NovelToon NovelToon
TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.


Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .



Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.


Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.


Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.


Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.



Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 ,1

---

DARAH TYRANT BERGETAR*

Angin malam di Jalur Pedagang Barat berhembus dingin. Debu beterbangan, bercampur bau darah yang samar.

Di atas tebing batu, sesosok pemuda berdiri diam. Jubah hitamnya berkibar. Rambut merah menyala seperti api neraka, menjuntai sampai pinggang. Matanya... merah menyala. Di tengah pupilnya, tanda segitiga kuno berputar perlahan, seperti roda takdir yang baru bangkit.

*Jiang Hao.*

Sudah tiga bulan sejak ia diusir dari Klan Jiang. Tiga bulan sejak segel Kaisar Tyrant Dewa Kuno Agung Surgawi bangkit dalam tubuhnya.

Kini, ia bukan lagi pemuda lugu yang kerja ladang.

Dia adalah iblis.

Pandangannya menajam ke bawah. Di jalan setapak, 20 orang perampok bertopeng tengah mengepung sebuah karavan kuda. 6 kereta kuda, dikawal 10 pengawal. Di tengahnya, seorang pria tua berambut putih dengan jubah sutra mewah tergeletak, memegangi dadanya. Darah merembes dari bahunya.

"Tuan Li! Serahkan semua barang berharga! Kalau tidak, kami ratakan kalian!" teriak pemimpin perampok, suaranya serak, membawa golok berlumuran darah.

Pengawal panik. Tuan Li batuk darah. "Aku... aku tidak punya apa-apa..."

Jiang Hao tidak bergerak. Awalnya ia hanya ingin lewat. Urusannya dengan dunia sudah selesai. Klan Jiang pun sudah ia coret dari hidupnya.

Tapi saat itu...

_Dug._

Jantungnya bergetar.

Bukan sakit. Bukan takut.

Tapi getaran. Seperti ada sesuatu di dalam dadanya yang memanggil. Seperti darah bertemu darah.

Mata segitiga di pupilnya berputar makin cepat. Aura merah samar keluar dari tubuhnya.

"Darah... Darah Tyrant..." gumam Jiang Hao, suaranya rendah serak. "Di dalam karavan itu..."

Ia tidak tahu kenapa. Tapi nalurinya sebagai pewaris Tyrant berteriak. Ada warisan. Ada fragmen jiwa Kaisar Tyrant di dalam kereta itu.

Dan perampok itu berani menyentuhnya.

Cukup.

Tanpa sepatah kata, Jiang Hao melompat.

_BOOM!_

Tubuhnya menghantam tanah di tengah pertempuran seperti meteor. Debu setinggi 3 meter meledak. Semua orang terdiam.

Pemimpin perampok menoleh, mengernyit. "Siapa kau?! Bocah tengik!"

Jiang Hao mengangkat wajahnya. Rambut merahnya menutupi sebagian wajah. Tapi mata merahnya... mata itu membuat 20 perampok mundur selangkah tanpa sadar.

Aura. Aura pembunuh. Aura seorang kaisar yang sudah mati 10.000 tahun.

"Aku tidak suka," kata Jiang Hao pelan. "Kalian mengganggu orang yang tidak seharusnya."

"Hah?! Sok jago! Habisi dia!"

10 perampok pertama menyerbu. Pedang, tombak, kapak.

Jiang Hao tidak bergerak. Ia hanya mengangkat tangan kanannya.

_Wusss_

Api merah menyembur dari telapak tangannya. Bukan api biasa. Ini *Api Tyrant Pembakar Jiwa*. Api yang pernah membakar 9 surga.

_ARGGHHH!!!_

10 tubuh terbakar dalam 1 detik. Tidak tersisa abu. Hanya bekas hitam di tanah.

Sisa perampok gemetar. Pemimpinnya meraung, "Iblis! Dia iblis!"

"Benar," Jiang Hao tersenyum. Senyumnya tampan. Tapi mengerikan. "Aku memang iblis yang keluar dari neraka."

Pertarungan berlangsung 3 menit. Tidak lebih.

Saat selesai, 20 perampok sudah jadi mayat. Tanah hangus. Langit kembali tenang.

Jiang Hao berjalan ke kereta paling depan. Tuan Li menatapnya ketakutan. "Kau... kau siapa?"

Jiang Hao tidak menjawab. Tangannya menembus kayu kereta. Di dalamnya, ada kotak kayu kecil. Saat ia sentuh...

_Dug. Dug. Dug._

Jantungnya berdegup kencang. Dari dalam kotak, cahaya keemasan-merah keluar. Sebuah tetes darah. Mengambang. Berdenyut.

Darah Esensi Tyrant.

"Ditemukan..." bisik Jiang Hao. Matanya berkaca-kaca, bukan karena sedih. Tapi karena marah. "Klan Jiang... kalian membuangku. Tapi warisan leluhur memilihku."

Ia menoleh ke Tuan Li. "Kau siapa?"

Tuan Li gemetar. "Aku... aku Li Changfeng, pedagang dari Kota Angin..."

Jiang Hao mengangguk. Ia melemparkan kantong koin emas. "Ini untuk kerugianmu. Anggap aku yang melindungi karavanmu mulai hari ini."

Lalu ia berbalik. Darah Esensi Tyrant melayang masuk ke dadanya. Tubuhnya bergetar. Aura merahnya makin kuat.

Sebelum pergi, ia berhenti. Tidak menoleh.

"Ingat nama ini. Jiang Hao. Suatu hari, seluruh benua akan berlutut menyebutnya."

Dan ia menghilang ke dalam malam. Meninggalkan 20 mayat dan satu legenda baru.

*Di kejauhan, di Klan Jiang...*

Adik angkatnya yang sedang bermeditasi tiba-tiba membuka mata. "Kak..." bisiknya.

1
Naga Hitam Pelahap Semesta
Kapan updatenya thor
Andi Akhasay: Coba baca novelku kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!