NovelToon NovelToon
Become As Villain

Become As Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / System / Game
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reza Yusuf

Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Harem (?), Game, Isekai, Supernatural, Akademi (Arc 4), Drama (?)

- Arc 1 - Training To Be Strong - End

- Arc 2 - Engagement, First Event, Spirit, and Memory - End

- Arc 3 - Second Event <Young Heroes Tournament> - End

- Arc 4 - I Am Your Lover - End

- Arc 5 - ???

Berawal dari seorang Pemuda biasa - biasa saja bernama Shirosaki Sieg. Dia mati saat memainkan game yang poluler di zamannya yaitu game <Become The Legends>

Dan tidak disangka - sangka dirinya justru terlahir kembali ke dalam game itu.

Untuk memperparahnya lagi, dia berpindah ke tubuh salah satu tokoh Villain salah satu Villain yang paling jahat dan yang selalu merepotkan MC di game itu.

Dia tahu masa depan apa yang menanti dirinya dan tahu bahwa dia akan mati sejak terlahir sebagai tokoh ini.

Karena tidak ingin dirinya mati, maka dia akan berusaha menjadi kuat dan memanfaatkan pengetahuannya untuk sebisa mungkin berusaha untuk tidak mati di tangan MC maupun Last Boss.

Peringatan!! Banyak kesalahan ejaan, kata - kata kasar di setiap chapter!

Terinspirasi dari Novel/Manga 'My Death Flags Show No Sign Of Ending'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 35 - Event (III)

•Tempat Titan•

Sulit dipercaya. Hanya dalam sekejap, Dua diantara Tiga Guru Akademi mengalami hal mengerikan yaitu Kematian.

Benar, dua Guru Akademi itu dengan mudahnya dibunuh oleh [Titan] yang tingginya 16 Meter itu. Hal ini membuat semua Prajurit Kerajaan dan Murid Akademi kaget bukan kepalang.

Bahkan mulai diantara mereka ketakutan akan kekuatan musuh.

Komandan Bern sendiri kewalahan dalam menghadapi Ludius, Salah Satu Sang [Villain] terburuk dalam Game. Dan Karakter yang diincar-incar Sieg.

"Apa tujuanmu menyerang Ibukota!?" Komandan Bern bertanya dengan marah. Yah, itu tidak aneh jika dia marah. Pasalnya Dua Diantara Tiga Akademi sudah mati akibat dibunuh oleh [Titan] itu.

Padahal Komandan Bern yakin sepenuhnya bahwa setidaknya mereka pasti bisa menenangkan ini tapi ternyata dia terlalu naif. Dikarenakan kedatangan Ludius, semuanya menjadi kacau balau.

Dan Komandan Bern bisa menyebut Ludius itu sangat kuat sampai bisa menyebabkan banyak korban di Pihaknya.

"Hmm.. mana mungkin aku memberitahumu~" Ludius menjawab pertanyaan dengan bercanda atau dia memang tak punya niatan menjawabnya.

Komandan Bern yang mendengar hal itu merasa sedikit kesal. Tapi dia ingin segera mengakhiri semua ini, atau [Titan] itu akan membantai lebih banyak Prajurit dan Murid Akademi.

Saat ini. Di Ibukota setidaknya terdapat Tiga Guru Akademi. Tapi Dua diantaranya telah mati.

Namun sebenarnya masih ada lagi Guru Akademi lainnya dan jumlahnya melebihi 20. Hanya saja, semua Guru Akademi termasuk Kepala Sekolah itu tidak ada di Ibukota ini karena memiliki urusan di luar Kerajaan.

Oleh sebab itu, kekuatan tempur Ibukota saat ini berkurang dan menyebabkan pihak mereka mengalami kerugian besar.

Untuk Louis sendiri. Dia berusaha untuk menghadang semua pukulan maut yang [Titan] tersebut lancarkan. Dia tidak bisa mengandalkan Komandan Bern dalam menghadapi [Titan] ini, karena orangnya sendiri sedang menghadapi Karakter merepotkan.

"Tapi tetap saja ini sulit.." ucap Louis tanpa sadar. Bisa dilihat bahwa Louis benar-benar kewalahan menangkis balik semua pukulan yang dilancarkan [Titan] itu.

Dia tidak bisa melukainya, dan meski bisapun [Titan] itu akan segera pulih kembali. Dan hal tersebut sangat merepotkan.

Jadi setidaknya Louis ingin menahan atau mengulur waktu [Titan] ini selagi Komandan Bern berhadapan dengan Ludius.

Ia yakin bahwa hanya Komandan Bern satu-satunya di Ibukota ini yang bisa membunuh [Titan] ini. Hanya saja, sangat disayangkan bahwa Komandan Bern harus berhadapan dengan Ludius. Dan Louis harus menahan [Titan] ini sampai Komandan Bern mengalahkan Ludius? Itu sangat sulit, bahkan bagi Louis.

Louis juga tidak bisa mengandalkan siapa-siapa di saat ini tuk berhadapan dengan [Titan]. Pasalnya Guru Akademi yang ketiga itu, meski Guru itu selamat namun juga terluka parah mengakibat Guru tersebut tak mampu bergerak.

Singkatnya. Di saat seperti ini, hanya Komandan Bern dan Louis yang bisa bertarung. Prajurit dan Murid Akademi tidak bisa terlalu diandalkan karena mereka justru hanya menjadi beban dan menjadi korban saja.

"Ahh! Keqing, dimana sebenarnya kau!??" Louis menjadi frustrasi. Dia pikir dengan adanya Keqing disini, mungkin keadaan akan berbalik. Jika dipikir-pikir, mungkin Keqing adalah satu-satunya yang mungkin bisa mengalahkan [Titan].

Tapi sayangnya. Orangnya tak ada disini, dan entah kemana.

Tombak yang digunakan Louis tuk menahan semua pukulan [Titan] itu sedikit demi sedikit retak. Dan memaksa Louis mundur.

"Jika bertarung lebih lama lagi. Tombakku akan hancur dan tak ada lagi senjata yang bisa kugunakan." Tanpa senjata, Louis tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain berlarian.

Ia melirik ke arah Komandan Bern. Dan terlihat kalau Komandan Bern sangat kewalahan melawan Ludius.

Kemampuan Sihir Ludius itu sangat mengerikan. Dia bisa menyingkat Rapalan Mantranya, walau ada beberapa kejadian langka dimana orang tersebut bisa mengeluarkan Sihir tanpa Rapalan namun itu sangat jarang terjadi.

"Komandan Bern masih melawan Paman Gila itu.. sedangkan disini [Titan] ini, masih membabi buta. Andai saja disini ada Senpai-senpai lainnya.." Gumam Louis.

Sama seperti Guru lainnya. Jumlah Senpai yg ada di Akademi atau Ibukota ini juga sangat sedikit atau bisa dibilang nihil, dikarenakan adanya Misi yg harus mereka kerjakan di luar Ibukota atau Kerajaan.

Jadi kemungkinan besarnya. Senpai-senpai yang menjalankan Misi yang diberikan oleh Pihak Akademi yang ada di luar sana pasti menunda Misi mereka dan bergegas kembali ke Ibukota setelah mengetahui soal Penyerangan ini.

Namun butuh waktu yang lama supaya Senpai-senpai itu tiba di Ibukota karena jaraknya yg sangat jauh. Mungkin juga Guru Akademi yang ada di Luar juga segera kembali secepat mungkin.

Andai saja yang terjadi sebaliknya. Mungkin dari tadi lagi [Titan] dan Ludius sudah dikalahkan. Guru Akademi dan Senpai-senpai itu tidak bisa diremehkan. Apalagi Kepala Sekolah Akademi. Dikatakan bahwa dia memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan satu Negara Besar sendirian.

Tapi Ludius menyerang di saat yang tepat, dimana Keamanan dan Kekuatan Tempur Ibukota menjadi longgar dan berkurang sehingga banyak Korban yang berjatuhan.

"Aku harus menahannya sebisa mungkin!" Kata Louis. Ia menyemangati dirinya dan jika Komandan Bern tidak bisa membantunya, maka dia harus menahannya sampai Keqing datang.

Ia yakin Keqing akan datang kesini dan Keqing bukanlah type orang yang suka mengabaikan warga yang menderita. Gadis itu sangat baik, yg menjadi kekurangannya adalah godaannya berlebihan atau kadang melewati batas. Patut saja Sieg selalu kewalahan dengannya dan banyak Player menjadikannya sebagai [Waifu] atau menjadi Penggemarnya.

Louis menggunakan salah satu Skillnya yg sesuai tertera dalam Game yaitu [Thunder Spear]. Skill yang bisa digolongkan lumayan Langka dan kuat.

Tombaknya diselimuti Petir menyala-nyala. Dan aura kekuningan, rambut Louis juga berdiri ke atas seperti kesengatan oleh Petirnya sendiri.

"Mungkin Tombakku akan hancur setelah Skill ini tapi setidaknya ini bisa memberikannya luka parah dan waktu! !!" Louis melontarkan Tombaknya dari depan dan Tombaknya bergerak zig zag sehingga kebanyakan musuhnya akan sulit menghindar.

[Titan] yang melihat ada sebuah kilatan bergerak cepat ke arahnya menggunakan tangannya tuk memukulnya seperti nyamuk. Tapi, dia meleset dikarenakan kecepatan Tombak itu.

Dan akhirnya Tombaknya itu mengenai tepat di bagian paha [Titan] tersebut. Sebab tinggi [Titan] itu, Louis tidak bisa menargetkan Titik Vital [Titan] tersebut seperti jantung.

Serangannya itu menimbulkan suara Guntur. Dan bersamaan dengan itu, suara *Gedebuk* terdengar. Asalnya dari [Titan] yang menekukkan satu lututnya. Tembusan Tombak Louis itu sangat menyakitkan, dan meski [Titan] itu bisa pulih pun masih membutuhkan banyak waktu.

"GWOAAARRR!!"

"Ah. Dia marah.."

[Titan] itu meraung kuat dan dengan kemarahannya itu, dia semakin membabi buta dan menyerang kesana kemari.

Louis yang melihat ini tentunya terkejut. Walau sudah terluka akibat serangannya, tapi [Titan] ini masih lagi bisa bergerak.

"Gawat!!" Louis menjadi panik ketika pukulan amukan [Titan] itu mengarah pada Prajurit dan Murid Akademi.

"Kalian semua menghindar!!" Tapi memberi peringatan sudah terlambat. Hanya dalam sekali kibasan, puluhan Murid Akademi dan Prajurit menjadi korban. Dan mati tak berwujud.

Komandan Bern tak bisa tidak marah lagi. Dia biasanya akan selalu santuy dan tenang tetapi jika dia melihat kematian di pihaknya, hal tersebut tidak akan ada lagi.

"Beraninya kau!!"

"Hahaha!! Ayo marahlah Komandan!! Aku suka dengan ekspresimu, sangat langka bisa melihat Komandan Kerajaan terkenal marah!! Hahahah!!" Ludius. Ketimbang takut, dia malah memprovokasi Komandan Bern.

Tapi Komandan Bern menahan emosinya sebisa mungkin. Dia tidak bisa membiarkan amarah mengendalikan dirinya karena itu akan membuatnya ceroboh serta kematian.

Sambil menahan serangan Sihir yang ditembakkan Ludius, Komandan Bern berkata..

"Kalian semua termasuk dirimu Anak Muda!!! Bawa Guru Akademi itu dan segera mundur!!" (Bern)

Kalimat itu membuat mata semua orang terbuka lebar karena yang diucapkan Komandan Bern itu sama saja mengatakan bahwa dia akan bertarung sendirian.

"Komandan kami tidak bisa melakukan itu!!" Sahut salah satu Prajurit dengan lantangnya.

Dan semua orang berkata dengan anggukan. Tapi ada juga beberapa orang yang langsung melarikan diri, mereka masih sayang nyawa dan tidak ingin mati.

Namun naasnya, setiap orang yang ingin melarikan diri akan mengalami Ending Menggenaskan.

Yang serius saja. Semua Bawahan Ludius muncul. Ada sekitar puluhan, atau buruknya ratusan Orang berjubah muncul di tempat ini.

"Oh. Bawahanku sudah muncul. Hahaha!! Kalian semua akan mati disini tanpa terkecuali!!" Kata Ludius.

Ekspresi Komandan Bern menjadi jelek. Tak pernah ia sangka bahwa Ludius masih memiliki banyak bawahan dan terlebih lagi jumlahnya.

Semua Prajurit dan Murid Akademi satu per satu ketakutan. Meski Jumlah mereka lebih unggul dari Pihak Musuh, tapi yang menjadi kunci kemenangan disini adalah Kekuatan.

Meski mereka unggul dalam jumlah pun, selama Pihak Musuh memiliki [Titan] tersebut maka Murid Akademi dan Prajurit akan tetap terbantai dan mati.

Tidak lagi mengingat bahkan Louis sudah tidak punya kekuatan untuk melanjutkan semua ini. Mana Louis sudah terkuras akibat penggunaan Skill dan Tombaknya juga sudah hancur.

Dia tidak terbiasa menggunakan Senjata lain selain Tombak karena itu adalah Bakat Alaminya.

Tapi. Di saat mereka berada dalam situasi tersebut, di tengah-tengah itu. Seseorang berbicara.

"Menyedihkan. Tak kusangka Murid Akademi dan Prajuritnya sepengecut dan semenyedihkan ini." Suara yg berbicara itu terkesan merendahkan, meremehkan, sombong dan jelas angkuh seakan dia sudah terbiasa berbicara demikian.

Semuanya teralihkan perhatian pada satu orang yang berbicara itu bahkan [Titan] itu tak terkecuali. Dan akhirnya mereka melebarkan matanya karena menemukan orang yang bisa menjadi pembalik keadaan.

Tapi yang membuat mereka bingung adalah siapa sosok berjubah dan bertopeng putih di samping orang yg akan bisa diandalkan itu.

Ya. Ada dua orang disitu, Pertama adalah seorang Gadis berumur 13 Tahun memegang Katana dan memakai Kimono cantik dan sedikit terbuka. Itu sosok yang sangat diandalkan oleh semua orang dan bisa menjadi pembalik keadaan.

Dan orang kedua adalah sosok yang membuat mereka menjadi bingung. Anak berumur 11 tahun, berjubah hitam, topeng putih, dan memakai Syal putih salju terlilit di lehernya. Dia memegang Katana seperti Sang Gadis.

Dan yang mencolok dari keduanya adalah warna kemerahan yang membasahi seluruh pakaian keduanya. Jelas itu adalah darah. Sepertinya selama perjalanan kesini, mereka juga menyempatkan diri untuk membantai bawahan Ludius.

Anak Berjubah itu kemudian tampak mengalihkan perhatiannya pada [Titan] tersebut dan secara mendadak menghilang dari tempat.

Tapi yang sebenarnya bukan begitu. Anak Berjubah itu hanya menggunakan kecepatan tertingginya sehingga terlihat seperti menghilang.

Dan saat mereka menyadarinya. Anak Berjubah itu sudah muncul di udara, tepat di depan wajah [Titan] tersebut. Dia secara perlahan memegang Gagangnya sambil bergumam..

" (Pernafasan Angin, Bentuk Kedua..)"

Lalu dia dengan segera mencabut Katananya dari sarung memperlihatkan bilah keputihan yang jelas-jelas mirip sekali dengan Katana milik Sang Gadis.

Kemudian dia mengayunkan Katana membentuk 4 Tebasan Angin Melengkung Raksasa seperti Cakar.

"!! (Cakar Angin Pemurni)!!"

*Slaasshhh!!!!*

Entah beruntung atau tidak. [Titan] itu berhasil menahan Tebasan Angin berbentuk Cakar Raksasa tersebut dengan menggunakan Tangan kanannya. Namun, yang terjadi berikutnya sungguh mengerikan.

Tangan Kanan [Titan] yang ia gunakan tuk melindungi wajahnya, justru terpotong rapi secara Vertikal menjadi Empat. Singkatnya Teknik Anak Berjubah itu sangat kuat sampai bisa memotong rapi Lengan Tangan [Titan] itu dengan mudah.

"GWWOAAAARRRR!!!!"

[Titan] itu berteriak kuat. Jelas dia merasa kesakitan. Siapa pun pasti akan merasa kesakitan setelah lengannya dipotong begitu. Bahkan orang-orang yang ada disitu bergidik ngeri, tidak mau membayangkan jika mereka yang mengalami hal tersebut.

Karena tangan Kanannya telah terpotong menjadi empat sampai memperlihatkan warna putih atau tulang. Dia menggunakan tangan kirinya tuk menghempaskan anak berjubah itu, namun naas, tangan Kirinya juga bernasib sama seperti halnya dengan Tangan Kanannya.

Anak itu sekali lagi menggunakan Tekniknya tapi dengan bentuk yang berbeda.

" (Pernafasan Angin, Bentuk Pertama...>)"

Saat Telapak Tangan Kiri hampir menghempaskan tubuh Anak Berjubah itu seperti Nyamuk. Anak Berjubah itu langsung mengayunkan Katananya sambil berkata..

"!!! (Angin Puyuh Debu)!!!"

Secara mengejutkan. Sebuah Topan Angin Hijau muncul dan Topan itu menghantam Telapak Tangan [Titan] tersebut.

Hujan deras turun. Dan itu berasal dari Darah Tangan Kanan [Titan] itu yang hancur. Penyebabnya, karena Tangannya yang hancur itu, menyebabkan Hujan Darah Yang Deras.

Topan itu seperti Bor yang memusnahkan segala yang dilewatinya. Dan seperti yang dipikirkan, Topan Bor itu tak hanya memusnahkan Telapak Tangan [Titan] tersebut, tapi juga memusnahkannya sampai ke lengan-lengannya dan ketiaknya.

Dan seperti inilah akhirnya. Kedua Lengan Tangan [Titan] tersebut sudah hancur karena Teknik mengerikan Anak Berjubah itu.

Terdengar jelas decakan lidah dari Anak Berjubah itu. Sepertinya dia kesal karena Serangan Pertamanya tidak mengenai wajah [Titan] itu.

Dia pun kemudian mendarat secara perlahan di permukaan daratan. Sungguh sulit dipercaya bahwa Anak seusianya bisa bergerak dengan mudah di udara dan terjun dengan selamat dari tinggi Puluhan Meter.

Jubah dan Topeng Anak itu kotor. Atau bisa disebut, Anak itu penuh dengan bersimbah darah seakan dia baru saja mandi hujan darah.

"Oi. Apa yang kalian bisa lakukan hanyalah bengong dan diam menunggu kematian?"

Celetuk Anak itu segera memulihkan semua orang yang ada disitu dan disitulah [Titan] itu langsung menjerit kesakitan.

"GWOAAARRRR!!!!"

Segera. Semua orang langsung berlarian kesana kesini supaya tidak terkena dampak amukan [Titan] itu. Meski masih terkejut akibat menyaksikan pemandangan menakjubkan sekaligus mengerikan, tapi yang terpenting sekarang adalah nyawa.

Dan sesuai dugaan. Bawahan Ludius langsung menyerang ketika melihat ada yang mencoba melarikan diri. Namun, seseorang telah menghentikan tindakan semua Bawahan Ludius.

Gadis berpakaian Kimono dan mata Emas memikat. Itulah ciri-cirinya. Keqing.

Menggunakan Tekniknya dan dia menggunakannya tuk membasmi para Bawahan Ludius tanpa kesulitan meski jumlah mereka hampir mencapai Ratusan.

"Hey bukankah lebih baik jika kalian menyerah saja dan kita bisa mengakhiri semua ini?~" kata Keqing yang suaranya sangat menggoda menampilkan Kecantikan yang bisa meruntuhkan satu Kota Besar.

Tapi tak ada satupun dari Pihak Musuh yang menganggap itu sangat cantik. Justru sebaliknya, itu sangat mengerikan tuk dilihat dan mereka bisa muntah saat ini juga.

Dan di saat yang sama juga. Bawahan-bawahan Ludius ketakutan melihat Keqing yang dengan mudahnya membantai-bantai Rekan-rekan mereka.

Bagaimana mungkin Gadis secantik dan berumur 13 tahun itu dengan enteng melakukan Tindakan Permbunuhan seperti ini? Tapi, ini tidak bisa disebut pembunuhan melainkan melindungi dan Pertahanan Diri.

Di belakang Keqing. Tanpa ia sadari, ada salah satu Bawahan Musuh yang mencoba menyerangnya tapi digagalkan oleh seorang Pemuda Tampan yang menggunakan Pedang yaitu Louis.

Pedang itu dia dapatkan dari Para Prajurit yg telah mati. Meski tak terbiasa menggunakan Senjata lainnya, ia ingin menjadi berguna di saat-saat seperti ini.

"Oh Terima kasih Louis~" (Keqing)

"Sama-sama. Tapi sekarang aku sangat kesal. Aku ingin sekali protes padamu. Kenapa kau bisa-bisanya terlambat di saat seperti ini?" Kata Louis kesal.

"Hihihi~ jangan marah dong. Aku juga punya urusan tersendiri, selain itu ternyata firasat baikku benar~" (Keqing)

"Apa jangan-jangan Firasat baik yang kau maksudkan itu adalah anak itu?" (Louis)

"Tepat banget~" (Keqing)

"Siapa dia? Kenapa dia sangat kuat?" (Louis)

"... Untuk sekarang panggil dia 'White' saja~" (Keqing)

Masih ada pertanyaan yg ingin dia tanyakan. Tapi dia akan menyimpannya dulu. Dia bisa bertanya nanti setelah semua ini berakhir.

"Aku sangat mengharapkan anak itu." (Louis)

"... Tentu. Kita pasti akan memenangkan ini ~" kata Keqing sambil senyam senyum. Jujur itu berbahaya buat jantung Louis.

Dan begitulah. Sieg yg turun tangan kali ini akan menyebabkan keadaan mulai berbalik dan Pertarungan Ronde ke 2 Dimulai.

...••••••••••••••••••...

Sekian sampai disini saja dulu ya. Maaf tidak update 2 hari yang lalu. Lagi gak ada Mood soalnya

Dan juga, Sekadar Informasi. Thor mungkin gak update ke depannya. Baik itu di Novel sini maupun Novel Sebelah 'Necromancer System'.

Alasannya? Kuota Thor sekarat. Lagi butuh uang untuk ngisi. Jadi bersabarlah kalian semua beberapa hari menunggu kedua Novel Thor ini update oke? Pergi nonton Anime, Baca Manga, atau Novel Author lainnya selagi menunggu.

Oke. Sampai jumpa di Chapter berikutnya. Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.

1
_Khayy☕
suka banget Thor hahaha
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
udah ke berapa aku ulang baca tetep ga bosen meskipun nge gantung akhirnya.
Dar Mawan: p aku boleh ikutan ga 😄 aku dulu stres banget karena ga ada lanjutannya
total 7 replies
doilon
sayang sekali,novel bagus berakhir.
padahal novelnya bagus karena bisa dibuat dengan hati
nkadln_
author nya ilang bjierr, jangan² pindah dimensii
Hr⁰ⁿ
sebenarnya bisa aja MC keluar dari alur ceritanya,tpi ini selalu kepikiran dengan alur sampe sampe lupa kalo sebenernya MC itu kuat.
AzaThoth
jirr udh tahun 2025 aja ini😮
Asvero~
mantep bgt cerita nya
emosional nya dapet
action nya dapat
alur nya bagus
bahkan cewe² nya cakep uy😋
Alvendra Xavier Finn
Lumayan
Yatagarasu;)
Berbanggalah karena Ratu ini telah menitikan air mata, setelah membaca ini./Right Bah!/
casanova: hooh 😯
total 1 replies
Sulis Hetiyanto
gak lupa bang
Javanesse Shydurroffly
gk ad lanjutannya apa......????
pengagum 🥀
bjir saya ngerasa dejavu baca ni adegan, kayak pernah liat di manga
Melvin430
🤨
Knox Arcadia
kesian pala lu biat mc smpi menderita mcm ni
Knox Arcadia
dia dah selamatkan kau trus nk bunuh dia
Knox Arcadia
Sialan kau bocah brengsrk kau pergi bunuh pahlawan kerajaan iaitu sieg🤬😡
Knox Arcadia
kalu mc nya bisa bicara sopan sikit pasti menafik
call me oni chan
you are never make me disappointed author
call me oni chan
mc udah badan dingin,skillnya ice(tipe dingin),perlakuan ama2 katanya juga dingin
siapa yang memanggil alucard disini???dingin tetapi tidak kejam
ahmad
apalah pake diriku²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!