NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

"HalloNyonya," sapa Evelyn menghampiri Catherin yang tengah berada di halaman

belakang tengah membaca sebuah buku.

"Masih ingat punya sahabat. Lama banget nggak datang,"

seru Catherine.

"Ciee ada yang kangen aku," kekeh Evelyn mengambil duduk

di kursi taman dekat Catherin.

"Ke mana saja selama ini? Tidak biasanya kamu menghilang

begitu lama."

"Aku tuh sedang memberimu waktu buat dekat sama Aiden,"

kekehnya membuat Catherine menoleh ke arahnya. "Jadi bagaimana

perkembangan hubungan kalian?"

Catherine kembali menatap ke depan seraya menutup buku yang ada

dalam genggamannya.

"Dia jadi sedikit aneh," seru Catherine.

"Aneh bagaimana?" tanya Evelyn sangat penasaran.

"Dia jadi sedikit genit dan sangat manis, entah apa yang

telah terjadi kepadanya, akupun tidak tau."

Evelyn seketika tertawa mendengar seruan dari Catherin. "Itu

dia sedang berusaha untuk di terima olehmu lagi. Ayolah Cath, apalagi yang kamu

tunggu, dia sudah mengatakan kalau dia mencintaimu, bukan."

"Aku hanya ingin meyakinkan diriku sendiri kalau dia sungguh

mencintaiku. Eve, aku sudah berkali-kali menerima penolakan darinya dan saat

ini untuk mempercayai kalau dia mencintaiku itu sulit. Aku hanya takut,"

gumamnya.

"Kenapa kalian berdua begitu banyak pertimbangan dan

keraguan. Aku merasa gatal sendiri melihatnya, kalau kallian saling cinta

kenapa nggak saling mengungkapkan saja dan menerima satu sama lainnya,"

seru Evelyn dan Catherine hanya diam membisu.

"Lupakan tentang diriku, kamu sendiri bagaimana dengan Harry.

Kalian sungguh memiliki hubungan?" tanya Catherin menoleh ke arah Evelyn.

"Hubungan kami semakin baik dan kami sudah beberapa kali

kencan bersama," seru Eve tersenyum merekah.

"Kau ini sungguh-sungguh gerak cepat," kekeh Catherin.

"Heh memangnya kalian berdua yang lambat dan berputar di

situ-situ saja. Kalau aku sih nggak mau yah biarin hati aku terus tersakiti,

dan syukurlah sekarang sudah ada pengganti Aiden didalam hatiku. Jadi aku tidak

akan terus-menerus patah hati karena cinta sepihak," ucap Evelyn panjang

lebar membuat Catherin terkekeh.

"Syukurlah."

"Makanya cepat terima Aiden dan kalian mulailah hidup

bersama, jangan membuat hatimu terus terbelenggu dalam rasa sakit yang tidak

penting," ucap Evelyn.

Catherine hanya diam membisu.

Hari ini Catherine melakukan terapy pertamanya di temani Aiden.

Aiden sudah lebih tau jadwal terapy Catherine dan dia yang mengingatkan

Catherine.

Sesampainya di rumah sakit, Catherine melakukan pemeriksaan

seperti biasa, kemudian memasuki ruangan terapy dan di minta untuk berdiri dan

berjalan dengan berpegangan pada pegangan besi yang berada di sisi kiri dan

kanan.

Seorang suster membantu Catherine untuk berdiri, di sisi lain

Aiden berjongkok dan menurunkan kedua kaki Catherine dari injakan kursi roda

hingga menyentuh lantai. Kemudian ia berdiri dan membantu Catherine berdiri

hingga Suster itu akhirnya membiarkan Aiden yang menuntun Catherine.

"Kamu tidak kesakitan?" tanya Aiden membuat Catherine

menggelengkan kepalanya.

"Aku masih merasa kedua kakiku berat dan mati rasa,"

ucap Catherine.

"Kamu pasti bisa," seru Aiden membantu Catherine

berpegangan pada kedua sisi yang ada di sisi kiri dan kanannya. Kemudian Aiden

melepaskan pegangannya pada Catherine dan membiarkan Catherine berjalan

sendirian.

Perlahan Catherine menggerakkan kakinya, terlihat di tarik tanpa

bisa di angkat. perlahan-lahan ia bisa berjalan dengan menarik kedua kakinya

yang terasa berat itu.

"Kamu pasti bisa, Sayang."

Mendengar panggilan itu, langkah Catherine berhenti saat sampai di

ujung batas pegangan dan konsentrasinya buyar membuat tubuhnya oleng hingga

hampir membentur lantai kalau saja kedua tangan kekar itu tidak sigap merengkuh

pinggang ramping Catherine hingga tubuh Catherine jatuh ke dalam pelukannya. Sepenuhnya

tubuh Catherine bertopang pada tubuh Aiden dan tatapan mereka berdua terpaut

satu sama lainnya.

Melihat tatapan tajam Aiden dari dekat terasa memancarkan

kehangatan dan kenyamanan yang sebelumnya tidak Catherine dapatkan. Selama ini

ia selalu melihat tatapan gelap dan kelam Aiden hingga ia selalu bingung dan

tidak mampu menebak apa yang Aiden rasakan dan pikirkan. Tapi kali ini berbeda.

Bahkan jantung Catherine semakin berdebar dan darahnya berdesir cepat karena

kehangatan yang di salurkan oleh Aiden.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Aiden.

"Tidak," jawab Catherine menggelengkan kepalanya.

Catherine kembali melakukan terapy dengan baik.

Aiden baru saja menghentikan mobilnya di depan rumah Catherine,

mereka baru saja pulang terapy dan langit pun terlihat sudah gelap.  Aiden menoleh ke arah Catherine di sisinya

yang sudah terlelap. Ia terlihat sangat kelelahan. Aiden menuruni mobilnya dan

berjalan memutari mobil menuju pintu penumpang. Ia kemudian meraup tubuh

Catherine ke dalam gendongannya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Mouli terlihat membukakan pintu saat Aiden menekan bel rumah.

"Mine sudah tidur?" tanya Aiden.

"Sudah."

Setelah mendapatkan jawaban dari Mouli, Aiden kembali melanjutkan

perjalanannya menuju kamar Catherine. Sesampainya di sana ia pun merebahkan

tubuh Catherine di atas ranjang king size nya. Kemudian ia melepaskan sandal di

kedua kaki Catherine dan duduk di sisi ranjang. Aiden menatap Catherine yang

terlelap damai. Ia terlihat sangat cantik saat tertidur seperti ini bagaikan

seorang balita mungil yang menggemaskan. Tangan Aiden terulur membelai rambut

Catherine. Ia merasa betah menatap wajah catherine seperti ini, ia seperti

menemukan sesuatu yang menyenangkan.

"Cepatlah buka hati kamu dan terima aku, Catherine,"

gumam Aiden.

Aiden membungkukkan badannya untuk mengecup kening Catherine,

kemudian ia mengecup singkat bibir merekah Catherine yang selalu menggodanya

itu. Aiden menarik kembali tubuhnya setelah memberi kecupan pada Catherine, ia

pun beranjak dari duduknya. Saat hendak berbalik dan pergi, gerakannya terhenti

karena tangan lembut memegang tangannya. Tatapan Aiden tertuju pada tangannya

yang di genggam Catherine, kemudian tatapannya mengarah para wajah Catherine

yang masih terlelap. Ia hanya tersenyum dan kembali duduk di sisi ranjang.

"Selamat malam Nona, kau mau pesan apa? Atau biar aku yang

menentukannya untuk Nona yang cantik ini," seru Louis saat melihat Evelyn

sampai di dekat meja bartender.

"Maaf tapi aku tidak sedang ingin memesan minuman.

Ngomong-ngomong, apa saya bisa menemui Mr. Harry?" tanya Evelyn.

"Oh ternyata kekasihnya Harry," seru Louis.

"Tidak bukan begitu, aku-"

"Ayo aku antar ke ruangan pak Bos," seru Louis yang di

angguki Evelyn.

Evelyn di antar oleh Louis menuju ruangan Harry.

"Silakan masuk," seru Louis membukakan pintu ruangan

Harry.

"Terima kasih."

Evelyn berjalan masuk ke dalam ruangan yang ternyata kosong,

kemudian ia mendengar suara pintu tertutup dari belakang.

"Hei?" seru Evelyn kaget dirinya di tinggalkan

sendirian.

Evelyn kembali melihat sekeliling ruangan yang kosong itu.

"Hallo..."

Saat dalam kebingungan dan berniat pergi meninggalkan ruangan itu,

terdengar suara pintu terbuka di bagian lainnya. Mata awas Evelyn langsung

tertuju pada pintu lain yang berada di depannya dan terlihat Harry baru saja

keluar dari sana. Evelyn mampu bernapas dengan lega.

"Lho Eve?" seru Harry saat melihat keberadaan Evelyn di

sana.

"Ah hai Harry," sapa Evelyn diiringi senyumannya.

"Aku tidak menyangka kamu akan datang kemari," serunya

tersenyum merekah dan terlihat bahagia melihat keberadaan Evelyn.

"Ayo duduk," serunya.

Evelyn pun duduk di sofa bersama dengan Harry.

"Aku akan ambilkan minuman," ucapnya mengambilkan dua

gelas kecil yang sudah diisi es batu, kemudian Harry menuangkan Wine jenis

terbaik yang ia miliki.

"Silakan," serunya menyodorkan segelas wine ke Evelyn.

"Ada apa kamu datang kemari? Aku sangat kaget tetapi juga

bahagia," seru Harry tersenyum lebar,

"Itu- sebenarnya tidak ada. Aku hanya ingin menemuimu,"

seru Evelyn tersenyum membuat Harry semakin tersenyum merekah.

"Kamu tau, aku juga sudah begitu merindukanmu," ucap

Harry sekarang tidak menahan dirinya lagi.

Harry kemudian beranjak dari duduknya dan berpindah ke sisi Evelyn

tanpa ada penolakan dari Evelyn.

"Kamu senang melihatku datang kemari?" tanya Evelyn.

"Sangat," seru Harry menatap Evelyn begitu dalam.

Tanpa mampu menahan diri lagi, Harry mendekatkan wajahnya ke

Evelyn dan memangut bibir Evelyn. Tanpa di sangka-sangka Evelyn pun membalas

ciuman Harry dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Harry. Mendapatkan

respon dari Evelyn, Harry semakin memperdalam ciumannya dan merengkuh pinggang

Evelyn.

Catherine menahan pergelangan tangan Aiden yang hendak beranjak

pergi. Aiden menoleh ke arahnya yang sedang duduk di kursi roda dengan memegang

tangannya.

"Aku mencintaimu Aiden, jangan tinggalkan aku lagi,"

seru Catherin.

Aiden terlihat tersenyum merekah mendengarnya.

"Aku juga mencintaimu, Catherine."

Catherine membuka matanya, dan hanya suasana kamar yang

pencahayaannya minim yang ia dapatkan. Ternyata itu hanya mimpi saja.

Catherine hendak menarik tangannya tetapi sulit. Ia kemudian

mengalihkan pandangannya dimana tangannya di genggam seseorang. Tidak, lebih

tepatnya menggenggam tangan seseorang. Aiden terlihat tengah duduk di sisi

ranjang memperhatikannya.

"Kamu-?"

"Apa aku mengganggumu?" tanya Aiden.

"Ti-tidak, kamu ada di sini?" tanya Catherine.

"Ya, kamu menggenggam tanganku, aku tidak bisa pergi karena

takut mengganggumu," ucap Aiden.

Catherine merasa malu karena masih saja menggenggam tangan Aiden.

Ia pun melepaskan pegangan tangannya.

"Tidurlah, aku akan pulang," ucap Aiden beranjak dari

duduknya.

"Aiden, ini sudah malam," ucap Catherine menghentikan

gerakan Aiden. "Emm,, tidurlah di sini."

Aiden menoleh ke arahnya, kemudian melihat jam tangan yang

melingkar di pergelangan tangannya. "Baiklah, aku akan tidur di sofa ruang

keluarga," ucap Aiden.

"Tidak Aiden... Emm tidurlah di sini, a-aku aku tidak masalah

berbagi ranjang denganmu," ucap Catherine yang akhirnya menguntuk dirinya

sendiri karena mengusulkan hal konyol itu.

Aiden menaikkan sebelah alisnya. "Apa kamu serius?"

tanya Aiden.

Catherine diam membisu dan bingung harus menjawab apa. Apalagi

saat ini pasti wajahnya sudah memerah karena malu.

"Baiklah, aku akan tidur disini. Dan kamu tidak bisa menarik

ucapanmu lagi," seru Aiden tersenyum.

Aiden melepaskan jas yang ia gunakan, kemudian merebahkan tubuhnya

di sisi Catherine membuat Catherine memalingkan wajahnya karena jantungnya

semakin berdebar cepat.

"Eh?"

Catherine memekik kaget saat Aiden menggenggam tangannya. Ia

menoleh ke arah Aiden yang juga tengah menatap ke arahnya.

"Kamu boleh menggenggam tanganku lagi," ucap Aiden

tersenyum merekah. "Dan ini terasa sangat nyaman."

Aiden mampu membuat wajah Catherine bulshing...

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!