NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Berita heboh keluarga konglomerat

"Kamu?! Mau apa ke sini?" Kaget Kenzo melihat Larasati berdiri di depannya.

"Aku tak tahu harus ke mana lagi malam ini, jadi kuputuskan ke sini saja. Aku gak punya tempat berteduh" Wanita itu dengan santai menyeret koper besarnya dan langsung masuk ke ruang tamu meski Kenzo berusaha mencegahnya.

"Hei, apa kamu kira apartemenku tempat penampungan orang asing hah!?" Larang Kenzo panik  "Ayolah, Kenzo! Kamu tega sekali? Ayahmu sungguh kejam, tadi dia mengusirku dari rumah mewah itu padahal kami belum resmi bercerai."

"Itu urusanmu sendiri. Lepaskan tanganku!"

Kenzo menyingkirkan tangan Larasati yang merangkul lehernya, namun wanita itu lebih cepat, dia langsung mengecup bibir Kenzo dan makin erat memeluknya.

"Sialan! Lepaskan aku, Larasati!" Kenzo menyeka bibirnya kesal. Rupanya wanita itu sengaja membangkitkan gairahnya dengan ciuman lancang itu.

"Tolonglah izinkan aku menginap, hanya malam ini saja. Kamu tega membiarkan wanita lemah sepertiku berkeliaran di jalanan larut malam begini?"

"Bisa saja kamu menginap di hotel! Aish kamu benar‑benar merepotkan saja."

"Paling tidak kasihanilah aku, Kenzo. Cuma satu malam ini saja, aku janji besok pagi langsung pergi."

"Ya sudah, istirahatlah di kamar tamu sana. Besok pagi‑pagi sekali jangan lupa berangkat."

Kenzo berjalan ke dapur mengambil air dingin. Dia akhirnya tak sampai hati mengusirnya, mengingat Larasati yang tampak lemah dan tak berdaya. Saat berjalan melewati wanita itu, Larasati tampak merengut kesal karena Kenzo mengabaikannya begitu saja.

***

Kabar pernikahan Hardi Armanta dengan istri keduanya, Larasati yang sudah retak tersebar luas. Masalahnya, Adalah hubungan rahasia istri muda itu dengan putra konglomerat itu, Eko Kenzo Armanta 

Lewat pengakuan terbuka Larasati, perceraian dengan suaminya itu dipicu kehamilannya. Dia menyatakan ayah kandung janin dalam rahimnya adalah Kenzo. Dia juga membenarkan hubungan mereka yang sudah berlangsung sejak sepuluh tahun silam, sejak mereka masih berpacaran di bangku kuliah. Tak tanggung-tanggung Larasati seperti membuat berita heboh yang menggemparkan jagat raya.

Saat dalam wawancara dengan wartawan dia pun meminta maaf pada publik dan mantan suami karena mempermalukan keluarga besar Armanta lewat kehamilan ini.

Beberapa menit lalu Kenan masih menguap santai. Setelah menyalakan TV besar di ruang tamu, dia berjalan ke dapur mengambil air minum, lalu kembali duduk malas di sofa sambil memindah‑pindah saluran untuk menonton berita pagi. Itu kebiasaan rutinnya sebelum bersiap berangkat kerja.

"Uhuk‑uhuk… apa-apaan ini?!"

Pria itu hampir jatuh terjerembab saking kagetnya, bahkan dia tersedak hingga minuman hingga tumpah di mana‑mana saat melihat headline news berita hiburan dan ekonomi yang menampilkan wajah Kenzo dan ayahnya, Hardi Armanta.

"Bang Kenzo!!! Aduh mampus dah!" Kenan bergegas berlari panik ke kamar kakak sepupunya, berteriak‑teriak membangunkan Kenzo yang masih tidur nyenyak.

"Bang aduh, bangun! Ini bahaya besar! Apa berita ini cuma bercanda?!"

"Apa sih? Masih jam enam pagi lho…" gumam Kenzo sambil menguap, memeluk guling dan menarik selimut kembali dia sungguh masih mengantuk.

"Hei bangun, aku bilang bangun teri pemalas ini! Nanti loe nyesel kalau nggak tahu kabar gila ini!" Kenan segera menyambar remot, menyalakan TV dengan suara keras hingga Kenzo terpaksa membuka mata.

"Berita apa ini?!" Wajah Kenzo seketika merah padam. Dia terpaku beberapa menit menyimak berita itu, mulutnya menganga terbuka tak percaya. Ia langsung melompat turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar tempat wanita penyebab semua masalah itu menginap.

"Hei Larasati! Buka pintunya sekarang! Aish, sialan!"

Brak... brak....

Dia mengetuk sekuat tenaga hingga terdengar seperti gedoran keras, namun tak ada tanda‑tanda wanita itu akan keluar.

"Bang, loe yakin dia masih di dalam? Aduh, kok loe bisa punya mantan yang kurang waras begini?" Kenzo menggeram kesal, lalu bergegas ke lemari laci di dekat situ mencari kunci cadangan kamar itu.

Brak!

Pintu terbuka, kamar ini ternyata kosong melompong. Sprei dan bantal berantakan, tirai abu‑abu masih tertutup rapat.

"Sialan! Di mana wanita sinting itu?!" Kenzo masuk dengan amarah meluap, memeriksa kamar mandi dan setiap sudut ruangan, lalu mengacak rambut frustrasi saat tak menemukan Larasati di mana pun.

***

Pagi itu, berbusana gaun rap bermerek i, membawa tas Gucci hitam dan berkacamata hitam, Larasati baru saja turun dari taksi. Kehadirannya langsung diserbu puluhan wartawan.

"Nyonya Armanta, apakah perceraian ini gara‑gara orang ketiga?!"

"Nyonya, jelaskan sedikit! Benarkah Kenzo ayah kandung dari janin Anda?!"

"Apakah Tuan Eko Kenzo Armanta juga sudah mengakui anak itu?!"

Larasati hadir di gedung pengadilan agama untuk sidang cerai. Dengan akting meyakinkan dia mengusap air mata dan menampakkan wajah sedih yang menyayat hati. "Benar demikian, dan saya berharap Kenzo mau memberikan pernyataan resmi pada media."

"Apakah keluarga Armanta itu menolak bayi Anda?"

"Saya akan tetap mempertahankan kandungan ini meskipun keluarga Armanta, terutama Kenzo, memaksa saya menggugurkannya. Maaf, saya permisi dulu."

Wartawan masih berdesakan mengejarnya sampai dia masuk ke dalam gedung megah pengadilan agama. Tak lama kemudian berita‑berita baru yang makin menyudutkan keluarga Armanta tersebar luas.

"Aduh, gimana ini bang, lobi bawah penuh wartawan ya?" Kepala Kenan ikut pening. Petugas keamanan apartemen dan pengawal Kenzo mengangguk serempak.

"Benar, Tuan Muda. Tenang saja, akses naik sudah kami blokir. Langkah selanjutnya bagaimana?" Kenzo keluar mengenakan jaket kulit, sebuah helm di tangan kanannya.

"Hei bang, loe mau ke mana?!"

"Aku harus menemui Vinda dan mommy ku. Tadi kak Soran telepon bilang Mommy kaget dan terpukul sampai jatuh sakit." Wajah Kenan pucat pasi, dia jatuh terduduk di sofa lemas tak bertenaga.

"Tuan Muda, anda tak boleh turun! Di bawah kerumunan sangat padat, kalau nekat mereka akan—"

"Tenang saja, mereka takkan mengenaliku. Bang Denny, tolong berikan kunci motormu, aku pinjam sebentar. 

"Apa?!" Kedua pengawal saling pandang bingung saat Kenzo melangkah keluar sambil membawa helm full race.

"Tetaplah di sini, Kenan. Dan kalian berdua, kendalikan keadaan di semua outlet Tous Les Jours, pastikan tamu tak terganggu!"

"Baik, Tuan Muda." Pintu tertutup rapat. Ketiga orang yang ditinggalkan sama‑sama menghela napas panjang.

"Aduh kepala rasanya mau pecah… kenapa masalah bisa sebesar ini?" gumam Kenan.

Berbekal helm dan jaket kulit hitam, Kenzo berjalan santai melintasi kerumunan awak media di lobi menuju parkiran bawah tanah. Tak ada yang menyangka sosok yang mereka cari justru lewat begitu saja di dekat mereka.

 ****

Rumah mansion Keluarga Armanta

Ting‑nong… ting‑nong…

"Aduh, Tuan Muda Kenzo akhirnya datang juga!" Bibik Sumi yang membuka pintu depan nyaris berteriak kaget, tapi segera menutup mulutnya rapat‑rapat 

"Di mana mommy dan Kak Soran, Bibik?"

"Mereka ada di kamar Nyonya Besar. Tadi Tuan Besar juga baru saja berangkat dari sini."

Kenzo terkejut dan langsung menerobos masuk, berlari cepat menaiki tangga menuju kamar ibunya yang sudah dia hafal betul letaknya.

"Kak Soran, mana mommy? Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Daddy tadi baru saja ke sini tadi… hiks… mereka bertengkar hebat, Kenzo…"

Soran menatap adiknya dengan mata sembab, lalu menunjuk ke arah ibunya yang terbaring lemah di atas kasur.

"Benar tidak berita itu? Kamu tak mungkin melakukan hal seperti itu kan? Anak dalam perut wanita itu bukan anakmu, kan? Mommy terpukul sekali, kenapa sih kamu bisa ada hubungan sama wanita iblis itu?"

"Aduh Kak! Apa aku sudah gila sampai menghamili istri dari ayahku sendiri?! Aku gak ada hubungan apapun sam Larasati!"

 Jawab Kenzo sekenanya.

"Aku sudah menyarankan Ayah dan Ibu agar segera minta tes DNA begitu bayinya lahir. Tapi mas Andre dan pengacara kita masih berusaha menemui Larasati, belum kembali sampai sekarang."

"Sialan! Apa maunya dia mengarang cerita seburuk ini?! Pakai bawa nama aku, dan keluarga kita" Kenzo meremas tangan geram. Ia teringat perkataan Larasati beberapa hari lalu saat mendatanginya di kantor. Ayahmu mau menceraikan aku! Apa kau puas hah?!

Belum sempat berpikir panjang, ponselnya bergetar hebat. Seperti pucuk dicinta ulam tiba, orang yang paling dicari justru menelepon duluan. Kenzo segera menjauh sedikit dari kakaknya.

"Halo? Larasati?"

"Maafkan aku, Kenzo… aku pun tak berniat masalah jadi sebesar ini."

"Di mana kamu? Kita harus bicara sekarang juga."

"Aku? Hahaha… baru saja resmi berstatus janda Tuan Hardi Armanta. Kamu puas sekarang?"

"Aku tanya di mana kamu sekarang brengsek!!" Kenzo berteriak emosi tak tahan lagi, meremas ponselnya sampai nyaris penyok.

"Kalau ingin menemukanku, datanglah ke alamat yang akan ku kirimkan. Syaratnya, kamu datang sendirian."

"Baiklah, akan aku turuti. Kirim alamatnya sekarang lewat pesan."

Klik.....Koneksi terputus.

Kenzo sadar, masalah ini harus diselesaikan dulu sebelum dia sempat ke kantor menemui Vinda. Lagipula Kenan sudah memberi kabar gadis itu tetap masuk bekerja seperti biasa, sudah diminta tetap tenang dan percaya pada penjelasan yang akan segera disampaikan Kenzo.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!