NovelToon NovelToon
Pengorbanan Untuk Cinta

Pengorbanan Untuk Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Zifara, seorang gadis cantik terpaksa menikah dengan Daniel Anggoro karena sebuah kesalah fahaman.

Dalam pernikahan tak ada cinta sama sekali untuknya, bahkan Daniel menganggapnya sebagai pembantu, hingga membuatnya jenuh dan terpaksa pergi dari rumah dalam keadaan hamil.

Dan di saat itulah cinta Daniel mulai tumbuh, namun terlambat, Zifa terlanjur pergi dan tak di ketahui keberadaannya.

Perceraian pun di ajukan Zifara setelah melahirkan, dan tak memberi kesempatan untuk Daniel,

Hingga akhirnya Zifara bertemu dengan Dimas Kurniawan, kekasih lamanya.

Meskipun sudah menjadi Janda, Dimas tetap kekeh menikahinya, namun itu bukan awal kebahagiaannya, karena sehari setelah menikah Dimas meninggal karena kecelakaan,
Sedangkan Zifara mengalami kebutaan,bagaimana nasib Zifara selanjutnya dan pada siapa cintanya itu kembali berlabuh,

Begitu pun nasib adiknya Devina yang tak kalah sengsara darinya, apakah keduanya bisa mendapatkan kebahagiaan, mampukah keduanya menjalani rumitnya kehidupan? ''

kita kepoin saja ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Devina hilang

''Apa... ''pekik Zifara, dan seketika itu pun nafasnya seakan berhenti berhembus ,jantungnya berhenti berdetak, ponsel yang di genggamnya pun jatuh ke lantai , kakinya lentur dan tak bisa menopang sehingga tubuhnya ambruk, namun bukan saat nya untuk menangisi demua itu, Zifara bangkit , di raihnya kunci motor lalu keluar dari kamarnya.

''Pak, aku pergi ke rumah bibi dulu ya, pamitnya kepada pak Bejo dengan mata yang sudah berkaca menahan tangis.

''Kenapa dengan Non Zifara, kok kelihatannya sedih gitu. gumamnya.

Ya Zifara mendapat telepon dari bibinya kalau Devina dari semalam belum pulang, ini memang di luar nalar karena bukan sifat Devina yang harus bermalam di luar rumahnya sendiri.

Zifara yang sudah tidak sabar dengan kabar yang di terima itu pun melajukan motornya sedikit kencang untuk segera tiba, dalam otaknya pun sudah mulai keruh memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, ini bukan yang di inginkannya, tapi ini lah kenyataan yang harus di terimanya.

Selang beberapa menit , dengan gegasnya wanita itu berlari menghampiri bibinya yang terlihat gelisah sanbil mondar mandir di teras.

''Bi, Zifara memeluk bibinya dengan erat seraya menangis.

''Gi mana ceritanya bi?'', tanya nya lagi masih dalam tangisnya.

Sang Bibi merasa lemas untuk mengeluarkan kata, lidahnya kaku, masih ingat semalam saat Devina meminta izin kepadanya, dengan lugunya gadis itu bisa memperdayainya.

Zi... melepaskan pelukan dan memegang kedua tangan Zifara.

Bibi pun menceritakan semua yang terjadi, dari awal sampai akhir ,bahkan sang bibi pun menceritakan bahwa keluarnya Devina dari rumahnya itu pun sudah mendapat izinnya.

''Kalau kamu nggak percaya ini pesannya, di raihnya ponsel sang Bibi dan di baca, itu memang sebuah pesan yang di kirim dari ponsel Devina.

''Kamu ke mana dek, kenapa kamu harus bohong, kalau aku tau pasti kakak akan temani kamu pergi, Zifara semakin terisak mengingat Devina masih belum cukup dewasa dengan dunia luar ,apa lagi itu malam hari, dan Devina sangat jarang sekali bergaul.

Beberapa kali Zifara dan sang bibi itu menghubunginya, ponselnya pun kini tak aktif,

Sang bibi yang melihat Zifara pun ikut menitihkan air mata, kenapa nasib keponakannya jadi seperti itu.

''Bibi tenang ya, aku akan pergi ke sekolah Devina, siapa tau temannya ada yang tau, ucapnya dan kembali keluar.

''Hati hati ya Zi?''.

Zifara mengangguk paksa karena dirinya pun tak peduli lagi, baginya Devina adalah segalanya ,bahkan melebihi nyawanya.

Setibanya di depan gerbang itu, Zifara kembali terisak mengingat dirinya lah yang mendaftarkan sang adik masuk, dan di situlah awal dirinya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya sekolahnya.

Mudah mudahan kamu memang berada di rumah teman kamu dek, lirih hatinya.

Beberapa murid yang masuk pun di tanya, akhirnya Zifara menuju segerombolan murid yang terlihat santai.

''Permisi, sapa Zifara membuat semua menoleh.

''Iya kak, ada apa ya?'', tanya seorang gadis yang memang terlihat seumuran Devina.

''Apa kalian teman Devina?'', tanya Zifara tanpa basa basi.

Gadis itu mengangguk membuat Zifara merasa lega meskipun belum menemukan titik terang ,setidaknya ada yang ia tanya dan itu sedikit memberi harapan.

''Apa tadi malam kalian merayakan kelulusan dengannya?'' tanya Zifara lagi semakin menyelidik,.

Semua mengangguk tanpa terkecuali dan kini Nayla yang berdiri menghampiri Zifara ,yang makin menunjukkan wajah khawatir.

''Iya kak memangnya kenapa?'', tanya Nayla sambil menoleh ke arah yang lain berharap tidak ada sesuatu yang terjadi.

''Apa Devina semalam nginep di rumah salah satu dari kalian, justru pertanyaan Zifara kali ini membuat semua menggeleng pelan.

Semua saling mengangkat bahu saat Nayla bergantian menatap wajah yang lain.

''Kayaknya nggak deh kak, soalnya waktu itu kita keluarnya bareng, dan kita mencar, Nayla semakin takut dan tidak berani jujur kalau mereka merayakannya di klub malam.

''Devina sampai saat ini belum pulang, kalau kalian tau di mana dia, tolong kasih tau aku ya, menyodorkan kertas kecil no ponselnya.

''Baik kak, ucap Nayla dengan nada gemetar, ada rasa takut yang menyelimutinya, ''Kami akan ikut bantu nyari kok, lanjutnya lagi, semakin bersalah saja gadis itu mengingat ia yang selalu saja membujuk Devina untuk ikut.

Zifara kembali menangis, pertahannya kembali runtuh saat mendengar penjelasan dari semua sahabatnya.

Tak ada lagi harapan karena saat ini Zifara pun tak tau lagi harus mencari ke mana.

Harus ke mana lagi aku mencari kamu dek, kalau kamu tidak kenapa napa pulanglah, kakak khawatir, batinnya.

Karena tak punya tujuan lagi, Zifara kembali pulang ke rumah bibinya, mungkin saja saat ini Devina sudah berada di rumah.

Zifara sudah tak tahan untuk meluapkan penyesalannya, di dalam kamar yang di tempati Devina selama tinggal di rumah bibinya itu ia terus saja menangis sambil menatap foto sang adik,.

''Andai saja kakak tidak meninggalkan kamu dek., andai saja kita masih bersama seperti dulu, dan andai saja aku tetap mempertahankan kamu dan tidak takut janda waktu itu, dan andai andai yang lain pun terus di lontarkan dengan di iringi tangisnya.

Sang Bibi yang mendengar Zifara itu pun kini duduk di sampingnya.

''Tenanglah Zi, nanti kamu bisa lapor polisi, siapa tau Devina bisa ketemu, dan jangan menyesali yang sudah terjadi, bibi tau jadi janda itu memang tidak enak, apa lagi kamu masih terlalu muda untuk menyandang status itu, merangkul pundak Zifara mencoba menguatkan untuk tidak putus asa.

Semua ini karena pak Daniel, dia menjadi penyebab hancurnya hidupku dan Devina, kebaikanku di balas dengan kebencian, aku sudah terlalu sabar menghadapinya selama ini, dan sekarang aku harus kehilangan adikku.

Ada kebencian di sana dan juga ada sedikit rasa rindu mengingat akhir akhir ini Daniel memperlakukannya dengan layak, tapi rasa bencinya kini lebih besar saat nama Devina kembali melintas.

Siang itu Zifara tak berniat untuk pulang ke rumah Daniel melainkan menghabiskan waktu di rumah bibinya, berharap masih ada keajaiban Devina akan pulang.

''Sekarang kamu lagi ngapain dek, apa kamu sudah makan, apa kamu tidak kangen sama kakak, pulanglah, kakak janji kalau kamu pulang, kita akan kembali tinggal bersama lagi, dan kakak akan meninggalkan pak Daniel, bicara dengan selembar foto yang ada di depannya.

''Halo pak, ada apa ya?'', suara pak Bejo saat mengangkat telepon.

Orang yang di balik telepon masih saja menahan suaranya untuk terlepas, namun apa daya rasa rindunya sudah menggebu.

''Zifara di mana pak?'', tanya orang dari balik telepon membuat pak Bejo terbelalak.

Pak Bejo tersenyum sedikit merasa bahagia saat Daniel memanggil nama Zifara.

''Hari ini non Zifara ke rumah bibinya, mungkin nengokin adiknya.

Tak mendapat jawaban, karena tiba tiba saja sambungannya terputus.

1
Ratna Ningsih
klu gitu mah ga usah di tolong biar kn ajah mati ...seperti nolong anjing ke jepit
Yusria Mumba
sabar farana
Yusria Mumba
semangat zifara,
Yusria Mumba
kasiang zifara,
Tarty Chunjileechanheesllu
👍👍👍
Rosa Fitri
jadi males AQ ah
Arum
terima kasih thor ,,🙏🙏 karya yg bagus 👍👍👍 bnyak dpat pelajran hidup😁😁😁😁
Arum
suka ceritanya ,,jdi bisa belajar ttg kesabaran,,pengorbanan,,dan menerima👍👍👍🙏🙏🙏
EndRu
whahahaa.. Kevin kena jahil juga akhirnya
EndRu
nyesek lagi aku 😢
EndRu
Gatot nih ceritanya 🥰🥰🥰🥰
EndRu
Kevin kocak parah hahaha 😍😍😍😍
EndRu
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤣
EndRu
hahahaha malu lah
EndRu
maunya Kevin yuh dari dulu cepat nikah
EndRu
Kembali sakit hati kasihan Dev
EndRu
biyuuh2 3 box.. ampun deh Daniel 😂😂😂
EndRu
Zi emang sengaja tuh udah ga diminum pil KB nya
EndRu
lihat cincin tunangan masih dipakai Kevin, Dev ntar goyah deh..
EndRu
Mama tiri Kevin baik juga.. dulu gmn sampai ceritanya yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!