NovelToon NovelToon
Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: momon Joy

Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.

Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.

Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.

Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.

Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.

Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:

Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.

Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Perang Mempertahankan Kota Qinghe

DONG!

DONG!

DONG!

Lonceng darurat terus menggema.

Suaranya menyapu setiap sudut Kota Qinghe.

Penduduk yang sedang bekerja menjatuhkan barang di tangan mereka.

Pedagang buru-buru menutup toko.

Anak-anak yang bermain di jalan segera ditarik masuk ke dalam rumah.

Dalam waktu singkat, seluruh kota berubah menjadi kacau.

Di atas tembok pertahanan, Luo Zhentian berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung.

Tatapannya tidak pernah lepas dari gelombang hitam yang bergerak dari arah Pegunungan Seribu Bintang.

Semakin lama...

Semakin jelas wujud mereka.

Ratusan Serigala Taring Besi Tingkat 1 berlari paling depan.

Debu beterbangan di bawah kaki mereka.

Di belakangnya menyusul puluhan Beruang Kulit Baja Tingkat 2.

Langkah mereka lambat.

Namun setiap pijakan membuat tanah bergetar.

Di langit...

Lebih dari seratus Elang Angin berputar membentuk lingkaran besar.

Pekikan mereka terdengar bersahut-sahutan.

Seorang penjaga menelan ludah.

"Jumlah mereka terlalu banyak."

Han Yue berdiri di samping Luo Zhentian.

Pedangnya sudah berada di tangan.

"Jelas Ini baru gelombang pertama."

Kalimat itu membuat wajah para penjaga semakin tegang.

Di dalam kota.

Seluruh keluarga Besar mulai bergerak.

Keluarga Feng.

Keluarga Liu.

Keluarga Zhao.

Semua mengirim para kultivator menuju tembok.

Di halaman utama Keluarga Feng.

Tetua Agung Feng Jianhong berdiri memandang langit.

Di belakangnya, Feng Tian Yu, Feng Yun He, dan Feng Ling Yue telah mengenakan pakaian tempur.

"Tetua Agung."

Feng Tian Yu menggenggam pedangnya.

"Biarkan cucu ikut bertempur."

Feng Jianhong menggeleng.

"Musuh yang akan datang bukan lawan yang bisa kalian hadapi."

Tatapan Feng Jianhong berubah tajam.

"Tugas kalian menjaga keluarga."

"Tidak seorang pun boleh meninggalkan halaman utama tanpa izinku."

Ketiga bersaudara itu saling berpandangan.

Mereka ingin bertarung.

Namun tidak ada yang berani membantah.

Di Aula Alkimia.

Tetua Guo Rong berjalan cepat melewati deretan tungku.

"Liang Chen."

"Guru."

"Bagaimana persediaan Pil Penyembuh?"

"Sudah selesai dihitung."

"Tiga ribu dua ratus pil tingkat rendah."

"Seratus enam puluh pil tingkat menengah."

Tetua Guo mengangguk.

"Mulai sekarang semua alkemis bertugas meramu pil."

"Jangan berhenti selama persediaan tanaman spiritual masih ada."

"Baik."

Tetua Guo kemudian memandang Bai Hu.

Bocah itu berdiri diam sambil memegang keranjang tanaman spiritual.

"Bai Hu."

"Ya, Tetua."

"Mulai hari ini kau membantu di gudang tanaman, jangan keluar dari Aula Alkimia, aku sudah bilang ke Tetua Feng bahwa kau akan tetap di tempatku."

Bai Hu mengangguk.

Ia tahu keadaan benar-benar berbahaya.

Di luar tembok kota.

Gelombang Binatang Iblis semakin dekat.

Jarak mereka kini tinggal tiga ratus meter.

Luo Zhentian mengangkat tangan.

Seluruh pemanah segera menarik tali busur.

Lebih dari lima ratus anak panah diarahkan ke depan.

Tidak ada seorang pun melepaskan panah.

Jarak terus menyusut.

Dua ratus lima puluh meter.

Dua ratus meter.

Seratus lima puluh meter.

Raungan Serigala Taring Besi terdengar semakin jelas.

Mata merah mereka dipenuhi haus darah.

"Seratus meter."

Han Yue berbicara pelan.

Luo Zhentian masih mengangkat tangannya.

"Lima puluh meter."

Para pemanah mulai berkeringat.

Jantung mereka berdegup semakin cepat.

"Tiga puluh meter."

Luo Zhentian menurunkan tangannya.

"Lepaskan!"

Wusss!

Suara ribuan anak panah memecah langit.

Hujan panah jatuh ke arah kawanan Binatang Iblis.

Sret!

Sret!

Sret!

Puluhan Serigala Taring Besi langsung roboh.

Sebagian tertusuk kepala.

Sebagian lagi tertembus dada.

Namun.. Kawanan di belakang tidak berhenti.

Mereka melompati bangkai kawannya sendiri.

Kecepatan mereka justru semakin meningkat.

"Lepaskan panah kedua!"

Hujan panah kembali turun.

Kali ini lebih banyak Serigala Taring Besi yang tumbang.

Namun jumlah mereka terlalu banyak.

Dalam hitungan napas...

Serigala-serigala itu telah mencapai kaki tembok.

Mereka melompat.

Cakar mereka menghantam dinding batu.

Beberapa berhasil memanjat.

"Turunkan mereka!"

Para kultivator Pengumpul Qi segera mengayunkan pedang dan tombak.

Seekor Serigala Taring Besi berhasil naik ke atas tembok.

Seorang penjaga menusukkan tombaknya.

Tombak itu menembus dada serigala.

Sebelum ia sempat menarik kembali senjatanya...

Serigala lain telah menerkam dari samping.

Sret!

Cakar tajam merobek dada penjaga itu.

Jeritannya menggema saat ia terjatuh dari atas tembok.

Tubuhnya langsung hilang di tengah kawanan Binatang Iblis.

Darah mulai membasahi batu-batu pertahanan.

Sementara itu...

Puluhan Beruang Kulit Baja akhirnya tiba.

Beruang paling depan mengangkat kedua kaki depannya menghantam gerbang utama kota.

BOOOOOOM!!

Seluruh tembok bergetar hebat.

Debu berjatuhan dari celah-celah batu.

Beberapa penjaga kehilangan keseimbangan.

Luo Zhentian mencabut pedangnya.

Tatapannya dingin.

"Mulai saat ini tidak ada lagi jalan mundur."

"Kalau gerbang ini jatuh Kota Qinghe akan lenyap."

Ia melompat turun dari atas tembok.

Pedangnya berkilat di bawah cahaya matahari.

Tubuhnya melesat lurus ke arah Beruang Kulit Baja yang sedang menghantam gerbang.

Pedang di tangannya bergetar pelan ketika Qi mengalir ke seluruh bilahnya.

Tubuhnya meluncur lurus ke arah Beruang Kulit Baja yang kembali menghantam gerbang.

BOOM!

Gerbang kayu berlapis besi itu berguncang keras.

Retakan mulai muncul di beberapa bagian.

"Matii!!!!"

Luo Zhentian mengayunkan pedangnya.

Satu tebasan Qi sepanjang belasan meter melesat membelah udara.

Sraaak!

Darah muncrat.

Lengan kiri Beruang Kulit Baja terputus dan jatuh ke tanah.

Raungan kesakitan mengguncang medan perang.

ROOOAAARRR!!

Namun sebelum Luo Zhentian melepaskan serangan lanjutan...

Tiga Beruang Kulit Baja telah menerjang bersamaan kearahnya.

Mereka menghantam tanah dengan kedua kaki depan.

BOOM!

Gelombang kejut menyapu segala arah.

Puluhan Serigala Taring Besi ikut menerjang di belakang mereka.

Luo Zhentian melompat mundur.

Pedangnya kembali berkelebat.

Sret!

Kepala seekor Serigala Taring Besi terbang.

Ia memutar tubuh.

Tebasan kedua membelah tubuh serigala lain.

Namun jumlah Binatang Iblis terus bertambah.

Di atas tembok...

Han Yue menghunus pedangnya.

"Jangan biarkan mereka naik!"

Lebih dari lima puluh kultivator Pembentukan Fondasi langsung menyerbu.

Dentang senjata memenuhi udara.

Pedang.

Golok.

Tombak.

Semuanya bergerak tanpa henti.

Seekor Serigala Taring Besi berhasil melompat ke atas tembok Lalu menggigit lengan seorang kultivator.

Kraak!

Tulang lengannya patah.

Jeritan langsung terdengar.

Serigala kedua memanfaatkan celah itu.

Ia menerkam leher korban.

Darah menyembur ke udara.

Tubuh kultivator itu roboh tanpa sempat mengayunkan senjatanya lagi.

"Lindungi sisi timur!"

Han Yue berteriak sambil menebas seekor Beruang Kulit Baja yang berhasil mencapai kaki tembok.

Pedangnya meninggalkan luka panjang di bahu beruang.

Namun Binatang Iblis itu hanya mundur setengah langkah.

Ia kembali menerjang.

Han Yue mengepalkan rahangnya.

"Seberapa keras kulitnya..."

Ia menghindar ke samping.

Cakar beruang menghantam tembok.

Brak!

Batu sebesar kepala manusia pecah berhamburan.

Beberapa penjaga kehilangan pijakan.

Dua Serigala Taring Besi langsung memanjat melalui celah itu.

Pertempuran di atas tembok berubah semakin kacau.

Di langit...

Ratusan Elang Angin akhirnya bergerak.

Mereka menukik bersamaan.

"Pemanah!! Jatuhkan mereka!"

Ratusan anak panah melesat.

Beberapa Elang Angin berputar menghindar.

Sebagian lainnya terkena panah lalu jatuh menghantam tanah.

Namun masih puluhan ekor berhasil mendekat.

Seekor Elang Angin mencengkeram kepala seorang pemanah.

Pria itu berteriak sambil berusaha melepaskan diri.

Belum sempat berhasil...

Elang tersebut mengangkat tubuhnya ke udara.

Kemudian melepaskannya

Tubuh pria itu menghantam batu di bawah tembok.

Suara tulang patah terdengar jelas.

Di dalam kota...

Penduduk mulai mendengar suara pertarungan.

Setiap dentuman membuat wajah mereka semakin pucat.

Para ibu memeluk anak-anak mereka.

Pintu rumah ditutup rapat.

Tidak ada seorang pun berani keluar.

Sementara itu...

Di Aula Alkimia.

Korban luka mulai berdatangan.

Pintu aula terus terbuka.

Beberapa penjaga mengangkat rekan-rekan mereka yang terluka.

"Siapkan Pil Penyembuh!"

"Yang ini kehilangan banyak darah!"

Liang Chen langsung membagi tugas.

"Kelompok pertama tangani luka ringan!"

"Kelompok kedua ikut denganku!"

"Bai Hu!"

Bai Hu segera berlari mendekat.

"Ya!"

"Bawa semua Pil Penghenti Darah ke ruang depan!"

"Baik!"

Bai Hu mengangkat peti kayu kecil lalu berlari secepat mungkin.

Begitu tiba di ruang depan...

Ia langsung terdiam.

Puluhan orang terluka memenuhi ruangan.

Ada yang kehilangan lengan.

Ada yang dadanya robek oleh cakar.

Ada pula yang hanya bisa berbaring sambil menggertakkan gigi menahan sakit.

Seorang anak kecil menangis di samping ayahnya yang tidak sadarkan diri.

Seorang wanita terus memanggil nama suaminya.

Namun pria itu tidak pernah membuka mata lagi.

Bai Hu menggenggam erat peti di tangannya.

pertama kalinya...

Ia melihat begitu banyak kematian dalam satu waktu.

Tetua Guo berjalan melewatinya.

"Bai Hu."

Bocah itu langsung tersadar.

"Ya, Tetua."

"Jangan berdiri di situ."

"Masih banyak orang yang menunggu obat."

Bai Hu menarik napas panjang.

Kemudian membuka peti dan mulai membagikan pil kepada para murid.

Tangannya bergerak cepat.

Tatapan polos seorang anak berusia tujuh tahun mulai berubah.

Di luar Aula Alkimia...Raungan Binatang Iblis kembali mengguncang langit.

Pertempuran di gerbang Kota Qinghe baru saja dimulai.

Dan gelombang berikutnya...

Masih terus berdatangan dari arah Pegunungan Seribu Bintang.

Raungan Binatang Iblis terus mengguncang langit.

Gema pertarungan dan teriakan terdengar di sepanjang tembok kota,

Getaran di bawah kaki semakin kuat.

Di luar tembok, gelombang Binatang Iblis terus menerus berdatangan

Serigala Taring Besi berlari di barisan paling depan.

Di belakang mereka, lebih dari tiga puluh Beruang Kulit Baja berjalan sambil menghancurkan pepohonan yang menghalangi jalan.

Debu menutupi langit.

Sulit membedakan mana tanah dan mana kawanan Binatang Iblis.

Di atas tembok, Han Yue menebas seekor Serigala Taring Besi yang berhasil memanjat.

Darah memercik ke wajahnya.

Ia bahkan tidak sempat mengusapnya.

"Tombak ke depan!"

Puluhan penjaga segera maju.

Ujung tombak mengarah ke bawah.

Begitu Serigala Taring Besi berikutnya melompat...

Puluhan tombak menusuk bersamaan.

Jeritan Binatang Iblis memenuhi udara.

Belasan serigala jatuh kembali ke bawah.

"Jangan biarkan mereka naik!"

Han Yue kembali mengayunkan pedangnya.

Tiga kepala serigala terbang bersamaan.

di sisi timur tembok terdengar teriakan seseorang ...

"Beruangnya!"

Semua orang menoleh.

Seekor Beruang Kulit Baja menghantam dinding batu dengan seluruh kekuatannya.

BOOOM!

Batu-batu sebesar kepala manusia berhamburan.

Retakan besar menjalar di permukaan tembok.

Belum sempat para penjaga memperbaiki formasi...

Beruang itu kembali menghantam.

BOOOM!

Sebagian tembok akhirnya runtuh.

Asap dan debu mengepul.

"Celah!"

"Jaga celah itu!"

Lebih dari dua puluh penjaga berlari menuju titik runtuh.

Namun ,mereka terlambat.

Lima Serigala Taring Besi telah lebih dulu menerobos.

Seekor langsung menerkam seorang penjaga muda.

Pemuda itu berusaha mengangkat tombaknya.

Terlambat.

Taring serigala menembus bahunya.

Ia menjerit sambil terjatuh.

Serigala kedua melompat ke arah dadanya.

Sret!

Darah muncrat.

Jeritan itu berhenti seketika.

Han Yue melempar pedangnya.

Pedang itu berputar cepat di udara.

Sraaat!

Tubuh dua Serigala Taring Besi langsung terbelah.

Pedang itu kembali ke tangannya.

Namun sebelum sempat bernapas...

Seekor Beruang Kulit Baja sudah menerjang.

Han Yue mengalirkan seluruh Qi ke kedua kakinya.

Ia melompat tinggi.

Cakar beruang menghantam tembok.

Brak!

Lubang besar kembali muncul.

Han Yue mendarat di atas kepala beruang.

Pedangnya menusuk ke bawah.

Crak!

Bilah pedang menembus kulit keras di tengkuk beruang.

Rooooaaaarr!!!

Raungan kesakitan menggema.

Beruang itu mengamuk.

Tubuhnya berguling-guling menghantam tanah.

Han Yue segera melompat menjauh.

Namun serangan itu belum cukup membunuhnya.

Beruang itu kembali berdiri.

Lukanya mengeluarkan darah.

Tetapi sorot matanya justru semakin buas.

Han Yue menghela napas berat.

"Binatang keras kepala..."

Di depan gerbang utama.

Luo Zhentian terus bertarung seorang diri.

Pedangnya bergerak tanpa henti.

Setiap tebasan selalu merenggut nyawa Binatang Iblis.

Namun jumlah musuh tidak juga berkurang.

Saat ini Seekor Beruang Kulit Baja menyerang dari samping.

Luo Zhentian memutar tubuh.

dan pedangnya menyapu lurus.

Slasshh!

Lengan kanan beruang terputus.

Belum sempat menghela nafas ,,

Serigala-serigala di belakang telah menerjang.

"Datanglah Sialannn!!!!"

Luo Zhentian melangkah maju.

Qi dalam tubuhnya meledak.

Gelombang tekanan menyapu puluhan meter.

Beberapa Serigala Taring Besi langsung terpental.

Namun...saat itu

Raungan terdengar.

Lebih dalam Lebih berat.

Seluruh Binatang Iblis yang sedang menyerang berhenti sesaat.

Mereka serentak menoleh ke arah Pegunungan Seribu Bintang.

Lalu...

Mengangkat kepala.

Auuuuuuuu—!

ROOOAAARRR!!

Raungan ribuan Binatang Iblis menggema bersamaan.

Tanah bergetar semakin hebat.

Wajah Luo Zhentian berubah.

Ia telah bertarung puluhan tahun.

Namun baru kali ini melihat ribuan Binatang Iblis bertindak seperti satu pasukan.

Feng Jianhong Mengepalkan tangan erat,, Tatapannya mengarah ke balik lautan debu.

Dengan suara pelan, ia berkata,

"Apakah pemimpin mereka akhirnya mulai bergerak."

Kalimat itu baru saja keluar...

Ketika tanah di kejauhan kembali berguncang.

Buk...

Buk...

Buk...

Suara langkah itu jauh lebih berat daripada Beruang Kulit Baja.

Setiap pijakannya membuat batu-batu kecil melompat dari tanah.

Luo Zhentian menyipitkan mata.

Di balik debu yang perlahan tersibak...

Muncul bayangan raksasa.

Tingginya hampir dua kali Beruang Kulit Baja.

Sepasang mata merah gelap menatap lurus ke arah Kota Qinghe.

Dan saat makhluk itu melangkah keluar dari balik debu...

Seluruh medan perang mendadak sunyi.

Bahkan Serigala Taring Besi yang sedang menggigit mayat para kultivator menghentikan gerakannya.

Beruang Kulit Baja yang terus menghantam gerbang juga mundur beberapa langkah.

Semua Binatang Iblis menundukkan kepala.

Luo Zhentian mengerutkan kening.

"Itu..."

Debu perlahan menghilang.

Sesosok makhluk raksasa berjalan keluar dari balik kepulan tanah.

Tubuhnya hampir enam meter.

Seluruh badannya diselimuti bulu hitam pekat.

Lapisan kulit di dada dan kedua lengannya memantulkan cahaya seperti baja.

Di dahinya tumbuh satu tanduk sepanjang satu meter.

Sepasang matanya berwarna merah darah.

Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.

Han Yue menarik napas tajam.

"Beruang Kulit Baja ,Tingkat Tiga puncak."

Makhluk yang kekuatannya setara kultivator Inti Emas.

Raungan pelan keluar dari mulutnya.

ROOOOARRR...

Seluruh Binatang Iblis langsung meraung menanggapi bersamaan.

Rooaaarr

Roaaarrr

Gelombang suara mengguncang langit.

Beberapa penjaga yang berada di atas tembok bahkan kehilangan keseimbangan.

Luo Zhentian mengangkat pedangnya.

Tatapannya tidak pernah lepas dari Beruang Kulit Baja Tingkat Tiga.

Ia berkata tanpa menoleh.

"Han Yue ,Jangan biarkan Binatang Iblis lain mendekat."

Han Yue langsung mengerti.

"Tuan Kota...Hati-hati."

Luo Zhentian tersenyum tipis.

"Kalau aku kalah,pertahankan kota selama mungkin."

Setelah mengucapkan kalimat itu...

Ia melesat.

Tanah di bawah kakinya langsung retak.

Pedangnya berkelebat membawa Qi yang tajam.

Beruang Kulit Baja Tingkat Tiga tidak menghindar.

Ia mengangkat lengan kanannya.

CRAANG!!

Pedang dan Cakar beruang bertabrakan.

Percikan api menyembur.

Gelombang kejut menyapu puluhan meter.

Serigala-serigala di sekitar terpental.

Luo Zhentian memutar tubuh.

Pedangnya kembali menebas.

Beruang itu menangkis dengan cakar kirinya.

Benturan kedua kembali meledak.

Keduanya saling menatap.

Siluet cakar Beruang berkelebat cepat,,

BOOOM!!

Luo Zhentian menyilangkan pedangnya di depan dada.

Tubuhnya tetap terpental belasan meter.

Kedua kakinya meninggalkan bekas panjang di atas tanah.

Han Yue mengepalkan tangan.

"Tuan Kota..."

Belum pernah ia melihat Luo Zhentian didorong mundur hanya dengan satu pukulan.

"Jangan berhenti!"

Han Yue berbalik ke arah tembok.

"Semua Pembentukan Fondasi ikut aku!"

Lebih dari empat puluh kultivator langsung melompat turun.

Mereka menyerbu kawanan Beruang Kulit Baja.

Pedang dan tombak berkelebat.

Qi memenuhi medan perang.

Seekor Beruang Kulit Baja mengangkat kedua cakarnya.

Seorang kultivator menusuk dadanya.

Pedang hanya masuk beberapa inci.

Beruang itu meraung.

Lalu menghantam kultivator tersebut.

Boomm!

Pelindung dadanya hancur.

Tubuh pria itu terlempar dan menghantam gerbang.

Darah menyembur dari mulutnya.

Ia tidak bangkit lagi.

Di sisi lain...

Lima Serigala Taring Besi berhasil menerobos celah tembok.

Mereka langsung menyerang para penjaga.

Jeritan kembali terdengar.

Darah mengalir di sepanjang batu pertahanan.

Di dalam Aula Alkimia.

Korban terus berdatangan.

Lantai dipenuhi darah.

Liang Chen berlutut di samping seorang penjaga yang kehilangan lengan.

"Cepat!"

"Tekan lukanya!"

Seorang murid menyerahkan Pil Penyembuh.

Liang Chen segera memasukkannya ke mulut korban.

Tetua Guo berjalan dari satu korban ke korban lain.

Tangannya tidak pernah berhenti.

Qi mengalir tanpa henti untuk menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan.

Bai Hu membawa baskom berisi air.

Ia baru saja hendak membantu ketika seorang penjaga digotong masuk.

Seluruh dada pria itu robek oleh cakar.

Matanya sudah kosong.

Di belakangnya...

Seorang anak perempuan menangis sambil memegang tangan ayahnya.

"Ayah..."

"Ayah bangun..."

"Ayah..."

Tetua Guo hanya menundukkan kepala.

Ia sudah terlambat.

Bai Hu membeku.

Tangannya menggenggam baskom begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Di luar kota.

Pertarungan semakin brutal.

Luo Zhentian kembali menyerang.

Pedangnya membelah udara.

Beruang Kulit Baja Tingkat Tiga juga melompat.

BOOOOOM!!

Benturan ketiga jauh lebih dahsyat.

Gelombang kejut menghancurkan pepohonan di sekitar medan perang.

Namun...

Di saat semua perhatian tertuju kepada mereka...

Feng Jianhong yang berdiri di atas tembok tiba-tiba mengangkat kepala.

Tatapannya menembus lautan Binatang Iblis.

Wajahnya perlahan berubah pucat.

Ia merasakan...

Tekanan yang jauh lebih mengerikan.

Tidak berasal dari Beruang Kulit Baja Tingkat Tiga.

Melainkan...

Dari arah Pegunungan Seribu Bintang.

Feng Jianhong mengepalkan tangan.

Bibirnya bergerak pelan.

"...Mustahil."

Di kejauhan...

Sebuah raungan berat kembali mengguncang langit.

Raungan itu membuat Beruang Kulit Baja Tingkat Tiga yang sedang bertarung langsung mundur beberapa langkah.

Ia menoleh ke arah pegunungan.

Kemudian...

Perlahan menundukkan kepalanya.

Di belakangnya...

Seluruh Binatang Iblis melakukan hal yang sama.

Seolah sedang menyambut kedatangan seseorang.

Groooooaaaaarrrr!!

Terdengar raungan menggema di langit

Luo Zhentian dan Beruang Kulit Baja Tingkat 3 menghentikan pertarungan mereka pada saat bersamaan.

Seluruh medan perang mendadak sunyi.

Serigala Taring Besi yang sedang menerkam para penjaga mundur beberapa langkah.

Beruang Kulit Baja menghentikan serangannya.

Elang Angin yang berputar di langit mendarat di puncak pepohonan.

Semua Binatang Iblis menghadap ke arah Pegunungan Seribu Bintang.

Kemudian...

Mereka menundukkan kepala.

Pemandangan itu membuat wajah semua kultivator berubah.

Han Yue menggenggam pedangnya semakin erat.

"Apa yang sedang mereka lakukan?"

Tidak ada yang menjawab.

Feng Jianhong memandang jauh ke arah pegunungan.

Tatapannya perlahan berubah suram.

"Dia datang..."

Luo Zhentian langsung menoleh.

"Siapa?"

Feng Jianhong tidak menjawab.

Tatapannya tetap terpaku ke arah utara.

Tanah mulai bergetar semakin lama semakin kuat.

Buk...

Buk...

Buk...

Getaran itu berbeda.

Pepohonan raksasa mulai tumbang satu demi satu.

Seolah ada sesuatu yang sedang berjalan tanpa memedulikan apa pun di depannya.

Debu membumbung tinggi.

Langit perlahan menjadi gelap.

Bahkan sinar matahari tertutup oleh awan debu.

Han Yue menelan ludah.

Ia sudah tidak sanggup menghitung berapa banyak Binatang Iblis yang memenuhi dataran di depan kota.

Namun semua Binatang Iblis itu...

Kini hanya diam dan menunggu.

Ini sangat mengejutkan bagi seluruh kultivator yang ada,

Di dalam Kota Qinghe.

Semua orang ikut merasakan getaran tersebut.

Cangkir-cangkir teh jatuh dari meja.

Genteng rumah bergetar.

Air di dalam sumur bergelombang.

Anak-anak mulai menangis.

Para ibu memeluk mereka erat.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sedang terjadi.

Namun naluri mereka mengatakan...

Bahaya yang lebih besar sedang mendekat.

Di Aula Alkimia.

Bai Hu yang sedang membantu membagikan pil mendadak berhenti.

Tangannya menempel di dinding.

Ia merasakan getaran yang sama.

"Apa itu?"

Seorang murid menoleh ke arah luar.

Getaran kembali datang.

Lebih kuat.

Beberapa botol pil jatuh dari rak.

Prang!

Pecah berkeping-keping.

Tetua Guo mengangkat kepala.

Wajahnya yang selama ini tenang akhirnya berubah.

Beliau berjalan cepat menuju halaman.

Tatapannya langsung mengarah ke Pegunungan Seribu Bintang.

Beberapa tarikan napas kemudian...

Beliau berkata pelan.

"Mustahil..."

Liang Chen ikut keluar.

"Guru?"

Tetua Guo mengepalkan tangannya.

"Itu bukan tekanan Binatang Iblis Tingkat Tiga."

Kalimat itu membuat Liang Chen membeku.

Kalau bukan Tingkat Tiga...

Berarti...

Di atas tembok kota.

Luo Zhentian kembali menggenggam pedangnya.

Keringat mulai mengalir di pelipisnya.

Sejak menjadi kultivator Inti Emas...

Belum pernah ia merasakan tekanan sebesar ini.

Feng Jianhong melangkah maju hingga berada di sampingnya.

"Kita tidak bisa menang kalau dia benar-benar datang."

Luo Zhentian menarik napas panjang.

"Aku tahu.Tetapi di belakang kita ada jutaan penduduk."

"Kalau kita mundur siapa yang akan melindungi mereka?"

Feng Jianhong memandang kota di belakang mereka.

Rumah-rumah.

Jalan-jalan.

Keluarga mereka.

Semua berada di sana.

Ia mengangguk pelan.

"Kalau begitu..kita bertahan sampai akhir."

Luo Zhentian mengangkat pedangnya tinggi.

Suaranya menggema di atas tembok.

"Semua kultivator!"

"Pertahankan Tembok kota!Walaupun harus mati..."

".jangan biarkan satu Binatang Iblis pun memasuki kota!"

"YA!"

Raungan para kultivator menggema.

Semangat mereka kembali bangkit.

Namun...

Tidak seorang pun menyadari.

Tatapan buas itu menembus puluhan li.

Lurus mengarah ke Kota Qinghe.

dan jatuh ke medan perang...

Bersambung

1
REY ASMODEUS
atau jadi tetua agung? 🤣🤣🤣🤣
omes
kocak novel yang sangat mengocakan 🤣🤣🤣
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut
Gege
coba MC belajar alkemis kan bisa tuh Thor.. jadi kuat jadi hebat bisa kayah rayah dan engga mati muda...🤣
Joy: bisa juga itu,, terimakasi untuk masukanya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!