Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Hati
Ferdi keluar dari kamar yang ditempati Alya dan berjalan dengan langkah panjangnya menuju pintu utama dan keluar rumah tanpa menutupnya kembali. Dengan perasaan kecewa dan marah dia langsung masuk kedalam mobil yang terparkir didepan rumah. Dia langsung mengendarai mobilnya keluar gerbang begitu pagar gerbang sudah terbuka setelah satpam membukanya dari layar begitu dia melihat ada mobil yang akan keluar.
Setelah dirasa mobil Ferdi keluar satpam menutupnya kembali dan dia mengetahui bahwa mobil tadi dikendarai adalah cucu majikannya yang keluar setelah dia datang satu jam an yang lalu.
Tidak ada yang tau Ferdi pergi dari rumah tersebut dengan membawa rasa sakit hati atas penolakan cintanya oleh Alya. Hanya dirinya dan Alya yang tau apa yang telah terjadi malam itu.
Ferdi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah menjauh dari rumah besar tersebut. Setelah berkendara setengah jam an dia menghentikan mobilnya dijalanan yang sepi hanya ada beberapa mobil yang yang berlalu lalang. Dia memukul stir mobil dengan keras untuk melampiaskan kekecewaannya, " Arrhhhggg...! lo bohong Alya..! lo bohong...!" teriak Ferdi dengan masih memukul mukul stirnya.
" Kenapa lo lakuin ini sama gue..?" mencengkeram stir dengan mata menatap kedepan dengan nanar. " Gue tau lo juga cinta sama gue...."
Lalu dia membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan keras dan memutar jalannya hingga dia berdiri ditepi jalan yang tampak gelap gulita tanpa ada penerangan sama sekali. Memang sekarang dia sedang menatap hamparan sawah yang hanya terlihat remang remang dari cahaya bulan. Udara malam disana terasa dingin tapi Ferdi tidak peduli.
" Lo bohong Alya....! lo bohong....! teriaknya lagi dengan suara keras untuk menghilangkan rasa sesak yang terasa menghimpit dadanya.
" Alya.... gue cinta sama lo dan, gue tau lo juga cinta sama gue...." teriaknya lagi masih dengan suara yang keras, dia tau tidak akan ada yang mendengarnya berteriak. Mungkin hanya beberapa orang yang berlalu lalang dengan mobilnya tanpa berhenti dan hanya melihat Ferdi berdiri dipinggir jalan.
Ferdi langsung berjongkok dan menyender badan mobilnya dan menatap ke langit. Berulang kali dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. " Apa salah gue.... untuk pertama kalinya gue merasakan jatuh cinta...dan ini pertama kalinya gue menyatakan perasaan gue..." masih menatap langit. " Dan untuk pertama kalinya juga lo nolak gue Alya..." ucapannya lirih dengan perasaan yang sakit.
Hampir setengah jam Ferdi berteriak dan berdiam diri disana, akhirnya dia bangkit dari duduknya dan dan masuk kedalam mobil. Akan tetapi dia belum berniat menyalakan mobinya untuk pergi dari sana. Dia menyandarkan punggung dan kepalanya dijok mobil lalu memejamkan matanya untuk meredakan emosinya sebentar.
Karna waktu sudah menunjukkan jam 3 lebih setelah Ferdi berhenti dia menyalakan mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah tidak ingin orang tuanya khawatir dengan dirinya. Apalagi sang mama yang pasti akan sangat mengkhawatirkannya karna belum pulang sampai jam segini. Perjalanan kerumah masih jauh dan akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam lagi agar bisa sampai dirumah.
Kediaman Kusuma
Setelah kepergian Ferdi, Alya tersadar dan mengejarnya ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi sayang belum sempat dia keluar kamar dia sudah mendengar suara mobil Ferdi yang pergi. Lalu dia kembali menuju balkon dilihatnya mobil Ferdi yang sudah keluar rumah hingga menghilang dari pandangannya.
Tubuh Alya langsung merosot terduduk.dilantai dengan tangan masih memegang pagar. Rasanya dia ingin berteriak memanggil Ferdi agar dia kembali lagi lalu mengatakan semua kebenaran perasaannya.
Alya yang masih terduduk dilantai dia menangis terus tanpa henti karna dia juga merasakan hatinya sakit dan terluka karna telah mengatakan kebohongan bahwa dia tidak mencintai Ferdi. Padahal dari lubuk hatinya yang terdalam Alya juga telah jatuh cinta pada Ferdi entah sejak kapan dia memiliki rasa suka terhadap adik angkatnya sendiri, tapi apa daya dia tidak bisa mengatakannya didepan Ferdi.
Alya terus menangis pilu terdengar sangat menyayat hati, " Maafin gue Fer...." katanya lirih dengan isakan tangis dan memukul dadanya sendiri tapi dia sama sekali tidak merasakan sakit karna pukulannya justru hatinya yang terasa masih sakit.
" Gue juga cinta sama elo Fer..." masih dengan isakan tangis . " Gue juga cinta sama elo, tapi gue juga gak bisa menyakiti orang tua kita..." ingin rasanya Alya mengatakan kebenaran itu kepada Ferdi tapi dia tidak sanggup karna dia tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.
" Apa yang sudah gue lakukan... gue sudah menyakiti orang yang telah gue cintai..." ucapnya dengan terbata.
" Tapi inilah yang terbaik buat kita Fer..." Alya terus menangis dengan masih duduk dilantai dengan badan menyender dipagar pembatas balkon kamarnya.
Dia merasa hatinya sudah hancur lebur karna baru kali ini dia merasakan jatuh cinta terhadap cowok tapi hari ini pula dia harus mengubur semua perasaan cintanya karna takut mengecewakan kedua orang tua yang telah merawatnya dari bayi.
" Ya tuhan tunjukkanlah jalanMu apa yang harus hamba lakukan...?" berdoa memohon petunjuk, dia sadar bahwa dia tidak boleh larut dengan semua kesedihan ini.
" Apakah gue harus kembali tinggal dengan ayah dan menetap di London untuk menghapus semua yang terjadi hati ini..." mencoba menghentikan tangisannya meskipun masih terdengar sesenggukan.
" Ayah... Alya kangen... apa yang harus Alya lakukan yah...?" teringat dengan sang ayah yang akan selalu memberikan dia nasihat jika dia sedang ada masalah.
Alya masih terdiam disana dengan pikiran bingung apa yang harus dilakukannya mulai hari ini. Dia terus memikirkan jalan mana yang akan dia tempuh, hingga tanpa sadar dia tertidur disana karna lelah sedari tadi menangis dan kepikiran dengan semuanya.
Rumah Adi Wijaya
Sandra tidak bisa tidur setelah dia terbangun dan melihat kamar putra kesayangannya tapi setelah dibuka dia tidak melihat keberadaan putranya sudah kembali. Biasanya Ferdi akan pulang paling telat jam 2 tapi kenapa sampai jam 3 dini hari dia belum juga pulang.
" Kenapa sampai sekarang belum pulang..?" Sandra mengkhawatirkan putranya.
" Apa dia menginap di apartement Beni..." masih bertanya sendiri. " Tapi, kalo dia menginap disana dia pasti akan memberi kabar.." lanjutnya.
" Jangan jangan dia mabuk..." pikirannya tidak tenang.
" Sudahlah... Ferdi pergi bersama teman temannya, mereka pasti akan saling menjaga, besok saja aku telpon mereka..." berusaha berfikiran positif.
Ditempat lain Ferdi masih melajukan mobilnya dengan cepat karna masih merasakan sakit hati dan sekarang kepalanya pusing mata menyipit karna reaksi alkohol yang tadi dia minum. Saat sedang melaju cepat tanpa Ferdi sadari ada belokan tajam membuatnya terkejut. Dia berusaha mengendalikan mobilnya yang sedang melaju kencang mengerem mobilnya dan membanting stirnya kekanan.
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔