" Gue suka sama lo, gamau tau jawaban lo apa. Mulai sekarang lo pacar gue.".
" G.. Ga.. Ga bisa! Apa apansih lo, gue ga mau.. Gue ga suka sama lo!"
" Suka ga suka, mau ga mau.. Pokoknya lo milik gue Pamela irshadi yantoro. Ga ada penolakan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Jealous!
Beberapa cewek yang awalnya mengeroyok mela kini dibuat speechless dengan nyali Pamela.
" Whoaah.."
" Louder sis!" Teriak salah satu dari mereka.
Sylvia pun berusaha membela diri. " Gue biasa aja ya Mel, ga gatel ke Juan, lo jangan seenaknya nilai gue. Lo ga tau gue gimana.."
" Hah? Bukannya emang iya ya? Kamu kan cewek ga bener. Upss...!" Ucap perempuan lainnya.
Mampus! Sylvia terpojokkan oleh semua yang ada disana.
Pamela pun menyeringai menatap sylvia. " Gue kasih tau lo ya sylvia... Kita sesama cewek, sama-sama centil. Tapi pliss deh, Come on sylv.. Jadi cewek centil tuh yg berkelas dikit lah..
Minimal jangan jadiin kecentilan lo sebagai alat buat dapetin cowo orang. Karena apa? Karena dengan cara begitu, lo malah malah keliatan lebih murah, bahkan ga ada harganya say.
Mending ubah mindset lo, upgrade diri lo, tunjukin pesona lo tanpa merendahkan diri lo sendiri. Bukannya malah menggatal, paham sylvia?"
Juan tak henti-hentinya tersenyum bangga selama mendengarnya, tatapannya pun tak berpaling dari Pamela sama sekali sejak awal. Menurutnya sisi lain dari kekasihnya ini sangat memberi makan egonya sebagai lelaki dominan.
" YES BABY..THATS MY GIRL" Gumamnya.
Setelah sylvia malu dan pergi, Juan langsung menghampiri Pamela dengan sangat dekat, ia memeluk kekasinya untu menenangkannya.
Dan sialnya, pergerakan juan langsung mendapat perhatian dari para anggota yg melihat.
~
" Jangan hirauin mereka yg lagi liatin, mela" Bisik juan.
" Lo juga ngapain sih bikin acara malem banget? Siang kan bisa!" Tanya pamela kesal.
" Sshhh.. Iya sayang, iyaaa.." Ucap Juan sembari membawa pamela ke dalam dekapan.
Pamela pun membalas pelukan juan. Lalu mendongaknya. " Ayo balik.. Kata tante selina lo lagi sakit?" Tanyanya.
" Cuma ga enak badan dikit sayang, khawatir amat sih?" Goda Juan yg masih erat memeluknya.
Entahlah Pamela merasa senang di peluk di hapadan sylvia dan cewe yang sudah belagu menghalau jalannya tadi. Diapun melempar senyum smirknya pada mereka berdua.
" Kapan mau balik?" Tanya Pamela.
" Aku anter kamu balik dulu ya?" Tawar juan.
" Nggak lah, lo juga balik."
Juan menarik nafas panjangnya, sembari terus menghujani ciuman kecil di pucuk kepala Pamela.
" Gue nanti kesini lagi bentaran sayang, soalnya gue yg bertanggungjawab sama acara ini." Ujarnya.
" Oke.. Gue tungguin." Ucap Pamela sambil melepas pelukannya.
Juan menggeleng. " Udah malem banget sayang, aku anter ya?" Tawarnya sekali lagi.
Pamela masih kekeuh menggeleng. " Lo ga balik? Kita putus!" Kecamnya.
Juan mendesis kesal, lalu memanggil hary dan melemparkan tanggungjawab acara itu ke dia.
Lepas dia menggandeng pamela untuk berpamitan pada seluruh anggota dan ketua klub dari luar, Juan langsung bergegas ke garasi untuk mengantar Pamela.
" Gue bawa motor sendiri, bareng adek gue." Ucap Pamela saat Juan udah mengeluarkan motornya dari garasi
" Hah? Kok ga bilang? Sekarang dimana adek lo? Ilang ga?" Tanya Juan.
Pamela pun tergelak. " Sama jewo di depan sana." Tunjuknya diluar halaman.
Juan pun mengangguk. " Yaudah yuk samperin sekarang." Ajaknya
.
Sedangkan di luar sekarang, si jewo cuma manggut-manggut aja dengerin ocehan chiki
" Kak jewo kok bisa tinggi sih?"
" Makan tiang."
" Heh ngawur!"
" Ga percaya? Yaudah."
Chiki pun menoleh pada tiang lampu yg ada di sebelah mereka. Gadis berusia 15 tahun ini Memperhatikan tiang itu dengan cukup lama
" Ya gausah di praktekin juga cil." Omel jewo yg agak khawatir itu bikin chiki merengut.
" Tapi kak, emang tiang bisa di makan ga sih? Di panasin dulu kan sampe leleh?" Tanya si chiki.
Jewo pun menggeleng geleng sambil menepuk jidatnya. " Si Mela sama Juan mana sih? Gue gakuat jaga adeknya."
" Kak, kok cowok cowok di sekolah Pamela ganteng ganteng semua ya? Gue pengen pindah sekarang."
" Serah lu dah."
.
😄
..
Keesokan harinya~
Gadis cantik dengan riasan tipis di wajahnya itu pun terbangun di jam 8 pagi lebih.
Sedangkan adik sepupunya, si chiki sudah sibuk memakan sandwich sembari menonton series SpongeBob di TV kamar mela sejak tadi subuh.
Melihat kakanya itu terbangun, chiki pun menyeletuk.
" Baru bangun kak?" Kekehnya.
" Gak.. Baru aja mau tidur." Sarkas Pamela sembari meregangkan tubuhnya.
Namun begitu ia melihat baju semalam yang masih melekat di tubuh nya, serta wajahnya yang masih terdapat riasan tipis, membuat pamela menggeram sebal.
" Argh..! Gue lupa ga bersihin make up semalem, bisa bisanya? ngeselin ih anjir." Gerutunya membuat chiki tertawa.
" Yeu.. Makanya semalem bucin banget, sampe lupa bersihin make up kan jadinya.." Ledek chiki.
Tanpa ba bi bu.. Pamela langsung bergegas menuju kamar mandi dalam kamarnya.
Sekalian mandi pagi. What? Mandi? Di hari libur? Yang benar aja?
Sementara chiki kini beralih keluar menuju ruang tengah di lantai 1 saat tantenya memanggil chiki untuk siap sarapan.
Disaat sedang asyik meneguk susu sapi, chiki terkesiap melihat kedatangan pacar kakaknya semalam.
" Pamela ada tan?" Tanya Juan.
" Ada wan, lagi di kamarnya tadi sama chiki." Jawab kinan menunjuk kamar mela di lantai 2.
Si chiki pun menyapa Juan. " Eh kakak pacar kak Mela yg semalem itu kan?"
Juan mengangguk. " Kamu adek sepupunya Pamela, kan?"
Chiki mengangguk menjawab pertanyaan Juan
" Kak Mela ada di kamar, kayakk nya belum bangun. Tidurnya aja jam 4 pagi kak, saking kepikirannya" Ucap chiki mengadu. Ia lupa jika kakaknua itu sudah bangun, bahkan sedang mandi disana.
.
.
.
Sementara itu~
" Chikii..! Tolong ambilin handuk rambut gue di lemari atas dong."
Pamela berseru meminta ambilkan pada chiki dari dalam kamar mandinya.
Tak mendapat jawaban apapun dari luar, Pamela bergumam sebal.
" Chiki mana sih? Lama amat."
Namun ia tak menjadi sebal saat handuk yang ia minta kini telah di antarkan.
" Thanks chiki." Ucap Pamela meski tak ada balasan lagi,
Pamela tak menaruh curiga apapun, dan terus lanjut menyelesaikan mandinya.
Hingga akhirnya selesai mandi dan ia keluar untuk melakukan aktifitas morning routine nya.
Betapa terkejutnya mela dengan kehadiran Juan di dalam kamarnya.
" J-JUAN?! NGAPAIN ADA DI KAMAR GUE?!" Pekiknya seraya menutup pahanya yang tak tertutup penuh.
Juan pun turut bepura-pura terkejut melihatnya.
Ia melempar senyum pada mela yang masih berdiri di depan pintu kamar mandinya.
" Gue disuruh mami lo, mela." Ujarnya membuat mela mendecih.
" Alesan aja lo... Tapi tunggu!" Pamela memicing.
" Lo dari kapan ada disni?" Tanyanya mengernyit.
" Hm.. Udah lama sih, dari 30 menitan." Jawab Juan petantang-petenteng.
Pamela auto marah kesal. " Ishh kok bisa sih?! Gue lagi mandi ngapain lo masuk anjirr?"
Juan terkekeh. " Iya, maaf ya sayang..Tadi tante kinan bilang lo belum bangun.
Jadi, gue inisiatif bangunin langsung. Tapi sumpah lo mandinya lama banget, sampe gue mau ketiduran."
" Ga lama ya njirr.. Cuma beberapa menit doang." Sangkal Pamela.
" Hemm.. Iya sayang, iyaa." Ucap Juan sambil melanjutkan duduk di sofa.
Namun Pamela langsung berseru. " Heh.. Ngapain masih duduk?!"
" Loh.. Kan nungguin lo Mel." Ucap Juan dengan polosnya.
Pamela pun berkacak pinggang. " Gue mau ganti baju juaaan, keluar sekarang ga?!" Usirnya.
Juan beranjak dari kursi lalu mendekati pacarnya itu. Ia tersenyum melihat bare face mela yang seperti bayi.
Kembali mendekat, ia berucap lirih.
" Ganti baju doang apa susahnya sih? Lagian gue cuma mastiin lo ga lelet buat keluar kamar, Mela. kita kan mau jalan sekarang, lupa? apa ga baca chat gue?" Tanyanya.
Mela mendengus. " GAUSAH ALESAN JUAN! GUE TAU OTAK LO ITU MESUM. UDAH KELUAR SANA..!" Usirnya lagi.
Juan tak bisa menahan senyumnya karna tingkah Pamela yg lucu saat berusaha mendorong tubuhnya untuk keluar.
" Jangan lupa dandan yg cantik, tapi buat gue aja ya sayang." Bisik Juan membuat Pamela ingin berkata kasar.
*disini Pamela pakai handuk kimono ya ges ya. Jan salah bayanginnya