NovelToon NovelToon
Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Duda / Tamat
Popularitas:741.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Kehidupan seorang pengacara tampan yang sukses dan termuda begitu banyaknya rintangan untuk menghadirkan buah hatinya. Setelah sang istri mengalami keguguran dan hampir meninggal, membuat pria itu trauma untuk memiliki anak lagi.

Dan setelah banyaknya rintangan yang kedua pasangan itu lewati akhirnya Tuhan memberikan buah hati yang tidak terduga. Keluarga Syein begitu lengkap dengan hadirnya penerus keluarga Syein Biglous yang kembar tiga.

Bagaimanakah nasib Jeerewat ketika ia melewati masa-masa kehamilan yang di kelilingi dengan keluarga yang sangat posesif padanya ?

Apakah kehidupan mereka akan tetap bahagia kedepannya atau sebaliknya, silahkan simak cerita ini yah.

Cerita ini adalah lanjutan dari cerita "Istri Seksi Milik Pengacara Tampan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Panjang

Seusai sarapan pagi mereka pun kembali duduk di ruang tengah sementara Zidan yang terlihat masih makan di meja makan membuat Zeyra harus menunggunya.

Sisil yang menemani Ravindra berbicara mereka terlihat sejak tadi terus berpegangan tangan.

“Paman, Sisil kemari dengannya untuk mengundang keluarga besar ini ke acara pernikahan kami besok.” tutur Sisil di lanjutkan dengan Ravindra.

“Oh jadi acaranya besok? Wah mendadak sekali yah. Beruntung Alfy sudah pulang sejak malam.” seru Tuan Indrawan.

Begitu juga dengan Dara dan Mira mereka juga turut di undang oleh sahabatnya.

“Iya Paman, semuanya di perlancar jadi kami memutuskan untuk melangsungkan secepat mungkin.” tutur Sisil.

Semua ikut senang mendengarnya dan Jee yang menatap ke arah Mira tampak mencari jawaban di sana. “Ada apa, Jee? Kau menatapku seperti itu.” seru Mira.

“Jadi kau kapan?” tanya Jee dengan pandangan menyelidik.

“Tunggu saja.” jawab Mira tersenyum.

“Iya Mira, jangan lama-lama yah. Papi ingin lihat kalian semua menggendong anak dan datang kemari.” seru Tuan Indrawan.

Merasa sudah segar kembali setelah makan akhirnya Tuan Reindra mengajak semuanya untuk bermain di lapangan golf. Tak ada yang tersisa di rumah itu.

Kecuali ketiga bayi, mereka hanya di rumah dan yang lainnya ikut bermain begitu bahagianya.

Jee dan Alfy masih saja menghabiskan waktunya bersama semua pasangan saling berdekatan tanpa mau bergabung. Begitu juga dengan Tuan Reindra dan Tuan Indrawan yang selalu menempel pada istri mereka.

Tanpa terasa mereka sudah menghabiskan waktu seharian itu di lapangan. Semua wajah mereka terlihat begitu kelelahan. Sampai akhirnya Tuan Reindra memutuskan untuk mengajak lainnya kembali ke rumah.

“Aduh rasanya melelahkan tapi sangat menyenangkan.” seru Nyonya Flora.

“Mami senang?” tanya Tuan Indrawan pada istrinya.

“Iya Pi, Mami sangat senang karena baru kali ini di lapangan penuh dengan keluarga kita dan Zidan yang berlari ke sana kemari.” ucap Nyonya Flora.

“Yasudah kalau begitu nanti kami akan sering-sering kemari, Tante.” seru Sisil dan di ikuti anggukan kepala dari Mira dan juga Dara.

“Boleh sekali kalau bisa ajak orangtua kalian biar semakin ramai.” lanjut Tuan Reindra yang tampak bersemangat.

Hari yang terlihat sudah sore kini membuat semuanya memutuskan untuk segera pulang ke rumah.

Sementara Alfy yang mengajak istrinya ke kamar segera membersihkan tubuh mereka begitu juga dengan yang lainnya.

“Sayang tunggu dulu, aku ingin memanggil Bibi untuk membawa anak kita aku rindu dengan mereka.” ucap Jee yang menolak ketika Alfy menariknya ke kasur.

“Baiklah.” jawabnya seraya merebahkan tubuh ke atas kasur.

Tak lama kemudian Jee datang di bantu pelayan untuk menggendong ketiga bayi mereka.

“Wah anak Mamah sudah mulai gendut-gendut yah pipinya.” ucap Jee menghujani ciuman di wajah ketiga bayinya bergantian.

Alfy yang tidak bisa tidur mendengar celotehan sang istri akhirnya ikut terbangun dan bermain bersama tiga anaknya.

Alfy mulai menggendong dan mengayun tubuh anaknya bergantian di tangannya. Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama di kamar.

“Besok mereka di bawa atau tidak yah?” tanya Jee pada Alfy.

“Ke acara Sisil?” sahut Alfy bertanya kembali.

Jee yang mengiyakan segera mendapat penolakan dari sang suami.

“Aku tidak setuju, kasihan mereka belum waktunya di bawa keluar-keluar. Nanti saja tunggu besar sedikit.” tutur Alfy yang di setujui oleh Jee.

***

Di perjalanan Dara yang sudah meminta begitu banyak makanan membuat Fiky terpaksa menghentikan beberapa kali mobilnya.

“Dara, kau tidak kekenyangan?” tanya Fiky.

“Tidak, kan kita belum makan siang.” jawab Dara.

Fiky hanya menepuk jidatnya tanpa mau berucap apa-apa lagi. Walaupun mereka hanya sarapan tapi jamnya sudah hampir siang.

Ia pun segera turun membelikan beberapa macam makanan di restoran yang tidak jauh dari jalanan mereka pulang.

Beberapa kali Dara mengusap perutnya menahan laparnya sampai ia tidak sabar lagi ketika Fiky tiba di mobil tangannya segera meraih kotakan makan itu.

“Kau ingin makan sekarang?” tanya Fiky terkejut melihat istrinya.

“Menurutmu,” sahut Dara tanpa menatap ke arah suaminya dan segera melahap makanan itu.

Fiky pun kembali melajukan mobilnya dan menggelengkan kepalanya. Ia sedikit heran melihat porsi makan istrinya, tapi saat menatap perut besar Dara ia sangat paham jika di tubuh istrinya ada satu bayi yang juga ingin makan.

“Makanlah yang banyak istriku.” ucap Fiky sembari mengusap rambut Dara lembut.

Tak ada jawaban dari wanita itu, ia hanya terus menikmati makanan dengan begitu lahapnya.

“Oh iya nanti kapan-kapan kita ke rumah Jee lagi yah.” seru Dara di sela-sela makannya.

“Iya, katakan saja kau mau kemana aku akan mengantarnya.” pintah Fiky dengan tersenyum senang.

Di tempat yang berbeda, Tuan Reindra tengah berbaring setelah membersihkan tubuh di kamar mandi.

Nyonya Syein yang baru saja mengganti pakaian setelah mandi di minta mendekat pada Tuan Reindra.

“Ada apa, Pah?” tanyanya seraya mendekatkan tubuh pada sang suami.

“Ayo beristirahatlah Papah ingin baring dan memeluk tubuh Mamah.” seru Tuan Reindra dan menepuk pelan kasur di sampingnya.

“Iya sebentar yah, Mamah masih mau menyisir rambut dulu.” sahut Nyonya Syein namun segera terhenti langkahnya saat ingin melangkah ke cermin.

“Papah,” Suara terkejut Nyonya Syein ketika tubuhnya di tarik oleh Tuan Reindra hingga menindih tubuh sang suami.

“Tidak usah menyisir rambut, Mamah sudah sangat cantik kok.” ucap Tuan Reindra dengan mengerak rambut istrinya menggunakan jari jemarinya itu.

Nyonya Syein pun hanya tersenyum seraya memeluk tubuh suaminya. “Papah ini mengapa jadi tukang gombal sih?” ucap Nyonya Syein yang meraih wajah suaminya dan mencubitnya gemas.

Terlihat beberapa harus kerutan di wajah suaminya itu. “Tidak terasa yah Papah sudah keriput, padahal dulu Mamah sering cubit Pipi ini masih sangat kencang.” seru Nyonya Syein terkekeh.

“Mamah mengejek Papah yah? Apa Mamah mau kalau Papah perawatan ke dokter juga nih biar kencang?” ledek Tuan Reindra.

“Ih Papah jangan seperti wanita dong, Mamah kan malu nanti Papah ketemu teman-teman Mamah lagi di sana.” bantah Nyonya Syein yang menolak keras suaminya ketika mengatakan ingin perawatan wajah.

Tuan Reindra hanya terkekeh mendengar protes dari sang istri. Padahal ia hanya bercanda, tentu Tuan Reindra sendiri enggan untuk melakukan hal semacam itu. Baginya kulit yang sudah semakin tua adalah hal yang wajar.

Yang terpenting adalah olahraga untuk kesehatan urusan kulit adalah hal yang sudah sepantasnya terjadi dan tidak bisa di hindari.

Lama kelamaan semuanya pun terlelap dengan nyamannya. Begitu juga dengan Jee dan Alfy yang sudah merasa lelah akhirnya memanggil kembali pelayan untuk membantunya menidurkan ketiga anak itu.

Alfy dan Jee pun terlelap dalam pelukan hangatnya hingga mereka tak sadarkan diri lagi melewati malam yang panjangnya itu.

Pelukan yang terus saling melingkar pada tubuh masing-masing pasangan tetap tidak terlepas.

1
Sunny Kwok
endingnya ga enakin nih nyesel bacanya ms jee nya meninggal sih
Sunny Kwok
Luar biasa
Ary N
w serong cowok dan pya 2 anak
dengerin novel ini aja bisa nangis anjai
sedih banget menusuk hati kepergian jee
ya ampunn
jee
plis bikin prart ke 3 jee
bikin sakit keritis dan sembuh kembali aja
gak rela jee meningal ya tuhan
Fii
hadeuhhh syanin
Fii
apa gpp hamil bsar naik pswat
i grils
kasih season 4 ny donk
•cell09•
.
Asih
itu kan si alfi nya dah mulai bekerja dikantornya dn si alfi menangani kasus ayah dr si putri cantiknya kn pasti ad kelanjutannya thor kok malh berhenti ceritanya menggantung ayo dong dilanjut thor ceritanya kn mash pngen thu kelanjutan ceritanya
mamah destya
trima kasih cerita up lgi
April Ayuogo
alfiiiiiiiiiiiyyy
novi silvia
kecewa banget..gak happy endiiinggg,,kasian alfy..kenapa ceritanya jee meninggal padahl udh dinyatakn sembuh..knp gk ad cerita jee melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang biar.sembuh total dan ttep bahagia sm alfy. episode panjang tapi akhir cerita mengecewakan.
lina 88
lanjut thor jng di gantung ceritany
Christian Langi
Anjing
Dwi Susilawati
ceritax sprti nyata dlm kehidupan bahwa kita manusia hnta bisa berencana smua tergantung di tangan Allah SWT,
N'Dön Jùañ Shakespeare
😭😭😭
Maya Astuti
Bagus mami2😊😊😊😊😊
Maya Astuti
Yah ampun mertua dan bapaknya tega banget ke anaknya mau dikasih Obat tidur 😄😄😄
Maya Astuti
😄😄😄😄😄
Maya Astuti
Jenis kelamin anak2nya apa thor
Maya Astuti
Dara si bukan dengar duku,ini malah marah2😡😡😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!