Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2: Energi
Cakra menilik tak berani keluar, karena siluet mahluk itu sangat besar dan dia mencurigai mahluk itu bukanlah mahluk biasa karena ini dunia Fantasy.
“Apa itu?”
“Siluetnya bukannya terlalu besar”
“Gak mungkin itu beruang”
Cakra menutup celah pintu, dia juga menutupi ventilasi dengan daun wangi sisa dari barang sebelumnya. Untuk mengelabuhi bau yang bisa dicium Binatang itu, Cakra yang merasa sudah cukup aman akhirnya tertidur di ranjangnya. Didalam tidurnya dia bermimpi melihat planet bumi dengan dirinya berada di luar planet itu. Lalu dirinya juga melihat panas pekat dari matahari seperti aliran energi, yang difilter dan diserap seadanya oleh bumi. Didalam mimpi Cakra melihat buku Pelajaran yang berisi tentang pentingnya matahari untuk bumi. Ketika masih asik membaca tiba tiba cakra merasakan panas yang sangat kuat membuatnya terbangun seketika.
“Hah apa itu?”
Dengan nafas yang terengah-engah dirinya merasakan rupanya ruangan gua memang cukup memanas. Cakra merasakan berasa dari dalam gua, saat itu Cakra masuk kembali kedalam gua tersebut. Di sana Cakra melihat sebuah tanah yang terbakar disekitar batu tersebut, Cakra yang merasakan ini bukan sesuatu yang biasa langsung mengambil sebuah cangkul kayu yang dia buat sebelumnya.
“Aku harus hati hati agar tak terbakar”
Sedikit demi sedikit Cakra mengais tanah itu, terlihat semakin lama ujung dari cangkulnya berubah menjadi hitam. Setelah merasa mencapai sesuatu Cakra mengehentikan galiannya dan melihat sebuah kotak. Hanya saja ketika kotak tersebut muncul, batu itu terlihat langsung mendinginkan kotak itu dengan paksa.
“Oh cukup praktis”
MC mendekati kotak melihat sebuah batu kecil didalamnya MC teringat akan matahari di mimpinya. Tapi MC yang tau kalau ini adalah rencana sesuatu berpikir untuk menggunakan batu di kotak itu, mengimbangi energi dingin dari batu besar.
“Hmmm… bagaimana caranya”
“Kalau ini dunia fantasy mungkin saja….”
Cakra mengangkat batu tersebut sekitar 60 cm dari batu besar, sesaat mencapai jarak yang diperlukan energi dari kedua batu terlihat terjalin walau gak sepenuhnya menyatu. Batu itu mulai berputar mengelilingi batu dingin, sesaat setelah itu juga sebuah energi terbentuk. Seakan akan memfilter energi dingin menjadi energi yang lebih hangat, MC menyadari jikalau ini cukup mirip dengan energi di luar sana. Hanya saja Cakra yang merasakan malam bukanlah waktu yang aman untuk ini mulai kembali ke tempat tidurnya untuk tidur kembali.
Didalam tidurnya cakra malah kembali ke mimpi yang bukan hanya sama, tapi juga melanjutkan bagian yang dia lupakan. Dia mendapatkan Pelajaran bagaimana bumi ini mirip dengan titik tenaga dalam didalam tubuh manusia yang gak bisa sepenuhnya menyerap energi dari luar. Dimana kalau kelebihan itu akan sepenuhnya menghancurkan bumi tersebut menjadi sebuah planet tandus. Keesokan paginya Cakra terbangun, dia bangun dan pergi ke bagian dalam gua yang dimana saat Cakra datang dirinya melihat beberapa buah yang terlihat bisa dimakan.
“Ooooh buah?”
“Aku tak mengira energi ini sampai bisa merangsang pertumbuhan buah”
“Mari kuambil beberapa karena aku merasa buah ini bukan buah biasa”
Cakra mengambil satu buah yang terlihat seperti apel dan menggigitnya. Setelah dia menggigit dia merasakan energi hangat mengalir ke titik energi dibawah pusarnya, energi ini terasa seperti menyatu lebih baik ke bagian penting tersebut. Tapi Cakra hanya bisa memakan segigit saja dia merasakan tubuhnya akan meledak, dirinya duduk dan mencoba mempelajari energi itu untuk tubuhnya.
“Kugh… energi ini tak kukira walau hanya segigit bisa memenuhi titik tenaga dalamku dengan sangat telak.”
“Kalau begitu mari kucoba perputaran, karena titik ini terasa seperti wadah, aku harus meminum wadah itu untuk kugunakan”
Menutup matanya Energi biru muncul kembali kali ini disekitar tubuhnya bagai api berkobar. Cakra merasakan dorongan untuk bertarung yang sangat besar bagai dia memakai sebuah dopamin. Untuk itu cakra keluar sesaat dia membuka pintu energi dari dalam gua langsung merambat ke dunia sekitar seakan akan saling beresonansi. Selain Itu langit tiba tiba bersinar terang membuat mahluk hidup disekitar tempat itu mengamuk. Keadaan ini juga mendorong Cakra untuk bergerak ke arah salah satu mahluk itu.
Mahluk yang melihat Cakra bergerak kearahnya juga langsung menerjang berubah menjadi sebuah bola api. Cakra memfokuskan tenaga dalamnya ke Tengan memukul mahluk tersebut hingga terpental. Tapi karena keributan itu, mahluk mahluk raksasa lainnya sadar dan dengan secepat angin mendatangi pertarungan tersebut. Seekor burung menyerang MC, dan MC terkena serangan. Tapi untungnya didalam serangan itu tenaga dalam milik MC melindunginya walaupun MC terlempar kesadarannya mulai kembali karena serangan itu.
“Ugh… sakit”
“Sial seperti aku kerasukan saja”
“Juga sepertinya aku tak bisa kabur”
MC menggigit bibirnya melihat mahluk raksasa yang menutup jalannya dirinya berdiri tegap. Didepan mahluk raksasa dirinya takut, kakinya kaku, tangannya dingin, dirinya merasa akan dijemput oleh maut. Ditambah titik tenaga dalamnya yang tersisa setengah, tapi karena dirinya mengetahui dunia ini hanya yang bertekad bertahan hidup dia pun menatap ke mahluk mahluk tersebut. Dengan tenaga dalam terakhirnya dia menyelimuti tubuhnya untuk mendapatkan dorongan, dia…. bagai terbakar api.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...