NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:767
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retaknya Persahabatan Digital

Keesokan harinya, atmosfer di kelas reguler SMA Elit Gava terasa sangat menekan bagi Lyra. Meskipun ia duduk di pojok kelas yang sepi, tatapan sinis dari siswi siswi kaya yang termakan rumor palsu buatan Elian tetap saja menusuk punggungnya. Lyra mencoba mengabaikan hal itu dengan berfokus pada buku catatan biologinya, membetulkan letak kacamata bulatnya yang sedikit melorot di hidung bangir.

Tiba-tiba, ponsel pintarnya yang sudah usang di dalam laci meja bergetar berulang kali. Getaran yang intens itu membuat jantung Lyra bertalu hebat. Dengan perasaan tidak tenang, ia membuka layar ponselnya.

Sebuah notifikasi pesan grup dari WhatsApp "Sahabat Selamanya" grup yang isinya hanya dirinya, Nadia, Febby, dan Dhea dari SMA Negeri 2 terpampang di layar.

Nadia: [Mengirim sebuah tangkapan layar foto]

Nadia: Lyra, maksud foto ini apa ya? Ini beneran lo yang pelukan sama cowok kaya donatur no satu di SMA elit Gava di dalam gudang olahraga sekolah lo?

Jantung Lyra serasa berhenti berdetak. Serangan brain fog mendadak kembali menyerang kepalanya, membuat pandangannya sedikit mengabur. Dengan jemari yang bergetar karena panik, ia buru-buru mengetik balasan.

Lyra: Nadia, ini gak seperti yang kalian lihat. Kemarin aku dikunci dari luar di gudang olahraga, terus Elian cuma dateng buat bantuin aku karena aku pusing banget. Tolong percaya sama aku.

Tak butuh waktu lama, balasan dari nomor Nadia kembali muncul dengan nada yang sangat asing dan sinis, sama sekali tidak mencerminkan sosok Nadia yang dulu ceria di kedai martabak.

Nadia: Bantuin sampai harus pelukan kayak gitu? Pake jas sekolah dia lagi? Lo berubah ya sejak sekolah di SMA Gava, Ly. Pantesan tiap kita ajak main ke alun-alun lo selalu alesan sibuk bantu Nenek. Ternyata lo sibuk nyari cantolan anak miliarder di sana!

Febby: Nadia, tenang dulu, jangan langsung nuduh. Tapi Lyra... jujur, foto ini kelihatan ambigu banget. Kami di SMA 2 denger rumor dari akun anonim kalau lo rela ngelakuin apa aja demi nahan beasiswa lo di sana. Apa itu bener?

Dhea: Lyra... aku gak nyangka. Padahal lo bilang lo ke sana murni cuma mau belajar di pojok kelas.

Air mata cemas akhirnya runtuh membasahi pipi bersih Lyra yang tanpa polesan make-up. Dadanya sesak luar biasa. Rasa sakit karena tidak dipercayai oleh benteng pertahanan dunianya sendiri terasa lebih kejam daripada rundungan fisik apa pun. Pengaruh adu domba digital yang digerakkan oleh Devan atas perintah Elian telah berhasil memangkas habis pelindung masa lalunya. Mereka yang terpisah jarak sekolah kini dengan mudah termakan fitnah dari balik layar.

"Kenapa kamu menangis, Lyra?" sebuah suara bariton yang berat dan tenang mendadak terdengar dari ambang pintu kelas yang sepi karena jam istirahat.

Lyra mendongak cepat, sepasang mata sayunya yang jernih menatap Elian Gava Alaric yang berjalan mendekat dengan postur tubuh nya yang berwibawa. Kemeja putih mahalnya terpasang rapi, dan rambut hitam comma hair-nya membingkai wajah simetris rupawannya yang kini memasang gurat penuh kecemasan yang teramat pas.

Aroma parfum amberwood yang mewah seketika merasuk ke dalam indra penciuman Lyra, bertindak sebagai jangkar sensorik palsu yang langsung memberikan rasa tenang di tengah kepanikan mentalnya.

"Teman-teman SMP ku... mereka gak percaya sama aku, Elian," isak Lyra, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya yang kurus. "Mereka dapet kiriman foto kita kemarin dari akun anonim. Mereka bilang aku cewek murahan yang nyari cantolan kaya."

Elian berlutut kecil di samping meja Lyra, mengabaikan celana mahalnya yang kotor. Jari jemari tangannya yang panjang bergerak pelan merengkuh kedua tangan Lyra, memaksa gadis itu menatapnya. Manik mata hitam jelaga Elian memancarkan kilat protektif yang sangat meyakinkan, menyembunyikan kepuasan sosiopatik yang pekat di dalam hatinya.

"Sudah kukatakan, bukan? Mereka tidak ada di sini untuk melihat perjuanganmu, Lyra," ucap Elian dengan nada vokal yang diatur sangat lambat dan lembut, menanamkan doktrin ketergantungan absolut (Gaslighting). "Mereka bersekolah di SMA 2 yang tenang, sementara kamu bertaruh nyawa di sini. Di saat dunia membuangmu karena fitnah, hanya aku yang tahu kebenaranmu. Hanya aku yang akan selalu melindungimu, Lyra. Lupakan mereka yang tidak menghargaimu."

Lyra menatap wajah tampan Elian. Di tengah hancurnya persahabatan masa lalunya, kehadiran Elian terasa laksana satu-satunya pelindung yang valid di hidupnya. Tanpa Lyra sadari, sang domba kecil kini telah sepenuhnya mengisolasi diri dari dunia luar, melangkah masuk semakin dalam ke dalam kurungan emas yang telah dirancang sang sosiopat dengan begitu sempurna.

1
Lenny Utami
😍
Lenny Utami
sebahu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!