah klinik terdekat.Sampai nya di klinik dan di periksa oleh Dokter,Adit dan Mona tak menyangka bahkan terkejut mendengar jawaban dari dokter.
"Bagaimana Dokter,istri saya sakit apa?"tanya Adit lagi-lagi cemas.
Dokter itu tersenyum,"Istri bapak tidak sakit apa-apa. Selamat pak. Istri bapak sedang mengandung."ucap Dokter.
Adit dan Mona terperangah tidak percaya dengan pernyataan Dokter tersebut. "Apa Dokter serius?" tanya Adit menyakinkan.
"Iya. Saya serius!" seru Dokter tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca Mona menutup mulut masih tidak percaya. Adit yang kelewat senang langsung memeluk istri nya bahagia, tangis haru mewarnai ruangan itu. Sedangkan Dokter hanya bisa tersenyum ikut bahagia.
"Saya hamil berapa bulan Dok?" tanya Mona penasaran.
"Kapan terakhir kali ibu Mona datang bulan?" tanya Dokter lalu Mona mencoba mengingat-ingat kembali kapan terakhir kali ia datang bulan.
"Seperti awal bulan ini saya tidak datang bulan Dok.Karena biasa nya saya akan datang bulan di awal bulan." jawab Mona yakin.
"Usia kandungan ibu Mona memasuki minggu ke dua, untuk lebih jelas nya lagi kalian bisa memeriksa kan nya di rumah sakit. Di sana akan lebih jelas karena akan di tangani oleh Dokter kandungan."
Adit terus menggenggam tangan istri nya, rasa bahagia menyelimuti pria itu karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Jangan di tanya kemesraan apa yang terjadi di depan Dokter, pria itu tidak punya rasa malu untuk mencium istri nya hingga membuat pipi Mona merona merah menahan malu.