NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Sapu Sang Mantan Kaisar

​Sepekan telah berlalu sejak insiden yang mengguncang surga di Ibukota Kekaisaran Langit Naga.

​Nama "Kekaisaran Langit Naga" kini telah dihapus dari peta, digantikan oleh tiga karakter emas raksasa yang melayang di atas Sembilan Urat Nadi Bumi: SEKTE PUNCAK AWAN.

​Di pelataran depan Istana Surgawi yang dulunya adalah tempat berkumpulnya para jenderal dan menteri, pemandangan yang sangat surealis kini terjadi setiap pagi.

​Seorang pria paruh baya mengenakan pakaian pelayan kasar berwarna abu-abu sedang menyapu daun-daun gugur dari atas ubin giok putih. Gerakannya kaku dan wajahnya dipenuhi kelelahan. Jika ada warga ibukota yang melihatnya dari dekat, mereka akan langsung sujud hingga berdarah, karena pria penyapu jalan itu adalah Long Ao—mantan Kaisar Langit Naga yang dulunya memegang kuasa atas triliunan nyawa!

​"Cepat sedikit menyapunya, pelayan Long," terdengar suara dingin dari atas tembok pelataran.

​Long Ao gemetar hebat. Ia mendongak dan melihat Lin Tian, pemuda berjubah hitam yang sedang duduk santai sambil menggigit buah roh tingkat surga. Mata hitam pekat Lin Tian menatap mantan kaisar itu seperti menatap sepotong daging panggang yang lezat.

​"B-Baik, Tuan Muda Lin Tian! Hamba akan menyapu lebih bersih!" Long Ao menyahut panik, mengayunkan sapu lidinya dengan kecepatan yang memicu percikan api.

​Mantan penguasa tahap Transformasi Roh itu telah disegel kultivasinya oleh Lin Chen. Namun, yang paling membuatnya patuh bukanlah segel itu, melainkan ancaman bahwa jika sehelai daun pun terlewat, Lin Tian akan menelan lengan kirinya sebagai camilan sore. Harga diri seorang kaisar telah remuk menjadi debu di bawah teror murni.

​Di dalam Kedalaman Istana Utama, suasana jauh lebih tenang dan khidmat.

​Lin Chen duduk bersila di atas ranjang teratai giok yang memancarkan Qi murni berusia jutaan tahun. Ia telah menyerahkan urusan reorganisasi seluruh benua kepada ketiga muridnya. Ye Fan ditugaskan mereformasi sisa-sisa pasukan kekaisaran menjadi barisan pertahanan sekte, Su Yue membangun jaringan formasi intelijen bintang, dan Lin Tian... mengurus departemen disiplin (dan eksekusi).

​Untuk mencapai tujuan membangun sekte abadi terkuat yang akan melintasi ribuan babak sejarah, Lin Chen tahu ia tidak boleh terburu-buru menembus alam yang lebih tinggi sebelum memadatkan fondasi fana-nya hingga ke tingkat kemutlakan tanpa cacat.

​"Sistem," panggil Lin Chen dalam pikirannya. "Ekstrak anugerah Akar Dao Keabadian dan padatkan Inti Surgawi Absolut-ku."

​[Ding!]

[Mengekstraksi Akar Dao Keabadian...]

[Peringatan: Proses ini akan menghancurkan Inti Emas Tuan Rumah saat ini dan membangun kembali fondasi kehidupan dari ketiadaan. Rasa sakit yang dihasilkan setara dengan jiwa yang direbus dalam lahar bintang!]

​"Lakukan saja. Kursi Ini tidak takut pada gigitan semut," desah Lin Chen, menutup matanya.

​Seketika itu juga, ruang di dalam kamar tidurnya membeku. Sebuah cahaya transparan yang melampaui warna apa pun di dunia fana turun dari atap istana dan menembus ubun-ubun Lin Chen.

​KRAAAAK!

​Inti Emas di dalam Dantian Lin Chen—yang telah luar biasa murni—tiba-tiba retak dan meledak! Jika itu adalah kultivator biasa, hancurnya Inti Emas berarti kematian instan atau kelumpuhan permanen.

​Namun, tepat saat energi Lin Chen hendak buyar, Akar Dao Keabadian bermanifestasi. Energi transparan itu bekerja seperti tangan pencipta kosmik, menangkap pecahan Inti Emas tersebut dan memadatkannya kembali di bawah tekanan yang tak terbatas.

​Rasa sakit yang maha dahsyat menghantam kesadaran Lin Chen. Ia mengertakkan giginya hingga sedikit darah mengalir dari sudut bibirnya, namun ia tidak mengeluarkan erangan sekecil apa pun. Ia menanggung rasa sakit pemisahan jiwa itu dengan arogansi seorang tiran.

​"Padat!" batin Lin Chen meraung.

​BZZZZZMMMM!

​Di dalam Dantian-nya, sebuah bola kristal transparan sebesar mutiara terbentuk. Tidak ada lagi warna emas fana. Bola kristal itu tampak seperti miniatur dari seluruh alam semesta, memancarkan titik-titik cahaya yang menyerupai galaksi di dalamnya.

​Inti Surgawi Absolut (Absolute Heavenly Core)!

​[Ding!]

[Proses Pemadatan Selesai!]

[Kultivasi Tuan Rumah telah menyentuh batas tertinggi fondasi, melepaskan diri dari rantai Hukum Benua Fana. Meskipun secara teknis masih berada di ranah Inti Emas, kualitas Qi Tuan Rumah kini setara dengan Energi Abadi (Immortal Qi)!]

​Lin Chen membuka matanya. Tidak ada cahaya menyilaukan yang keluar, melainkan sebuah kedalaman yang tenang. Namun, saat ia menghembuskan napas pelan, napasnya itu membekukan udara di depannya, memecahkan hukum ruang itu sendiri menjadi serpihan cermin!

​"Kekuatan yang luar biasa," gumam Lin Chen, mengusap sudut bibirnya. "Dengan tubuh fana, memegang untaian Hukum Keabadian. Bahkan jika dewa turun dari langit sekarang, Kursi Ini bisa menampar wajahnya hingga ia melupakan namanya sendiri."

​Ia bangkit berdiri. Setelah menstabilkan Inti Surgawi-nya, langkah selanjutnya adalah menggunakan 200.000 Poin Sistem-nya untuk membangun infrastruktur sekte. Jika ia ingin merekrut jutaan murid jenius di Benua Tengah, sebuah istana bekas saja tidak cukup. Ia butuh keajaiban sejati.

​Lin Chen melangkah keluar dari istana dan melayang ke angkasa di atas Ibukota.

​Di bawah sana, puluhan juta penduduk ibukota dan jutaan tawanan prajurit yang sedang didata oleh Ye Fan dan Su Yue serempak mendongak. Mereka melihat sosok sang Master Sekte berjubah putih melayang seperti tuhan di atas dunia.

​"Mulai hari ini," suara Lin Chen bergema ke seluruh penjuru Benua Tengah, "Sekte Puncak Awan akan membuka penerimaan murid skala benua! Namun, sebuah sekte abadi tidak menapakkan kakinya di atas tanah fana."

​Lin Chen mengangkat tangan kanannya, dan memanggil Sistem.

​"Sistem, beli Fondasi Pulau Melayang Benua Langit (Sky Continent Floating Foundation) seharga 100.000 Poin, dan pasang tepat di atas ibukota ini!"

​[Menerima perintah. Mentransfer 100.000 Poin Sistem.]

[Menurunkan Fondasi Pulau Melayang Benua Langit!]

​Gemuruh yang sepuluh kali lebih dahsyat dari gempa bumi menyapu langit. Awan-awan tersibak paksa, dan dari kehampaan ruang di langit tertinggi, daratan raksasa yang terbuat dari Giok Bintang dan Tanah Spiritual Emas perlahan-lahan bermanifestasi.

​Daratan itu membentang ribuan mil, menciptakan bayangan raksasa yang menyelimuti seluruh area ibukota lama. Air terjun spiritual jatuh dari tepi pulau melayang itu bagaikan tirai perak ke bumi. Istana-istana ilahi bermunculan dari daratan baru tersebut, masing-masing memancarkan kemegahan yang membuat Istana Langit Naga sebelumnya terlihat seperti gubuk bambu.

​Miliaran orang di bawah berlutut serempak, menangis terharu melihat manifestasi surga tersebut. Penciptaan dunia di siang bolong!

​"Ye Fan, Su Yue, Lin Tian!" panggil Lin Chen dari udara.

​Ketiga muridnya melesat ke langit, berlutut di udara di hadapannya.

​"Pindahkan seluruh struktur penting kita—Paviliun Pedang Ilahi, Menara Ilusi Waktu, Aula Pencerahan Surga, dan Gerbang Pemecah Langit—ke atas Benua Melayang ini. Tinggalkan kota di bawah sebagai Kota Pelataran Luar untuk manusia fana dan kultivator rendahan."

​"Murid menerima perintah, Guru!"

​Lin Chen mengangguk puas menatap benua pribadinya yang melayang di langit. Ini baru pantas disebut sebagai markas sekte abadi.

​Namun, saat Lin Chen sedang mengagumi mahakaryanya...

​Jauh, Jauh di Atas Batas Dunia Fana... Di Alam Abadi (Mata Surga).

​Tempat ini dipenuhi oleh awan Qi yang sangat kental, di mana Naga Emas Sejati berukuran planet melilit pilar-pilar surga.

​Di dalam sebuah kuil perak raksasa yang memantau miliaran dunia bawah, sebuah lonceng kuno tiba-tiba berdentang keras. DENGGG!

​Di depan cermin air kosmik, sesosok bayangan agung yang diselimuti cahaya sembilan warna perlahan membuka matanya. Mata itu tidak memiliki pupil, hanya berisi perputaran galaksi. Dia adalah Pengawas Hukum Dunia Bawah, sosok tingkat dewa yang ditugaskan menjaga keseimbangan nasib di alam fana.

​"Takdir Kekaisaran Langit Naga yang seharusnya bertahan seratus ribu tahun... putus secara prematur?" Suara sosok itu bergema tanpa emosi, menggetarkan kuil perak.

​Bayangan itu mendekat ke cermin air kosmik. Di dalam cermin itu, terlihat bayangan samar Lin Chen yang sedang menciptakan benua melayang di Benua Tengah.

​"Tidak ada catatan Kenaikan Abadi. Tidak ada benang takdir dewa padanya. Anomali... sebuah Glitches (Cacat Hukum) telah muncul di Benua Fana Pinggiran Nomor 409."

​Mata galaksi sosok itu menyipit.

​"Hukum Dao tidak mengizinkan keberadaan tanpa takdir. Turunkan Utusan Hukuman Surga. Hapus eksistensi anomali itu beserta seluruh garis keturunan sektemu menjadi ketiadaan."

​WUSSHHH!

​Sebuah pedang cahaya perak merobek batas ruang dari Alam Abadi, meluncur turun dengan kecepatan cahaya, menembus lapisan-lapisan dimensi menuju dunia fana tempat Sekte Puncak Awan baru saja menikmati kejayaannya.

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!