NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

7 tahun sudah cukup buat Resty belajar satu hal. Ibu mati bukan karena sakit. Ibu mati karena setiap hari menelan bentakan ayah, ipar, dan hinaan orang-orang yang dekat rumahnya, dan caci maki orang lain. dikatain rumah seperti kandang kambing. Jadi sekarang...!setiap kata itu jadi bahan bakar.

Resty menutup map-nya pelan. Bunyinya "tek". terdengar jelas di telinga bibinya yang mendadak sepi. Resty baru mengangkat muka setelah titik terakhir di nama "Aminah". bibinya masih berdiri sambil senyum sinis. Menunggu Resty menunduk lagi, menunggu Resty menangis lagi sama seperti 7 tahun lalu.Tapi yang dia dapat malah hening. "Tek." Bunyi map ditutup Resty masih menggema.

"Anak miskin sok-sokan sok-sokan daftar SMP negeri. Mending kerja! Rumah kalian aja seperti kandang kambing!" sinis nya."suruh bapakmu yang pemabuk itu, kerja yang benar. bukan cuma kerjaan mabuk-mabukan."

Telinganya panas dengar kata 'bapakmu kerja mabuk-mabukan'. Itu luka kedua setelah Ibu nya meninggal karena sakit akibat lelah fisik dan mental yang hancur karena orang-orang. akibatnya dia meninggal karena tekanan yang diberikan orang-orang. Bapaknya Resty memang pamabuk dan suka marah-marah. seburuk-buruk sifat ayahnya ia tetaplah yang harus Resty hormati.

Telinga Resty panas. Tapi tangannya tetap megang map itu erat. Dia ingat saat ayahnya pulang subuh. ia masih tidur dan saat itu dia mendengar suara barang pecah dari dapur. saat sampai di dapur. Ia melihat bapaknya sudah main tangan dan ibunya pingsan. Yang bisa dia lakukan hanya menangis dan membangunkan ibunya pingsan. Setelah ibunya pingsan, bapaknya langsung pergi keluar rumah meninggalkan ibunya yang pingsan.

Resty menarik napas lelah. Panas di telinga pelan-pelan reda dan Map di tangannya jadi satu-satunya pegangan. Memori itu balik lagi, seperti pisau yang ditancapkan ke dada. Subuh jam 3 pagi, waktu dia umur 6 tahun. Dia masih mengantuk. Saat itu terdengar suara "brak!" dari dapur. Gelas pecah. Resty lari kecil, Kaki telanjang. Di dapur, piring hancur, Ibu pingsan di sudut, bibirnya pucat. Bapak berdiri sambil melihat ibunya yang tergeletak di lantai Tampa ada niat untuk menolongnya. matanya merah, tangannya masih mengepal. Resty cuma bisa menjerit sambil guncang bahu Ibu."Bu...!Bu bangun Bu..."

Awi tidak menoleh. langsung banting pintu Keluar rumah. Tinggalin Aminah yang pingsan bersama Resty. Seburuk-buruk nya Awi, Aminah tidak pernah mengajarin Resty untuk membenci ayahnya sendiri. Aminah selalu mengajarkan untuk menghormati Awi, karena baik buruknya orang tua, dia tetap orang tua yang harus dihormati. Resty kecil cuma bisa peluk tubuhnya Ibunya yang dingin tapi masih bernapas. menangis tanpa suara, menunggu Aminah membuka mata, menunggu ada yang menolong. tapi tidak ada yang datang.

Sejak malam itu Resty mengerti. rumah bisa jadi tempat paling ngeri di dunia. saat sadar 2 jam kemudian, hal pertama yang aminah lakuin bukan mengutuk Awi. Aminah malah menarik Resty ke pelukannya. Tangan aminah yang kapalan mengusap rambut Resty yang basah oleh keringat dan air mata.

"Nak...!dengar Ibu ya," bisik Aminah serak. "Bapakmu memang salah telah menyakiti kita selama ini." Aminah memeluk Resty semakin erat "Tapi kamu tidak boleh membenci bapakmu ya? Boleh sedih, boleh kecewa. Boleh menangis semalaman. Tapi jangan pernah dendam atau membenci bapakmu. Seburuk-buruknya bapakmu!... dia tetap Bapakmu. Dia yang mengasih nama 'Resty' waktu kamu lahir. Dia yang azanin kamu pas kamu baru dilahirkan."

Resty hanya diam dan mendengarkan apa yang dikatakan ibunya dan dia masih takut jika ibunya tidak bangun lagi. Karena hanya Aminah yang selama ini ada untuk Resty.

Aminah mencium kening Resty. Bibirnya masih pucat, tapi suaranya tegas."Baik buruknya orang tua, dia tetap orang tuamu. Hormat...Nak! Hormat itu bukan karena kelakuannya bagus. Hormat karena dia orang tuamu. Itu wasiat Ibu."

7 tahun kemudian, di ruang pendaftaran SMP itu, Resty mengerti maksud Ibu.Makanya pas bibi bentak."bapakmu kerja mabuk-mabukan", Resty tidak melawan balik. Telinganya panas. Tangannya gemetar memegang map. Tapi mulutnya diam. Karena 8 tahun lalu aminah sudah mengajarkan. Benci itu ngabisin tenaga. Mending tenaganya dipakai buat berdiri.

Resty menutup map "tek". Nempelin ke dada. Di dalam ada foto Awi muda dan Aminah saat mereka menikah.Awi senyum lebar Aminah menunduk malu. Resty usap foto itu pelan

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!