NovelToon NovelToon
Kakak Itu Jodohku

Kakak Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pajar Wati

"Saya berharap dimasa depan nanti kita akan berjumpa lagi, tapi tidak sebagai teman. melainkan sebagai pasangan yang sudah terikat secara Agama mau pun Negara. Saya akan menjadi seorang Ayah, sedangkan kamu menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku kelak." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang siswa laki-laki kepada Yuri saat kelulusan sekolah, akankah mereka berdua bisa dipertemukan kembali dikemudian hari? Lalu siapakah siswa laki-laki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pajar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

"Iya, benar. Sudah seminggu lebih Yuri tidak masuk kantor, bahkan

tidak memberitahukan alasan ke pada saya. Kenapa ia tidak masuk ke kantor

selama seminggu ini."

"Apa ada sesuatu dengan Yuri."

"Saya juga tidak tahu, saya sudah menghubungi Yuri berkali-kali,

Namun tidak dijawab olehnya, Bahkan saya sudah mengirim pesan padanya, tetapi

belum juga ada balasan dari Yuri. Dan itu membuat saya bingung, apalagi

perusahaan akan mengadakan acara yang mana semua karyawan wajib menghadirinya,

tanpa terkecuali." Ali yang mendegar penjelasan dari Adi hanya bisa

mengeritkan keningnya dan menebak-nebak apa yang sudah terjadi dengan Yuri saat

ini.

"Tadi, pas selesai makan siang. Kamu ngobrol apa aja sama Pak Adi?

Dari tadi saya perhatikan kamu loh, kayanya pembicaraan kamu serius amat.”

Tanya Alex ketus entah kenapa kalau melihat wajah Adi di depan matanya ia

menjadi merasa jengkel.

"Hoh, masalah itu? Pak Adi tadi cerita sama saya tentang masalah

bawahannya yang namanya Yuri. Kaya dia, sudah 1 minggu bawahannya enggak masuk

kerja tan[a kasih kabar sama sekali.”

“Apa! Yuri enggak masuk 1 minggu kamu bilang?”

 bercerita kepadaku, katanya

bawahan pak Adi nona Yuri sudah seminggu lebih ini tidak masuk kantor."

Ucap Ali seraya menjelaskan pada Alex perihal Yuri.

"Seminggu lebih katamu? Kamu sudah tahu penyebab Yuri tidak masuk

kantor."  Alex terkejut mendegar

perkatann Ali barusan, pantas saja setiap kali Alex menghubungi dirinya tidak

pernah digubris, membuat hati Alex semakin was-was.

Semenatara di Kota X tempar tinggal Yuri.

"Sayang." Panggil ibuku.

“Iya, Mah.”

"Sudah seminggu lebih kamu enggak kerja. Kamu bilang  masa cuti kamu dikasih seminggu, tapi ini

sudah mau seminggu lebih loh

"Mamah tenang aja, besok aku kerja kok. Aku, ‘kan masih mau cari

uang buat Mamah.” Aku langsung memeluk ibuku, rasanya nyaman sekali berada

dipelukan orang tua yang kita sayang. Selama aku di sini, keadaan mentalku

sedikit tenang, selama 1 minggu aku tidak membuka ponsel sama sekali. Aku yakin

sekali ada banyak pesan atau panggilan yang tidak aku jawab.

"Apa kamu ada masalah di tempat kerjamu yang sekarang? Ibu

perhatikaan dari saat kamu pulang ke rumah, hingga saat ini kamu terlihat tidak

bersemangat? Ada apa sayang?"

“Yuri enggak apa-apa kok Mah, aku baik-baik aja kok.”

"Aku tidak apa-apa bu, aku baik-baik saja. Ibu tidak usah khwatir

dengan ku." Balas Yuri dengan senyuman manisnya.

"Ya sudah kalau tidak ada masalah apa-apa di tempat kerjamu. Mamah

cuma  khwatir aja sama kamu sayang."

Mamahku kembali memelukku dengan erat, seharus dalam peraturan perusahaan aku

sudah dikeluarkan karena tidak memberikan alasan yang kuat kenapa aku tidak

masuk selama satu minggu, tapi aku sudah tidak peduli lagi, jika tempatku

bekerja akan memecatku, aku siap menerimanya dan mencari pekerjaan di tempat

lain.

Saat ini Yuri sedang duduk di balkon rumahnya, sambil menikmati

secangkir susu hangat yang telah di buatkan oleh sang ibu.

***

"Ali, sudah kamu cari info tentang Yuri?"

"Saya, sudah mendapatkan info tentang Yuri, kemarin saya pergi ke

tempat tinggal Yuri yang berada di jl. Dalang 1. Saya langsung menemui pemilik  ibu kost  katanya dia pulang ke kota X untuk menemui

kedua orantuanya."

“Pulang kampong?” Alex mengeritkan keningnya. Untuk apa Yuri sampai

pulang ke kampungnya. Alex yakin pasti ada sesuatu masalah besar sampai Yuri

seperti ini. “Kapan dia pulang ke sini lagi? Apa pemilik kotsan tahu?”

“Untuk masalah itu, seperti tidak bisa diprediksikan kapan Yuri akan

kembali. Kata Ibu kostnya Yuri pasti kembali ke sini lagi kerena

barang-barangnya masih ada di sini semua.” Alex merasa lega jika Yuri masih

bisa kembali ke kota ini lagi, ia tidak bisa membayangkan jika Yuri tidak akan

pernah kembali ke kota ini. Ia tidak akan sanggup jika kehilangan Yuri untuk

kedua kalinya setalah sekian lama. Bahkan sampai 7 tahun mereka berdua baru

bisa bertemu kembali.

***

Paginya, aku sudah menyiapkan semua barang-barangku. Aku sudah

memutuskan untuk kembali ke kota tempatku bekerja, aku memang kembali. Tapi

tidak untuk bekerja, aku akan memberikan surat pengunduran diri dan tidak akan

pernah kembali bekerja di sana lagi. Paginya aku sampai di kota B, cukup

melelahkan memang karena perjalannya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Ting

Ponselku berbunyi menandakan ada notif pesan masuk, setelah kulihat

ternyata Adi yang mengirim pesan. Sudah puluhan pesan yang sudah ia kirimankan

kepadaku tapi tidak ada satu pesan yang aku balas untuknya. Kubuka pesan

darinya dan kubaca secera teliti.

“Yuri, gimana keadaan kamu? sudah puluhan pesan saya kirim ke kamu, tapi

belum ada balasan apa pun dari kamu. tolong beritahu saya kabar kamu sekarang.”

Itulah isi pesan yang ia kirimkan padaku. Sebenarnya aku masih takut membalas

pesan darinya, tapi aku harus melakukannya karena aku akan mengundurkan diri

dari perusahaan. Sebelum mengajukan risgen kepada Adi terlebih dahulu aku

meminta maaf karena tidak masuk kerja selama satu minggu, jika perusahaan ingin

memecatku, maka dengan senang hati aku akan menerimanya.

Ting.

Tetaplah masuk kerja, sebagai atasan kamu. saya akan berikan satu

kesempatan, tolong jangan mengajuka resigen, saya akan menerima kamu kembali

bekerja.” Itulah pesan yang disampaikan oleh Adi, aku tercengang melihat

balasan pesan darinya. Ternyata dia masih mengharapkan aku untuk tetap masuk

kerja. Dengan cepat aku  membalas pesan

darinya, aku sudah membulatkan keputusanku untuk risen dari perusahaan.

“Baiklah, kalau kamu mau mengajukan risgen. Kamu bisa datang ke kantor.”

Aku belum bisa membalas pesan dari Adi, aku masih takut jika bertemu dengan

Adi. Tapi aku harus mengembalilkan id card dan juga membereskan sisa

pekerjaanku yang masih belum selesai.

Paginya aku bersiap-siap untuk ke kantor, bukan untuk bekerja melainkan

menyerahkan surat pengunduran diri. Akhirnya aku sampai di kantor, rasanya kaki

ini berat untuk melangkah masuk ke dalam, apalagi aku harus bertemu dengan Adi

laki-laki yang sudah berani melecehkanku.

"Yuri!” Tiba-tiba saja Airin memeluk tubuhku, “ya Allah, kamu habis

dari mana aja sih? Sudah seminggu lebih kamu enggak masuk kantor, aku kangen

banget loh sama kamu.” airin terus saja memelukku, jujur saja aku juga kangen

dengan teman-teman di sini terutama Airin.

“Aku juga kangen banget loh sama kamu.”

“Aku kira kamu enggak bakal kerja di sini lagi, habisnya kamu enggak ada

kabar sama sekali, pesan sama panggilan telepon juga enggak kamu jawab.”

“Sekali lagi maaf ya, tapi aku datang ke sini memang mau berhenti

kerja.”

“Apa! Berhenti? Kenapa?” Raut wajah Airin terlihat sedih saat tahu aku

ingin mengajukan risen dari sini.

“Enggak apa-apa kok.” Aku sengaja tidak memberitahukan yang sebenarnya

pada Airin, aku takut masalah ini akan menjadi panjang jika aku beritahukan

yang sebenarnya. Biarlah kupendam sendiri.

Sebelum aku pergi ke ruang kerja Adi, terlebih dahulu aku mampir ke ruang

kerjaku. Dan aku disambut bahagia oleh teman-teman satu timku, aku juga

berpamitan kepada mereka semua karena aku akan bernhenti dari sini. Selesai

dari ruang kerjaku, aku berjalan ke ruang kerja atasanku. Baru melangkah

beberapa saja kaki sudah gementaran. Aku belum siap jika harus bertemu dengan

Adi.

Akhirnya aku sampai di depan ruang kerja Adi,

kutarik napasku dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan. Aku harus

menyiapkan mentalku, aku harus berani jika ingin cepat keluar dari sini.

Kuketuk pintunya dalam keadaan gementar, saat ketukan

1
Sri Mulyani Yani
Luar biasa
Sitikhumairoh
tor ini q yg bingung ato gimana sih....tiba2 ude adegan Sandra menyandra
dewi
mkasih ceritany.
Juliai Ani
nyimak dulu
aurel
hai kak yuk mampir juga di lapak aku, siapa tau kakka tertarik, jangan lupa tinggalkan jejak
Owin Kupon
bikin hami kgi thor biar meerka bahgia jngn kecewa mlulu dari pertma smapi terkhit nggk ada kebhagian sm sekalipun thor
Owin Kupon
semngt thor berikan kesalamt pada bai merka biar bhgia thor kasian aku lihtnya
Owin Kupon
udah lma berpisah seharusnya udah melmar dn menika balik bolak trus ceritanya
Yati Maryati
lanjut lagi dong thor ceritanya biar seru
Siti Mutmainnah
good luck
sansan
Yuri yg dicium AQ yg melting...
Natasya
lanjutt thor
Endang Winarsih
akhirnya nikah juga, ceritanya seru..
Endang Winarsih
mampir kak, kelihatannya seru nih
Siti Rejeki
keren
Aqila Azka
pemeran utama cewek ya terlalu munafik..pgang g ble..cium g bole..sok suci x..ceritanya pn muter2 trus g da titik temunya..
Karyati Yati
olh PO
Bundy Tristan
tor ...tolong deh si Yuri suruh Nerima cinta si Alek..lama lama bosen ,,takut saya klw cek jual mahal nanti ujung ujungnya di kerjain laki laki..
Lena Sari
semoga kk
Rika Khoiriyah
lihat cogan, makanya gk konsen🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!