NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa-Teen school
Popularitas:112.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dhilah

Pertama kali pindah ke sekolah sebagai cucu yayasan. Membuat Olive jadi memiliki beban, karena Olive tidak ingin ada yang tahu bahwa dirinya bagian dari keluarga pemegang saham. Olive ingin hidup normal seperti anak-anak yang lainnya, bisa berbaur dengan banyak usia tanpa memandang derajat.

Brukkk!

"Maaf kamu gapapa?" Tanya Pria itu.
"Ng--"
"Heh! Kalo jalan lihat pake mata. Main nabrak aja." Kata Perempuan itu.
"Lu apaan sih Gita, gua yang nabrak bukan dia. Maaf ya." Ujar Pria itu.
"Iya kak, aku gak apa. Permisi." Ucap Olive buru-buru pergi.

Beberapa hari berlalu Olive diam-diam mengamati kegiatan pria itu. Dikantin,

"Ahhh! Kak Alden. Itu tuh." Ujar Salah satu teman Olive.
"Dia siapa?" Tanya Olive.
"Lu lihat dulu deh orangnya gimana, dia cucu yayasan sekolah kita." Jelas Teman Olive yang lain.

Saat Olive melihat orang itu, ia terkejut karena secara kebetulan tatapan mereka bertemu. Alden dan 2 temannya mendatangi meja Olive dkk.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 - Musuh Bersatu

Ruang UGD rumah sakit Fausta ada yang bisa kami bantu?

Sialan kau! Apakah sudah benar-benar aman dibawah?

Hahaha! Sudah aman bos. Pasukan musuh sudah pergi semua dan suster atau perawat mata-mata juga sudah di selesaikan. Sudah dari setengah jam yang lalu lebih tepatnya.

Ya! Mengapa tidak memberitahuku?

Kami tidak ingin mengganggu waktu kalian. Lebih baik menunggu panggilan bos daripada kami dibilang pengganggu ataupun nyamuk.

Yasudah!

Alden menutup teleponnya membuat Ryan dan Rafa tertawa disana.

"Bagaimana? Apa masih ricuh?" Tanya Olive.

"Tidak. Semua sudah kondusif, kita sudah bisa turun dari setengah jam yang lalu. Biasalah keisengan kegabutan Ryan sama Rafa. Yaudah, aku antar kamu balik ke kamar." Ucap Alden dan Olive mengangguk.

Olive dan Alden turun ke lantai 10 di mana kamar rawat VVIP Olive berada. Alden membantu Olive untuk pindah ke kasur dari kursi rodanya. Kedua sahabat Alden datang.

"Bos." Panggil Rafa.

"Ada apa?" Tanya Alden.

"Orang itu meninggalkan ini di meja information." Ujar Ryan.

Alden mengambil secarik kertas itu dan membaca nya dalam hati.

LU HARUS TAHU RAHASIA INI. DENGAN FAUSTA DAN NUGRAH BERSATU SECARA TIDAK LANGSUNG MUSUH DARI KEDUA NYA JUGA BERSATU. JADI, PASTIKAN UNTUK WASPADA SEKITARMU! GUA NGGAK AKAN MENYERAH UNTUK BALAS DENDAM. INGAT ITU!

SAMMUEL CLARKE

"Apa isi surat itu?" Tanya Olive.

"Kamu yakin ingin mengetahui nya?" Ujar Alden dan Olive mengangguk.

"Ya." Yakin Olive.

"Berjanjilah untuk tidak melakukan perlawanan dan perintahkan Zet untuk mengawalmu." Ucap Alden.

"Bagaimana deng---"

Alden memasukan surat itu ke dalam kantung celana nya.

"Baiklah. Aku berjanji." Kata Olive.

Alden mengeluarkan surat itu dan memberikan kepada Olive. Secara tidak sadar tangan Olive mengepal karena semakin geram dengan penjahat ini. Tanpa sadar itu membuat bagian tangan yang terluka seperti terbuka kembali dan darah tembus dari perban. Alden mengambil surat itu dan melemaskan kepalan tangan Olive.

"Ya! Apa kamu sudah gila?" Ujar Alden yang panik melihat luka Olive menembus perbannya.

Olive yang kembali sadar pun baru merasakan perih, karena ini luka bakar. Alden menekan tombol memanggil suster agar Olive mendapatkan perawatan. Selama Olive di obati, Alden diam-diam menggunakan ponsel Olive untuk menelepon Zet.

Ya nona?

Ini aku, Alden. Kembali ke posisi asli mu menjadi pengawal buat Olive. selalu standby dekat Olive.

Tapi tuan muda---

Aku telah mengirimkan foto kepada mu. Itu ancaman buat keluarga Nugraha terlebih Olive. Apa kamu sudah mengerti?

Baik tuan akan saya laksanakan. Ah, bagaimana situasi disana? Apa saya perlu kesana sekarang?

Tentu saja. Datanglah ke rumah sakit dan jangan bilang aku yang memintamu datang. Rahasiakan tentang ini atau biarkan aku yang memberitahunya.

Baik tuan saya mengerti.

Alden mematikan panggilan dan mengembalikan ke tempat semula bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.

"Sudah selesai tuan." Laporan suster.

"Terima kasih, kalian bisa kembali bekerja lagi." Sahut Alden.

Suster itu pamit undur diri.

"Bos, kami tunggu di luar aja. Ada yang harus kami urus di telepon." Ujar Rafa.

"Oke. Satu lagi, cari data mendetail setiap musuh kita dengan benar kemudian kirimkan ke email ku termasuk orang tadi." Pinta Alden.

"Baik bos!" Sahut Rafa dan Ryan.

Rafa Ryan sudah meninggalkan kamar rawat Olive. Tinggallah mereka berdua, Alden Olive. Alden mengecheck seluruh luka perban Olive.

"Sudah di ganti semua. Tidak ada yang terlewatkan." Ucap Olive.

"Aku sudah menghubungi Zet dan memberitahu situasi disini. Kali ini saja, tolong khawatirkan dirimu sendiri. Lihat, situasi ini membuatmu rugi bukan? Aku tahu kamu tidak ingin terjadi apa-apa dengan Phia. Kita bisa melepas bos itu dari mobil atau meninggalkan mobil ambulance itu tanpa harus ada korban. Em? Pikirkan lagi, aku tidak akan memaksamu." Sahut Alden dan Olive menggeleng.

"Tidak, kamu benar aku merasa rugi tentang ini karena tidak bisa berbuat apapun. Tapi, jika aku tidak melakukan itu orang itu akan mencegat kita di tengah jalan yang menyebabkan kita harus perang secara mendadak sedangkan situasi nya ada mama, Oma dan Kak Phia." Jelas Olive.

"Dan ada kamu juga disana." Sambung Alden.

"Aku selalu membawa senjata ku kemana pun aku pergi." Keceplosan Olive yang langsung menutup mulutnya.

"Berikan padaku pisau belatimu itu." Pinta Alden.

"Aku tidak akan memakainya jika waktunya tidak memojokkanku. Ada di laci. Aku janji, hanya sebagai pegangan saja." Sahut Olive.

"Lalu apa rencanamu?" Tanya Alden.

"Untuk sekarang, aku akan fokus kesembuhanku dulu. Leher, tangan dan kaki dengan gips membuatku tidak bisa bergerak bebas." Ujar Olive.

Ponsel Olive berdering dan langsung mengangkatnya.

Kamu nggak apa? Kenapa lama sekali tidak menelpon balik? Apa terjadi sesuatu?

Tidak kak. Aku baik-baik saja, aku di jaga dengan baik oleh dokter dan suster disini.

Apa maksudmu Alden termasuk? Ah, aku mengerti baiklah. Aku akan kesana besok pagi.

Ya, kak.

Dan jangan khawatirkan aku dek. Aku sudah ada Gino yang menjaga jadi asisten ku disini. Zet jangan berkeliaran disini tapi sekitar mu. Mengerti?

Ah, apa aku ketahuan mengirim Zet? Hehe... baiklah kak.

Yasudah beristirahatlah. Lekas sembuh sayang.

Em, makasih kak.

Ya! Jika ada apapun kabarin kami!

Terakhir terdengar teriakan Belden yang membuat Olive menjauhi ponselnya dari telinga nya. Olive melihat Alden yang duduk sambil menyender dan memejamkan mata nya di sofa. Olive memegang bibir nya flashback dengan kejadian di ruang Opa Fausta. Olive memilih untuk tidur, sambil melihat Alden. Lama kelamaan rasa kantuk mulai menyerang. Olive pun tertidur.

Alden ketiduran beberapa saat kemudian terbangun, melihat posisi tidur Olive yang tidak nyaman. Alden pun membenarkan posisi tidur Olive dan memasangkan selimut. Lalu Alden keluar dari kamar tanpa bersuara.

"Kalian pulanglah, aku akan menjaga nya disini. Jika kalian bertemu Zet di koridor, bilang padanya untuk beristirahat di kamar samping." Ujar Alden.

"Ya bos. Kami juga sudah cukup lelah, besok kabari kami jika butuh bantuan." Sahut Ryan dan Alden mengangguk.

"Besok datang agak siang aja. Masalah sekolah kita off dulu sampai ke adaan memungkinkan. Kalo feeling gua sih PromNight bakal di undur harusnya karena nggak kondusif situasinya." Ucap Alden.

"Tapi, bos menurut gua lebih baik tetap di jalankan daripada semakin di undur keadaan malah semakin tidak kondusif yang ada malah nanti di tiadakan. Kasian juga yang udah persiapan jauh-jauh hari masa tiba-tiba batal gitu aja. Ouh, kita masih ada satu pertandingan terakhir. Rabu depan, setelah itu Sabtu acara utama promnight." Kata Rafa.

"Yasudahlah, itu urusan para tetua. kita ngurus buat ngamanin acara aja. Jangan sampai kebobolan." Pinta Alden.

"Siap bos, yaudah kita balik duluan bos." Pamit Ryan diikuti Rafa.

Alden masuk ke dalam kamar rawat Olive lagi kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang khusus untuk tidur yang nunggu pasien. Alden pun tidur karena sudah terlalu lelah.

Bersambung...

1
Nice story
Oktia Kurnianingrum
sudah kuduga sebelumnya Thor, kalu Vina itu temen kecil yg di tunggu tunggu Alden 😁
lanjut Thor jangan buat Oliv sama Alden berpisah ya cuma gara2 Vina
Oktia Kurnianingrum
kereeenn ceritanya gak sabar ngu Thor up lagi,bikin penasaran 🙂semangat 👍
Zahroni Nur Hafid
hi kk, dpt salam boomlike, bintang 5 dan favorit dari novel [Terlemah yang tak terkalahkan]

Ditunggu feedbacknya kk, trima kasih...
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
floufrouu
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
LisSari 🐬
mampir kk
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
pink biru
awalnya aq g yakin cerita ini menarik tapi tetep aq baca ternyata sampai d bab ini cerita semakin menarik. . .
Mata Diam
ayo author semangat terus buat bikin cerita ini lagi ya.aq tunggu.muachhhh會沽
pink biru
makin seru
virshere ads
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
ruby sunn
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
seblak dower: hai kak, mampir ya dikarya ku. mana tau tertarik juga.
total 1 replies
SizzlingTeapot
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
champagnefabulous
selalu mendukung,majuuuuuu trus
sunshinegyspy
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
Zizi Suartini
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
moonjuice
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
BeijingBand
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
Taehyung
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!