NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Karena sebuah ciuman Gibran jadi terobsesi dengan Diandra.

Sebuah ciuman yang membuat Gibran ingin memiliki Dirandra seutuhnya dan hanya untuknya.

"You're my baby Diandra"

Obsesi gila yang menuntut Gibran untuk segera menikahi Diandra sebelum orang lain merebut gadis itu darinya.

Dan obsesi gila yang membuat Gibran nekat melakukan apapun untuk membuat Diandra menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manja

"Diandra sudah"

Kekehan Gibran terdengar ketika Diandra tidak berhenti memainkan hidungnya di leher Gibran, sejak pulang Diandra jadi sangat manja dan terus menempel padanya. Sungguh Gibran tidak menyesal sudah mengajak Diandra bertemu Sagara dan menahan rasa cemburunya sebentar karena sekarang istrinya itu jadi sangat manja padanya.

Berkali-kali dia memulai ciuman, memberikan kecupan di leher dan sekarang memainkan hidungnya di leher Gibran yang membuat pria itu merasa geli. Bukan berhenti Diandra semakin senang melakukannya, mereka sedang duduk di sofa sambil menonton film, tapi Diandra malah naik ke pangkuan Gibran dan melakukan hal itu.

"Hey geli sayang"

Diandra malah tertawa lalu memeluk suaminya membuat Gibran tersenyum dan membalas pelukannya.

"Daddy"

"Iya baby"

"Makasih yaaa." Kata Diandra sambil mencium pipinya

"Untuk apa hmm?" Tanya Gibran

Diandra menjauhkan tubuhnya dan menatap Gibran dengan senyuman manisnya.

Senyuman yang selalu berhasil membuat Gibran jatuh cinta.

"Semuanya, makasih udah nunggu aku meskipun aku gak kasih jawaban berbulan-bulan, makasih karena udah sabar ngadepin aku yang suka ngambek terus banyak maunya juga keras kepala, dan makasih karena udah buat aku percaya lagi untuk sebuah hubungan." Kata Diandra tulus

Gibran tersenyum mendengarnya dia mengusap pipi Diandra dengan lembut membuat istrinya itu memejakan mata.

"Cuman kamu yang bisa buat aku begini baby, siapa yang bisa menduga kalau pria playboy dan nakal ini bisa begitu menurut sama Diandra." Kata Gibran

Membuka matanya Diandra terkekeh lalu mengatakan sesuatu yang membuat Gibran tersenyum.

"Aku sayang banget sama Daddy"

Perlahan tangan Gibran menyentuh tengkuk Diandra dan membawanya mendekat membuat istrinya itu memejamkan matanya. Hidung mereka bersentuhan lalu Gibran menciumnya dengan tergesa membuat Diandra sedikit tersentak, tapi langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami.

"Ehm Daddyy"

Gibran terus mendekat lalu membaringkan tubuh Diandra di sofa dan menatapnya tanpa mau menjauhkan wajahnya.

"Kenapa kamu cantik sekali sayang?" Tanya Gibran

Tidak ada jawaban atau tanggapan yang Diandra berikan karena dia memilih untuk mengusap pipi Gibran dengan lembut.

"Daddy lagi"

"Lagi apa?" Tanya Gibran tidak mengerti

"Cium lagi"

Tertawa kecil Gibran mencapit hidungnya dengan gemas, tapi menuruti keinginan Diandra memberikan ciuman lembut yang selalu mereka sukai.

Entah berapa lama hingga Gibran merasa cukup puas lalu beralih pada leher Diandra dan menggesekkan hidungnya disana membuat Diandra tertawa.

"Daddy jangan gelii." Kata Diandra sambil tertawa

"Kamu juga melakukannya tadi." Kata Gibran

"Ihh geliii"

Tertawa kecil Gibran menggantikan hidungnya dengan bibirnya dan memberikan kecupan disana. Tangan Diandra langsung menggenggam lengan kekar suaminya dan tersenyum.

"Merah baby"

Gibran mengatakan itu sambil menjauhkan wajahnya dan menatap Diandra yang tersenyum.

"Daddy"

"Hmm"

"Gendong aku mau ke kamar." Kata Diandra

Tentu saja Gibran tidak menolak dia mematikan tv yang sejak tadi mereka abaikan lalu menggendong Diandra dan membawanya ke kamar. Sampai di kamar Diandra langsung turun dan mengajak Gibran untuk jalan-jalan dia pergi ke lemari untuk mengambil baju.

"Mau kemana sayang?" Tanya Gibran

"Ke tempat yang ada makanan enaknya." Kata Diandra membuat Gibran tertawa mendengarnya

Dengan senyuman Diandra menyerahkan kemeja putih yang tadi dia ambil dari lemari lalu meminta Gibran untuk memakainya. Tidak bisa menolak Gibran mengganti kaos hitamnya dengan kemeja yang diberikan Diandra.

Setelah melihat suaminya memakai kemeja yang dia ambilkan Diandra pergi untuk mengambil sweater miliknya lalu mengajak Gibran untuk mencari makan.

"Mau makan apa?" Tanya Gibran

"Emm mau cake." Kata Diandra dengan senyuman

Gibran mengangguk faham lalu mengajak Diandra untuk berangkat membeli apa yang dia inginkan.

Memasuki mobil Diandra tersenyum ketika mereka berangkat dan selama perjalanan Diandra terus melihat ke jalanan, siapa tau ada yang mau dia beli seperti batagor.

"Daddy"

"Hmm"

"Besok aku mau main ke rumah Natasya." Kata Diandra

"Main aja kan? Tidak menginap ya?" Kata Gibran

"Iya, boleh kan? Nanti kita ke pantai sekalian." Kata Diandra dengan penuh semangat

"Boleh, besok kita kesana ya? Bilang Natasya dulu nanti dia tidak ada di rumah." Kata Gibran

Diandra mengangguk sebagai jawaban lalu mengambil ponsel Gibran yang ada di dashboard dan membukanya setelah menempelkan ibu jarinya disana. Membuka aplikasi whats app nya Diandra melihat semua pesan yang masuk disana.

Ada beberapa yang tidak dibalas.

"Daddy kenapa ada pesan yang tidak dibalas?" Tanya Diandra

"Tidak penting baby aku malas balasnya." Kata Gibran

"Emm Daddy mau anak perempuan atau laki-laki?" Tanya Diandra sambil menaruh lagi ponsel Gibran

"Aku? Hmm aku maunya laki-laki, tapi tidak masalah entah itu laki-laki atau perempuan." Kata Gibran

"Nanti anaknya mau dikasih nama siapa?" Tanya Diandra lagi

"Belum kefikiran untuk sekarang baby." Kata Gibran

"Emn sama aku juga." Kata Diandra

Setelah itu Diandra diam dan tidak mengatakan apapun lagi hingga mobil Gibran berhenti di salah satu restoran ternama. Membukakan pintu untuk istrinya mereka bersama-sama masuk ke dalam dan memilih tempat yang berada di dekat jendela lalu memesan.

Ada beberapa makanan yang Diandra pesan juga jus alpukat kesukaannya. Selagi menunggu pesanan Diandra mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.

Tempatnya menenangkan ada musik yang mengalun juga.

Sekitar sepuluh menit menunggu pesanan mereka akhirnya datang juga membuat Diandra tersenyum senang, tapi dia tidak langsung memakannya dan malah mendorong piringnya ke arah Gibran.

"Suapinnn"

Gibran tertawa kecil dan menuruti keinginan istrinya.

Sesekali Gibran mengusap sudut bibirnya yang kotor karena coklat membuat Diandra tersenyum senang.

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain berada disisi Diandra.

¤¤¤

Sudah pukul sembilan malam Gibran baru saja selesai menelpon temannya untuk masalah pemotretan besok lalu kembali ke kamarnya untuk melihat Diandra. Tadi istrinya itu mengatakan kalau dia belum mengantuk dan mau menonton film, jadi Gibran membiarkan saja.

Belakangan ini Diandra memang suka sekali nonton film entah romance, action atau animasi dan ternyata ketika masuk ke kamar istrinya itu bukan sedang menonton, tapi tengah mengerjakan sesuatu. Satu hal yang Gibran fikirkan hanya laporan karena Diandra memang selalu membuatnya meski tidak ke butik lagi.

Diandra tengkurap dengan kaos putih pendek serta celana diatas lutut yang membuat Gibran berusaha mengenyahkan fikirannya.

Ayolah itu hanya pakaian biasa, kenapa fikiran kurang ajarnya ini malah berkelana?

"Baby"

Diandra menoleh dan langsung mendudukkan dirinya sambil tersenyum juga merentang kedua tangannya.

Gibran tau artinya Diandra ingin dipeluk, jadi dia langsung naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya.

"Daddy sudah selesai telponnya?" Tanya Diandra

"Sudah, kamu lagi apa baby? Katanya mau nontin film." Kata Gibran

"Emm bikin laporan aku gak nemu film yang bagus." Kata Diandra

"Belum selesai?" Tanya Gibran

"Belum, tapi mau dilanjutin besok aja sekarang mau tidur." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya

Setelah disimpan Diandra mematikan laptopnya dan menaruh di atas meja lalu kembali ke atas ranjang. Berbaring menyamping Diandra minta untuk dipeluk dan Gibran langsung tersenyum, dia menarik selimut lebih dulu sebelum memeluk Diandra.

"Daddy"

"Hmm"

"Usap perut aku." Pinta Diandra

"Anak Daddy sepertinya kangen ya?" Kata Gibran sambil mengusap perut isrinya

Diandra tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Gibran dan memejamkan matanya.

Malam ini dia akan tidur nyenyak di dalam pelukan suaminya.

¤¤¤

Bonus untuk hari inii hehe😋

Aku suka bacaiin komentar hehe makasih yaaa dukungannya😚

1
Shifa Burhan
novel ini bagus tapi author masih ikut cara konflik klasik seorang wanita
ini konflik klasik
*jika pemeran utama wanita (istri) buat salah, kalian akan tutupi dengan pemeran utama pria (suami) dibuat emosi dan buat kesalahan jadi jatuh nya ujung2 sang suami lah yang minta maaf
*jika sang suami yang membuat salah, suami yang berjuang untuk minta maaf dan memiliki memperbaiki kesalahan

ini saran sikit
*jika suami buat salah pasti akan dibuat menyesal, dapat balasan, minta maaf, berjuang dapat kesempatan, dan memperbaiki kesalahan
*yang harus adil juga jika pemeran utama wanita buat salah harus juga dia dibuat, menyesal, minta maaf dan berjuang ini baru novel yang adil

ini dia konflik yang kurang adil menurut aku
*diandra diam saat mau dicium sagara tapi kesalahan diandra ini kalian tutupi dengan kalian buat gibran berbuat salah yang ujung2nya gibran yang merasa bersalah, menyesal, dan minta maaf
*diandra memaksa ingin menemui pria lain, ini kesalahan sadar tidak diandra sudah tidak peka dan melukai perasaan suaminya tapi novel ini malah anggap ini lucu2an dan bukan masalah
Maria Mahdalena Manalu
aku sangat suka banget sama karakter diandra 😍🤩🤩
Dwie adja
ok
Sundari
Aku baca bagian ini jadi sedih dan nangis. Sedih karna ga ada sosok kakk/abang kayak gavin di keluarga aku. Pengen punya abang/adik yg kuak gavin. Perhatian dn sayang sama adek-adek nya
Surati
Gibran dengan cintanya yang tulus untuk Diandra yang masih trauma dengan perceraian orang tuanya, akhirnya karena dengan ketulusan cinta bisa mendobrak hati Diandra yang terluka. semoga berbahagia selalu
rinny
ceritanya sang apik, romantis, AQ suka novel yg bergenre kaya gini.
putia salim
diandra yg sekarang emang pemaaf👍
putia salim
😍😍
putia salim
kalau akur gitukan seneng liatnya
putia salim
hmmmm🤦‍♀️udah ditolak masih aja ngethek
putia salim
gw aq yg cm baca ikutan kuciwo
putia salim
lagian gibran jg...
siapa coba wanita yg g marah,kecewa,dan salah paham kalau suaminya berbohong brpelukan sm mantan di depan istrinya pula
Rina
cinta itu atas dasar kepercayaan.. kalau ngga bisa percaya gimana mau cinta.. buktikan dulu jauhi para cabe, pelakor, ayam dll
Rina
melihat posisi diandra jelas tidak akan percaya sama gibran.. apalagi terkenal sebagai playboy..
putia salim
lebay....🤦‍♀️
putia salim
kalau gw jd gibran auto udah gw sumpel tu mulut pakai sabel setan,
kesel gw,mana ada nyidam ky gitu🤦‍♀️
putia salim
utututuuuu....emesss🤗
putia salim
cb suami gw ...past udah hmmmm🙆
putia salim
yeeeee....baikan👏👏😁
putia salim
anetta minta di🔨🔨⛏️⛏️⛏️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!