NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Rindu yang tak tertahankan

Hampir sebulan berlalu sejak Larasati pulih dan kembali tinggal di apartemen Kenzo. Walaupun Kenzo sebenarnya enggan menampung istrinya namun dia tak tega jika harus perang terbuka lagi dengan perempuan itu, dia mencoba menepati janjinya berlaku seperti suami di hadapan orang lain agar tak ada lagi gosip jelek soal rumah tangga mereka yang berhembus di luar.

Kini ada perawat khusus suster Serly , bik Wina pelayan lama keluarga Armanta yang mendampingi Larasati setiap hari.

"Aku berangkat ke kantor. Jaga diri kamu baik‑baik di rumah ya, jangan sampai kelelahan kak," pesan Kenzo sambil berpamitan dan memakai jasnya, sekarang dia sudah aktif bekerja di outlet bakery nya dan setiap dua hari dalam seminggu Kenzo akan berkantor di perusahaan keluarganya PT LG indah group.

"Baik Ken, kamu juga hati‑hati. Jangan lupa makan siang."

Larasati tersenyum manis seperti istri yang paling bahagia saat Kenzo berpamitan di depan pintu. Dia mengantar suaminya sampai di depan pintu apartemen untuk pergi bekerja di Tous Lesjours dan mengurus LG indah Group bersama kakaknya, sejak kejadian itu Larasati tak mau lagi ikut campur urusan perusahaan.

"Terima kasih, kamu hati‑hati di rumah ya." Kenzo tersenyum lebar lalu melambai bergegas masuk ke lift. Larasati tetap berdiri diam di sana menatap pintu lift yang baru tertutup dengan perasaan gamang.

"Kamu begitu baik, Kenzo… wanita yang memiliki hatimu pasti sangat beruntung. Mungkin benar aku harus belajar untuk mulai melepaskan kamu, Ya Tuhan, berikan aku ketabahan hati untuk ikhlas melepaskannya nanti." Dia mengusap perutnya yang makin menonjol karena kandungannya sudah berumur 24 Minggu, Larasati berjanji dalam hati akan tetap kuat.

"Setidaknya Ibu masih punya kamu, Nak. Terima kasih masih bertahan di sini bersamaku." Bisik perempuan itu dengan lembut mengajak jabang bayinya bicara.

***

Hampir sebulan tanpa Vinda? Selama hampir sebulan yang penuh keraguan dan hati gundah. Rasanya Kenzo hampir tak sanggup hidup tanpa melihat wajah gadis itu. Dia seperti sosok linglung yang hobi memandangi meja kosong sekertarisnya.

Setiap hari entah berapa kali dia berjalan ke meja kerja sekretaris yang kini kosong, berharap Vinda kembali duduk di sana, tersenyum, dan memberinya semangat seperti dulu. Lalu kadang Mereka ribut kecil perkara Kenzo yang sering menyebalkan dan Vinda yang memasang jarak pada nya Kenzo memejam mata menangis terisak dengan buliran bening yang berjatuhan di balik kacamata bening minusnya, dia menatap nanar kursi sekretaris itu.

 "Aku sungguh merindukanmu Vin, aku merindukan mu" Bisiknya dengan tubuh lemas.

"Hah… aku tak tahan lagi. Berhenti untuk bertemu Vinda sama saja membunuhku pelan‑pelan," desahnya frustasi sambil duduk di kursi kerjanya lagi lalu memijit pelipisnya.

Dia menatap layar ponsel dengan foto Vinda di beranda yang tak pernah diganti sejak dulu, bagi nya gadis itu sudah seperti sebagian dari nyawanya, dia tak pernah jatuh cinta seperti ini, merasakan sakit yang luar biasa ketika di paksa berjauhan.

"Apa kabarmu, Sayang? Aku rindu sekali padamu. Apakah kau juga merasakan beban yang sama? Apa kamu masih mau menungguku, atau malah membenciku"

Sejak mengantar Vinda pulang setelah menunggunya di hotel TLJ world, Kenzo tak pernah lagi berusaha menemui gadis itu.

Dia sengaja memblokir nomornya dan akun media sosial gadis itu. Hati kecilnya bilang ini tak adil, tapi dia tak tahu harus berbuat apa lagi, jika dia masih nekat akan ada korban lain dan keluarganya akan ikut menderita.

Saat rasa rindu tak tertahankan lagi, dia ingin sekadar melihat wajah atau memeluknya sebentar, Kenzo langsung menyambar ponsel dan kunci mobil, mengenakan jas dengan tergesa‑gesa, mengabaikan Henry yang baru saja masuk dengan wajah bingung.

"Pak Bos, anda mau ke mana?"

"Batalkan rapat siang ini, undur saja jadi besok sore, oh iya suruh Kenan yang mengantar dokumen outlet baru kita ke pengacara pak Adrian. Aku ada urusan penting, permisi dulu."

"Tapi soal sekretaris baru… bagaimana rencananya? Apa ada kriterianya?"

"Tolong kamu yang urus saja Hen, aku akan terima rekomendasi kamu, yang penting orangnya bisa bekerja baik, cekatan dan cerdas kalo bisa laki-laki saja yang di rekrut, ah maaf kita bicara lagi besok."

"Baik bos..." Henry hanya bisa tertegun. Kenzo tampak sangat aneh hari ini, bahkan tak memberi syarat apa pun untuk calon sekretaris baru, yang paling mengejutkan bosnya ingin Sekretaris laki-laki, ya ampun apa dunia ini mau kiamat sampai bosnya jadi aneh begini.

****

Kenzo datang ke rumah Vinda lalu hanya bertemu pak Agus saja.

"Dia tak ada di rumah," kata Pak Agus datar.

Jawabnya kesal.

"Lalu di mana Vinda sekarang, Paman?"

Tanya Kenzo dengan Ragu dan takut, pria berumur 65 tahun itu menghela nafas.

"Maafkan saya paman, Sebelumnya pasti paman tahu masalah apa yang terjadi"

Pak Agus menatap tajam pria itu lalu menghela napas panjang. Dia tak ingin anaknya terus tersakiti hanya karena cinta.

"Datanglah ke alamat ini. Dan tolong bujuk Vinda agar mau pulang lagi. Dia ada di rumah neneknya di Malang"

Kenzo mengangguk berat. Dia membaca tulisan alamat di kota Malang dan merasa sangat bersalah pada ayah Vinda yang tampak sedih luar biasa.

"Maafkan saya, Paman. Sungguh saya minta maaf." Dia sungguh menyesal menyakiti keluarga ini.

"Pak Kenzo, kalau kamu laki‑laki sejati, dan bertanggung jawab tolong bertindaklah tegas. Jangan mau berpijak di dua perahu sekaligus. Kasihan anakku, apa Kamu Mengerti?"

"Saya mengerti dan berjanji akan segera menyelesaikan semuanya. Sekali lagi maafkan saya." Kenzo membungkuk hormat lalu berbalik cepat ke mobilnya. Sepertinya siang ini dia harus segera menyusul ke Malang demi Vinda.

***

Kota Malang Jawa Timur 

Dengan tubuh lemas dan wajah pucat, Vinda memaksakan diri duduk di atas kasur tipisnya. Sejak dua minggu lalu datang ke sini kesehatannya makin menurun, entah karena stres atau hilang semangat hidup. Tak ada cara menghubungi Kenzo, dan pria itu pun tak pernah mencarinya sama sekali.

"Vinda, ayo makan dulu. Sejak siang belum ada yang masuk ke perutmu," panggil neneknya dari balik pintu kayu. Wanita tua itu cemas melihat cucunya sering melamun dan bengong sendirian.

Pintu terbuka perlahan. "Nenek…"

Vinda menyapa pelan. Sang nenek masuk membawa mangkuk sup ayam dan nasi yang masih mengepul, lalu menghela napas melihat wajah cucunya yang pucat pasi.

"Aku demam, Nek… sepertinya masuk angin."

Vinda duduk bersila di lantai sementara neneknya mengusap pelan tengkuknya.

"Itu karena kamu terlalu lelah. Bukankah kemarin sudah dibilang jangan ikut bantu jual sayur di pasar? Dasar anak keras kepala."

Vinda terkekeh pelan lalu mencoba menyeruput kuah sup, tapi perutnya seketika mual.

"Ada apa? Kenapa wajahmu makin pucat begini Vin?"

"Entahlah… nanti saja makannya, aku tak berselera."

"Kalau perut kosong begini, bagaimana bisa cepat sembuh?" Vinda menggeleng enggan, lalu berbaring kembali di atas kasur sederhana, menarik selimut sampai dada. Sesekali dia menutup mulut menahan rasa mual yang makin kuat. Masuk anginnya makin parah, ditambah malam‑malam sulit tidur karena pikiran kacau.

Cklek…

 Selamat malam… apakah benar ini alamat yang saya cari, Bu?" Begitu pintu depan terbuka, nenek Salma terkejut melihat tamu yang berdiri di sana. Penampilan pria itu sangat rapi dan berbeda jauh dari warga sekitar. Meski sempat mengerutkan dahi karena penasaran, akhirnya dia tetap tersenyum ramah saat Kenzo menyodorkan kertas kecil padanya

"Benar, Tuan. Boleh saya tahu siapa nama Anda?" Kenzo menghela napas lega, lalu tersenyum tulus pada wanita tua itu.

"Apa Nona Vinda ada di sini sekarang?"

"Vin...da~" kaget nenek Salma 

Kenzo memberi waktu wanita tua itu tenang setelah kaget tadi.

"Saya temannya dari Jakarta, Benarkah Vinda ada di sini?"

"Ah, begitu rupanya..." Nenek Salma membulatkan mulutnya, lalu melebarkan daun pintu. "Masuklah, Tuan. Vinda itu cucu saya." Ujarnya berubah ramah.

 

1
Ananda Boy
kak aku baru mampir, yeay season 2😍😍😍
Ananda Boy
kakk ini blm tamat kan
Ananda Boy
next
Ananda Boy
Bagus banget 😍
Ananda Boy
deg degan aku
Ananda Boy
bagus buku ini, semngat kakak author 😍
Ananda Boy
😍😍😍😍
Ananda Boy
kasian vinda
Ananda Boy
ini Novel bikin aku tadinya ketawa sekarang nangis 😭🤣
Ananda Boy
bikin emosi aj 😭
Ananda Boy
jahat banget si Laras 😭
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!