Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1: PENGKHIANATAN DI ATAS ALTAR PEDANG
Salju turun tipis di atas puncak Sekte Pedang Awan Biru, namun hawa dingin yang dirasakan Ye Xuan bukan berasal dari cuaca. Itu berasal dari ribuan pasang mata yang menatapnya dengan jijik di Aula Utama.
Di tengah aula, Ye Xuan berdiri dengan tubuh gemetar. Luka memar menghiasi wajahnya akibat serangan "latihan" yang sengaja dilakukan murid-murid lain pagi tadi. Di depannya, berdiri seorang wanita dengan keanggunan seorang dewi—Lin Xueru.
"Ye Xuan," suara Lin Xueru memecah keheningan, dingin dan tanpa emosi. "Kontrak pertunangan antara Klan Lin dan dirimu... hari ini resmi aku batalkan."
Zrak!
Lin Xueru melemparkan gulungan sutra merah ke lantai. Ia menginjaknya dengan sepatu bot sutranya yang mahal.
"Seorang jenius sepertiku tidak mungkin bersanding dengan sampah yang bahkan tidak bisa merasakan Qi. Kau hanya akan menjadi noda dalam perjalananku menuju Alam Surgawi."
"Xueru..." suara Ye Xuan serak. "Kita tumbuh bersama. Kau tahu aku kehilangan bakatku karena menyelamatkanmu di Hutan Terlarang tiga tahun lalu!"
Lin Xueru mendengus sinis. "Itu adalah pilihan bodohmu. Dunia ini hanya menghormati yang kuat, bukan yang berjasa. Penatua Agung, silakan laksanakan keputusan sekte."
Penatua Agung maju dengan senyum ganas. "Ye Xuan, karena kau bukan lagi tunangan Dewi Lin dan kau tidak berguna bagi sekte, maka hari ini meridianmu akan dihapus secara permanen. Kau akan diusir dari gunung ini sebagai manusia fana biasa!"
"TIDAK! JANGAN SAKITI KAKAKKU!"
Sesosok gadis kecil berlari menerobos kerumunan. Itu adalah Ye Ling'er. Dengan wajah pucat dan air mata mengalir, ia memeluk Ye Xuan, mencoba melindunginya dengan tubuh kecilnya.
"Pergi, Ling'er! Ini berbahaya!" bisik Ye Xuan panik.
"Tidak! Jika kalian ingin menyakiti Kak Xuan, kalian harus melaluiku dulu!" teriak Ling'er dengan berani.
Penatua Agung tertawa meremehkan. "Gadis kecil yang manis. Karena kau menghalangi keadilan sekte, kau juga harus menerima hukumannya. Murid disiplin, tarik dia dan beri dia sepuluh cambukan!"
Seorang murid maju dan mencengkeram lengan Ling'er dengan kasar hingga gadis itu menjerit kesakitan.
Melihat adiknya diperlakukan seperti itu, sesuatu di dalam dada Ye Xuan meledak. Rasa sakit, amarah, dan ketidakadilan yang ia pendam selama tiga tahun mencapai puncaknya. Darahnya mendidih, seolah-olah ada naga purba yang terbangun di dalam sumsum tulangnya.
[DING!]
Sebuah suara mekanis yang dingin dan agung bergema tepat di pusat kesadaran Ye Xuan, menghentikan waktu bagi dirinya.
[Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
[Mendeteksi Inang dalam Situasi Putus Asa. Memulai Kebangkitan Paksa!]
[Tulang Kekacauan Bawaan: Terpasang! (+99999 Kekuatan Fisik)]
[Pemahaman Dao Surgawi: Terbuka! (+99999 Intuisi)]
[Mata Ilahi Kekacauan: Terbuka! (Menembus Segala Ilusi)]
[Peringatan! Energi spiritual radius seribu mil sedang ditarik secara paksa!]
BOOOOOM!!!
Langit di atas Sekte Pedang Awan Biru yang tadinya kelabu seketika terbelah oleh petir ungu yang raksasa. Tekanan gravitasi yang luar biasa turun, membuat seluruh aula retak. Para murid yang tadi tertawa kini jatuh berlutut, napas mereka seakan terhenti oleh kehadiran entitas yang sangat kuat.
Ye Xuan perlahan mendongak. Matanya yang tadi hitam kini memancarkan cahaya ungu-emas yang dalam, menembus jiwa siapa pun yang melihatnya.
"Tangan itu..." suara Ye Xuan rendah, namun menggetarkan fondasi gunung. "Lepaskan tangan kotormu dari adikku... atau aku akan menghapus seluruh sekte ini dari muka bumi