Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 35
Jordan dan Sisil akhirnya keluar dan pergi untuk membeli obat
"sana turun"ucap Jordan melihat Sisil
"ishhhh tangan gue kan sakit bapak aja"ucap Sisil mencari alasan
"yang sakit itu tangan yang jalan itu kaki nggak ada hubungannya jadi berhentilah bohong cepat turun dan beli"ucap Ronald
"kenapa masih disini bukanya turun mau alasan apa lagi"ucap Ronald menaikan alisnya
"itu uangnya gue nggak ada uang lagi papa belum transfer uang bulanan"ucap Sisil
"ini ambil"ucap Ronald memberikan uang 100 ribu
"kenapa masih diem nggak mau,ya sudah"ucap Jorda n hendak mengambil kembali uangnya
"dasar pelit kasih lebih juga nggak bakal rugi kekayaan Lo nggak bakal habis"ucap Sisil keluar dan pergi menuju apotik dan membeli salep luka bakar
brakkkk
"kamu ini bisa nggak pelan pelan Jagan grasa grusu"ucap Jordan
"ya maaf"ucap Sisil tanpa bersalah
Jordan membuka tangannya seperti menadah
"kenapa"ucap Sisil heran
"apa sih nggak jelas banget"ucap sisil heran
"kembaliannya aku tau salep luka bakar nggak akan mahal harganya"ucap Jordan sambil menyetir
"bener bener ya dasar pelit nih ambil kembaliannya"ucap Sisil meletakkan uang sebesar 45 ribu
"uang gini aja dipermasalahin tenang aja gue nggak akan makan uang lo.untung aja gue nggak sebut loh pas lagi shalat kalau nggak kuburan Lo sempit baru tau rasa"ucap Sisil menggerutu
"apa kamu bilang"ucap Jordan mendengar
"apa orang bukan ngomong sama bapak jadi nggak usah baperan jadi orang"ucap Sisil mendesus
kini Jordan memberhentikan mobilnya didekat pendagang makanan kaki lima atau street food
"kenapa kesini saya ngantuk mau pulang"ucap Sisil heran
"saya laper mau makan,kalau kamu mau pulang silahkan tapi saya mau makan"ucap Jordan sambil melepaskan sitbaelt nya
"gue juga nggak ngomong kalau loh mau boker oncom"ucap Sisil memaki dalam hati
"kenapa masih diem ayo turun"ucap Jordan
akhirnya dengan terpaksa Sisil nurut dan turun
"buk pesen kayak biasa dua ya"ucap Jordan
"sih Eneng Mane nggak kedinginan ya diluar gini"ucap ibu pecel lele
"nggak kok buk biasa aja"ucap Sisil menaikan bahunya
kemudian Jordan tanpa berbicara langsung pergi menuju mobil
"katanya laper eh malah santai di mobil udah pikun kali tuh orang"ucap Sisil
tak lama Jordan datang dan memberikan Hoodie miliknya kepada Sisil
"apa an"ucap sisil sontak terkejut
"cepat pakai"ucap Jordan datar dan duduk
"nggak mau Hoodie siapa lagi kumel gini nggak ah"ucap Sisil menyingkirkan
"pakem sekarang atau ketek kamu mau jadi tontonan tukang ojek dan laki laki yang lain"ucap Jordan kesal
kemudian Sisil memperhatikan di sekelilingnya dan segera memakai hoodienya
"ini silahkan atu di cicip"ucap ibu memberikan pesan
"nuhun buk"ucap Jordan sopan
"budak kasep ini teh siapa"ucap ibu menunjuk Sisil
"saya mur"belum selesai memberi tau bahwa Sisil muridnya Jordan langsung mendekap hingga Sisil begitu dekat
"ini kenalin buk sisil istri saya"ucap Jordan sambil melihat kearah Sisil
"aduh Aden udah lama nggak kesini Bawak aweawe ehh ternyata udah bawa istri aja."ucap ibu tersenyum
"ohhh ternyata mantan mantannya juga dibawa kesini ini mah fiks udah jelas mantan mantannya nggak sagup lihat pacarnya pelit gini huekk"ucap Sisil dalam hati
"kenapa kamu gitu,Jagan Jagan kamu nyaman di dekap gitu ya"ucap Jordan melihat Sisil melamun
"ishhhh bukanya nyan tapi merinding baru sadar ternyata gunduruwo itu nyata"ucap Sisil
"sok inidigo"ucap Jordan sambil mencuci tangannya dikobokan
"kalau nggak percaya liat aja ke kaca nah nanti bakal keliatan ngudoruwonya"ucap Sisil sambil menahan tawa
"kamu ngatain saya"ucap Ronald kesal
"nggak ada yang ngatain bapak aja kali yang ngerasa"ucap sisil tak menghiraukan
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN