Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerapan Mutlak
Semuanya kini mulai menyambung menjadi satu benang merah yang jelas.
"Kemampuan Penyerapan Mutlak. Itu bukan sekadar teknik yang aku temukan sendiri," pikir Kaelen dengan hati berdebar kencang. "Itu adalah kekuatan asliku. Itu adalah potensi tersembunyi yang dimiliki darah dan tulangku. Organisasi Bayangan tahu hal ini. Mereka menginginkanku bukan hanya karena aku berbakat, tapi karena mereka tahu siapa aku sebenarnya, dan apa yang tersimpan di dalam tubuhku."
Semakin Kaelen memahami dirinya sendiri. Semakin dia sadar betapa berbahayanya posisinya. Organisasi Bayangan telah ada selama ratusan tahun. Mereka telah meneliti, mengumpulkan data, dan merencanakan segalanya dengan sangat rapi. Keberadaannya bukanlah kebetulan belaka. Dia adalah bagian dari rencana besar yang telah dirancang jauh sebelum dia lahir ke dunia.
Sebab itulah kenapa Organisasi Bayangan mau bekerjasama dengan para pengkhianat itu membunuh Sang Penguasa Elemen dan menghancurkan keluarganya karena Organisasi Bayangan itu mengetahui akan lahir penerus kekuatan tersebut
Namun kesadaran itu tidak membuatnya takut. Justru, rasa penasaran dan semangat juangnya semakin berkobar hebat.
"Kalian tahu siapa aku, tapi aku sendiri belum tahu seberapa besar kekuatanku sebenarnya," gumam Kaelen. Kilatan tekad membara di matanya. "Kalian mengira aku akan menjadi wadah kalian? Kalian salah. Justru karena aku memiliki potensi ini, aku adalah satu-satunya orang yang mampu menghancurkan kalian sepenuhnya. Karena apa pun kekuatan yang kalian miliki. Apa pun rahasia yang kalian simpan. Begitu aku melihatnya. Begitu aku merasakannya, itu akan menjadi milikku."
Kaelen kembali memejamkan matanya. Memusatkan seluruh kesadarannya ke arah benih tersembunyi di dalam jiwanya itu. Dia tidak berusaha memaksanya terbuka, karena dia tahu kekuatan besar tidak bisa dipaksa. Dia hanya perlu menyiapkan diri. Memperkuat fondasinya, dan menunggu saat yang tepat.
Saat bahaya datang semakin dekat. Saat ancaman semakin nyata. Itulah saat kunci itu akan berputar, dan potensi mutlaknya akan terungkap sepenuhnya.
[PERUBAHAN STATUS TERDETEKSI]
[POTENSI TERSEMBUNYI: TERBUKA SEBAGIAN (10%)]
[KEMAMPUAN BARU DIPEROLEH: MATA PENGINDAHAN MUTLAK]
- Efek: Mampu melihat dan menganalisis struktur energi apa pun, termasuk energi kegelapan yang disembunyikan. Mampu menembus ilusi, penyamaran, dan jarak pandang biasa. Semakin kuat musuh, semakin tajam penglihatan ini bekerja.
"Bagus." Kaelen tersenyum puas. "Dengan begini tidak ada lagi tempat persembunyian bagi mereka. Di masa depan, setiap kali mereka bergerak. Setiap kali mereka menggunakan kekuatan mereka, aku akan mengetahuinya. Bahkan sebelum mereka menyelesaikan gerakan itu."
Namun di tengah rasa puas itu sebuah bayangan keraguan muncul di benaknya. Jika potensinya begitu besar. Jika kemampuannya begitu langka, dan jika organisasi itu begitu menginginkannya, maka bahaya yang akan datang bukan lagi sekadar mata-mata atau pembunuh bayaran. Akan ada kekuatan besar yang bergerak. Mungkin para Jenderal itu sendiri akan turun tangan. Mungkin Raja Bayangan akan mengirimkan kekuatan aslinya.
Dan untuk saat ini, meskipun Kaelen sudah kuat. Meskipun dia sudah menguasai elemen dasar hingga sempurna, Kaelen sadar betul bahwa dia belum cukup kuat untuk menghadapi kekuatan utama organisasi itu. Masih ada jurang pemisah yang lebar antara dirinya dan puncak kekuatan dunia ini.
"Aku butuh lebih banyak kekuatan. Lebih banyak elemen. Lebih banyak pengalaman," batin Kaelen tegas.
Pikirannya kembali tertuju pada rencana keberangkatannya ke Ibu Kota Kerajaan. Rencana itu awalnya hanya untuk mencari pengetahuan tingkat tinggi dan melanjutkan pendidikan. Tapi sekarang, rencana itu berubah menjadi sebuah perjalanan perburuan dan pertumbuhan. Di luar sana, di wilayah-wilayah liar. Di reruntuhan kuno, dan di tempat-tempat berbahaya terdapat elemen-elemen baru yang menunggu untuk ditaklukkan yaitu Cahaya, Es, Logam, Badai, dan banyak lagi.
"Di sini aku hanya bisa menunggu serangan datang," pikir Kaelen sambil berdiri dan berjalan menuju jendela yang terbuka.
Di luar sana langit mulai berubah warna menjadi kebiruan pucat. Tanda fajar akan segera menyingsing.
"Di sini aku akan dilindungi. Aku akan aman, tapi aku tidak akan pernah tumbuh menjadi besar. Bahaya terbesar bukanlah mati di tangan musuh, tapi mati sebagai orang yang tidak pernah mengetahui batas kemampuan dirinya sendiri."
Kaelen melihat ke arah menara-menara pengawas yang kini dipenuhi cahaya sihir terang benderang. Melihat para guru yang mulai bergerak mengatur pertahanan baru demi melindunginya. Dia merasa berterima kasih atas perhatian dan perlindungan itu.
Namun Kaelen juga sadar bahwa dia tidak bisa selamanya menjadi anak kecil yang dilindungi oleh tembok tinggi.
"Besok atau lusa aku akan bicara langsung dengan Guru Besar Valerius dan Guru Hanes," tekad Kaelen bulat. "Aku akan minta izin untuk berangkat lebih cepat. Aku akan pergi ke Ibu Kota, tapi aku tidak akan lewat jalan aman yang biasa dilalui rombongan siswa. Aku akan mengambil jalan yang lebih panjang. Jalan yang lebih berbahaya. Jalan yang penuh dengan makhluk buas dan sisa-sisa kekuatan kuno."
"Di jalan itulah aku akan menempa diriku. Di jalan itulah aku akan mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk menghadapi badai besar yang pasti akan datang."
Kaelen mengepalkan tangannya erat. Merasakan energi Magma yang mendidih. Kekuatan Kristal yang kokoh, dan Potensi Tersembunyi yang perlahan bangkit di dalam dadanya. Dia tahu, keputusan ini berarti dia akan menghadapi bahaya sepuluh kali lipat lebih besar. Dia akan menjadi sasaran empuk di jalanan terbuka, jauh dari perlindungan akademi.
Tapi di situlah letak kuncinya. Organisasi Bayangan menginginkannya? Biarkan mereka datang. Di jalanan terbuka, dia akan menjadikan setiap serangan mereka sebagai makanan untuk kekuatannya sendiri.
"Mata-mata tadi hanyalah permulaan," gumam Kaelen pelan. Matanya menatap tajam ke arah ufuk timur di mana cahaya matahari pertama mulai muncul. "Pertanda bahaya sudah ada di depan mata. Tapi pertanda itu juga adalah pertanda kebangkitanku. Kalian ingin melihat seberapa besar potensiku? Kalian ingin tahu apa yang bisa dilakukan wadah sempurna ini? Tunggu saja. Kalian akan melihatnya, dan kalian akan menyesal pernah menginginkanku."
***
Fajar menyingsing sepenuhnya menyinari dunia dengan cahaya emas yang hangat, namun bagi Kaelen hari baru ini bukan lagi sekadar hari belajar biasa. Ini adalah hari di mana dia mulai bersiap meninggalkan sarang pelindungnya. Hari di mana dia mulai melangkah masuk ke dalam permainan besar yang telah disiapkan untuknya, dan hari di mana dia mulai mengubah takdirnya sendiri.
Kisah ini menandai perubahan besar dalam hidup Kaelen. Dia telah mengetahui asal-usul kekuatannya. Menyadari ancaman sesungguhnya, dan menemukan arah tujuan yang lebih jelas dan lebih berbahaya.
Perjalanan menuju puncak kekuatan kini bukan lagi sekadar ambisi pribadi, melainkan sebuah pertempuran hidup dan mati melawan kekuatan tergelap di benua ini. Dan di tengah semua itu, potensi sejati Penguasa Elemen Mutlak perlahan namun pasti mulai terungkap, menjanjikan kekuatan yang akan mengguncang langit dan bumi.