Mayra, seorang gadis muslimah yang masih belia, kini dijadikan tumbal oleh Kakak Iparnya demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah! Tidak bisa menolak karena keluarganya memiliki hutang budi kepada keluarga kakak iparnya.
Akankah Mayra dapat lolos atau malah terjerumus kedalamnya?
Jawaban hanya ada didalam cerita ini selengkapnya
Ikuti terus yahhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Gibran Sebenarnya?!
Mobil terus melaju membelah jalanan, Mayra duduk di pinggiran mobil dan tidak berani menatap kearah Anton, pandangannya ke pinggir jalanan mengamati jalanan yang mereka lalui dan tampak asing bagi Mayra. Sementara itu Anton sesekali melihat kearah Mayra, mengamati gadis yang duduk di sampingnya.
Mobil Anton sampai di sebuah rumah besar, lalu ia menyuruh Mayra keluar dari mobilnya. Mayra turun dan melihat di sekitar rumah itu banyak sekali pria bertubuh besar yang sepertinya mereka adalah anak buah anton.
"Kenapa masih berdiri disitu?! cepat masuk!" ucap Anton
"Gak! aku gak mau masuk!" sarkas Mayra
"Cepet masuk! atau aku suruh dia untuk menggendongmu!" ucap Anton saat menunjuk seorang anak buahnya yang berbadan besar dan kekar. Bahkan menjinjing Mayra saja dia kuat. Mayra bergidik lalu mengikuti langkah Anton masuk kedalam rumahnya.
Saat mereka masuk kedalam, Pelayan wanita berjejer didepan pintu menyambut kedatangan mereka. Lalu Anton duduk di sofa tamu dan menyuruh Mayra untuk duduk disana.
"Duduklah Mayra" ucap Anton
Mayra duduk dan menatap anton dengan tatapan sengit. Sementara Anton tersenyum kecut melihat tatapan Mayra seperti musuh.
"Kenapa anda bawa saya kemari?!" ucap Mayra
"Lebih baik kau tinggal disini, daripada lontang lantung gak jelas!" ucap Anton
"Lebih baik saya lontang lantung daripada tinggal dirumah orang jahat seperti Anda!" ucap Mayra
"Hahaha,,, Kau belum tau Aku! bahkan kau juga belum tau siapa Gibran!" ucap Anton
"Tentu saya sudah mengenal Tuan gibran!" ucap Mayra
"Oh iya,,??? benarkah? siapa Gibran sebenarnya?"ucap Anton
Mayra tampak bingung ketika mendengar ucapaan Anton, Memang Mayra mengenal Gibran belum lama dan ia hanya tau apa yang dilihatnya.
"Haha! sudah ku duga! kau tidak akan tau Gibran sebenarnya!" ucap Anton
"Saya tidak peduli!" ucap Mayra
"Hahahaha kau tidak peduli?! mulutmu bicara begitu tapi hatimu berbeda! Baiklah karena aku berbaik hati aku akan memberitahumu Rahasia Gibran yang sebenarnya" ucap Anton terjeda. Mayra membuka lebar telinganya dan menajamkan indra pendengarannya.
"Siapa yang tidak tau Dengan Gibran Aldrich Handoko?! Dia adalah seorang Mafia didunia IT yang berasal dari Amerika! tentu kau tau Mayra Keluarga Gibran berasal dari sana dan hanya ibunya orang Indonesia! Gibran besar di sana dan Dia diwariskan perusahaan kakeknya hingga Gibran menguasai seluruh sistem IT dunia. Apa kamu tidak pernah berfikir bagaimana bisa seseorang memiliki senjata? anak buah banyak dengan segala fasilitas? dan rumah mewah juga kekayaan berlimpah? jika mereka tidak menjadi seorang Mafia?!" ucap Anton
Mayra mengingat kembali awal dia bertemu Gibran, sampai saat Ketika Mayra di tawan oleh Darko dikapal. Mayra dapat mengingat dengan jelas, begitu banyak bantuan Datang saat itu yang ntah mereka datang dari mana.
"Berarti Anda juga seperti itu bukan?!" ucap Mayra
"Hahahaha kau sudah nyambung rupanya! Oke Fine karena kamu sudah tau gak masalah! Tapi aku bukanlah seperti Gibran!" ucap Anton
Seorang anak buah Anton datang menghampiri mereka lalu berbisik kepada Anton.
"Bagus! aku akan segera kesana!" ucap Anton, lalu anak buah anton pergi meninggalkan mereka.
"Pelayan,,," ucap Anton
"Iya tuan?" tanya Pelayan
"Kau siapkan kamar tamu dan Antar Nona Mayra kesana untuk beristirahat. Layani apapun yang diinginkannya" ucap Anton
"Baik tuan" ucap pelayan.
Lalu pelayan lainnya berlari ke kamar tamu untuk mengecek ruang tamu, setelah mendapat kode dari temannya pelayan tadi mengajak Mayra untuk beristirahat di kamar
"Kamu istirahat aja, nanti kita bicara lagi. Aku ada urusan sebentar" ucap Anton yang kemudian beranjak meninggalkan Mayra.
Mayra masih terpaku dan tidak ingin pergi dari tempat duduknya. Dia masih bingung dengan semua perkataan Anton tentang Gibran. Lamunannya tersadar saat pelayan menyapanya
"Nona, mari ikut kami" ucap pelayan
"Enggak!" ucap mayra
"Nona jangan takut, Tuan orang yang baik Nona" ucap pelayan
Mayra menatap pelayan itu yang tersenyum ramah kepadanya, lalu Mayra perlahan berdiri dan mengikuti langkah pelayan itu ke kamar tamu.
"Jika anda memelukan hal lain, anda bisa panggil kami Nona" ucap pelayan
"Aku mau sendiri" ucap Mayra
Lalu pelayan itu keluar dari kamar Mayra dan menutup pintunya. Mayra duduk di tepian tempat tidur dan melihat sekeliling kamar itu. Batin Mayra berberang, bingung mau mempercayai siapa Apakah Gibran atau Anton. Tapi yang dikatakan Anton seperti kenyataan yang dilihat Mayra. Namun selama ini Gibran tidak terlihat seperti orang jahat.
Kemudian Mayra membuka tasnya dan mengambil ponsel yang di berikan Gibran waktu itu. Dibukanya kotak ponsel itu dan dikeluarkannya, Mayra menghidupkan ponsel itu dan sesaat setelah hidup, ponsel itu menampilkan foto Mayra tengah tersenyum saat di dalam toko roti pak Hasan. Mayra sangat kaget ketika melihat wallpaper dilayar ponselnya adalah fotonya sendiri.
"Kok Bisa ada fotoku?!" ucap Mayra bingung
Data Internet langsung tersambung, sepertinya Gibran sudah mempersiapkan segalanya untuk Mayra. Lalu Mayra membuka kontak didalam ponsel itu dan hanya ada 1 nomer saja yaitu milik Gibran. Lalu Mayra membuka Galeri dan alangkah terkejutnya Mayra saat melihat begitu banyak fotonya didalam Galeri itu. Saat Mayra menscrol kebawah, jarinya terhenti saat ia melihat sebuah foto Gibran diantara banyaknya foto dirinya berbagai posisi.
Mayra mengetuk foto Gibran dan melihatnya dengan jelas, sebuah senyum manis terukir disana. Mayra tersenyum saat menatap foto Gibran mengusapnya, dari wajahnya tidak tersirat jika Gibran adalah orang yang jahat.
"Apa aku harus mencari kebenarannya?" ucap Mayra sendiri
Lalu Mayra mematikan layar ponselnya dan menyimpan kembali didalam tasnya. Setelah itu Mayra merebahkan dirinya dan memikirkan bagaimana cara mengetahui semua kebenaran yang ada. Kemudian diangkatnya tangan Mayra dan dipandanginya cincin dari Gibran, Mayra teringat kembali saat Gibran melamarnya secara pribadi didalam resto miliknya.
Selama ini Mayra hanya berfikir jika Gibran hanya seorang pengusaha pada umumnya. Dia tidak pernah kepikiran jika Gibran adalah seorang Mafia.
"Tapi rasanya itu tidak mungkin......." batin Mayra
Lama kelamaan, Mayra tertidur karena merasa lelah berfikir....
***
Tanpa terasa waktu terus bergulir dan berganti, Gibran baru saja tiba di bandara. Kemudian dia mengambil ponsel dan mengaktifkan ponselnya. Saat sudah aktif, Notif Smartflynya yang di sambungkan dengan ponsel Mayra aktif seketika. Gibran tersenyum saat mendapatkan notif itu
"Bagus, Mayra sudah menghidupkan ponselnya. Jadi aku bisa memantaunya dari sini" ucap Gibran
Kemudian Gibran mengambil kopernya dan didepan bandara sudah ada supir pribadi yang menunggunya.
Gibran masuk kedalam mobil, lalu Supir menjalankan mobilnya menuju kerumah grandmanya.
Gibran membaca informasi yang di kirimkan Smartfly dari kantornya. Semua informasi lengkap tersedia disana sehingga Gibran bisa melihat apapun yang di lakukan karyawannya ketika mereka bekerja selama tidak ada Gibran di kantornya. Lalu Gibran berpindah memantau ke rumah papanya,,,
Tak lama kemudian mobil sampai dirumah Grandma, lalu Gibran turun dan masuk kedalam rumah.
"Gibrannnnnnn, Miss you so much" ucap grandma dengan begitu senangnya menyambut kedatangan Gibran
"Miss you too Grandma" ucap Gibran saat memeluk omanya.
"Itu,,, grandpa mu ada didalam, ayo kita masuk" ucap Grandma
Lalu Gibran masuk kedalam dan menyapa grandpanya
"Grandpa,,, " ucap Gibran saat memeluk kakeknya
"Bagaimana kabarmu??" tanya Grandpa
"Baik, Grandpa dan Grandma baik kan?" tanya Gibran
"Seperti yang kamu lihat" ucap Grandpa
Lalu mereka berbincang hangat, Kedua kakek dan nenek Gibran sangat senang dengan kehadiran Gibran disana. Mereka merasa bersemangat hidup lagi, saat menghabiskan hari tua mereka. Kakek dan nenek Gibran tidak ingin ke Indonesia karena Papa Gibran menikah lagi setelah meninggalnya mama Gibran, mereka lebih memilih untuk menetap di Amerika bukan karena mereka tidak setuju, melainkan Kakek dan Nenek Gibran berfikir jika papa Gibran sudah Dewasa dan tentu bisa berfikir mana yang terbaik.
Gibran bercengkrama bersama kakek dan neneknya saat itu.....
.
.
.
.
Bersambung....
Tekan ❤ biar lanjut ceritanya
NAMUN MIRA SBAGAI WANITA YG SDH TDK SEMPURNA, JANDA DN MASA LALU YG KOTOR, DILACURKN OLEH SUAMI LAKNATNYA,, DISETUBUHI ENTAH BBRP BNYK LAKI2, TNTU MRASA TDK LAYAK UNTUK DICINTAI HASAN YG.. TTP RASA TAKUT & TRAUMA ITU MSH MMBEKAS DI HATI & JIWA MIRA, TUGAS HASAN UNTUK MMBRIKAN RASA KPERCAYAAN DIRI, JIKA HASAN BNAR2 TULUS MNCINTAI MIRA.