Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?
Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.
Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?
_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia
Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Liburan
Setelah masalah Rania selesai, Agnes dan kedua gadis nakal itu pun memilih pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang memang belum terisi apa-apa. Masih ada waktu sekitar 5 menit menuju jam istirahat, tapi mereka tidak peduli. Jika perut lapar, ya makan solusinya.
Agnes dan Shyla sudah terduduk di atas kursi dengan Rania yang pergi memesankan makanan mereka. Setelah beberapa menit, Rania pun datang dan ikut bergabung bersama ibu dan anak itu.
" Ran, makanannya mana? " Tanya Shyla.
Karena memang Rania datang dengan tangan kosong.
" Lagi di buat. Lo kira bakso sama mie ayam bisa langsung jadi apa?! Ya kali gue lama nunggu di sana, " Jawab Rania ngegas.
" Slow dong, ngegas amat. "
" Kagak bawa tabung gas gue, ".
" Alah, susah ngomong sama orang gesrek. "
" Shy!! " Teriak Rania tidak terima.
Shyla mengangkat kedua bahunya acuh. Gadis itu lebih memilih memainkan ponselnya dari pada meladeni Rania yang seperti cewek sedang PMS.
Agnes menggeleng pelan melihat tingkah kedua gadis di depannya. Tadi saja, Shyla belain Rania mati-matian. Lah sekarang?.
" Anak lo nih Soy, " Batin Agnes menyebutkan nama ibu Rania.
Saat Rania sibuk mengobrol dengan Agnes, Shyla malah memilih sibuk dengan ponselnya. Entah sedang berbalasan pesan dengan siapa, yang pasti bunyi notif selalu terdengar dari ponsel yang Shyla pegang.
" Shy, lo lagi chattan sama siapa si? " Kepo Rania sambil mendekatkan wajahnya pada ponsel Shyla.
" Apa si, kepo lo! Jauh-jauh sana, " Usir Shyla sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan Rania.
Rania mendelik malas. Dia pun akhirnya memilih kembali mengobrol dengan Agnes dan membiarkan Shyla yang selalu senyam-senyum sendiri itu.
--
Sedangkan di kelas 12 sana, terlihat guru yang sibuk menjelaskan materi dengan Afra yang sibuk mengotak-atik ponselnya dengan memode heningkan ponselnya agar tidak bersuara.
Dridd..
Ponsel Afra bergetar pertanda ada pesan masuk. Dengan cerdiknya Afra menyimpan tas di depannya dan menyembunyikan ponselnya di dalam tas itu. Dia memainkan ponselnya dengan posisi seperti seseorang yang mencari barang dalam tas.
My Queen
Apa?
Shyla menjawab ' Apa ' karena tadi Afra duluan yang mengirim pesan pada gadis itu.
Me
Lagi di mana?
My Queen
Kantin
Me
Loh, kok?
My Queen
Ada Bunda,
Me
Ngapain?
My Queen
Urus masalah Rania,
Me
Rania? Emang buat kehebohan apa dia?
My Queen
Nendang temen sekelas elo, terus matahin tangan anak kelas 11.
Me
Widih, bravo!
My Queen
Ih, lo kok dukung gitu si?🙄
Me
Cie.. Cemburu ni ye,
My Queen
GJ!
Me
Iya sayang iya, I Lv U😘
My Queen
Huekss🤢
Afra terkikik pelan mendapatkan balasan dari Shyla. Kemudian pria itu pun kembali mengetik pesan untuk sang pujaan hati.
Me
Kalian lagi ngapain sekarang? Pasti kabur yah, dari kelas?
My Queen
Gk kok. Kan Rania di panggil guru BK, masa elo gak ngedenger pengumumannya.
Me
Denger kok. Tapi nama lo gue gk kedenger tuh,
My Queen
Gue ngikut, hawhawhaww!!😋
Me
Waw, lidahnya minta di sedot🤤
My Queen
Afra!!
Afra langsung menonaktifkan ponselnya dan menunduk menahan tawa. Bisa dia bayangkan wajah kesal bercampur malu Shyla sekarang.
" Gila, gak sabar gue pengen ketemu Shyla. Rasanya rinduu gitu ni hati, " Batin Afra sambil tersenyum.
--
Kembali lagi ke tempat Shyla. Gadis itu meraba pipinya yang seketika memanas. Bukan pipinya saja, bahkan sekarang jantungnya pun berdetak sangat kencang.
" Sialan si Afra. Sedot apaan coba? Emangnya gue minuman apa, " Batin Shyla kesal.
Rania menatap wajah merah Shyla dengan penuh keheranan.
" Kenapa lo? Tadi aja cekikikan gak jelas, lah sekarang malah merah amat tuh muka. Pasti lo di gombalin kak Afra ya? " Tebak Rania.
" Eh, eng-enggak. Apaan si lo, gak jelas banget. " Elak Shyla dengan wajah yang semakin memanas.
" Enggak tapi kok mukanya makin merah, hayo ngaku..! ".
" Gak jelas ah lo, " Ketus Shyla dengan sedikit gelagapan.
" Alah, gak usah ngelak dari gue Shy! Gue tahu gelagatan lo kalo lagi bohong, ".
" Bohong apa, enggak kok. " Ucap Shyla yang masih mengelak.
" Shy, gue tahu yah. Kalo elo- ".
" Permisi bu, neng. Ini pesanannya, ".
Rania dan Shyla menghentikan perdebatannya. Dan kini keduanya memilik fokus pada makanan pesanan mereka yang sudah datang.
" Selamat menikmati, "
" Terima kasih, " Ucap Agnes sambil tersenyum kecil.
" Sama-sama bu. Kalau begitu, saya pamit dulu. Silahkan dimakan makanannya, " Ujar si pemilik kantin sambil sedikit menunduk hormat.
Agnes, Shyla dan Rania balas menggangguk kecil dan tersenyum menatap si pemilik kantin. Kemudian ketiganya pun langsung menyantap makanan yang mereka pesan.
Kring..
Bel tanda jam istirahat pun berbunyi. Tapi hal itu tidak membuat ketiga wanita yang asik makan itu terganggu. Mereka malah dengan santainya menikmati makanan tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang kini terarah pada mereka.
" Wah wah.. Yang lain belum makan ini udah start duluan, " Ucap Kevin yang baru datang bersama Kenandra.
Ayah dan anak itu langsung menggeser kursi dekat Agnes dan terduduk di meja yang sama dengan mereka.
" Ken, pesenin sana! " Titah Kevin.
" Apa si, enggak ah. Ken maunya instan, ".
" Kamu berani yah lawan dady? Daddy potong uang jajan baru tau rasa kamu, " Ancam Kevin.
" Ck, itu lagi itu lagi ancamannya. Kalo udah besar dan bisa ngasilin uang, ogah aku minta sama Dady. " Gerutu Kenandra sambil bangkit dari duduknya dan pergi memesan makanan.
Agnes menggeleng melihat tingkah sang kakak.
" Kamu ini bang, anak sendiri aja di ancam-ancam. "
" Gak papalah Nes, biar- ".
" Eh, Aunty. Aunty ngapain di sini? " Sapa Afra yang baru datang.
" Afra, sini duduk. " Ucap Agnes sambil menggeser kursi dekat Shyla.
Dan dengan senang hati Afra menurutinya.
" Shy, di mana si kembar dan yang lainnya? " Tanya Agnes.
" Mereka. Eh, itu Martin. "
" Martin, Nathan. Sini!! " Teriak Shyla sambil melambai-lambaikan tangannya pada Martin.
Martin dan Nathan menoleh. Saat mereka mendapati Agnes, Kevin dan yang lainnya sudah berkumpul, dengan segera kedua pemuda tampan itu pun mendekat dan ikut bergabung di sana.
" Di mana Nathania dan Fania? " Tanya Agnes lagi.
" Mungkin bentar lagi kali tan, ntar coba aku telepon. "
Rania mengeluarkan ponsel berbentuk apel tergigit dari sakunya dan menekan nama Nathania di sana.
" Hallo, ".
" Tania, lo sama Fania ke kantin sekarang ya. Ada Tante sama Om Kevin di sini, " Ucap Rania to the ponit.
" Oh oke. Ini gue lagi nungguin Fania di toilet. Bentar lagi otw kita, ".
" Oke, kita tunggu. ".
Tut..Tut..
" Gimana? " Tanya Agnes saat Rania mematikan teleponnya.
" Lagi nungguin Fania yang lagi ke toilet. Bentar lagi ke sini kok katanya, ".
Agnes mengangguk dan menyeruput minuman dingin pesanannya.
Ketika yang lainnya sibuk mengobrol, dengan sengaja Afra mengangkat kakinya dan menginjak kecil kaki Shyla di bawah sana.
" Aaaa! " Teriak Shyla kaget.
Semua orang berbalik menatap Shyla aneh.
" Lo, kenapa Shy? " Tanya Rania heran.
" Eh, eum. Enggak kok gak papa, hehe. " Jawab Shyla sambil menyengir.
Semua orang hanya ber ' oh ' ria saja dan kembali berbincang ria sambil menunggu kedatangan Nathania dan Fania. Serta Kenandra yang masih belum kembali juga.
" Bisa diem gak? " Bisik Shyla karena Afra yang terus menendang-nendang kecil kaki Shyla.
" Enggak, ".
" Lo-, ".
" Hey guys. Maaf ices telat, " Ucap Nathania yang langsung bergabung bersama mereka.
" Eh, Fania. Itu kursi- ".
Agnes melotot pada Shyla, membuat gadis itu langsung terdiam tidak melanjutkan ucapannya.
" Kenapa? " Tanya Fania.
" Eh, enggak kok. Enggak gak papa, hehe.. " Balas Shyla yang kembali menyengir.
Shyla kembali memakan makanannya dengan minuman miliknya yang berulang kali di sedot oleh Afra.
" Afra, itu bekas gue. Eoh, ambil aja! Sekarang udah ada bekas bibir lo nya, ogah gue. " Ucap Shyla kesal.
" Ck, bekas dong. Nanti juga lo bakalan ngerasain manisnya bibir gue, ".
Bughk.
" Aaahh!! " Sekarang giliran Afra yang berteriak karena kakinya di injak Shyla.
" Afra, kamu kenapa? " Tanya Agnes bingung.
" Eh, enggak kok tan. Ini kayaknya ada semut yang gigit kaki aku, " Bohong Afra sambil cengengesan.
Agnes menggeleng pelan. Kemudian tatapannya teralih pada Kenandra yang baru datang.
" Dad, ini pesenanny- eh, Fania. Itu tempat duduk gue, " Ucap Kenandra sambil menatap Fania yang terduduk santai di kursinya.
Fania mendongak menatap Kenandra.
" Eh, tempat lo ya. Sorry gak tahu, " Ucap Fania yang hendak bangkit.
Namun pundak gadis itu lebih dulu di tekan oleh Kenandra.
" Udah lo di sini aja, biar gue ambil kursi lain. " Ucap Kenandra dengan suara lembut.
Dengan dahi yang agak berkerut, Fania pun mengangguk mengerti.
Kenandra menggusur kursi meja sebelah dan di simpannya kursi itu tepat di samping kursi Fania.
Semua orang menatap mereka dengan tatapan menggoda, namun Fania si gadis dingin dan kaku itu hanya diam dengan menatap mereka datar.
" Ekhm. Tante mau tanya, kapan kalian libur panjang? " Tanya Agnes.
" Minggu depan si Bun kalo gak salah. Soalnya seninnya kelas 12 ulangan, iya gak? " Ucap Shyla sambil menatap Afra.
" Iya. Satu minggu lagi Afra ulangan, jadi guru-guru memberikan waktu satu minggu untuk berlibur. " Jelas Afra.
" Gimana kalo kita liburan? " Usul Agnes.
Para anak remaja itu saling tatap dulu. Sebelum akhirnya-.
" Ayo!! " Sorak semua dengan antusias.
_-_
Tbc!
psti dia punya rencana jahat ya thor