Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 : Pertempuran Air Panas
Debu tebal berhamburan dari arah lorong masuk yang runtuh. Suara batu-batu besar yang saling menghantam menciptakan gema memekakkan telinga, menutup rapat satu-satunya jalur evakuasi menuju permukaan. Di sepanjang dinding gua yang melingkar di atas danau air panas, puluhan pemanah bayangan berdiri berjajar rapi. Mata panah mereka yang berlumut racun hitam mengkilap di bawah temaram cahaya obor, siap melesat menghujam target kapan saja.
Pemimpin Klan Teratai Hitam menyeringai lebar, menatap rombongan Mo Jue yang kini terjebak di ruang sempit tanpa jalan keluar.
"Kalian tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup," teriak wanita itu di tengah suara gemuruh gua. "Kuburan leluhur kami akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi darah daging istana!"
Jenderal Chi dan dua pengawal bayangan segera merapatkan barisan, mengangkat perisai besi dan pedang mereka untuk membentuk perisai pelindung di depan Mo Jue dan Su Yinyin. Napas mereka memburu, namun tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda gentar.
Mo Jue tidak membuang waktu untuk berdebat. Pria itu mengayunkan pedang perangnya dalam satu gerakan melingkar, menciptakan desingan angin tajam yang memadamkan beberapa obor di dinding gua, membuat sebagian area menjadi gelap dan menyulitkan para pemanah musuh membidik sasaran dengan tepat.
"Lindungi formasi," titah Mo Jue dingin, suaranya terdengar jelas mengatasi suara gemuruh air.
Whoosh!
Puluhan anak panah meluncur deras dari atas dinding batu, menghujam deras bagaikan hujan badai. Jenderal Chi dan pengawalnya memutar pedang dengan kecepatan tinggi, menangkis hantaman anak panah yang berdesing liar. Beberapa anak panah menancap di batu dan melelehkan permukaan lantai akibat cairan racun yang sangat pekat.
Su Yinyin tidak tinggal diam. Di tengah kekacauan itu, ia merogoh kantong kecil di balik jubahnya dan mengeluarkan tiga buah jarum baja beracun penawar yang ia racik sendiri. Matanya menatap tajam ke arah sosok Pemimpin Klan Teratai Hitam yang berdiri di seberang altar.
Dengan gerakan cepat dan terukur, Su Yinyin melemparkan jarum-jarum tersebut menembus kegelapan gua.
Teng!
Jarum itu tepat mengenai pegangan belati sang pemimpin klan, memaksa wanita tua itu melompat mundur untuk menghindari serangan balasan. Wajah pemimpin klan berubah geram. Ia mencabut belati melengkungnya, lalu memberi aba-aba kepada pasukannya untuk melompat turun dari dinding gua dan menyerang secara langsung.
"Habisi mereka!" seru sang pemimpin klan murka.
Pasukan bayangan berhamburan turun dari atas tebing batu, menerjang ke arah kelompok Mo Jue seperti gerombolan serigala kelaparan. Pertempuran jarak dekat tidak bisa dihindari lagi. Suara benturan logam beradu nyaring dengan teriakan prajurit memenuhi ruangan bawah tanah yang lembap.
Mo Jue melesat bagaikan bayangan maut. Setiap ayunan pedangnya merobohkan barisan musuh tanpa ampun, menciptakan ruang aman di sekitar Su Yinyin. Pria itu bergerak dengan kemarahan dingin yang terkendali, memastikan tidak ada satu pun musuh yang bisa mendekati istrinya dalam jarak radius tiga langkah.
Di sisi lain, Su Yinyin bertarung dengan gesit. Ia memanfaatkan kelengahan lawan, menepis serangan tombak pendek, lalu menjatuhkan dua orang penyerang sekaligus menggunakan teknik sapuan kaki yang ia pelajari selama masa pelatihannya di istana.
Pertempuran di tepi danau air panas itu berlangsung sengit dan melelahkan. Darah segar mulai mencoreng lantai batu gua, bercampur dengan uap panas yang mengepul tebal ke udara.
***
Happy Reading 🥰
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔