kayle Wanita Mandiri , seorang perancang pernikahan. Mau tak mau menjalani kisah pernikahannya sendiri yang jauh di luar perencanaannya. Adalah Dave, pria terhormat pebisnis Handal di dunia legal dan ilegal yang bahkan tidak pernah memilihnya sebagai pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULAU JEEJU
Pulau Pribadi yang dipilih Tuan Ken sangatlah indah. Sejauh mata memandang , Pulau Jeeju menawarkan spektrum alam bewarna hijau dan biru. Pulau Jeeju adalah Hawainya Negara A. Pulau Jeeju terbentuk dari hasil aktivitas Vulkanik.
Ada banyak mitos yang telah berlalu tentang kelahiran pulau Jeeju yakni legenda Dewi yaang membuat pulau Jeeeju. Sungguh tempat yang sempurna untuk mengadakan sebuah pernikahan yang bertemakaan Garden Party.
Setelah menempuh satu jam perjalanan merekapun tiba di pulau jeeju. Kayle dan Ken asyik mengelilingi pulau Jeeju. Sesekali bermain air di bawah air terjun yang menggemaskan bewarna biru berkilauan. Mereka tertawa riang sambil sesekali mencipratkan air ke tubuh lawan.
Lalu kembali serius membahas detail pernikahan. Dimana letak area pemeberkztan, letak area Tamu-tamu VIP . Letak area dansa pertama. Damitri mengirimkan laporan video pengintaian kepada Dave Adkerson. Wajah Dave memerah.
“Seharusnya aku ikut dengannya, wanita ini selalu ramah dengan siapa saja”.
Meski itu hal yang baik namun Dave hanya ingin menyimpan seemua kebaikan itu untuk dirinya seoarang tak ingin berbagi dengan yang lain.
“Baiklah Tuan Ken, kita sepakat perrnikahan akan kita selenggarakan dalam waktu satu bulan”. Ujar Kayle.
“Baik kami mempercayai semua kepadamu”. Jawab Ken Hideoyoshi.
“Assisten ku akan mengatur jadwal kalian fitting dan sesi foto prewedding kalian”. Kayle berkata dengan senyuman puas, karena bisa bermain sekaligus berbisnis.
----------*
Landmark 76
“Damitri apa jadwal Tuan Dave hari ini, apakah kau tahu?”. Tanya Kayle.
“Tuan Dave hari ini memiliki jadwal meeting di Balai kota pada jam tiga sore nanti”. Jawab Damitri.
Kayle mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada David “jika Dave memiliki waktu luang di sore nanti datanglah ke Landmark 76, aku akan menunggunya di ruangan kantornya”.
David memberikan ponselnya kepada Dave, “ kosongkan jadwalku di malam hari, kita kembali ke Lamdmark 76 setelah meeting ini selesai”. Perintah Dave kepada David.
“Nona , Tuan Dave akan kembali ke Landmark 76 pada jam enam sore nanti”. David menjawab pesan Kayle.
Kayle tersenyum senang. “ Damitri kita mampir sebentar ke Toserba, ada sesuatu yang harus kubeli”. Perintah Kayle.
Setelah banyak membeli bahan makanan segar, kayle bergegas kembali ke kantornya dan mulai beraksi memasak di dapur pribadinya itu. Di bantu oleh Garry dan dua orang pegawai lainnya. Masakan hari ini bisa selesai dengan tepat waktu.
“Damitiri, siapkan meja makan untuk aku dan Tuan Dave diruangannya”. Perintah Kayle. Damitiri segera bergegas mengaturnya.
Tiba-tiba Kayle mengejar Damitiri “ tunggu Damitiri , kayle berteriak memanggil Damitri sambil berlari ke arah lift dan memberikan sebuah lilin ke tangan Damitiri.
“Jangan lupa nyalakan ini juga yah”. Ucap Kayle sambil mengedipkan mata ke arah Damitri. Di berikan kedipan seperti itu tak ayal membuat wajah Damitri memerah. Nona ini benar-benar memperlakukan siapa saja secara manusiawi.
Jam lima sore Dave sudah sampai dikantornya, matanya berbinar melihat disudut ruangannya terdapat area makan yang di dekorasi dengan romantis.
“Kelinci ku , kau ini benar-benar membuat jantungku terus melompat-lompat tak karuan”. Batin Dave penuh bahagia.
“Apa kau menyukainya?”. Tanya kayle yang baru saja masuk ke ruangan Dave dengan tersenyum manis.
Dave menoleh dan langsung meraih tangan Kayle menariknya kedalam pelukannya. Memeluknya lembut dan mengambil kotak cincin yang berada di saku celananya. Kayle melihatnya dengan mata berbinar.
“Apa kau melamarku Dave ?”. Tanya kayle tersipu malu dengan wajah memerah. Dave membuka kotak cincin tersebut dan memakaikan cincin tersebut ke tangan Kayle.
“Di dalam cincin ini terukir nama kau dan aku”. Dave berucap. Setelah itu Kayle memakaikan cincin ke jari Dave.
“Apa kau bahagia?”. Tanya Dave. Kayle mengangguk senang dan memeluk erat Dave.
itu yg bener kak karena udah pake did jadi say, bukan said yaa ☺